
"Kay ? buruan bangun ! ntar telat, kita bisa ketinggalan penerbangan Kay ,ayo bangun." Akira dengan semangat mengguncang tubuh Kayla yang masih meringkuk di balik selimut.
" Iya , ini juga sudah bangun. Kenapa tiba-tiba Alex membawa kita ke Korea sih, merepotkan sekali." ucap Kayla .
"Entahlah,sekarang ayo cepetan,nanti tuan Alex marah lagi ." jawab Akira seraya membuka tirai jendela kaca yang berada di samping ranjang,membiarkan sinar mentari pagi memasuki ruangan yang didominasi warna biru muda ini.
"Ternyata warna biru ini cocok untuk kamarmu, mungkin kita bisa menambahkan warna pink juga untuk desain warna kamarmu di Korea nanti." ucap Akira asal.
" Cocok kepalamu, mataku saja sudah sakit melihat warna biru ini ,kau masih mengusulkan warna pink? yang benar saja, pakai untuk kamarmu sendiri!" sungut Kayla.
Entah sejak kapan Kayla merasa dirinya tidak menyukai warna-warna yang terlalu feminim, rasanya tidak cocok dengan kepribadian dirinya yang cenderung jutek dan ketus.
Kayla menurunkan kakinya dan menenggak air mineral yang ada di nakas.Melihat saudari kembarnya tampak sudah rapi dengan dress lengan panjang berwarna putih dengan bagian punggung yang terbuka ,terlihat cocok dipadukan dengan gaya rambut digulung Cepol ke atas,memperlihatkan leher putih jenjangnya dan punggung mulus Akira.Gambaran bidadari yang sempurna.
"Ckckck....Kenapa mulutmu pedas sekali sih,kurasa Kayla yang imut dan penyayang itu sedang berlibur entah kemana, sekarang bicaramu lebih pedas dari tuan Alex tahu " omel Akira.
Akira merasa dahulu sifat saudarinya itu ,begitu lembut dan manja,tapi entah mengapa sekarang Akira merasa kepribadian Kayla menjadi sangat keras.
" Kau bilang tuan Alex kejam, tapi sepertinya akhir-akhir ini siapa yang pergi berduaan dengannya ya,kau ini lain di mulut lain dihati " goda Kayla,membuat pipi Akira bersemu merah.
" Kami tidak berkencan bodoh, sudah ku bilang saat itu aku mencari mu , karena kau tidak pulang seharian, dan entah bagaimana tuan Alex menjemputku, itu manis sekali" Akira tersipu .
"Aishh ... alasan saja kamu, oh ya ,kata Alex kau berada di Underworld saat itu,bagaimana caramu sampai kesana? " Kayla tampak penasaran, karena mereka belum pernah mengunjungi tempat para iblis itu sebelumnya.
" Hmmm ....Mungkin aku pergi bersama seorang pangeran tampan kesana " Akira justru tertawa dan menjawab asal pertanyaan saudaranya itu ,sebenarnya Akira juga tidak ingat bagaimana dirinya bisa sampai di Underworld,dan malah berakhir pulang bersama tuan Alex,tapi ya sudahlah,yang terpenting semuanya baik-baik saja sekarang.
"Dasar bocah si*lan." Kayla melemparkan bantal kearah saudarinya yang justru membuat tawa Akira semakin keras.
Flashback Akira dan Robin...
Begitu meninggalkan kediaman Sammy, Robin menggandeng tangan Akira mengelilingi jalanan setapak di Underworld , mereka bertanya di beberapa tempat yang kemungkinan mengetahui tentang keberadaan Kayla. Diluar situasi yang kacau ini , Akira merasa senang menghabiskan waktunya bersama Robin seperti ini, apalagi sedari tadi Robin terus menggenggam tangannya.
" Ayo cepat!" ucap Robin , mengulurkan tangannya kearah Akira ,saat mereka sudah selesai bertanya disebuah kedai di sana. Saat Robin melihat pipi Akira yang bersemu kemerahan,dia menjadi salah tingkah sendiri.
"Ehem.." Robin berusaha menghilangkan rasa canggungnya.
"Jangan salah paham ,aku memegang tangan mu agar kau tidak ikut-ikutan menghilang seperti Kayla,itu akan semakin merepotkan" ucap Robin seraya kembali berjalan menyusuri sepanjang jalanan disana.
" Jika aku yang menghilang apa kau akan mencari ku juga? Apakah kau akan merasa kehilangan diriku?" Akhirnya Akira menanyakan pertanyaan yang sedari tadi berputar di kepalanya.
__ADS_1
Robin menghentikan langkahnya,dan berbalik memandang Akira dengan tatapan mata yang sulit diartikan.
"Apa kau menyukaiku? Kau jatuh cinta padaku?" tanya Robin tiba-tiba.
Akira tertunduk malu karena perasaannya ketahuan oleh Robin.
" Aku tahu Kau tidak menyukai diriku, Aku ingin mengatakan kalau aku bisa menjadi seperti yang kau inginkan ,tapi menurutku itu tidak ada gunanya ,jadi aku akan mengatakannya seperti ini. Kau tidak perlu khawatir, aku adalah tipe orang yang mudah jatuh cinta,tapi aku juga mudah untuk melupakan perasaanku ,mulai sekarang aku akan berhenti menyukaimu." Akira mengucapkannya dengan senyuman , meskipun hatinya terasa perih ,tapi ini adalah yang terbaik untuk mereka berdua.
"Kau tahu apa yang kuinginkan?" jawaban Robin ini membuat Akira menaikkan sebelah alisnya bingung.
"Teruslah menyukaiku, Aku belum bisa menjanjikan apapun padamu ,tapi aku akan berusaha. Jadi ,jangan berhenti untuk menyukaiku,kau bisa melakukan itu untukku? " Robin bersungguh-sungguh dengan ucapannya.
Akira hanya tersenyum dan mengangguk.
Genggaman tangan keduanya terlepas saat tiba-tiba terdengar suara petir yang menggelegar di langit begitu memekakkan telinga, langit yang semula cerah ,kini menjadi diselimuti awan hitam pekat, dedaunan mulai diterpa angin yang bertiup begitu kencang,membuat Akira menutupi pandangannya menggunakan tangan. Bayangan Robin dihadapannya juga mulai kabur ,semua ingatan mereka satu sama lain mulai terhapuskan.
Kutukan Vella benar-benar menghapus seluruh ingatan semua orang yang pernah berhubungan dengan Sammy juga Kayla.
Perlahan suasana kembali normal dan langit juga berangsur-angsur kembali berwarna biru terang.Akira mengerjapkan matanya dengan bingung.
"astaga ,apa yang sedang kulakukan disini? ini dimana?" Akira bergumam lirih.
Hari menjelang sore saat Alex menghampirinya,yang sedang duduk dibawah naungan sebuah pohon rindang disana.
" Akira." sapa Alex yang berlari kearahnya. "Akhirnya aku menemukanmu." Alex mencoba mengatur nafasnya yang terlihat ngos-ngosan."
"Tuan Alex? sedang apa anda disini? "Akira langsung bangkit dari tempat duduknya.
" Kayla sudah ditemukan,sekarang ikutlah pulang bersamaku."
"Baik." jawab Akira mengekor dibelakang tubuh kekar sang raja werewolf.
>>>>>>>>>
Sementara,Robin berjalan dengan gontai menuju mansion Sammy.Dia baru saja mengunjungi salah satu wanitanya disana,dan baru kembali saat malam tiba, benar-benar seorang Casanova sejati kekasihnya ada dimana-mana.
Robin merasa ada yang salah ,sepertinya dia kehilangan sesuatu ,tapi dia tidak bisa mengingat apa itu.
"Selamat malam tuan Robin?" sapa kepala pelayan disana.
__ADS_1
." Hmmm" jawab Robin,berlalu begitu saja, membawa langkahnya menuju kamar nya di lantai atas.
Prankk....prank...prank...
terdengar suara gaduh, dari lantai atas , suara itu berasal dari kamar Sammy,membuat langkah kaki Robin berhenti di anak tangga paling bawah, dia membalikkan pandangannya bertemu dengan wajah khawatir dari kepala pelayan yang sebelumnya tidak disadari oleh Robin.
"Apa yang terjadi?"Robin berucap dengan serius.
"Saya tidak tahu tuan, semenjak datang tuan Sammy sudah mengamuk dan memecahkan barang-barang,saya tidak berani untuk bertanya lebih jauh." jelas kepala pelayan dengan gugup.
Robin mengangkat sebelah alisnya heran,tidak biasanya sahabatnya itu mengamuk seperti ini bahkan saat harus menjalankan tugas terberat sebagai seorang Hunter ,dia selalu tenang dan terkendali.
Pada akhirnya Robin memutuskan untuk menanyakan permasalahan yang dihadapi oleh sahabat karibnya itu, siapa tahu jika dirinya bisa membantunya.
Begitu tiba didepan pintu kamar Sammy ,Robin langsung saja membuka pintu kayu dengan ukiran di seluruh permukaannya.Namun baru saja dia hendak membuka mulutnya untuk bertanya, dirinya dikejutkan oleh vas bunga yang melayang kearahnya ,untung saja dirinya sigap ,kalau tidak mungkin kepalanya sekarang pasti sudah berdarah oleh hantaman vas kaca yang kini sudah hancur berserak tersebut.
fiuuhhh..... untung saja . batin Robin.
Sammy yang menyadari kehadiran Robin ,menghampiri sahabatnya dan langsung memeluk tubuh Robin yang menjadi kaku karena terkejut.
" Aku kehilangan dia..Aku kehilangan dia... Apa yang harus kulakukan sekarang... Bagaimana aku bisa hidup tanpa dia... bagaimana ini" Sammy terus menangis di pundak Robin.
Robin sungguh kebingungan dibuatnya, dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang,ini pertama kalinya dirinya melihat Sammy sang Hunter terhebat ,momok bagi para pemberontak dan pembelot , sosok yang selalu ditakuti oleh semua vampir saat ini terlihat begitu menyedihkan. Dia hanya bisa menepuk punggung sahabatnya itu,tanpa tahu apa masalahnya.
"Hei,apa yang sebenarnya terjadi? Siapa yang hilang?Katakan yang jelas" tanya Robin dengan suara yang tenang terkendali,dia harus bisa menjadi orang yang lebih waras untuk menghadapi kegilaan ini.
"Hatiku,Cintaku,Nafasku,Kekasihku,aku kehilangan semuanya" Jawab Sammy sambil berbalik menjauh dari tubuh Robin,dia tidak bisa mengungkapkan identitas Kayla sebelum masa hukumannya berakhir.
Oracle sudah mengancam akan menghancurkan tubuh juga jiwa Kayla apabila dia melanggar peraturan yang telah para Oracle tetapkan,jika sampai tubuh dan jiwa seseorang dihancurkan, maka bukan hanya dia akan kehilangan nyawanya ,tapi dia tidak akan mungkin bisa bereinkarnasi kembali setelahnya.Sammy harus lebih hati-hati mulai saat ini,dia tidak ingin jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya, dia harus memikirkan bahwa setiap tindakan yang diambilnya mulai saat ini akan mempengaruhi kehidupan Kayla.
"Apa? kekasih apa?cinta apa? kau menemukan seorang gadis ternyata? " Robin dengan bodohnya bertanya.
" Sudahlah lupakan saja."Sammy menjauh dari pandangan Robin yang menelisik
"Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku!" Sammy berujar serius.
Flashback off.....
bersambung...🙏
__ADS_1