Papa Vampirku Kekasihku

Papa Vampirku Kekasihku
RUMAH YANG DIRINDUKAN.


__ADS_3

"Selamat datang kembali Tuan Robin?" Bu Rosi dengan tubuh rentanya membungkuk memberi hormat .


"Apa terjadi sesuatu di Mansion ini? " tanya Robin ketika baru saja tiba di Mansion besar milik Sammy yang terletak di pinggiran Kota. Robin baru saja mengecek kediaman Sammy yang berada di pusat kota ,didekat perusahan,kemudian dirinya harus meluncur kemari. Kadang ia juga merasa lelah harus selalu menjaga dan mengontrol semuanya sendirian, sementara Sammy sang pemilik entah kemana.


Sudah lima belas tahun berlalu sejak dirinya menyaksikan Sammy sang Hunter menangis dipundaknya,saat itu sahabat karib yang merupakan Vampir berhati dingin dan kejam itu terlihat begitu menyedihkan.


"Semua baik-baik saja Tuan, tidak ada yang berubah" jawab Bu Rosi dengan sopan,merujuk pada perintah lima belas tahun yang lalu, bahwa tidak boleh ada perubahan apapun di Mansion ini.


"Bagus, terimakasih banyak" jawab Robin menatap deretan pigura foto kosong yang berjejer di dinding tanpa ada foto didalamnya. Sama halnya seperti kebanyakan rumah yang dimiliki Sammy, selalu tergantung pigura kosong dimana-mana, pada awalnya Robin mengira kalau ini model desain terbaru , tapi semakin dipikirkan lagi ini sama sekali tidak stylist.


"Apa perlu saya siapkan air hangat untuk menyegarkan tubuh anda Tuan?"


"Tidak perlu Bu , aku akan segera pergi ke Underworld, lanjutkan saja apa yang kau lakukan!" jelas Robin


"Baik Tuan, saya permisi" Bu Rosi membungkuk memberi hormat, kemudian berlalu pergi.


Robin membawa tubuh kekarnya menaiki tangga menuju lantai atas dimana terdapat ruang kamar paling luas di sana, dan yang lebih aneh lagi ruangan itu kosong, bukan kamar Sammy, bukan pula kamar miliknya, Robin selalu merasa ada sesuatu yang aneh, semakin lama terasa semakin janggal. Seberapa keraspun Robin mencoba menyatukan kepingan puzzle ini, tapi tetap saja , kepingan puzzle itu seperti tidak pada tempatnya, seolah-olah ada bagian yang hilang.


Robin memasuki ruangan yang didominasi oleh warna merah muda dan putih dengan pernak-pernik khas kamar seorang anak gadis.


"Sebenarnya milik siapa kamar ini?" gumamnya lirih.


"Entahlah...Pusing, lebih baik aku ke Underworld saja, menghabiskan malam ini dengan beberapa Fairy cantik , yahh... itu lebih baik, I'm coming baby."


Robin memejamkan matanya dan merapalkan mantra untuk memasuki Underworld,dan dalam sekejap ketika mata indah itu terbuka,pemandangan mempesona dunia immortal itu telah menyambutnya, membuat senyuman mengembang dibibir sang Casanova yang sudah membayangkan Fairy cantik untuknya bersenang-senang malam ini.


Namun tak lupa dengan tugasnya, Robin terlebih dahulu menuju kediaman Sammy yang sudah menjadi tanggung jawab baginya untuk memastikan tempat itu baik-baik saja.

__ADS_1


Bangunan yang terdiri dari tiga lantai dengan arsitektur klasik itu terlihat megah saat dipandang dari luar, dengan pagar besi yang mengelilinginya, lentera-lentera yang menghiasi setiap pinggir jalan menambah keelokan tempat itu. Tapi kali ini pandangan mata Robin menyipit ketika dirinya melihat seorang gadis cantik dengan pakaian serba hitam yang melekat ketat ditubuhnya, dengan rambut panjang yang terlihat terlalu berat untuk tubuh mungil gadis itu, meski dari kejauhan Robin masih bisa dengan sangat jelas melihat wajah itu sangat cantik dan memiliki aura yang begitu memikat. Gadis itu tampak menengadahkan pandangannya mengamati rumah milik Sammy dengan tatapan yang sulit diartikan. Tapi dirinya tidak akan disebut sebagai seorang Casanova sejati apabila melewatkan kesempatan emas ini, gadis cantik tetaplah gadis cantik dimanapun mereka berada.


Robin berjalan menghampiri gadis itu yang masih mematung memandangi rumah tersebut, ia sengaja berjalan perlahan-lahan agar gadis cantik yang kini menoleh kepadanya itu tidak terkejut, Robin rasa gadis ini bisa menyadari kehadirannya.


" Selamat malam Nona?" Sang Casanova mulai menebarkan pesonanya dengan senyum sejuta Watt miliknya,yang selalu bisa meluluhkan hati wanita manapun.


Sangat disayangkan kali ini bukannya meleleh dengan ketampanannya, gadis itu justru memicingkan matanya dengan kecurigaan dan kewaspadaan yang tidak ditutup-tutupi.


Setelah mengamati Robin dari ujung kepala sampai ujung kaki, Kayla bisa tahu kalau pria tampan yang berada dihadapannya ini adalah seorang Vampir yang cukup kuat, setidaknya seorang ketua Klan, Kayla menebaknya dari getaran kekuatan milik sang vampir. Sebagai seorang Hunter, Kayla sudah ahli dalam memperhitungkan besar kekuatan yang dimiliki lawannya.


Karena tidak juga mendapatkan sambutan dari gadis itu,membuat Robin menjadi kesal sendiri, pandangannya beralih pada koper yang terlihat di samping kaki jenjang si gadis, senyuman Robin mulai mengembang.


Aaaa..... sedang mencari tempat tinggal rupanya. Pikir Robin .


" Apa kau baru pindah? siapa yang membawamu kemari? " Robin bertanya sekali lagi, karena jelas aroma tubuh gadis ini menunjukkan bahwa dia hanyalah manusia biasa, manusia tidak bisa memasuki Underworld,kecuali ada yang membawanya. Aroma tubuh yang begitu manis itu membuat Robin menelan ludah.


Manis sekali aroma gadis ini, seperti campuran vanilli , dan caramel membuatku ingin sekali mencicipinya.


"Apa? Paman?Hah...Apa aku terlihat seperti Pamanmu?" Selesai sudah, gadis ini benar-benar membuatnya kesal. Selama ini tidak ada yang memanggilnya Paman, meskipun usia Robin sudah seratus tahun lebih ,tapi wajahnya masih terlihat begitu muda, tentu saja karena dia adalah seorang vampir.


" Lalu aku harus memanggilmu apa ? Kakek? Aku tahu kau seorang Vampir, dan usiamu juga jauh lebih tua dari usiaku, jadi apa kau lebih suka jika aku memanggilmu kakek? Begitu?" Debat Kayla.


"Wahh...Astaga, kupikir kau manusia biasa,ternyata kau bisa tahu kalau aku seorang Vampir, benar-benar gadis yang menarik. Katakan padaku siapa namamu! " Robin terlihat semakin tertarik dengan gadis yang ada dihadapannya ini.


" Aku tadi bertanya pada Paman, Apakah rumah ini milik mu? " Kayla menunjuk bangunan megah yang ada dihadapan mereka berdua.


"Bukan, tapi aku kenal dengan pemiliknya, dan kebetulan aku juga sering tinggal disini, apa kau mengenal pemilik tempat ini?" Robin mulai berharap gadis ini tahu sesuatu tentang keberadaan Sammy, pria malang itu jarang sekali menghubunginya.

__ADS_1


" Tidak, aku tidak peduli dengan pemilik tempat ini, karena sebentar lagi tempat ini akan menjadi milikku. Jadi katakan padaku berapa harganya?" Kayla menjawab dengan nada ketusnya yang biasa, sepertinya sopan santun dan tata Kramanya sedang berlibur entah kemana.


"Hah... yang benar saja, Anak siapa sebenarnya gadis sombong ini, membuatku kesal saja. Dengar gadis kecil, rumah ini tidak dijual. Apa kau mengerti ? " Jawab Robin kemudian dirinya berlalu memasuki rumah tersebut, tampak dua orang penjaga membukakan pintu untuknya.


"Hei Paman? Aku belum selesai bicara, katakan padaku berapa harganya? Aku akan membayarnya dua kali lipat!" Teriak Kayla karena Robin sudah berlalu pergi meninggalkannya disana.


Kayla belum pernah merasakan keinginan terhadap sebuah rumah seperti kali ini, seakan-akan dirinya sudah menantikan untuk tinggal didalamnya. Tapi Vampir sialan itu malah tidak mau menjualnya.


Dengan langkah gontai Kayla menyeret kopernya menyusuri jalanan berbatu bata, suara derit roda kopernya membaur dengan suara riuh dari berbagai macam iblis yang sedang melakukan aktivitas mereka disana-sini. Dirinya sudah menyewa sebuah rumah sederhana yang akan ia tinggali bersama dengan Juan selama melakukan misi ini di Underworld, sementara Sarah benar-benar memutuskan untuk tidak ikut andil dalam misi kali ini.


Bagi Kayla tidak masalah, berarti uang bayaran misi kali ini hanya akan dibagi dua antara dirinya dan Juan.


Terdengar suara yang sudah tidak asing lagi memanggilnya.


"Kay, kau sudah sampai ternyata, ayo ,rumahnya sangat nyaman untuk ditinggali, aku sudah mengeceknya" sapa Juan dengan antusias.


"Terserah, yang penting berikan aku kamar paling besar!" Jawab Kayla malas.


"Tentu saja, oh ya, Steven mengirimkan anggota tambahan untuk menggantikan Sarah. Aku sudah membawanya ke rumah." jelas Juan hati-hati, Juan sangat tahu jika Kayla bukanlah orang yang mudah berteman dengan orang baru.


"Aishhh ..... merepotkan sekali." Kayla menggerutu kesal."Aku akan menendangnya keluar jika dia menyebalkan" tukasnya.


"Biar ku bawakan koper mu" Juan mengambil koper milik sahabatnya itu dengan tersenyum,sifat angkuh Kayla selalu terlihat lucu baginya, karena dia tahu sebenarnya Kayla merupakan gadis yang baik, bukan hanya sekali, dua kali Kayla menyelamatkan dirinya dalam misi.


Dan bersama mereka berjalan membelah keramaian.


Bersambung 🙏🙏

__ADS_1


#maaf baru bisa up , banyak pekerjaan yang tidak bisa ditunda, sekali lagi maaf teman-teman. Terimakasih banyak atas dukungannya.


And happy reading🥰


__ADS_2