
Suasana restoran terlihat cukup ramai ada beberapa keluarga yang sedang menikmati santap siang mereka diiringi celotehan dari anak-anak mereka,juga ada beberapa pasangan muda mudi yang tampak malu-malu kucing dibeberapa sudut, sepintas lalu aku akan terlihat seperti mereka ,para pasangan itu. namun tidak demikian meskipun lelaki yang saat ini duduk dihadapan ku dengan tatapan ramah nya cukup untuk membuat wanita yang masih waras manapun bertekuk lutut akan ketampanan nya tetapi tidak bagiku ,mataku terus saja memicing curiga ,kewaspadaan ku tidak pernah kendor, tanganku tidak pernah meninggalkan gelas minumanku , takut jika laki-laki tersebut akan meletakkan sesuatu kedalamnya,seperti yang ada di film-film,sebut aku paranoid,terserah.
"Namaku Alex" pria itu tersenyum ramah
"Apa kau yang mengirimkan pesan padaku semalam?"
"Ya... Tentu saja ,Karna itulah aku sekarang berada disini"
"Siapa wanita dalam foto itu?" Tanyaku ,berusaha untuk tetap tenang.
"Bukankah kau sudah tahu? Dia ibumu" jelasnya
Aku memang sudah menduganya tapi mendapatkan pengakuan langsung ,masih saja membuatku tercekat,kukira hatiku sudah siap , ternyata aku tidak sekuat itu.
"Huh, yang benar saja ,kau pikir aku akan percaya hal itu, apa tujuan mu yang sebenarnya Tuan Alex?"masih berusaha mempertahankan ketenangan ku yang hanya seujung kuku
"Jika kau tidak percaya aku bisa membawa mu langsung padanya" dia masih terlihat begitu tenang suaranya yang lembut sungguh membuat orang terhipnotis.
"Lihatlah ini" pria itu menyodorkan dua lembar foto.
Aku mengamati nya dengan seksama,foto pertama terlihat wanita yang dikatakan merupakan ibuku itu sedang menggendong dua orang bayi dengan senyum yang mengembang,dan foto yang kedua memperlihatkan fotoku, bukan ini bukan fotoku ,gadis dalam foto ini memiliki warna mata yang berbeda dari ku dan rambutnya juga hanya sebatas bahu lebih pendek dari rambutku yang menjuntai hingga ke pinggang ku ,namun orang buta saja pasti bisa mengatakan kalau kami adalah saudara kembar.
"Siapa mereka?" Aku sudah kehilangan ketenangan ku , tanganku mulai gemetar,begitu juga suaraku.
"Dia adalah ibu dan saudara kembar mu, mereka sangat merindukanmu dan ingin bertemu dengan mu Mikayla"
"Hah , jangan omong kosong tentang rindu padaku, jika mereka benar-benar keluargaku bagaimana bisa mereka membuang ku di jalanan ketika aku masih bayi" suaraku pecah ,juga tangisanku. Terlihat beberapa pengunjung didekat meja kami menoleh melihatku yang mulai menangis.
"Aku akan menceritakan semuanya,tapi disini bukan tempat yang tepat,ikutlah bersamaku dan aku akan menjelaskan semuanya Kayla" Alex membujukku dengan lembut
"Tidak ,katakan saja disini ,sekarang" ucapku tegas
"Baiklah jika kau memaksa, Kayla keluarga mu tidak pernah membuang mu , kami sangat menyayangi mu dan juga saudarimu , dalam kelompok kita tidak ada yang lebih penting dari kawanan, yang sebenarnya terjadi adalah kalian berdua diculik dari kami , salah satu pengasuh kalian berkhianat dan membawa kalian kabur, kami semua kebingungan mencari kalian. sampai akhirnya aku mendapat informasi tentang mu satu bulan yang lalu, aku ingin sekali menghampirimu saat itu tapi kau dijaga dengan sangat ketat, aku sama sekali tidak memiliki kesempatan . " Jelasnya lagi dengan sangat meyakinkan , matanya bahkan berkaca-kaca seolah dia benar-benar merasa kehilangan ku, entahlah ,kurasa dia aktor yang baik dalam hal ini.
"Diculik?"aku mulai memijat kepalaku yang terasa pusing.
"Apa kau baik-baik saja sayangku?" tanyanya terdengar khawatir.
Aku mendengar diriku sendiri tertawa, dan itu adalah tawa yang sungguh jelek.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak baik-baik saja, kau bisa lihat sendiri aku terguncang mendengar pengakuan darimu itu."
"Sudah kukatakan disini bukanlah tempat yang tepat , ikutlah dengan ku , akan ku jelaskan dengan pelan sampai kau mengerti."
"aku bisa yakinkan padamu kalau tempat ini tidak mempengaruhi apapun,baiklah Tuan Alex,anggaplah saat ini aku percaya padamu, difoto ini jelas ibu ku tampaknya masih muda saat melahirkan kami, bagaimana kondisi nya sekarang?"tanyaku sambil menunjuk foto wanita yang menggendong dua bayi tadi.
"Maksudmu ,apa dia masih hidup? Hahaha..."
Aku mengernyitkan dahi apanya yang lucu ?
"Tentu saja Kayla ibumu masih hidup dan sangat sehat, terakhir ku hubungi, Liana sedang berada di Negara xx, mungkin dia sedang berbelanja tas-tas yang sudah hampir segudang penuh itu,entahlah meskipun sudah seratus tahun lebih berbelanja dia tidak pernah merasa bosan,hahaha... Tapi begitu aku mengatakan sudah menemukanmu dia pasti akan segera kemari"
"Liana? Nama ibuku Liana, tunggu seratus tahun lebih, apa dia masih bisa berjalan di usianya itu? "aku sungguh terkejut. tapi dia tidak terlihat setua itu di foto ini.
"Tentu saja ,itu usia yang masih tergolong muda bagi kaum kami,kaum kita .." Alex menegaskan kata kita dalam ucapannya.
"Apa maksudmu? Kaum apa? Katakan dengan jelas ! Aku sudah muak dengan semua teka-tekimu."
"Jadi Vampir itu tidak memberitahumu? Hahaha ,kupikir dia menahan mu Karna dia sudah tahu , kupikir dia hanya ingin membuatku kesal, tapi kini aku mulai berpikir kalau dia sangat bodoh dan tidak mengetahui apa-apa" Alex tertawa lagi , oh sungguh pria yang riang.
"Vampir apa? Haha ... Apa yang sedang kau bicarakan" ucapku sambil tertawa palsu berusaha menutupi kegugupanku.
"Sudah lah tidak perlu berpura-pura,aku sudah tahu semuanya, yang ingin kukatakan padamu adalah bahwa kau bagian dari kaum kami ,kau bagian dari kawanan ku ,dan sebagai seorang pemimpin , aku berhak mengakui mu sebagai milikku , begitulah hukum bagi para Werewolf." Ucapnya dengan lirih namun sangat jelas dan tegas.
Werewolf??? Aduh mati aku , Vampir dan Werewolf tidak memiliki hubungan yang baik,apa si gila ini kemari untuk menculik ku, Papa... bagaimana ini?
"Yah... Terserah kalau kau memang pemimpin para Werewolf atau apapun itu, tapi sayangnya aku adalah manusia ,aku bukan Werewolf ,kau tidak punya hak apapun terhadapku." rasakan itu , jangan anggap aku ini mangsa yang lemah,meskipun pada kenyataannya tangan ku sudah mulai berkeringat.
"Kau yakin ? Kau hanya manusia biasa? Coba tanyakan dengan lebih dalam pada dirimu sendiri! Lebih dominan manakah dirimu ? Sisi manusia mu atau dirimu yang satu lagi yaitu seorang Were , mau tidak mau kau harus menerimanya , Karna itulah dirimu manusia setengah serigala. Ada darah were dalam tubuhmu." Alex tetap tidak mau menyerah.
"Pembohong ,kau hanya seorang pembohong besar." Aku sudah berdiri dari tempat dudukku , penolakan terlihat jelas diwajah ku, seharusnya aku tidak mendengarkannya . Tidak, seharusnya aku tidak pernah menemui pembohong ini, aku tidak mau tahu lagi.
Alex menahan tanganku ,memintaku agar aku kembali duduk,dengan lemas ,ku dudukkan tubuhku kembali ,semuanya menjadi semakin rumit ,membuat kepalaku berdenyut kuat .
"Ibumu adalah seorang Were Pureblood, sementara Ayahmu adalah manusia biasa ,entah apa yang dipikirkan oleh Liana sampai bisa dihamili oleh manusia, setelah kalian lahir ,Liana menyerahkan kalian pada kawanan, dan selang beberapa hari saja kalian sudah diculik" Alex tampak mengepalkan tangannya.
*S*enang melihatnya sedikit kesal,haha
"Selama kalian masih dalam kandungan aku sudah menyiapkan beberapa dokter dan peneliti untuk memastikan kondisi kalian, begitu kalian lahir dokter mengatakan bahwa kalian memiliki darah Were yang lebih dominan ,namun sangat disayangkan kalian tidak dianugerahi agar dapat berubah wujud menjadi serigala."
__ADS_1
" Kalian tidak pernah merasakan dorongan untuk berubah ketika bulan purnama, atau disaat emosimu tidak stabil, itu membuat mu dan saudaramu seperti manusia biasa, tapi apa kau tidak menyadari sesuatu yang tidak biasa pada tubuhmu?" Alex menjelaskan panjang lebar padaku .
"Tidak ada aku seratus persen original seorang manusia" Jawabku telak
"Huh... Sepertinya kau masih belum mau mengakuinya,begini saja sekarang jawab dengan jujur. Apa kau pernah sakit? Apa kau merasakan getaran aneh ketika memandang bulan saat purnama? Apa kau lebih suka berlarian di luar rumah daripada harus terkurung di dalam rumah,sekalipun rumah itu sangat mewah? Apa kau menyadari lukamu lebih cepat sembuh dibandingkan manusia pada umumnya? Apa kau tidak merasa kekuatan fisikmu diatas rata-rata gadis seusia mu?" Alex memberikan pertanyaan-pertanyaan yang membuat keyakinan ku semakin goyah. Karena apabila dijawab maka hasilnya adalah iya.
Aku hanya tertunduk diam ,tanpa ingin membalas.
"Itu adalah sifat alami para Were Kayla sayang, kuharap kau bisa menerima kenyataan tentang siapa dirimu , dan bersedia kembali kepada kawanan kita, ibumu akan senang sekali jika kau bersedia hidup bersama kami" Alex mulai membujukku.
"Dan juga saudarimu Akira, aku sudah meminta bawahan ku untuk menjemputnya , tidak lama lagi kalian akan bertemu." senyum kemenangan sudah mengembang dibibir Alex.
"Maaf Tuan Alex, sepertinya kau salah paham, aku datang kemari untuk sekedar mengetahui kebenaran dari sudut pandang mu,aku masih belum mengakui nya sebagai kebenaran bagiku dan aku tidak pernah mengatakan kalau aku akan ikut pergi bersama denganmu,jadi kuharap anda jangan terlalu berharap ,sekarang aku hanya ingin pulang." Kataku tegas, Alex menahan tanganku lagi.
"Lepaskan Tuan , aku mau pulang sekarang,aku lelah!"
*H*ah bahkan aku sudah tidak perduli lagi dengan pekerjaan ku ,aku hanya ingin memeluk Papa sekarang.
Seperti dipanggil dengan telepati Papa muncul dari pintu masuk ,aura kemarahannya membuat suhu udara dalam ruangan tersebut menjadi lebih dingin .
"Singkirkan tangan kotor mu dari putriku Anjing !" Papa menepis tangan Alex dariku ,dan menarik ku untuk berdiri disampingnya,lengan Papa melingkari bahuku dengan sifat melindungi.
Paman Robin yang berdiri disebelah Papa mengangkat sebelah tangan memberi kode kepada manager restoran, dan tak butuh waktu lama restoran sudah kosong ,hanya tinggal kami berempat disana.
"Wah wah , bukankah ini Sammy sang Hunter legenda,aku merasa terhormat bisa bertemu denganmu,meskipun itu bukan kehormatan yang kuinginkan" Alex masih terus saja menyeringai, wajahnya mengernyit melihat lengan Papa yang merangkul ku.
"Kurasa belakangan ini banyak sekali Anjing liar yang berkeliaran , mungkin sebaiknya aku menyewa beberapa pengendali binatang untuk menjinakkan mereka" Papa memandang rendah pada Alex.
"Sebaiknya kau nikmati waktu kebersamaan mu dengan putri kecilmu itu dengan baik selagi masih ada kesempatan." kemudian Alex beralih memandangku, pandangan matanya sangat lembut namun juga berisi pendambaan yang nyata disana
"Aku pergi karena tidak ingin membuatmu takut sayang, tapi tenanglah kita pasti akan segera bersama" Alex memberikan penekanan pada setiap katanya.
"Tidak akan pernah ,bahkan di mimpi mu Anjing" jawab Papa sengit, rangkulan Papa semakin kuat di bahuku .
"Kurasa kau sudah hidup cukup lama untuk mengetahui bahwa tidak ada hal yang mustahil di dunia ini. Kita akan menyelesaikan ini segera vampir, lain waktu ,lain tempat , kita akan lihat seberapa kuat Hunter sepertimu"
Alex pun berlalu pergi meninggalkan kami , seketika air mata yang sedari tadi sudah kutahan tumpah juga , aku menangis dalam pelukan Papa.
" Tenanglah baby, semua baik-baik saja sekarang , ayo kita pulang ."
__ADS_1
bersambung.