
Alex sengaja menghabiskan sisa harinya bersama Kayla di rumah sederhana itu, dirinya menolak dengan tegas semua tugas dan pekerjaan yang sedang menantinya, dia bahkan memberi perintah pada Juan untuk tidak kembali sampai pagi berikutnya, Alex hanya ingin menghabiskan waktunya bersama dengan sang pujaan hati. Setelah dirinya memastikan bahwa Kayla baik-baik saja, dengan bantuan dokter tentunya, kini mereka tengah berada di dapur dengan beberapa bungkus mie instan dihadapan mereka.
Alex menatap mie instan dan Kayla secara bergantian, "Kau bisa memasak mie instan?" Alex bertanya dengan nada skeptis, tidak percaya pada gadis dihadapannya itu, bukan tanpa alasan Alex meragukan kemampuan Kayla dalam memasak, karena sejauh yang dia tahu Kayla bisa membuat air menjadi gosong, Kayla mungkin mempunyai kemampuan hebat dalam menggunakan senjata dan bertarung, tapi tidak di dapur dan segala urusan rumah tangga, Kayla selayaknya tuan putri yang hanya tahu makan saja.
"Kau lihat saja nanti," ucap Kayla dengan sombong
Kemudian Kayla mulai meletakkan panci berisi air diatas kompor , dengan penuh percaya diri Kayla menyalakan kompor dihadapannya, sementara Alex masih menatapnya dengan tidak yakin.
Tak berapa lama tersajilah sepiring mie instan dihadapan Alex.
"Kau yakin ini bisa dimakan ?" Alex menangkat mie yang terlalu lembek itu dengan garpu, terlihat begitu mengerikan, dengan tambahan sayuran yang terlihat masih mentah dan telur yang berantakan. Alex menelan ludahnya sendiri.
Kayla lebih mengerikan saat memegang panci daripada pistol, apakah aku Alex sang Raja Were akan mati karena makan mie instan ini , batin Alex pasrah.
"Aku yakin rasanya tidak seburuk penampilannya, cobalah sedikit ! Aku sudah bersusah payah membuatkannya untukmu, ini pertama kalinya aku memasak, kau tahu!" ucap Kayla.
Mendengar perkataan Kayla, Alex langsung memasukkan satu suapan besar kedalam mulutnya, meskipun lidah dan perutnya berontak untuk kembali memuntahkan bencana dalam bentuk mie tersebut, Alex tetap bersusah payah menelannya, dirinya bahkan sedikit terbatuk dan sudut matanya pun juga berair karena rasanya yang benar-benar mengerikan.
Kayla mengamati wajah tampan Alex yang terus berusaha menelan masakannya, Kayla yakin Alex melakukan itu semua hanya karena ingin membuatnya senang, Kayla merebut mangkuk dihadapan Alex pada suapan ke tiga.
" Sudah cukup, aku tidak ingin kau mati karena memakan masakan ku, bisa-bisa aku dikutuk oleh seluruh Klan Were karena hal ini," ujar Kayla seraya mencicipi sesuap kecil masakannya, seketika Kayla memuntahkannya kembali, "Astaga, kupikir tidak akan seburuk ini, tapi ini benar-benar sangat mengerikan, bagaimana kau bisa menelannya?" Kayla terbatuk dan tersedak hasil dari mahakaryanya sendiri.
Dengan sigap Alex memberikan air putih untuk Kayla, seraya menepuk punggung Kayla pelan , dirinya hanya tertawa melihat Kayla yang terlihat menggemaskan baginya.
"Jangankan mie instan ini, jika kau memintaku untuk meminum racun , maka dengan senang hati aku akan meminumnya untukmu" ucap Alex lembut
Alex tidak ingin menyia-nyiakan usaha Kayla dalam memasak sehingga dirinya rela memakan bencana tersebut, apalagi ketika Kayla mengatakan bahwa ini merupakan masakan pertamanya tidak mungkin Alex akan membiarkan Kayla kecewa.
"Jangan berkata yang tidak-tidak! Aku tidak suka mendengarnya, ya...kurasa aku memang tidak cocok di dapur, Apakah sebaiknya nya kita mencari makan malam di luar atau memesannya lewat layanan pesan antar? Bagaimana menurutmu?"tawar Kayla
__ADS_1
Namun Alex justru beranjak dari tempat duduknya menuju kulkas, ia mengobrak-abrik isi di dalamnya dan mengeluarkan beberapa bahan makanan, membuat Kayla mengernyit bingung.
Apa Alex ingin memasak, pikir Keyla
"Biar aku saja yang membuat makan malam, kurasa aku masih lebih baik darimu"ejek Alex dengan senyuman, membuat Kayla memutar bola mata malas.
Alex adalah pria sombong dan arogan, yang terlalu mencintai dirinya sendiri, begitulah pandangan semua orang tentang Alex, namun yang tidak diketahui oleh mereka adalah kenyataan bahwa Alex bisa sangat lembut dan perhatian kepada orang yang dicintainya.
Dengan cekatan Alex mulai memotong beberapa sayuran, Kayla dengan takjub mengamati setiap gerakan Alex yang seperti koki profesional. Benar-benar suami idaman semua wanita. Tak butuh waktu lama sudah tersaji dua piring makanan di atas meja yang terlihat sangat menggiurkan, ada steak daging sapi dan juga beberapa sayuran pelengkap, seperti asparagus, buncis dan tomat. Terdengar perut Kayla yang mulai berontak ingin melahap semua makanan itu.
"Ayo makan , sepertinya ada yang sudah kelaparan disini" goda Alex yang mendengar suara perut Kayla, sukses membuat pipi sang empu memerah karena malu.
"Hehe, kau sangat ahli memasak, aku akan mencicipinya, apakah rasanya selezat yang terlihat" Kayla mulai memotong daging steak dengan pisau makan dan memasukkannya kedalam mulutnya menggunakan garpu, Kayla terlihat memejamkan matanya menikmati rasa makanan yang menari dilidahnya, "Wah, ini sungguh enak, kau benar-benar seorang koki jempolan Lex, kurasa istrimu kelak tidak perlu khawatir tentang urusan masak-memasak, karena kau benar-benar seorang master, ini enak sekali" puji Kayla dengan jujur dan kembali memasukkan potongan daging kedalam mulutnya.
Alex berharap Kayla-lah yang akan menjadi istrinya kelak. Tak butuh waktu lama mereka berdua sudah menandaskan piring mereka masing-masing, bersama mereka membereskan dapur ,dengan sesekali diiringi candaan keduanya, benar-benar terlihat seperti sepasang kekasih yang bahagia.
Sebaliknya Alex pun menceritakan mengenai informasi yang ia dapatkan dari Juan secara terperinci, membuat Kayla murka mendengar penghianatan Freya.
"Wanita ja.lang!" umpat Kayla lantang.
"Sekarang, apa yang akan kalian lakukan?"
""Entahlah, aku yakin Juan saat ini sedang membantu Stevan untuk mengatur kembali sistem juga struktur markas rahasia bagi para Hunters, Karana Freya sebelumnya merupakan salah satu dari kami, dia pasti memiliki banyak informasi yang bisa membuat musuh mengetahui kelemahan kami, ini akan membuat para Hunters kacau, ini menyebalkan." gerutu Kayla.
" Jadi? "
"Untuk beberapa hari ini kami akan berfokus dalam mencari informasi tentang Tuan Dominic yang di maksud oleh Anthony, dan yang terpenting ,mengamankan semua informasi dan markas rahasia Hunters terlebih dahulu," jelas Kayla.
"Baiklah, terserah kalian saja,"timpal Alex kemudian.
__ADS_1
Hampir sepanjang malam mereka habiskan dengan berdikusi membahas mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan kedepannya mengenai misi Kayla kali ini, menjelang fajar, Kayla mulai menguap, selain mengantuk ia juga merasa lelah, karena luka yang dialaminya belum pulih total, luka akibat peluru perak begitu menguras tenaga dan energinya.
"Sebaiknya kau istirahat sekarang, fajar sudah akan tiba" Alex mengelus lembut rambut Kayla yang tampak mulai mengantuk .
"Hmmm" Jawab Kayla diselingi degan menguap dan berdiri merenggangkan ototnya yang terasa kaku, "Kau benar, mari istirahat dulu" Kayla beranjak menuju kamarnya.
Alex mematikan lampu ruang tengah dan mengekor dibelakang Kayla menuju kamarnya, Kayla yang tampak begitu kelelahan langsung menghempaskan tubuhnya di atas ranjang dengan mata yang sudah tertutup.
"Tidur yang benar Kay, lehermu bisa sakit jika seperti itu"Alex membenahi posisi tidur Kayla dengan lembut.
Merapatkan selimut menutupi tubuh mungil itu, terakhir ia mencium kening Kayla dengan penuh kelembutan.
"Lex ?" panggil Kayla tiba-tiba, membuat Alex mengurungkan niatnya untuk berlalu dari ruangan itu.
Kayla menepuk ruang kosong di sebelahnya, memberi tanda agar Alex turut berbaring bersamanya, hal itu membuat Alex terkejut. Biasanya dia akan langsung diusir keluar oleh Kayla.
"Kau yakin?" ucap Alex memastikan.
"Tidurlah disini, tapi jangan berpikir macam-macam, aku sedang tidak ingin sendirian malam ini" jawab Kayla dengan mata terpejam dan suara yang semakin lirih, antara sadar dan tidak, menutup percakapan diantara mereka.
Pendar cahaya lentera di kamar itu menyajikan suasana syahdu nan romantis, Kayla tidak pernah tidur dalam keadaan gelap, dia lebih suka cahaya terang saat dirinya tertidur, membuatnya merasa aman dan nyaman.
Alex mengulas senyum tipis, tangan besarnya terulur mengelus rambut hitam Kayla, terdengar deru nafas Kayla mulai teratur menandakan sang pemilik sudah terbuai ke dalam mimpi. Sebuah kecupan terakhir mendarat dengan lembut di kening sang putri tidur.
Terlihat Alex membawa tubuh kekarnya berdiri didepan jendela kamar itu, perlahan dirinya menyibak tirai tipis berwarna putih dihadapannya,menampakan pemandangan jalanan diluar, juga beberapa bangunan yang berdiri dengan berbagai macam kegunaan. Wajah tampannya nampak congkak dan sombong, pandangan matanya menatap tajam kearah atap bangunan diseberang sana yang merupakan sebuah rumah makan, terlihat Alex menyeringai angkuh, penuh kemenangan .
*Akan ku pastikan a**kulah pemenangnya!!!
Bersambung 🙏❤️*
__ADS_1