Papa Vampirku Kekasihku

Papa Vampirku Kekasihku
MENIPU PAMAN ROBIN


__ADS_3

Bisa kurasakan hembusan angin malam menerpa wajahku , saat ini aku tengah berdiri di balkon kamar milik Sammy, memandang langit malam yang cerah, rembulan bersinar dengan lembut membawa kedamaian untuk setiap orang yang memandangnya.


Mungkin benar yang dikatakan oleh Alex,aku suka sekali memandang bulan,apalagi sekarang sedang purnama, rasanya seperti ada sesuatu yang menggelitik alam bawah sadar ku, dari kejauhan terdengar suara-suara anjing yang tengah menggonggong,beruntung aku tidak bisa berubah wujud menjadi serigala ,jika tidak , mungkin saat ini aku juga tengah melolong kepada sang rembulan seperti para anjing itu, entah mengapa hanya memikirkannya saja membuatku merasa ada ganjalan dalam hatiku, seumur hidup ku aku tidak pernah melolong dan kuharap tidak pernah, aku meyakinkan hatiku lagi.


*S*isi manusia ku lebih dominan....Aku terus mengatakan hal itu pada diriku sendiri berulang kali.


Aku dikejutkan dengan sepasang tangan yang menyusup melalui pinggangku , Sammy memelukku dari belakang menenggelamkan kepalanya di tengkukku ,otomatis itu membuat pipiku merona.


" Apa yang sedang kau pikirkan sayang?" tanyanya ,masih sibuk menciumi bahu hingga ke leher dan telingaku.


" Tidak ada." jawabku singkat


"Aku bisa merasakan kau sedang mengkhawatirkan sesuatu,katakan apa itu?" Sammy memutar tubuhku sehingga membuatku menatap langsung padanya.


Aku harus mengingatkan diriku untuk bernafas , melihat penampilan Sammy yang baru selesai mandi sungguh bisa membuat orang yang masih waras lupa diri , rambutnya yang masih belum kering sempurna ,dada bidangnya yang berotot dipamerkan tanpa sehelai benangpun yang menutupi nya,dan wajah bak malaikat nya itu yang slalu bisa membuatku berhenti bernafas.


Seharusnya ada hukum untuk melarang orang agar tidak terlalu tampan.


"Aku sedang memikirkan Akira ,saudari kembar ku yang dikatakan oleh Alex" akhirnya aku mengatakan ganjalan terbesar dalam hatiku , menurut Alex ibuku baik-baik saja dan hidup bahagia dengan kawanan Were, namun aku belum tahu apapun mengenai saudariku, Akira .


"Aku tidak suka melihatmu cemas, apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu tersenyum lagi sayang?" Sammy berujar lembut ,membawaku kedalam dekapannya.


"Bisakah kau menjemputnya dan membawanya tinggal bersama kita?" aku berbicara di dadanya.


"Dan meninggalkan mu sendirian disini? sementara ada anjing gila yang akan mengambil mu sesaat saja aku lengah" Sammy memegangi bahuku , sedikit memundurkan tubuhku agar pandangan kami bisa bertemu.


"Tidak , aku tidak bisa melakukan itu,jadi sebelum kau merengek ,akan aku katakan kepadamu keputusan ku tidak akan berubah."


"Tapi aku benar-benar ingin bertemu dengan nya sayang, aku juga sangat mengkhawatirkannya ,aku ingin tahu bagaimana selama ini dia menjalani kehidupan nya? Apa dia baik-baik saja selama ini? Aku tidak akan bisa tenang sebelum tahu bagaimana keadaannya sayang. " jawabku dengan wajah memelas


"Huuh... Baiklah, mintalah bantuan dari Robin untuk ini, aku tetap tidak mau meninggalkanmu hanya untuk menjemput wanita lain, yang benar saja kau meminta kekasihmu untuk menjemput wanita lain , benar-benar gadis yang dermawan" cibir Sammy dan menyentil dahi ku.


" Dia ini saudariku bukan wanita lain "bantahku sambil mengelus keningku yang terasa panas


Sammy menahan tanganku yang tengah menggosok-gosok keningku dan cup dia mencium bekas sentilan darinya dengan lembut dan lama ,dan blush pipiku terasa semakin panas saja


"Sakit?" tanyanya ,dan aku hanya bisa menggelengkan kepalaku.


"Aku akan meminta tolong pada Paman Robin kalau begitu " aku berusaha melepaskan pelukan Sammy ditubuh ku tapi gagal tangannya justru semakin erat menahan ku.

__ADS_1


"Sayang lepas dulu ya, aku akan menemui Paman Robin dulu"pintaku.


"Huuh baiklah " dengan menghela nafas barat Sammy melepaskan pelukannya tapi masih sempat mendaratkan beberapa kali kecupan di pipi ku.


Segera setelah terlepas dari pelukannya ,aku langsung berlari kecil ingin keluar dari kamar ini, sesaat sebelum membuka pintu aku berhenti tanganku masih mematung memegang handle pintu.


"Sayang? Bagaimana kalau Paman tidak mau membantuku"


" Cih memang Pamanmu itu pernah menolak permintaanmu, hanya dengan melihat kau sedikit memelas saja dia pasti langsung menuruti semua yang kau inginkan, sifat penyayang ya terkadang membawa banyak masalah untuk dirinya sendiri" ucap Sammy sambil tergelak pelan


" Kau benar" senyum lebar menghiasi langkahku menuruni tangga ,menuju kamar paman Robin di lantai satu.


tok tok


"Paman ? Ini aku Kayla ,aku masuk ya?" ucapku sudah membuka pintu kamar paman ,tanpa menunggu sang empunya mempersilahkan.


Seperti nya dia sudah menebak kalau aku akan membawa masalah untuk nya , Paman duduk di tempat tidurnya sambil meluruskan kakinya , wajahnya langsung cemberut ketika aku masuk.


"Memang kau akan pergi jika aku mengatakan bahwa kau tidak diizinkan masuk kesini?" jawaban Paman acuh.


"Paman?" mulaiku


Aku mulai duduk ditempat tidur lebih dekat dengan nya, tidak peduli dengan Paman yang mulai mendelik dihadapan ku.


"Paman? Paman tahukan kalau aku punya saudara kembar?"ucapku sambil tersenyum lebar


"Aku tidak mau tahu dan aku tidak peduli " jawab Paman Robin ketus.


"Hah apa boleh buat." aku mulai merubah ekspresi wajah ku seimut mungkin dan mulai memelas padanya.


"Paman aku sangat mengkhawatirkan saudariku itu, aku sampai tidak bisa tidur karena memikirkan Akira , entah bagaimana keadaanya saat ini ,kasihan sekali dia , bagaimana jika saudariku itu sedari kecil harus hidup susah sementara aku disini bersenang-senang, aku sungguh merasa tidak tenang"


Aku menutup wajahku dengan kedua telapak tangan, berpura-pura menangis.


*S*edikit lagi aku yakin paman akan luluh dengan rengekan ku.


"Aku bahkan tidak bisa makan dengan baik, aku juga...."


"Sudah sudah hentikan rengekan mu itu ! Aku akan memikirkan nya dulu."potong Pamanku

__ADS_1


Seketika wajahku berubah cerah ,dan tersenyum lebar ,aku tahu ini selalu berhasil


" Terimakasih banyak Paman, kau memang yang terbaik." ucapku mengangkat kedua jempol ku di hadapan nya.


" Aku bilang akan memikirkannya bukan menyetujuinya."


" Aku akan menunggu saudariku dengan gembira jangan mengingkari janji dan membuatku kecewa Paman, bye ... Aku menyayangimu..." aku berucap seraya berlari kecil menuju pintu.


" Hei bocah .. Aku tidak pernah menjanjikan apapun , aku bilang akan memikirkannya , kau dengar tidak ? Cih.. Dasar bocah dia mengerjai ku lagi." seru Paman dari dalam kamarnya karena aku sudah terlanjur berlari keluar.


*He*he Paman Robin memang selalu bisa diandalkan.


Aku kembali menemui Sammy dikamar nya. terlihat dia sedang duduk di sofa dengan televisi yang sedang menyala , dia suka sekali menonton TV atau memutar kaset-kaset film , berbeda dengan Paman Robin yang suka sekali berjalan-jalan. Sammy adalah tipe orang yang tidak terlalu menyukai keramaian.


"Sudah?" tanyanya yang melihatku berdiri mematung tak jauh darinya .


Dia melambaikan tangan nya memintaku mendekat dan akupun berjalan perlahan menghampirinya .


" Iya sudah , Paman setuju untuk membantuku"


Sammy mulai membawa tubuhku ke pelukannya ,mencium ku dengan lembut , ciuman yang semakin lama semakin dalam ,dia mencium ku seolah sedang merasai seluruh bibirku ,lagi dan lagi, ciuman yang lembut berubah menjadi ciuman yang lebih panas dan menuntut lebih.


Aku berusaha mengimbangi Sammy yang terlihat sudah ahli melakukan ini ,wajar saja dia adalah Vampir yang sudah lama hidup dan menjajaki semua kenikmatan ini, tapi bagiku ini masih baru aku hanya pernah melihatnya di film-film atau di hp ku , dan belum memiliki pengalaman secara langsung sama sekali.


"Kau gugup?" Tanya Sammy ,bola matanya mulai berwarna kemerahan seperti ada seseorang yang menyalakan api didalamnya. aku hanya bisa menganggukkan kepalaku untuk menjawabnya.


"Tenang saja , aku akan mengajarimu perlahan ,aku akan melakukannya selembut mungkin agar kau nyaman ,jangan takut" pinta Sammy lembut, suaranya mulai terdengar serak oleh gairah.


Dan benar saja Sammy mulai menciumiku dengan lembut ,setiap sentuhannya sangat halus seolah tubuhku ini terbuat dari kaca yang rapuh ,Sammy sangat berhati-hati agar taringnya yang mulai mencuat tidak menggores kulit ku.


"Kayla.... kemari lah!" terdengar teriakan Paman Robin dari lantai bawah membuyarkan suasana yang sudah memanas.


" S**t ....Aku akan menendang bokong Robin , si pengganggu itu." Sammy tampak murka


Sementara aku justru merasakan perasaan lega karenanya...


**Bersambung 🙏😀


Bakalan kedatangan tamu tak terduga ya di episode selanjutnya.😁**

__ADS_1


__ADS_2