
Sammy memberitahu detail mengenai informasi yang ia dapatkan , dirinya menjadi seorang Hunter sudah berpuluh-puluh tahun lamanya, tentu saja mengorek informasi semacam ini bukanlah hal yang sulit. Dengan jelas dirinya membeberkan detail semua anggota yang terlibat dalam kelompok perdagangan manusia tersebut, bahkan memberikan semua nama dan fotonya, ada dua puluh lima orang termasuk Anthony dan kedua kawannya yang berhasil mereka bunuh, disana ada beberapa foto yang sudah diberi tanda silang, yang menandai bahwa mereka sudah berhasil dibunuh, ada sepuluh orang yang masih tersisa.
Kayla berdecak kagum mendengarkan penjelasan yang begitu gamblang oleh Sammy, selama ini ia berpikir bahwa dirinya sudah sangat hebat, tetapi jika dibandingkan dengan pria yang duduk dihadapannya ini dia dan timnya bukan apa-apa, bahkan informasi yang ia dapatkan saat ini lebih banyak dari pada yang bisa ia dapatkan dari Tim Hunters klan Werewolf, dan belum lagi ia harus menguras isi kantongnya untuk informasi semacam ini.
Hah...Dasar para anjing rakus, Kayla mengumpat anggota Hunters para Were, kemudian tersadar bahwa dirinya juga bagian dari kerakusan itu, hehe. sial.
"...Tapi masih ada satu ganjalan yang membuatku tidak nyaman, aku yakin masih ada seseorang yang tertinggal" pungkas Sammy diakhir penjelasannya
"Apa maksudmu masih ada anggota lainnya?" Kayla berpikir sejenak, " Tidak masalah yang terpenting kita bisa menemukan Dominic ini terlebih dulu, untuk antek-anteknya aku bisa menyerahkannya pada Hunters yang lain," jawab Kayla enteng, "Aku bisa menjual nama mereka dan tetap menghasilkan uang" Kayla tersenyum puas.
Sammy hanya bisa menggeleng pelan dan tersenyum, baginya apapun yang dilakukan Kayla terlihat sangat menggemaskan.
"Kurasa yang ini bukan salah satu dari antek-anteknya, bahkan mungkin memiliki posisi yang lebih tinggi kurasa, tapi jangan khawatir, aku akan memberi tahukannya padamu begitu aku mengetahuinya" ucap Sammy lembut.
Kayla merasa sedikit aneh dengan kebaikan sang Vampir, rasanya aneh bersekutu dengan musuh, apalagi selama ini Alex selalu mengatakan padanya betapa jahat dan egoisnya klan Vampir, tetapi apa yang dilihatnya pada diri Sammy Sagara ini sedikit demi sedikit meluruhkan semua hal buruk yang selalu Alex pupuk dalam dirinya, Alex selalu memperingatkan Kayla agar dirinya menjauhi para penghisap darah, kebencian antara kedua klan ini sepertinya sudah turun temurun.
"Kenapa kau begitu baik padaku Tuan?" Tanya Kayla heran
"Bukankah sekarang kita rekanan? Tentu saja aku akan bersikap baik pada rekanku. Apa kau lebih suka jika aku bersikap kasar padamu?" kilah Sammy.
"Tentu saja tidak, Aku hanya merasa sedikit aneh saja, ternyata tidak semua Vampir itu jahat"
Tiba-tiba saja Sammy sudah berada tepat dihadapan Kayla, jarak mereka sangat dekat hingga Kayla bisa menghirup aroma Cendana yang begitu maskulin dari tubuh Sammy, membuat jantungnya berdegup kencang.
Sammy mendekat dan membisikkan kata-kata yang begitu lembut di telinga Kayla dengan suara beratnya, " Kami bisa sangat baik Baby, terutama diatas ranjang"
__ADS_1
Blush... Pipi Kayla memerah seperti tomat, bahkan tubuhnya kini terasa begitu panas.
Astaga, hanya dengan mendengar suara serak Sammy sudah bisa membuatnya terangsang. Pikiran Kayla berkelana entah kemana, dirinya mulai membayangkan, tubuh kekar itu akan mengapit tubuhnya di sofa itu saat ini juga, ia tidak bisa menghentikan imajinasinya untuk merasakan bibir indah milik sang Vampir, Apakah rasanya akan semanis yang terlihat. Tangannya terasa gatal ingin sekali merasakan otot-otot kekar dibalik kaos hitam yang melekat ketat ditubuh atletis sang Vampir. Dan Bagaimana rasanya mengarungi kenikmatan bersama hingga mereka berdua mencapai puncak kenikmatan masing-masing.
Hentikan Kayla... Dasar wanita bodoh tidak berguna, dia adalah vampir penghisap darah yang kejam. Sadarlah! Cepat sadar! , Kayla menampar pikirannya kembali untuk tersadar.
Dengan susah payah Kayla membawa pikirannya kembali, ia menelan Saliva, mendorong tubuh yang begitu menggoda itu untuk sedikit menjauh, rasanya dia membutuhkan lebih banyak oksigen untuk paru-parunya yang sudah seperti ikan yang terdampar di tepi sungai.
"Maaf Tuan Vampir, hubungan kita hanyalah kerjasama saja, tidak lebih. Aku akan senang apabila kita bisa saling menghargai dan tidak melewati batas," tegas Kayla, dirinya tidak ingin dipandang sebagai wanita murahan yang membuka kakinya kapanpun ketika ada pria yang menginginkannya. Tidak, tidak akan pernah, dia hanya akan melakukannya dengan orang yang benar-benar ia cintai. Bahkan Alex yang merupakan sosok laki-laki yang paling dekat dengannya saat ini belum pernah melewati batas yang selalu Kayla jaga.
"Hahaha... Tenang saja Baby, Aku tidak pernah memaksakan kehendak ku kepada wanita, Aku hanya akan mengambil apa yang ditawarkan saja, jadi jangan takut, Aku akan datang padamu jika kau yang memintaku untuk melakukannya. Selain darahku, kurasa Aku bukanlah iblis," jelas Sammy mengerti arah ketakutan Kayla.
Tentu saja Sammy menginginkannya, sangat... Hingga terasa sakit seluruh tubuhnya luar dalam, karena menahan hasratnya, Sammy menginginkan tubuh Kayla, ia ingin mendengar rintihan dari bibir manis kekasihnya itu, ia ingin kayla memohon lebih darinya, ia menginginkan tangannya menyusuri setiap lekuk indah tubuh itu sekali lagi, ia ingin merasakan kehangatan berada didalam tubuh Kayla yang hangat dan licin. Semua bagian dari dirinya merindukan Kayla, jika Kayla tahu betapa besar keinginan Sammy untuk memilikinya sekali lagi, dapat dipastikan, Kayla akan berlari dan bersembunyi, karena terlalu takut dengan hasrat Sammy yang teramat besar.
Dasar Vampir arogan.
"Kejam, tapi aku menyukainya," seringaian Sammy semakin lebar
"Kembali ke bisnis Tuan Vampir, jadi bagaimana tentang Dominic ini, Bagaimana kita bisa menangkapnya?" Kayla mencoba serius, meskipun jantungnya tidak bisa diajak kompromi.
"Minggu depan ikutlah denganku menghadiri sebuah pesta yang diselenggarakan oleh kenalanku. Sepertinya Dominic juga akan berada disana" Sammy kembali serius ,sifat jenakanya sudah hilang.
"Dimana?Apa di Underworld?"
"Bukan. Di dunia manusia, tepatnya di negara Indonesia, Aku akan menjemputmu seminggu lagi, kita bisa pergi kesana bersama," jelas Sammy
__ADS_1
"Indonesia? " Kayla mengernyitkan dahi,
Kenapa bisa pas begini Timingnya? Akira dan Alex juga berada disana, ini kebetulan atau sebuah jebakan. Rasa curiga mulai muncul dalam hati Kayla.
"Ya, Kenapa? Apa kau pernah kesana? " pancing Sammy.
Ayo ingatlah diriku sedikit saja sayang. doa Sammy dalam hati
" Tidak , Belum , Aku belum pernah kesana,hanya saja ada seseorang yang kukenal tinggal disana," Kayla menjelaskan sesamar mungkin.
" Baiklah, Aku punya rumah disana. Kuharap kau akan mampir untuk menyapa nantinya"
" Ah , terimakasih. Oh, bagaimana dengan anggota tim ku yang lain, Juan dan Sarah? Apa mereka bisa ikut datang ke pesta itu?" Ia tidak mungkin pergi sendirian, Alex pasti akan mengamuk.
" Kau bisa mengajak mereka, tetapi aku tidak yakin jika mereka akan mendapatkan tempat duduk di pesta itu karena undangan itu hanya untuk orang-orang terdekat dari pemilik rumah saja," jelas Sammy
"Sayang sekali, kalau begitu untuk undangannya kami akan mengusahakannya sendiri" Ujar Kayla.
"Deal, " ucap Sammy santai
"Ok Deal, senang bekerjasama dengan anda Tuan Vampir . Dan , karena aku adalah orang yang selalu menepati janji, katakan padaku ! Informasi apa yang sebenarnya ingin kau ketahui dariku sebagai imbalan, Barangkali aku akan berbalik hati mengatakannya"Kayla berucap sombong, sifat angkuhnya membuat Sammy heran, bagaimana gadis kecilnya yang begitu manja dan penurut bisa berubah seperti ini.
" Ada satu hal yang ingin aku ketahui. Sebenarnya aku ingin tahu tentang ..."
Bersambung 😀🙏
__ADS_1