Papa Vampirku Kekasihku

Papa Vampirku Kekasihku
Kebahagiaan.


__ADS_3

Musim mulai berganti, hari demi hari datang dan pergi, wanita itu mencoba bangkit dari keterpurukan dan kembali menata hidup dan hatinya. Sementara sang kekasih dengan setia dan sabar menemani setiap detik yang mereka bunuh, menjadi sandaran terkuat yang tak tergoyahkan bagi wanita yang memegang kendali hidup dan matinya.


*Mansion Sagara.


"Apa kau ingin sesuatu yang spesial untuk makan malam hari ini?" tanya Sammy yang sedang memotong beberapa sayuran di atas tatakan. Vampir itu sedang mencoba membuatkan sebuah hidangan untuk wanitanya.


"Aku bisa makan apapun?" jawab Kayla dengan tersenyum.


"Robin tidak akan kembali sampai akhir musim panas ini, katanya dia ingin bersenang-senang di Hawai. Aku heran bagaimana dia bisa menjadi seorang vampir, tidak ada sedikitpun darinya yang mirip dengan vampir," ucap Sammy yang dengan cekatan mulai memasak.


"Aku juga ingin menanyakannya, bagaimana paman bisa menyukai hal-hal yang cenderung di benci oleh vampir? Apa menurutmu dia bukan benar-benar Vampir?" tanya Kayla antusias.


Setelah ia berdamai dengan dirinya sendiri dan memilih untuk melanjutkan hidupnya dengan baik, kini Kayla sedikit demi sedikit mulai kembali kepada dirinya yang dulu, wanita yang ceria dan baik hati. Namun, jangan salah ! Kayla bisa menjadi sangat kejam jika marah.


"Tantu saja dia adalah vampir sayang, dia hanya bisa berbaur dengan lebih baik di dunia manusia. Aku harap, suatu saat aku juga bisa seperti dia."


Sammy meletakkan makanan yang terlihat sangat menggoda lidah untuk segera mencicipinya. Ia mengambil tempat duduk di samping Kayla yang sebelumnya sudah berada di bar dapur menunggu hidangan. Terlihat Kayla yang dengan lahap memasukkan sendok demi sendok makanan itu kedalam mulut mungilnya.


"Apa Kau ingin bertemu dengan manusia yang sudah banyak membantuku?" tanya Kayla hati-hati.


"Manusia? Siapa?" dahi Sammy mengernyit.


"Namanya Mia,dia seorang psikiater yang membantuku untuk tetap waras sebelum kau kembali dalam hidupku," jelas Kayla.

__ADS_1


"Tentu saja, jika demikian berarti aku juga berhutang terimakasih padanya, karena sudah menjagamu ," senyuman mengembang di bibir Sammy .


Mereka memutuskan untuk mengunjungi Mia di akhir pekan, Kayla menghubungi Mia dan mengabarkan kedatangannya bersama dengan Sammy. Tubuh sempurna sammy muncul dengan pakaian kasual yang terlihat keren. karena sekarang sedang musim panas, mereka memilih mengenakan pakaian yang membuat mereka merasa nyaman untuk bergerak.


"Kau siap?" tanya Sammy memperhatikan penampilan Kayla dari ujung kaki hingga kepala. Tidak peduli seberapa sering ia melihat Kayla, dirinya akan tetap jatuh cinta lagi dan lagi kepada wanita dihadapannya ini. Kayla terlihat menawan dengan celana denim pendek dengan rumbai di ujungnya dan dipadukan dengan kemeja berlengan panjang berwarna putih yang tampak pas untuknya, Bahkan Kayla terlihat seperti mahasiswa tahun pertama, mengingat wajahnya yang memang sudah berhenti menua sejak lama.


"Kita akan melewati Underworld?" tanya Kayla seraya menyelempangkan tas di pundaknya.


"Hmm, itu akan lebih cepat," jawab Sammy. Mengambil tangan Kayla dan menarik wanitanya untuk melakukan perjalanan menuju rumah Mia yang ada di negara xxx lewat Underworld. Kayla tidak pernah melakukan ini, karena dari dulu Alex melarangnya untuk memasuki dunia para iblis yang kini tengah ia jajaki, Kayla harus menghabiskan banyak uang untuk berpergian pada saat masih menjadi tim Hunters.


Tak butuh waktu lama, kini mereka sudah tiba di depan rumah dengan pagar tembok tinggi mengelilinginya, segera Kayla menekan bel pintu dengan bahagia, sudah lama sekali sejak terakhir ia bertemu dengan Mia, dan sekarang dokternya itu sudah menjadi seorang ibu.


Mia menyambut hangat kedatangan Kayla dan Sammy, begitu juga suaminya yang kebetulan berada di rumah. Wajah Mia masih menampakkan pesona kecantikan yang lembut meski sudah menginjak kepala empat.


"Aku sangat merindukanmu, aku sudah mendengar tentang Tuan Alex, aku turut berduka," ucapan tulus dari Mia seraya memeluk Kayla dengan kuat.


"Aku tahu perasaanmu, Mari duduk di dalam, Zoya sudah rindu ingin bertemu dengan aunty nya," kata Mia.


Tingkah dari Zoya yang masih berumur satu tahun itu membuat hati Kayla bahagia, lebih dari yang dia akui ternyata dirinya sangat menyukai anak-anak, terlihat dari caranya menghabiskan waktu dengan bermain bersama Zoya.


"Aku bisa melihat kenapa kau lebih memilih Sammy dari pada Alex, pantas saja seorang Alex tidak bisa menggoyahkan hatimu," puji Mia yang melihat wajah tampan Sammy.


Kayla mengikuti arah pandangan Mia, "Tentu saja lelakiku harus yang terbaik," ucapnya seraya menatap Sammy yang sedang berbincang dengan Moses, suami Mia.

__ADS_1


"Bagaimana kondisimu Kay?" tanya Mia serius, Mia sudah merawat Kayla cukup lama sehingga ia juga tahu jika Kayla tidak sepenuhnya baik-baik saja.


"Kau lebih mengenalku, melebihi Akira saudari kembarku itu. Aku sedih karena Akira tidak mau mendengarkan penjelasan ku, dan justru memilih memutuskan hubungan diantara kami," terang Kayla dengan wajah tertunduk.


"Beri dia waktu Kay, aku yakin dia akan mengerti," kata Mia menepuk lembut bahu temannya.


"Aku akan berusaha membujuknya," Kayla kembali tersenyum, "dan mengenai obat anti depresi yang biasanya kau kirim padaku, kurasa aku tidak membutuhkannya lagi, jadi kau bisa berhenti mengirimkannya. Aku akan berusaha untuk lebih bahagia. Seperti halnya dirimu, Moses dan Zoya, kini aku sudah kembali bersama Sammy dan paman Robin. kurasa aku akan baik-baik saja." Kayla berkata dengan penuh keyakinan.


Lama mereka berbincang dan menghabiskan waktu sepanjang hari, Zoya sangat lengket dengan Kayla, bahkan gadis kecil itu menangis saat Kayla dan Sammy berpamitan. Kayla dan Sammy kembali ke mansion Sagara sebelum malam semakin larut.


Setelah membersihkan diri, Sammy mengernyit dan menggeleng pelan mengamati Kayla yang berada di depan televisi dengan beberapa botol wine dan wiski di hadapannya, kebiasaan Kayla yang baru Sammy ketahui benar-benar membuat Sammy ingin mengutuk Alex karena membiarkan Kayla menjadi pecandu alkohol seperti saat ini. Yah, meskipun perlu berbotol-botol minuman beralkohol tersebut untuk membuat Kayla mabuk, bukan berarti wanita setengah Werewolf itu tidak bisa mabuk sama sekali, dan demi para dewa Kayla bisa sangat kacau saat ia sedang mabuk.


"Kay sayang, jangan minum lagi okey?" bujuk Sammy berusaha merebut botol wiski yang tinggal setengah dari tangan Kayla.


"Apaan sih, baru sedikit juga," kesal Kayla, menahan botol di tangannya semakin kuat.


"Kay," suara Sammy naik satu oktaf, "Cukup! Jangan menjadikan alkohol sebagai pelampiasan lagi, aku ada disini, dan aku akan membuatmu bahagia, jadi jangan seperti ini lagi, ya?" suara maskulin Sammy semakin dalam dan memohon, ia merasa hancur melihat Kayla yang selalu terjaga sepanjang malam dan melewati hari-harinya dengan botol minuman.


Sammy mendekatkan wajahnya, menempelkan bibir mereka dan memberikan sapuan lembut di sana, dengan lembut ia berusaha mengalihkan pikiran Kayla. Sammy kembali mencoba melepaskan botol wiski dari tangan Kayla dan kali ini Kayla tidak melawan, justru kini tangannya yang bebas bergelayut manja di leher sang Vampir, bola mata Sammy mulai terlihat seperti batu rubi akibat hasrat yang mulai meninggi.


"Aku menginginkannya," dessah Kayla di telinga Sammy.


Malam musim panas yang hangat, pada akhirnya membuat dua insan yang sedang memadu kasih itu saling berusaha menyembuhkan luka satu sama lain.

__ADS_1


Berusaha menapaki jalan kebahagiaan yang masih begitu panjang.


Bersambung.


__ADS_2