
Kayla masih menatap kosong pemandangan lampu di kejauhan, saat dia mendengar pintu kamarnya diketuk oleh seseorang,dirinya juga tidak tertarik untuk sekedar menjawab siapapun sosok di balik pintu tersebut. Pada akhirnya terlihat tubuh kekar Alex menyelinap melewati ruang kamar Kayla dan menyusul gadis pujaan hatinya di balkon.
Alex berdiri disisi Kayla ,menyandarkan punggungnya pada pagar balkon tersebut,senyuman mengembang di wajahnya yang tampan saat netranya memandang wajah gadis dihadapannya yang selalu membuat hatinya bagai musim semi.
"Kau mencari ku?" mulai Alex memecah keheningan diantara mereka, dirinya mendapat laporan dari seorang pelayan bahwa Kayla ingin bertemu dengannya. Dan ini adalah sebuah keajaiban bagi Alex , karena sebelum ini Kayla tidak pernah lebih dulu ingin menemui dirinya. Hal ini membuat Alex langsung meninggalkan segala urusannya begitu mendengar berita tersebut,dia hanya ingin memeluk gadis dihadapannya saat ini,tapi Alex tahu jika Kayla tidak suka saat dia melakukannya ,jadi Alex memilih menahan hasratnya.
Kayla dengan enggan mengalihkan pandangan matanya ,menatap wajah Alex yang sempurna seperti biasa,dia masih berusaha membawa pikirannya kembali ke dunia nyata.
"Iya, ada hal yang ingin aku bicarakan padamu" Kayla mengajak Alex kembali kedalam ruangan kamarnya, dan pada akhirnya mereka duduk di sofa yang terletak di sisi kamar tersebut.
"Ada apa? Apa kau merasa tidak enak badan lagi? Apa kepalamu pusing lagi? Seharusnya kau tidak berdiri di balkon terlalu lama,cuacanya sedang sangat dingin diluar. Kau tunggu disini aku akan memerintahkan Mia untuk kemari." Alex menjadi panik sendiri.
Memang semenjak kejadian Kayla pingsan saat menjalani pemeriksaan bersama Dokter Mia,membuat Alex semakin gusar,dirinya menjadi sedikit paranoid, bahkan sampai memboyong semua pekerjaan di kantornya ke rumah,dengan dalih agar dirinya bisa terus menjaga dan memantau kesehatan mental kayla.
Kayla menahan tangan Alex yang sudah berdiri, meminta agar Alex kembali duduk disampingnya.
"Aku baik-baik saja Lex, duduklah ! aku ingin meminta sesuatu darimu." Pinta Kayla .
"Apa yang kau inginkan,aku pasti bisa mendapatkannya untukmu. Katakanlah!" Alex menggenggam kedua tangan kayla, tidak biasanya gadis ini meminta sesuatu darinya.
" Aku ingin menjadi seorang Hunter." jawab Kayla dengan bersungguh-sungguh.
"Apa?" Alex begitu terkejut dengan ucapan Kayla.
"Iya, aku ingin menjadi seorang Hunter"ulang Kayla .
"Apakah kau tahu apa itu Hunter? " Alex masih menganggap Kayla tidak bersungguh-sungguh.
"Aku sudah tahu semuanya, Aku juga sudah tahu mengenai pelatihan untuk menjadi seorang Hunter." Kayla dengan tekadnya akan berusaha meyakinkan Alex,bukan karena dia merasa perlu izinnya,tapi dirinya tahu, jika Alex tidak memberikan izin untuknya,jangankan untuk mengikuti pelatihan,untuk keluar dari rumah ini saja sudah sangat mustahil.
"Ini pasti ulah Hendri, dasar tidak berguna" Alex tampak kesal
"Ayolah Lex, bukankah Mia bilang aku harus keluar dari mimpi buruk ini. Kau sendiri tahu kalau aku sama sekali tidak tertarik dengan hal-hal yang ada di dunia manusia,ini adalah satu-satunya hal yang membuatku tertarik untuk melakukannya,jadi biarkan aku mengikuti pelatihan ini" ucap Kayla .
"Kau nantinya pasti akan terluka Kay, pelatihan ini sangat berat ,bahkan lebih berat dari pelatihan yang diberikan kepada para tentara. Aku tidak ingin kau sampai terluka" Alex berusaha mengubah keputusan Kayla
__ADS_1
"Aku akan mencobanya , biarkan aku mencobanya. Aku janji, apabila aku tidak sanggup untuk melakukannya maka aku akan menyerah , jadi tolonglah,mungkin ini satu-satunya hal yang bisa menyembuhkan ku" keputusasaan jelas terdengar di suara Kayla.
Alex menghela nafasnya,dirinya tidak menyukai hal ini, benar-benar tidak menyukainya. Namun dirinya tidak bisa menolak permintaan Kayla.
"Baiklah , aku mengizinkanmu untuk mengikuti pelatihan menjadi Hunters,tapi kau harus janji jangan memaksakan diri,okey? " pada akhirnya Alex menyerah.
"Terimakasih banyak" senyuman tulus terukir indah dibibir Kayla.
"Kuharap,aku tidak akan menyesali keputusan ku kali ini. Bersiaplah,kau harus tinggal di asrama pelatihan setelah ini, besok aku akan membawamu ke camp "
Alex berujar seraya mengelus puncuk kepala Kayla dengan lembut.
"Iya" jawab Kayla.
Mereka berdua berharap semuanya akan baik-baik saja.
>>>>>>>>>>>
Keesokan harinya ,Kayla bersama dengan Alex dan juga Hendri sebagai supir, pergi ke Camp dimana tempat pelatihan itu akan dilakukan, Mereka mengendarai mobil jauh memasuki daerah pegunungan yang terpencil. Mereka harus berjalan kaki ketika pada akhirnya mobil mereka sudah tidak bisa masuk ke dalam hutan lebih jauh lagi. Biasanya Alex akan menaiki helikopter pribadinya untuk sampai ke lokasi, tapi karena Kayla adalah salah satu kandidat, maka tentu saja Kayla tidak diizinkan datang dengan cara demikian. sehingga mau tidak mau Alex juga harus berjalan kaki untuk mengantarkan kepergian Kayla, meskipun pada kenyataannya gadis itu sudah melarangnya untuk ikut,Kayla hanya meminta Hendri untuk menunjukkan lokasinya, namun bukan Alex kalau tidak keras kepala.
Cuaca disini sangat dingin, karena letaknya yang berada di ketinggian. Sebuah lapangan terbentang luas dikelilingi pepohonan yang rimbun, juga terlihat beberapa tenda berjejer di tepi lapangan,mungkin ini tempat tinggal mereka saat melakukan pelatihan. Kayla yang terbiasa hidup mewah ,menelan Saliva .
Aku bisa melakukannya. Kayla meyakinkan dirinya sendiri.
"Kau lihat, disini akan menjadi tempat yang sulit untukmu bertahan, lebih baik kita pulang saja." bujuk Alex untuk yang terakhir kalinya
"Tidak ,aku pasti bisa melakukan ini, aku ingin melakukan ini." Ucap Kayla dengan berapi-api, kemudian menyambar tas ransel yang semula dibawakan oleh Hendri.
"Terimakasih pak Hendri, aku bisa membawanya sekarang." Senyum Kayla.
"Tapi ini berat Nona" Hendri berusaha menghentikan tangan Kayla yang berusaha untuk menarik tas miliknya.
"Wah...Wah..Wah..."Tiba-tiba terdengar suara berat seorang laki-laki, yang membuat mereka bertiga menoleh kearah sang empu suara tersebut.
Terlihat sosok pria tampan bertubuh atletis, wajahnya yang terlihat masih sangat muda tidak bisa membodohi siapapun,karena aura kekuatan yang mengelilinginya begitu kuat, siapapun pria ini pasti bukanlah orang sembarangan.
__ADS_1
"Aku tidak tahu kalau Raja Were yang agung akan datang berkunjung hari ini, aku hanya mendengar kalau dia hanya ingin melihat hasil akhirnya saja,dan sekarang angin apa yang membawa seorang Raja Alex mengunjungi tempat ku ini" ucap pria itu mencibir.
"Stevan" sapa Alex dengan senyuman.
" My lord" Steven membungkukkan badannya memberi hormat,kemudian keduanya tertawa dan saling berpelukan menepuk punggung masing-masing, selayaknya sahabat yang sudah lama tidak bertemu.
Memang benar Stevan merupakan sahabat karib Alex, dahulunya mereka dibesarkan di lingkungan yang sama. Namun takdir Alex adalah menjadi raja, sementara Stevan bertugas sebagai pelatih dan pemimpin dari para Hunters klan Werewolf, Namun sejauh ini pertemanan diantara keduanya masih berjalan dengan sangat baik.
"Apa yang membawamu kemari Lex? bukankah Hendri bilang kau hanya akan mengecek hasil akhirnya saja? lagipula tidak biasanya kau datang dengan berjalan kaki." Stevan membawa mereka bertiga untuk duduk di kursi dengan naungan atap yang terbuat dari dedaunan ,semua hal yang ada disini benar-benar memanfaatkan alam sepenuhnya. Bahkan suguhan minuman yang dibawakan oleh seseorang disana juga dengan gelas yang terbuat dari kayu.
"Aku datang untuk mengantarkannya." Alex menunjuk Kayla dan memperkenalkannya kepada Stevan.
"Namanya Mikayla, dia ingin menjadi seorang Hunters" jelas Alex kemudian.
Stevan tampak memicingkan mata mengamati Kayla dari ujung kepala sampai kaki,sementara Kayla merasa risih dengan tatapan yang diberikan oleh Steven.
"Berhentilah menatapnya bodoh,apa kau sudah tidak membutuhkan mata itu lagi" Kesal Alex memukul bahu Stevan cukup keras,membuat Were itu mengaduh kesakitan .
"Seharusnya kau mengurungnya saja dikamar, dengan begitu tidak akan ada orang yang harus kehilangan matanya karena menatap kecantikan ini." goda Stevan.
"Berhenti bicara omong kosong. Aku ingin kau memasukkannya ke dalam pelatihan kali ini." Alex menyilangkan kedua lengannya di dada.
"Kau tahu sendiri ,aku tidak bisa menerima sembarangan orang, sekalipun itu adalah orang mu. Dan kau tahu aku juga tidak akan memperlakukannya berbeda dari kandidat lainnya." jelas Stevan serius,sikap jenakanya yang tadi sudah menghilang dari wajah tampannya.
Alex baru ingin membuka mulut guna mendebat agar Steven bisa bersikap sedikit lembut kepada Kayla ,saat tiba-tiba Kayla menjawab ucapan Stevan dengan penuh kebulatan tekad.
"Mohon terima saya,dan izinkan saya untuk mengikuti pelatihan ini,saya akan melakukan yang terbaik, dan saya tidak perlu diperlakukan berbeda hanya karena saya teman dari tuan Alex, jadi tuan, saya mohon terima saya disini "
Ucapan Kayla membuat Alex dan Hendri tercengang,tidak biasanya Kayla bicara dengan wajah yang berapi-api seperti ini, yah ,memang sepertinya Kayla benar-benar menginginkan untuk menjadi seorang Hunters.
"Oh,benarkah? Bagus kalau begitu, baiklah karena kau sudah mengatakannya demikian ,maka tidak ada masalah lagi,kuharap kedepannya kemampuanmu tidak mengecewakanku .Jadi selamat bergabung dengan kami Nona Kayla." Stevan mengulurkan tangannya dan disambut dengan senang hati oleh Kayla.
"Terimakasih, saya akan bekerja keras." ucap Kayla seraya menerima jabat tangan dari Stevan .
Alex dengan berat hati harus merelakan keputusan Kayla kali ini dia berharap hal ini benar-benar bisa membantu menyembuhkan mental Kayla.
__ADS_1
Bersambung🙏