Papa Vampirku Kekasihku

Papa Vampirku Kekasihku
ROBIN DAN AKIRA


__ADS_3

Biasanya aku akan senang menghabiskan waktu bersama Sammy seperti yang sedang ku lakukan saat ini, duduk dan tertawa bersama ,tapi sekeras apapun Sammy berusaha mengalihkan perhatian ku semua sia-sia ,pikiranku slalu kembali pada Akira ,aku mengkhawatirkan nya ,sebenarnya ini lucu menurutku, aku yang tidak tahu kehidupan lain selain Sammy dan Paman, malah khawatir pada Akira yang sedari kecil sudah hidup didunia luar sendirian. Beberapa kali Akira menceritakan tentang kehidupan nya, dia tumbuh besar ditengah keluarga sederhana dan harus membantu keluarganya dengan bekerja serabutan, dia bisa menamatkan SMA nya dengan bea siswa dan sebenarnya sekarang dia juga sudah terdaftar di salah satu universitas di Negara asalnya, dia adalah anak yang pandai , kurasa hanya wajah kami yang mirip tapi tidak dengan otak kami mungkin aku ketiduran saat pembagian otak,hehe...


"Sayang ? Apa kau mendengar ku?" ucap Sammy sambil membelai lembut wajahku.


" Hmm? Apa?" aku bingung harus menjawab apa ,karna aku tidak mendengar perkataan Sammy sebelumnya.


"Haahhh, kurasa hanya tubuhmu saja yang kupeluk sekarang ,tapi entah kemana pikiranmu berkeliaran" Sammy menghela nafas


" Maaf, aku kepikiran dengan Akira" jawabku jujur.


"Dia baik-baik saja sayang ,dia pasti bersenang-senang dengan Robin saat ini." Sammy menjelaskan, dia tampak frustasi menghadapi ku


"Apa benar yang kau katakan sebelumnya?"


"Tentang apa?" Sammy masih asik mengelus pipiku dan sesekali menciumnya,aku berusaha menggeser tubuhku, tapi itu justru membuat pelukan Sammy semakin erat dipinggang ku menahan ku agar tetap duduk dipangkuan nya.


"Apa benar Paman Robin menyukai Akira?" tanyaku penasaran.


"Hmm" jawab Sammy acuh.


"Haishh ,jawab yang benar dong ! Benar atau tidak?" aku mulai kesal dengan sikap Sammy yang seolah tidak peduli tentang paman Robin dan Akira


( memang Sammy tidak peduli apapun selain kamu ,Kayla😬)suara author. v


"Astaga Kay ,apa aku tidak bisa memeluk dan mencium mu dengan tenang , berhentilah memikirkan tentang mereka ,cukup pikirkan tentang kita saja ,okey?" Sammy menjauhkan tubuhnya agar bisa menatap langsung mataku.


" Tapi ?" cup ....satu ciuman membungkam mulutku dengan sempurna.


"Jangan membicarakan mereka lagi atau aku akan menghukum mu!" ancam Sammy.


"Tapi?" cup... lagi-lagi sebuah ciuman diberikan sebagai hukuman padaku ,dan kali ini ciuman itu lebih lama dan lebih dalam, sampai aku merasa kehabisan nafas dan akhirnya mendorong Sammy menjauh, tampak bola mata Sammy sudah mulai berubah perlahan menjadi kemerahan sementara sepasang taring terlihat jelas saat dia menjilat bibirnya seolah merasai bekas bibirku di bibirnya.


Gerakan lidah Sammy yang perlahan membuatku menelan dengan susah payah , dia tampak seperti singa yang sedang kelaparan.dan itu membuatku sedikit gugup .


*Ak*u harus bisa mengalihkan perhatian nya ,kalau tidak ini tidak akan selesai hanya dengan beberapa ciuman saja...batinku

__ADS_1


"Baiklah aku tidak akan membahas tentang mereka lagi, mari kita membicarakan tentang kita ,bagaimana?" kataku lebih untuk mendinginkan suasana yang sudah mulai memanas kearah yang aku belum siap.


"Kita apa?" Sammy masih tampak acuh ,dia lebih senang menciumi leherku dan menenggelamkan kepalanya di antara helaian rambutku.


"Apa kita akan selamanya bersama?" ucapku lirih.


"Tentu saja,siapa yang berani memisahkan kita?" jawab Sammy enteng.


"Aku dengar dari Akira, akan ada masalah besar jika sampai Alex mengajukan tuntutan kepada Oracle mengenai diriku, apa itu benar ?" ucapku benar-benar merasa khawatir.


"Oh , gadis itu juga tahu tentang Oracle ternyata , sungguh diluar dugaan, Alex sudah mempersiapkan ini dengan baik." Sammy masih tampak acuh .


" Apakah tidak seserius itu masalahnya? Apa Akira hanya melebih-lebihkan saja sayang?" tanyaku bingung.


"CK..ck...ck.sebenarnya apa yang dijejalkan gadis itu ke otak kekasihku yang malang ini ?" Sammy tampak jengkel.


"Jadi seperti apa sebenarnya situasinya?" aku takut Sammy akan dalam masalah karena diriku.


"Bukan apa-apa sayang, ini cuma kesalahpahaman biasa , Oracle nantinya hanya menengahi saja, tidak ada yang serius , jangan terlalu risau " tutur Sammy lembut.


Tapi kenapa aku merasa kalau Sammy hanya mencoba menenangkan ku saja ya...


"Kalau begitu ayo kita lanjutkan!" ucap Sammy bersemangat.


" Lanjutkan apa???" aku berteriak karena terkejut, tiba-tiba saja Sammy sudah menggendongku menuju kamarnya.


>>>>>>


Sementara itu di bagian yang sedikit suram , sepasang kekasih jadi-jadian yang satu ini sedang berada dipinggir danau tak jauh dari kediaman Sammy , si laki-laki tampak malas dan tidak tertarik melakukan apapun , dia hanya berbaring di rumput dan memejamkan mata sementara disebelahnya si gadis tengah duduk memandang danau dengan sekantong besar makanan ringan disampingnya, gadis itu hanya mengunyah dan mengunyah tanpa henti ,mereka sudah disana lebih dari dua jam. Ya itulah mereka,Robin dan Akira dua orang yang terjebak bersama, tanpa ada ketertarikan satu sama lain .


"Tuan ? Kapan kita bisa kembali?" Akira akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.


"Sekitar dua atau tiga jam lagi." jawab Robin santai masih dengan mata terpejam.


" Kenapa lama sekali Tuan ,saya sudah mulai bosan hanya duduk disini sedari tadi." akhirnya Akira mengakui kejenuhan nya. Tadinya dia berfikir akan diajak pergi ke suatu tempat yang menyenangkan, tapi bukannya keluar dari gerbang utama mansion ini, malahan mobil yang mereka tumpangi berjalan ke area dibelakang mansion.

__ADS_1


Setelah Alex mengirimkan Akira ke rumah mereka ,Sammy memang memutuskan untuk kembali ke kediaman mereka yang lama, yang terletak di pinggiran kota, jauh dari segala macam keramaian, mansion yang megah berdiri ditengah-tengah tanah yang sangat luas dikelilingi pepohonan yang rindang milik Sammy , disana ada taman, lapangan golf, danau buatan , bahkan hangar untuk mendaratkan helikopter. dulu mereka pindah ke kota demi pendidikan Kayla tapi tampaknya Kayla mustahil dalam hal pendidikan, dan sekarang Sammy pindah karena alasan melindungi Kayla,karena disini pengikut Sammy lebih banyak.


"Kau bisa melakukan apapun yang kau sukai " Robin masih cuek saja.


"Hari sudah gelap Tuan , lebih baik kita kembali ke Mansion sekarang" pinta Akira lagi.


Karena merasa ketenangannya terusik Robin pun membuka matanya dan bangun dari posisinya , kini dia sedang duduk melihat Akira dengan tatapan jengkel.


Nyala lampu disekitar danau menambah keindahan malam yang mulai datang ,sang rembulan pun mulai nampak bersinar dengan lembut, angin yang berhembus perlahan membawa semilir ketenangan, menerpa dua insan yang tengah duduk ditepi danau indah itu .


" Baiklah Akira ,kau mendapatkan perhatian ku , sekarang apa yang kau inginkan?" Robin berkata dengan gayanya yang santai ,pantulan cahaya rembulan membuat wajah sempurna Robin semakin menawan.


" Aku ingin bertanya pada anda Tuan..."


"Tidak perlu terlalu formal, kau bisa bicara santai denganku, dan jangan panggil aku Tuan , kau bisa memanggilku Robin saja" potong Robin


" Baiklah Robin...." Akira mencoba mempraktekkan panggilan sesuai yang diinginkan Robin. "Rasanya aneh memanggilmu dengan namamu saja, bagaimana jika aku memanggilmu Paman seperti yang dilakukan Kayla" usul Akira.


" Tidak boleh, cukup Robin saja" tegas Robin.


"Ok .. Ok ... Santai saja, yang ingin aku tanyakan adalah , apakah benar yang dikatakan oleh Tuan Sammy pada Kayla tadi, bahwa kau menyukai ku?" Akira bertanya tanpa malu.


"Buwahahahahaa....... " Robin tertawa sangat keras


"Apanya yang lucu" Akira tampak sangat jengkel .


"Jadi kau bisa mendengarnya ? kurasa pendengaran mu jauh lebih baik dari pada bocah nakal itu, akan kukatakan padamu ,kalau kau pandai, kau pasti tahu yang sebenarnya!" Robin berkata dengan cemoohan.


" Tentu saja aku tahu kalau kau tidak mungkin menyukaiku , dan Tuan Sammy mengatakan nya hanya untuk mengelabuhi Kayla saja, aku kan hanya bertanya kenapa kau justru mencemooh ku." Akira melempar kerikil kecil kearah danau,menimbulkan riak air disana,wajahnya tampak memerah menahan malu.


" Bagus kalau kau sadar diri, bagiku kau itu tidak lebih dari pion yang digunakan oleh Serigala busuk itu." Robin mencengkeram dagu Akira membuat gadis itu mau tidak mau harus menatapnya.


"Jadi kau sudah mengetahui rencana Tuan Alex dari awal ya, baguslah jadi aku tidak perlu berpura-pura baik dihadapan mu, rasanya melegakan tidak harus bersandiwara." Akira menghela nafas panjang


" Katakan padaku apa sebenarnya yang diinginkan Alex dari Kayla?" Robin mulai serius.

__ADS_1


" Tentu saja tuan Alex itu sudah jatuh cinta padanya ,kau kan juga laki-laki ,apa kau tak mengerti."


Bersambung 😀🙏


__ADS_2