Papa Vampirku Kekasihku

Papa Vampirku Kekasihku
TUGAS TERAKHIR


__ADS_3

...Selalu dibawah langit yang sama...


...Diatas bumi yang sama, hembusan angin yang sama....


Hanya ketidakhadiranmu yang membuat semuanya berbeda.


Aku hanya ingin tersenyum ,ingin melupakan semua rasa sakit ini, tersenyum untuk menjalani hari-hari ku seolah tak ada apapun yang terjadi.


Tetapi merindukanmu sudah menjadi sebuah kebiasaan untukku, membuatku terus meneriakkan namamu dalam mimpiku.


Aku berpikir rasa sakit ini akan menghilang seiring berjalannya waktu, namun aku salah, sampai hari ini hati ini masih belum bisa melupakanmu.


Aku ingin melihatmu,memelukmu,dan mencium mu sekali lagi, hingga terasa sakit karena merindukanmu, apa hanya aku yang merasakannya? Apa hanya aku yang selalu meneriakkan namamu?


Hari-hari yang ku lewati dengan rasa rindu yang membuatku merasakan kematian setiap saat, Aku merindukanmu,Aku mencintaimu. Akankah suaraku ini akan sampai ke tempatmu yang begitu jauh.....


Yama sang Oracle dengan perawakan tubuh seperti anak berusia 10 tahun itu menghampiri laki-laki tampan yang baru saja kembali dari tugas yang diberikannya. Laki-laki itu berlumuran darah di seluruh tubuhnya, rambutnya yang dahulu terlihat rapi kini dibiarkan panjang menutupi punggungnya,meskipun kini pria itu tidak pernah merawat diri namun ketampanannya tidak sedikitpun berkurang.


Sammy menoleh ketika menyadari kehadiran Yama. Oracle satu ini mati-matian berjuang untuk membuatnya tetap hidup dan waras. Walaupun tugas-tugas yang diberikan oleh Yama sangat berat dan sulit bahkan cenderung mengancam nyawanya setiap saat, namun Sammy benar-benar bersyukur karena hal itu, karena saat dirinya berada dalam pertempuran, dirinya bisa sedikit mengabaikan kerinduannya pada Kayla, jika ia harus menghabiskan sisa hukumannya dengan berdiam diri maka dapat dipastikan saat ini dirinya pasti sedang berbicara dengan tembok karena kehilangan kewarasannya.


"Kau sudah kembali?" suara Yama datar tanpa ekspresi.


"Ya ini adalah tugasku yang ke 999, katakan padaku apa tugas terakhir ku!" jawab Sammy tak sabaran.


Begitulah dirinya menghabiskan waktunya selama ini, satu persatu tugas yang diberikan oleh Oracle mati-matian dilakukannya, dirinya tidak pernah beristirahat, bertarung kesana-kemari, berperang melawan iblis yang begitu kuat, hingga membuatnya nyaris mati setiap saat, mendatangi setiap klan iblis yang membutuhkan bantuan Oracle, menyelesaikan berbagai macam konflik antar klan iblis yang menguras semua waktu, tenaga dan pikirannya. Ia tetap bertahan dengan satu harapan, yaitu suatu saat bisa kembali bertemu dengan sang kekasih hati.


"Seperti biasa kau selalu tak sabaran Vampir, beristirahatlah sejenak, aku memberikanmu izin untuk mengunjungi rumahmu yang ada di Underworld, anggap saja ini sebagai liburanmu," ucap Yama .


"Aku tidak butuh liburan, cepat katakan padaku! Apa yang harus kulakukan untuk tugas terakhir ku kali ini?" Bayangan kebebasan sudah menari didepan mata Sammy, sebentar lagi dirinya bisa menemui Kayla, rasa rindunya itu menyelimuti seluruh tubuhnya.


"Baiklah... Baiklah. tugas terakhirmu pergilah ke Underworld ! Hancurkan komplotan Vampir dan Were yang bekerjasama memperjualbelikan manusia sebagai hiburan dan alat untuk bersenang-senang. Mereka sudah menarik terlalu banyak perhatian mahkluk fana. Dan untuk ketua kelompok itu serahkan padaku dalam keadaan hidup ,aku ingin bermain dengannya sebelum membunuhnya." Yama mengucapkannya datar, wajah tanpa ekspresi itu seperti air danau yang tenang namun begitu menghanyutkan.


"Underworld?" Ulang Sammy, sudah lama sekali dirinya tidak mengunjungi kediamannya disana, bayangan akan dirinya menghabiskan malam-malam indah bersama Kayla melintas kembali dalam ingatkannya,seolah baru kemarin dirinya memeluk tubuh kekasihnya itu,mendengarkan suara manja Kayla , menghirup wanginya aroma tubuh mungil itu, merasakan manisnya ciuman di bibir gadis kecilnya. Sammy memejamkan kedua matanya, merasakan rasa sakit akan kerinduannya yang semakin membesar.


"Apa kau sedang mengujiku, kau ingin aku melanggar peraturan mu lagi kali ini, dengan mengirimkanku kesana, apa kau ingin agar aku melakukan kesalahan yang sama seperti lima belas tahun yang lalu, kau ingin memperpanjang masa hukumanku? Apa benar begitu?" Sammy berkata dengan penuh kecurigaan, dirinya tidak yakin Oracle membuat keputusan ini secara kebetulan.


"Kau terlalu banyak berpikir, lakukan saja tugasmu dengan benar! Maka hukuman mu juga akan berakhir "


jawab Yama yang sudah hampir berlalu pergi, tapi kemudian dia berbalik lagi dan menjentikkan jari mungilnya "Aaa... Jangan lupa bawa juga jin itu bersamamu, akan sangat merepotkan bila aku harus mengasuhnya " ucap Yama menolehkan pandangannya pada sosok wanita yang sangat cantik berambut merah yang sedari tadi hanya diam disudut ruangan itu.


Sammy mengikuti pandangan mata Yama, dan menghembuskan nafas kasar.


Dirinya melupakan wanita ini lagi, jin yang mengikuti Sammy kemanapun ia pergi, semenjak dirinya secara tidak sengaja menyelamatkannya, menambah beban saja bagi Sammy. Walaupun pada kenyataannya,jin itu sama sekali tidak merepotkan, bahkan terkadang jin itu sering membantunya dalam menyelesaikan tugasnya, tapi Sammy sama sekali tidak menerima kehadiran jin itu.


Sudah menjadi sifat alami seorang jin, dia akan mengikuti seseorang yang dia anggap telah menyelamatkannya, jin itu akan mengikutinya sampai orang tersebut menyebutkan tiga permintaannya, setelah itu orang yang membuat permohonan pada jin tersebut akan berakhir menjadi budak sang jin, tapi sampai saat itu tiba si jin akan mengikuti kemanapun orang itu pergi.

__ADS_1


"Si*lan," umpat Sammy kasar.


>>>>>>>>>>>>>


Robin baru saja merebahkan tubuhnya diatas ranjang mewah berukuran king size miliknya, saat dirinya mendengar kegaduhan dari para pelayan dilantai bawah. Ketika salah seorang pelayan berkata 'Tuan sammy' dengan suara yang terdengar terkejut itu,membuat Robin langsung bergegas turun menghampiri sumber kegaduhan itu.


Dan betapa terkejutnya ia saat netranya menangkap sosok tubuh sahabatnya itu benar-benar berdiri di hadapannya, dengan penampilan yang jauh berbeda dengan saat terakhir kali ia melihatnya.


"Sam" Robin sangat senang, akhirnya bisa melihat Vampir sahabat karibnya dengan keadaan yang baik.


"Robin...Lama tidak bertemu" sapa Sammy dengan senyuman.


"Dasar Vampir Kepa*at, aku mencari mu kemana-mana. Sebenarnya kemana saja kau selama ini?" Robin memeluk Sammy, matanya mulai berkaca-kaca, hendak menangis tapi sepertinya ditahan oleh Robin.


"Hahaha... Kau merindukanku ternyata, sudah-sudah jangan menangis, aku minta maaf karena tidak pernah memberimu kabar selama ini" Sammy menepuk punggung sahabatnya itu.


"Lihatlah dirimu sekarang, apa sekarang sedang trend pria berambut panjang?" Robin menatap rambut Sammy yang kini menjuntai menutupi punggungnya.


"Entahlah, sudah lama sekali aku tidak lagi mengikuti trend," jawab Sammy enteng


"Kurasa kau butuh ke salon kawan, penampilanmu mengerikan."


Setelah melewati berbagai macam perawatan yang disediakan oleh Robin untuknya, kini penampilan Sammy kembali seperti semula, rambutnya dipotong pendek dan rapi, ketampanan yang tidak bisa ditolak siapapun.


"Setidaknya berikan dia nama, " Robin mulai menceramahi sifat dingin Sammy.


"Apa peduliku,dia punya nama atau tidak, aku tidak memaksanya untuk tinggal," acuh Sammy.


"Ok...Ok... Hei jin? Apa kau sudah memiliki nama?" tanya Robin pada jin itu, yang dijawab dengan gelengan kepala.


"Apa dia tidak bisa bicara,"Robin kembali bertanya pada Sammy.


" Tidak, aku tidak suka mendengarnya bicara, jadi aku menyuruhnya diam" jawab Sammy yang sedang merebahkan tubuhnya di sofa ruang keluarga.


"Katakan padanya untuk bicara! Aku ingin mengajaknya bicara, "


"Hah... merepotkan sekali. Hei jin bicaralah!" Perintah Sammy datar.


"Bagus, sekarang ayo kita bicara, pertama-tama nama,siapa namamu?" Robin bertanya lagi


"Aku tidak punya nama, Tuanku yang akan memberikanku nama" jawab si jin menatap kearah Sammy dengan penuh harap.


"Lupakan saja, aku tidak akan memberikanmu nama,kau bisa memilih sendiri namamu, kau tahu perbudakan bukanlah hal yang benar, bangsa Vampir sudah tidak diizinkan untuk melakukan perbudakan, jadi kau bebas, nikmatilah hidupmu, jangan terlalu mengikuti tradisi " jelas Sammy.


"Tapi ini bukan tradisi, aku memang ingin bersamamu, ini tidak ada hubungannya dengan sifat alami jin, ini murni dan tulus dari hatiku sendiri, aku akan selalu mengikuti kemanapun Tuan Sammy pergi, jadi tolong berikan aku sebuah nama" ujar sang jin tulus.

__ADS_1


Semua orang diam membisu, Sammy yang menjadi pusat perhatian itu pun juga hanya diam, akhirnya dengan menghela nafas kasar, Sammy mulai beranjak dari sofa, tempatnya berbaring.


"Jennie " Akhirnya Sammy mengalah,dan memberikan nama untuk jin itu.


"Jennie? Terimakasih Tuan, terimakasih banyak" ucap Jennie dengan senyuman bahagia, akhirnya setelah bertahun-tahun dirinya mengikuti tuan sammy,kini dia mempunyai sebuah nama. Jennie ,nama yang diberikan Tuan Sammy, orang yang paling disukainya


Sammy berlalu pergi menuju ke kamar utama, meninggalkan Jennie dan juga Robin,dirinya lelah dan ingin beristirahat.


>>>>>>>>


Ini pertama kalinya, Sammy beristirahat semenjak dirinya kehilangan Kayla. Lima belas tahun lalu dikamar ini jugalah yang menjadi saksi bisu gairah cinta mereka ,juga takdir perpisahan mereka.


Sammy berjalan kearah balkon,pandangan matanya menerawang jauh menatap pepohonan rindang ,juga lalu lalang berbagai mahkluk immortal di kejauhan.


Matanya terpejam memikirkan gadis kecilnya, semilir angin malam menerpa wajahnya, udara malam ini seolah membawa kenangan indah itu begitu menelisik dihatinya.


Aku masih disini sayang pulanglah!


>>>>


*P**enantian by Armada*


*Temukan dia untukku ! Pulangkan dia padaku !


Tunjukkan jalan padanya ,bahwa ku tetap disini.


Temukan dia untukku ! pulangkan dia padaku!


Tunjukkan jalan padanya, bahwa ku tetap disini.


Untuknya....Berharap dia, kembali pulang


Untukku.....


Penantian ini teramatlah panjang


Coba kau rasakan sayang! Letihku di ujung jalan


Dia menghilang, membawa semua kenangan


Terindah yang kurasakan, saat bersamanya sayang....


Hatiku pilu, sepilu-pilu nya....


Bersambung 🙏❤️

__ADS_1


__ADS_2