
Lia tertawa kemudian, untuk menghilang kan rasa cangung yang menyelimuti hati nya.
" kamu kan baru kenal aku Arka, mana bisa kamu angap aku spesial dengan secepat itu." kata Lia.
"Berhenti bercanda pada ku, dan jangan bikin ulah untuk gombal aku ya. Karna kamu tahu kan itu tidak akan bekerja pada ku." kata Lia lagi.
"Aku tidak pernah anggap hati sebagai bahan candaan Lia, apa yang aku kata kan murni dari dalam hati." kata Arka.
"Lia, aku memang tidak seperti orang lain. Yang menyata kan cinta nya dengan cara yang romantis. Tapi aku benar-benar bilang apa ada nya dari hati. Aku memang bukan seorang puitis, yang menyata kan cinta dengan puisi. Tapi aku tulus bilang pada mu, Lia aku mencintai mu. Mau kah kamu menjadi pacar ku, atau mau kah kamu menjadi istri ku sekalian." kata Arka.
Apa yang Arka kata kan sangat membuat Lia merasa kaget. Tapi, di balik rasa kaget dan tak percaya itu. Ada rasa senang yang bersemayam di hati nya. Dia juga sama, hati nya merasa kan apa yang Arka rasa kan pada nya. Ia anggap Arka cowok yang spesial bagi nya.
"Ka, jangan bercanda masalah hati. Aku tidak suka kamu bercanda seperti ini." kata Lia tak percaya.
__ADS_1
"Aku tidak bercanda Lia, aku serius. Harus kan aku berlutut di depan mu, layak nya seseorang yang sedang melamar kekasih nya." kata Arka.
"Tidak perlu, jangan laku kan hal yang memalu kan seperti itu." kata Lia.
"Bearti kamu percaya pada ku kan Lia, aku tidak bohong pada mu masalah hati ku. Walau pun aku menyata kan cinta ku tidak secara romantis, tapi itu datang nya dari hati Lia." kata Arka.
Lia belum juga menjawab apa yang Arka kata kan. Lia hanya diam dari tadi, ia bingung mau jawab apa pada Arka. Karna ini terlalu cepat bagi nya.
"Amelia, aku mencintai mu. Mau kah kamu menjadi kelasih hati ku." kata Arka mengulang sekali lagi, sambil memegang tangan Lia.
"Apa kah ini berarti iya Lia?" kata Arka seakan tak percaya dengan apa yang Lia jawab.
"Iya... Aku menjawab nya iya. Aku mau menjadi kekasih mu. Walau pun tidak ada bunga dan tidak ada yang romantis di saat ini." kata Lia.
__ADS_1
Saking bahagia nya Arka dengan jawaban Lia, Arka langsung memeluk Lia. Arka sangat bahagia, saat menyata kan cinta langsung di terima oleh gadis cantik yang terus membuat tidur nya terganggu itu.
Tapi, di balik sana. Tak jauh dari Lia dan Arka, ada orang yang merasa sangat sedih dengan kebahagiaan Arka dan Lia. Dia adalah Intan, sedari tadi ia berada di balik bunga yang terdapat di belakang kursi, tempat Arka dan Lia duduk.
Intan menangis di sana, hati nya sangat terluka atas apa yang Arka kata kan pada Lia. Bahkan, sekarang Arka sudah menyata kan cinta nya pada gadis itu. Bukan hanya menyata kan cinta, malahan sudah menjadi kekasih dari gadis itu pula.
Jika hanya Lia yang bisa membuat kamy jatuh cinta dan bahagia. Maka, aku akan merestui hubungan kalian Ka. Walau dalam hati, aku sangat terluka dan merasa sangat tersakiti. Kata Intan dalam hati, sambil menangis dan berlari pergi dari sana menuju kamar mandi kampus.
Sementara Arka dan Lia masih saja berpelukan. Tanpa mereka sadari apa yang baru saja terjadi. Dan apa yang orang lain lihat. Benar kata pepatah, jika orang jatuh cinta itu serasa dunia milik berdua. Yang lain ngontrak guys.
Saat Esy dan Eza datang pun mereka tak sadar. Sampai harus Esy beri kan kode pada mereka.
"Ehemmm.... Cuaca nya sangat panas ya." kata Esy.
__ADS_1
Dengan cepat Lia melepas kan pelukan Arka. Wajah nya berubah, karna malu di pergoki oleh sahabat nya sendiri.