Papa Vampirku Kekasihku

Papa Vampirku Kekasihku
Dibuang 2


__ADS_3

Perkelahian antara Kayla dan Jeane tak terhindarkan lagi, mereka saling serang hingga menjatuhkan beberapa perabotan di sekitarnya.


"Kau itu cuma bocah ingusan yang tidak berharga, gadis kecil seperti dirimu selalu datang silih berganti bagi tuan Sammy, kau tidak akan bisa memberikan kepuasan seperti yang tuan inginkan, jadi segeralah berkemas dan angkat kaki dari rumah ini," teriak Jeane disela-sela perkelahian mereka, "Tuan Sammy sering bergonta-ganti wanita, tapi waktu yang telah membuktikan bahwa cuma aku satu-satunya wanita yang bertahan paling lama disisi Tuan, Kau itu cuma hiburan sesaat di dalam hidupnya yang panjang dan berangin."


"Tutup mulutmu ja*Lang!" Kayla menjambak rambut Jeanne dan membenturkan kepala yang sudah di pegang olehnya ke dinding hingga terdengar bunyi retakan pada tulang kepala itu, Kayla tersenyum.


Jeanne lumpuh sejenak di bawah tubuh Kayla , Kayla duduk diatas tubuh Jeane dengan belati perak di tangannya, mengangkat sudut mulutnya dengan seringaian, "Kau sudah siap, bertukar sapa dengan malaikat maut?" ucap Kayla.


Bola mata Jeane membulat, ia tidak menyangka jika bocah ingusan ini ternyata serius ingin membunuhnya, "Tuan Sammy akan marah jika sampai aku terluka, aku adalah kesayangan tuan Sammy," ancam Jeane.


"Heh, kurasa aku bisa mengatasi kemarahan kekasihku sendiri."


Kayla mengangkat belati itu tinggi hendak menikam tepat di jantung Jeane, niat awal hanya memberi pelajaran pada Jeane, kini justru berubah semakin memanas.


Tubuh Kayla terpental kebelakang sesaat sebelum ujung belati ditangannya menyentuh dada Jeane, kekuatan tak kasat mata menghantam tubuhnya, membuat Kayla terdorong hingga membentur dinding, Kayla berusaha berdiri dari posisinya, mengerang menahan rasa sakit yang teramat di punggungnya akibat berbenturan dengan tembok.


"Apa yang kau lakukan? Kau bisa membunuhnya!" hardik robin.


Tampak tubuh Robin yang baru saja memasuki rumah,sepertinya Robin adalah pelaku yang telah menyerang Kayla dengan kekuatannya, menghentikan Kayla dari menghabisi Jeane.


Jeane tampak meringis berpura-pura kesakitan, dengan cepat Robin membantu Jeane untuk berdiri.


Sementara Kayla mengangkat sudut bibirnya melihat drama yang sedang berlangsung dihadapannya.


Oh, yang benar saja, berikan aku popcorn untuk menikmati drama ini.


"Tuan, wanita gila ini langsung menyerang ku begitu memasuki rumah, aku tidak tahu apa salahku," rengek Jeane manja di lengan Robin.


"Kau ingin tahu kesalahan mu? Kemarilah ! Akan aku tunjukkan padamu semuanya," Kayla kembali mengangkat belati di tangannya.

__ADS_1


"Tuan?" suara Jeane terdengar ketakutan.


" Sudah cukup ! Kau tamu disini jadi bersikaplah seperti seorang tamu serigala! Tidak peduli hubungan apa yang terjalin antara kau dan Sammy, tapi aku tidak suka jika kau merusak ketenangan di rumah ini," tegas Robin memberikan peringatan tegas pada Kayla.


"Mungkin aku yang salah karena memaksa untuk tinggal disini, sebaiknya aku berkemas dan pergi dari sini," Jeane kembali berakting, membuat mimik wajah sedih dan tertindas.


Astaga ingin sekali rasanya membenturkan wajah itu sekali lagi.


"Tidak, jika ada yang harus pergi, itu bukanlah dirimu," sindir Robin menatap wajah Kayla.


"Heh, Paman? Apa kau buta? Sehingga tidak bisa membedakan mana yang jujur dan mana kebohongan?" cibir Kayla.


"Serigala berbulu domba seperti dirimu, orang buta pun bisa melihat kebusukan hatimu, entah sihir apa yang telah kau berikan pada Sammy, sampai-sampai ia tidak bisa mengenali ular seperti dirimu," Robin semakin kesal.


"Satu-satunya sihir yang bisa kulakukan adalah dengan kecantikan yang ku miliki, jika dia tersihir oleh hal itu, maka itu bukanlah kesalahanku, dan sebaiknya paman juga berhati-hati, mungkin saja sihir ku juga akan membuat mu jatuh cinta padaku." pungkas Kayla memilih meninggalkan mereka berdua.


Pada dasarnya Robin tidaklah membenci Kayla, hanya saja embel-embel darah Werewolf yang dimiliki Kayla membuat Robin selau mencurigai Kayla sebagai mata-mata dari klan serigala. Jika saja Robin tahu, bahwa Kayla adalah gadis kecil yang ia rawat sedari bayi, dan merupakan alasan bagi Robin untuk bekerja sangat keras menghasilkan uang, adalah untuk memenuhi semua keinginan Kayla, bahkan sampai saat ini terkadang Robin masih bingung dengan dirinya sendiri yang begitu bersemangat dalam mengumpulkan uang, seolah setiap bulannya akan ada seseorang yang meminta jatah padanya. Andai Robin ingat !


Segera setelah memasuki kamar tidurnya, Kayla langsung membersihkan tubuhnya, berendam menggunakan air hangat, sesekali Kayla membenamkan seluruh tubuhnya termasuk bagian kepala kedalam air di bak itu, hanya sekedar ingin melepaskan penat di dalam hatinya.


Dikeluarkan dari kawanan, dibuang oleh Alex, disingkirkan dari tim, dan sesampainya di rumah masih harus mendengar kata bahwa dirinya tak lebih dari seorang tamu dari mulut paman yang paling di sayangnya, ini adalah hari yang cukup berat untuk Kayla.


Setelah hampir satu jam Kayla berendam, hingga kulitnya menjadi keriput dibawah air, kayla keluar dan menuju walk in closet yang ada tepat di sebelah kamar mandi, ruangan itu dipenuhi barang-barang Kayla di masa lalu, Kayla menggerakkan tangannya di deretan baju yang menggantung rapi, memilih sebuah dress berwarna putih sepanjang lutut, sederhana dan anggun. sudah lama Kayla tidak lagi menggunakan model baju seperti ini, biasanya ia akan menggunakan pakaian berbahan spandex yang melekat ketat ditubuhnya, ia lebih senang mengunakan pakaian yang memudahkannya dalam bertarung dan tidak menghalanginya saat bergerak.


Setelah selesai dengan pakaiannya Kayla melepaskan handuk yang ada di kepalanya, mengambil hairdryer untuk mengeringkan rambutnya yang basah, ia menatap pantulan dirinya di cermin dan merasa asing dengan penampilannya sendiri.


Kayla mulai memikirkan ucapan Jeane, ada kecemburuan yang menggerogoti harinya,


Apa benar, selama tidak bersamaku Sammy selalu bergonta-ganti wanita? Apa sebenarnya hubungan Jeane dan Sammy? Kenapa baru sekarang aku menyadari jika Jeane memang selalu menemani Sammy kemanapun Sammy pergi?

__ADS_1


Pertanyaan demi pertanyaan berparade dalam pikiran Kayla.


Kayla masih menatap wajahnya sendiri saat suara derit pintu terdengar dan memperlihatkan tubuh kekar Sammy memasuki kamar tersebut.


Aroma segar dari tubuh Kayla langsung menyeruak Indra penciuman Sammy, aroma vanilli lembut seperti hujan musim semi. Segera Sammy berjalan ke arah Kayla mengambil hairdryer dari tangan kekasihnya, lantas mulai membantu Kayla mengeringkan rambut yang teramat panjang itu.


"Bagaimana kabarmu hari ini? Aku sangat merindukanmu?" Sammy berucap lembut, masih dengan telaten mengeringkan rambut sehitam malam itu, sesekali mencuri pandang pada wajah cantik yang tersimpan dalam cermin dihadapan mereka.


"Aku baik, bagaimana rencana mu ? Apakah sukses?"


"Hmm, semua sukses,"Sammy melirik lagi pakaian yang digunakan Kayla, ia senang saat melihat Kayla-nya kembali seperti dulu, sangat imut, "Sammy menyisir rambut Kayla dengan hati-hati, dan menyelesaikan tugas yang dibebankan oleh dirinya sendiri dengan baik.


Kini Kayla berbalik berdiri di hadapan Sammy dan langsung menghambur dalam dekapan dada bidang Sammy, mencari ketenangan dan kehangatan disana,


"Aku merindukanmu," ucap Kayla.


"Benarkah?" Sammy bahagia mendengarnya.


Kayla mengernyit saat menyadari tanda merah didekat kerah Sammy,


Sepertinya ini bekas lipstik, lipstik siapa?


Setelah Kayla resapi lagi , ada aroma lain dari tubuh kekasihnya, aroma maskulin Sammy saat ini bercampur dengan aroma parfum wanita. Kembali kata-kata Jeane terlintas dipikirannya.


"Biarkan aku mandi dulu baby, " Sammy melepaskan pelukan di tubuh Kayla setelah mendaratkan satu kecupan lembut di pucuk kepala Kayla.


Bersambung 🙏😘


Happy reading 🥰

__ADS_1


__ADS_2