Papa Vampirku Kekasihku

Papa Vampirku Kekasihku
Freya


__ADS_3

Juan, Cur berwajah tampan yang itu sedang duduk di lantai seraya memijat pelipisnya, kepalanya berdenyut menyaksikan kedua wanita dihadapannya yang sedang bertarung. Ruang tamu yang semula rapi dan bersih ,kini sudah terlihat seperti kapal pecah saja, tidak ada satupun perabot yang masih utuh, kedua wanita itu saling baku hantam , melemparkan apapun perabot yang sedang sial karena diletakkan disana.


Flashback...


Juan baru saja tiba di rumah yang mereka sewa bersama dengan Kayla, pada awalnya semua baik-baik saja, sampai, Freya Were Pureblood yang dikirimkan oleh Stevan mulai memancing kemarahan Kayla yang cenderung mudah meledak.


"Singkirkan barang-barang mu dari kamarku!" ucap Kayla dengan marah


"Kenapa aku harus pindah ke kamar lain? Aku yang lebih dulu sampai disini" Freya memainkan kuku cantik yang ada di tangannya, menanggapi kayla dengan acuh.


"Freya, bukankah sudah kukatakan padamu tadi sebelum aku pergi, bahwa kamar ini akan ditempati kayla, kau bisa memilih yang lainnya, tapi yang satu ini adalah untuk Kayla, jadi jangan buat masalah dan segera pindahkan barang-barang mu" Juan memberi nasehat dengan hati-hati. Dia tahu kalau sampai Kayla meledak akan terjadi perang dunia disini. Tapi sepertinya Juan kurang beruntung hari ini, karena Freya sepertinya sengaja memancing emosi Kayla. Yahhh,semoga Freya beruntung dengan hal itu.


"Diamlah Cur! Kalian berdua adalah orang-orang tidak berguna, yang satunya hanya seorang Cur rendahan,dan yang satu lagi justru lebih buruk lagi serigala berbulu domba," Freya berucap dengan santai ,menatap Juan dan Kayla secara bergantian. Terlalu berani atau terlalu bodoh, entahlah.


Belum sampai Freya selesai bicara, koper yang berada dihadapan Kayla kini sudah melayang kearahnya. Selesai sudah ,emosi Kayla benar-benar meledak. Mungkin Kayla bisa bersabar jika yang dihina hanya dirinya, tapi dia tidak akan tinggal diam mendengar rekan satu timnya dihina, Juan sudah seperti kakak baginya.Terkutuklah dirinya kalau hanya diam saja mendengar Juan dihina.


"Tarik kembali ucapan mu ! Atau aku akan merobek mulut kotor mu itu" Kayla mengatupkan rahangnya menahan emosi.


"Kau berani melemparkan barang padaku? Dasar serigala berbulu domba tak tahu diri, kau tidak tahu siapa aku? Aku adalah sepupu Raja Alex, jika sampai dia mengetahui hal ini, aku akan pastikan kau kehilangan tanganmu itu" ancam Freya yang terkejut karna baru saja dirinya terkena hantaman koper dengan cukup keras .


"Oh,benarkah? Kita lihat seberapa besar Alex menyayangimu," Kayla langsung menghambur ke depan dan menyerang Freya secara brutal, sementara Freya ,gadis yang tidak tahu diri itu berusaha mengimbangi kekuatan dan kecepatan Kayla.


Terjadilah pergulatan seru diantara keduanya, Freya mulai menyadari kalau dirinya tidak bisa mengimbangi kekuatan Kayla, dirinya mulai melemparkan segala perabotan yang ada di ruang tamu ,namun dengan lincah Kayla berhasil menghindar , Kayla dengan sigap memelintir lengan Freya ke belakang dan menekan kepala gadis itu ke dinding , berkali-kali Kayla menghatamkan kepala Freya ke dinding, terdengar bunyi retakan disetiap hantaman keras kepala Freya yang membentur dinding , meninggalkan lubang yang cukup dalam di sana. Were Pureblood seperti Freya tidak akan mati hanya dengan sebuah retakan tulang kepala, kecuali jika Kayla kehilangan kesabarannya dan benar-benar menghancurkan kepala itu sampai tak tersisa, tapi sebuah benturan yang cukup keras ini akan terasa sangat menyakitkan juga.


Kayla tidak berniat untuk membunuh Freya, dia hanya ingin memberi pelajaran agar gadis bodoh itu bisa menghargai orang lain, terutama teman satu timnya.

__ADS_1


Flashback off


Dengan berat hati Freya mengaku kalah dan meminta maaf kepada Kayla dan juga Juan, walaupun hatinya masih menolak untuk kalah.


Setelah semua pertikaian selesai, mereka bahu membahu membersihkan kekacauan yang mereka buat, meminta pemilik rumah membeli perabotan baru dengan uang yang Kayla berikan,Kayla juga memberi uang lebih sebagai ucapan maaf karena telah membuat kekacauan.


Freya melongo melihat banyaknya uang yang diberikan Kayla kepada pemilik rumah yang mereka sewa, itu jumlah uang yang sangat banyak, bahkan itu dua kali lipat dari harga sewa rumah ini.


"Sekarang kau mengerti, kenapa Kayla selalu meminta kamar yang paling besar ? Karena dia adalah satu-satunya orang yang membayar uang sewa rumah ini, jadi kita berdua disini hanya menumpang, jangan bertingkah dan membuat masalah!" Juan memperingatkan Freya seraya mengamati Kayla yang sedang menyelesaikan urusan pembayaran dengan pemilik rumah.


" Aku juga punya uang,aku juga bisa membayar tempat ini,"Freya masih keras kepala.


"Sudah cukup, aku lelah dengan rengekanmu, sekarang ini adalah keputusanku,ini adalah tim ku, jika kau tidak mau mengikuti aturannya lebih baik kau pergi dari sini, kami berdua sudah lebih dari cukup untuk menyelesaikan misi ini" Kayla berkata dengan keras, memperingatkan Freya.


"Apa kau mengerti?" teriak Kayla dihadapan Freya,.yang ditanggapi oleh sebuah anggukan.


"Katakan informasi apa yang kau ketahui tentang misi kali ini, sampai-sampai Stevan mengirimkan dirimu ke tim kami" Ucap Kayla tanpa berbasa-basi.Sebenarnya dia masih kesal karena ada tambahan orang baru di tim-nya, menambah jumlah pembagian hasil misi kali ini saja, membuat gajinya berkurang, dan itu menyebalkan.


" Aku dengar perdagangan manusia kali ini, bukan hanya dilakukan oleh para Werewolf, melainkan ada campur tangan dari para Vampir" jelas Freya mengatakan mengenai misi yang saat ini tengah mereka kerjakan.


"Vampir? Apa kau yakin?" Juan bertanya, karena dari dulu Were dan Vampir adalah musuh ,jadi agak sulit dipercaya kalau ada vampir yang mau melakukan kerja sama dengan para Werewolf.


"Iya aku yakin, menurut pak Hendri salah satu kaki tangan mereka ada di Underworld, kita bisa bertemu dengannya di sini, dia sering datang kesini" Freya menunjukkan dua lembar foto, salah satunya menunjukkan foto seorang pria dengan tubuh kekar dan jenggot tipis menghiasi dagunya,cukup tampan. Sementara foto yang lain adalah foto laki-laki tersebut tengah memasuki sebuah bar yang cukup terkenal di Underworld.


"Oh... Baiklah besok kita akan mulai memancing ikan besar" Kayla menyeringai.

__ADS_1


Kayla bangkit dari duduknya dan beranjak akan keluar dari rumah, mengenakan pakaian yang tebal untuk menghalau udara dingin diluar, hari sudah hampir fajar, tetapi Underworld


masih begitu ramai ,membuat Kayla ingin menghabiskan waktunya untuk berjalan-jalan.


"Kau pikir kau mau kemana ?Hari sudah hampir fajar" ucap Freya yang melihat Kayla meraih handle pintu


"Urus saja urusanmu sendiri" Jawab Kayla dan berlalu pergi meninggalkan rumah tersebut. Begitulah dirinya, ia tidak pernah merasa nyaman berada di rumah di manapun ia tinggal, seakan-akan kakinya memaksanya untuk mencari tempat dimana seharusnya ia berada.


"Untuk apa dia meminta kamar paling besar kalau tidak ia gunakan, dasar" ucap Freya kesal.


" Sudahlah, abaikan saja, lebih baik kau beristirahat sekarang, Kayla tidak akan tidur dirumah malam ini." Juan menjelaskan ,karena Juan sudah hafal dengan sifat Kayla yang terbilang aneh dimata orang yang baru mengenalnya.


Sementara itu tidak terasa kaki Kayla melangkah menuju rumah yang dilihatnya ketika dirinya baru sampai di Underworld sore tadi.Ya.....Itu merupakan kediaman Sammy.


Kayla mengamati bangunan indah itu dari luar , dan menghela nafas panjang, hatinya dibuat bingung dengan hal ini, belum pernah ia merasakan ketertarikan dengan sebuah rumah seperti saat ini.


"Aishhh ... Menyebalkan sekali, lupakan ! Lupakan! lebih baik aku bersenang-senang sekarang" gumam kayla


Kayla memasuki sebuah Bar disana, musik yang memekakkan telinga menyambutnya begitu ia memasuki ruangan gelap dengan lampu remang itu, suasana lantai dansa yang begitu penuh sesak membuat Kayla sedikit kesulitan untuk mencapai meja bartender.


Berbagai macam mahkluk ada disana, sedang melakukan apapun yang menurut mereka menyenangkan , tidak sedikit pria yang mengajaknya untuk berdansa bersama dan menawarkan minuman untuknya. Kayla dengan senang hati menerima setiap gelas yang disodorkan oleh para pria tersebut, tapi menolak untuk berdansa, Ini akan menghemat pengeluarannya malam ini.


Sebagai manusia yang memiliki darah Were ditubuhnya, Kayla jarang sekali mabuk, dia harus menghabiskan berbotol-botol minuman keras jika dia ingin mabuk, begitu pula dengan obat, dosis yang digunakan untuknya harus dilipat gandakan dari manusia pada umumnya,Mia yang tahu tentang hal itu.


Kayla telah menghabiskan tiga botol minuman beralkohol tapi dirinya masih sangat sadar, ketika sebuah suara yang familiar mengejutkannya .

__ADS_1


"Kau" Sapa pria tampan yang baru saja mengambil posisi duduk di sampingnya.


Bersambung, 🙏❤️


__ADS_2