Papa Vampirku Kekasihku

Papa Vampirku Kekasihku
CINTA YANG TERBALAS


__ADS_3

Udara di dalam ruangan kerja Papa terasa semakin dingin, terlihat lampu -lampu yang ada di ruangan ini mulai berkedip-kedip, aura yang begitu mencekam memenuhi seluruh ruangan ,bahkan ada beberapa vas kaca yang pecah disana akibat emosi Papa yang tak kunjung reda, aku tidak pernah tahu kekuatan Vampir bisa begitu menakutkan,mata Papa bersinar merah bagaikan batu Rubi menatap tajam kearah ku, sementara taringnya mulai keluar .


Astaga ini pertama kalinya aku melihat papa marah *sampai seperti i*ni.


Sepulang dari restoran Papa langsung menuntut ku untuk menceritakan setiap detail hal yang aku bicarakan dengan Alex, semakin aku bercerita ,wajah papa semakin terlihat marah, setelah menceritakan panjang lebar semua nya ,aku bisa merasakan kemarahan Papa melalui tekanan udara dalam ruangan ini, bahkan paman Robin beberapa kali menepuk bahu Papa untuk menenangkannya, tubuh Papa terlihat bergetar oleh amarah.


" Aku akan mencincang Anjing kampung itu" geram Papa


" Semua itu tidak benarkan Pa ? Papa marah kepada Alex karena yang dikatakan nya adalah kebohongan kan? "


Aku masih berpegang pada seutas benang yang rapuh , aku tidak peduli dengan apa yang dikatakan orang lain jika Papa mengatakan bahwa itu semua bohong maka aku akan menganggap semua itu hanyalah kebohongan, sekalipun Papa mengatakan air laut itu manis aku akan tetap percaya padanya , aku akan mempercayai apapun yang dikatakan oleh nya .


"Apa itu penting bagimu? Apakah kau merindukan keluarga yang sudah membuang mu "


Ah .... Dengan kata lain secara tidak langsung Papa menegaskan bahwa itu semua memang kebenaran dan Papa sudah mengetahui nya.


" Apa Papa sudah tahu semuanya ? Sejak kapan pa? "


" Jangan membalas pertanyaan ku dengan pertanyaan Mikayla Angeline! " perintah Papa jelas.


" Huh ternyata benar , kau memang sudah mengetahui nya ,tapi tidak berniat memberi tahuku , kenapa? Apa benar kata Alex , bahwa kau menahan ku hanya untuk membuat Alex kesal? " aku mulai terbawa emosi.


"Lihatlah dirimu sekarang ! Kau lebih percaya pada orang asing yang baru kau temui beberapa jam saja, dari pada aku yang sudah bersamamu seumur hidupmu." ucap Papa memalingkan wajahnya ,nampak kekecewaan disana.


" Ya... Benar , orang asing itu mengatakan kebenaran saat dia mengetahuinya, sementara orang yang paling dekat denganku justru berusaha menyembunyikannya dariku. Mungkin menurutmu aku tidak tahu berterima kasih tapi bagiku tindakan Papa ini merupakan sebuah pengkhianatan." Aku sudah semakin meledak-ledak.


" Dan itu membuatmu menjadi wanita yang berpikiran sempit "

__ADS_1


"Dan kau sendiri , orang paling egois . Papa marah karna aku tidak mengatakan tentang pesan itu, tapi kau sendiri menyembunyikan jati diriku selama ini, apa kau tidak merasa itu semua bisa menyakiti perasaan ku"


Robin yang menyadari kondisi diantara kami mulai sudah tak terkontrol menengahi.


" Hentikan omong kosong kalian berdua! Jangan ada yang berbicara lagi ! Lebih baik kalian menenangkan diri untuk saat ini, mari kita membahas nya setelah emosi kalian mereda" untuk pertama kalinya pamanku ini berkata dengan sangat tegas meninggalkan sifatnya yang jenaka.


"Ya kau benar Robin aku harus menata hatiku, orang yang mengatakan bahwa ia terkhianati justru melakukan pengkhianatan paling besar." sindir Papa padaku


"Hah ... k Katakan pada Tuan besar itu Paman , untuk apa menata hatinya, sementara dia sendiri tidak memilikinya" balasku tak kalah sengit.


"Cukup!!! Kayla ,kembalilah ke kamarmu!"perintah paman Robin tegas , tatapan tajamnya menandakan dia tidak ingin di debat lagi.


Aku pun pergi meninggalkan mereka dengan emosi yang masih membara , aku sungguh marah pada Papa karena menyembunyikan tentang jati diriku.


>>>>>>>>>


Baiklah kita mulai perlahan, pertama aku masih memiliki ibu ,saudari kembar,dan juga sekawanan Werewolf yang mengaku sebagai keluargaku. Kedua ayahku seorang manusia ,dan aku adalah setengah Were, meskipun tidak bisa berubah wujud tapi aku memiliki sebagian kemampuan dan kekuatan seperti para Werewolf.


Werewolf ini dibagi menjadi dua jenis pertama ada Were pure blood , yaitu were yang terlahir dari sepasang Werewolf murni,mereka lebih kuat dan cepat juga abadi sama seperti Vampir . Kemudian yang kedua disebut dengan istilah Cur , Cur merupakan manusia yang berubah menjadi were setelah terkena racun dari gigitan seorang pureblood,para Cur ini lebih lemah jika dibandingkan dengan para Pureblood, dan mungkin mereka memiliki usia yang lebih panjang jika dibandingkan dengan manusia biasa ,namun mereka bukanlah mahkluk abadi seperti Were Pureblood ataupun Vampir, kedudukan para Cur berada dibawah para Pureblood.


Dan dalam kasus ku, aku tidak berubah menjadi Cur seperti manusia pada umumnya,tapi aku juga tidak bisa dikatakan sebagai Pureblood, aku terlahir sebagai manusia setengah Were. itu membuat kondisiku menjadi rumit.


*Huu*h ini membuatku semakin pusing saja.


Setelah kurasa semua nya bisa ku terima dalam otak kecilku , aku mulai teringat pada Sammy ,Papa Vampirku itu .


Mungkin papa hanya berniat untuk melindungi ku, mungkin dia masih menunggu waktu yang tepat untuk memberi tahukan nya kepada ku, seperti nya aku memang sudah keterlaluan ,sebaiknya aku minta maaf kepada nya sekarang.

__ADS_1


Kali ini emosiku sudah stabil, amarahku juga sudah reda , jadi aku memutuskan untuk kembali menemui Papa, seperti biasanya , aku hanya mengenakan dress sebatas lutut , dengan warna kuning yang terlihat manis dengan renda di sekeliling nya.


Ternyata Papa masih berada di ruang kerjanya aku masih bisa mendengar gumaman dari sana karena pintu ruangan itu tidak tertutup sempurna, kurasa Paman masih berada disana untuk menenangkan Papa , dan kuharap kali ini Paman berhasil, saat mendengar namaku disebut aku berhenti di depan pintu ,dan mulai menguping pembicaraan mereka.


"Kayla sudah besar, dia pasti akan mengerti , jelaskan padanya perlahan,ini semua bukan kesalahan kalian berdua, jangan terlalu keras pada dirimu sendiri Sam,aku tahu kau melakukan semua ini demi kebaikan semua orang." itu suara Paman Robin.


" Aku tidak bisa kehilangan nya ,kau tahu itu, bagaimana jika sekarang ini dia akan lebih memilih untuk bersama kawanannya dari pada bersama kita, aku tidak bisa memberikan apapun untuknya" mendengar perkataan Papa membuat hatiku luluh .


"Akuilah semuanya padanya sebelum terlambat,kau sudah tahu bagaimana perasaan nya terhadapmu ,kau tak harus menahan diri , berusaha lah agar dia tidak berpaling dari mu, buatlah dia agar tidak lagi membutuhkan kawanannya, yakinkan dia kalau disini lah rumahnya." ucapan Paman ini membuat air mataku mengalir deras.


Paman benar ,disinilah rumahku ,tidak seharusnya aku berfikir untuk pergi ,meskipun para Were memiliki hubungan darah dengan ku ,tapi kedua Vampir inilah yang memberiku kasih sayang lebih dari yang mampu ku minta.


"Apa kau yakin setelah kejadian ini perasaannya padaku masih tetap sama ? Aku tidak sanggup bila harus kehilangan dia , dia sudah jauh tertanam di setiap aliran darahku ini" suara Papa lirih seperti bisikan ,terdapat kesedihan dan keputusasaan disana.


"Papa tidak akan kehilangan ku, tidak akan pernah" kataku langsung menghambur ke pelukan hangat Papa, Papa membalas pelukan ku dengan sama kuatnya , sejenak perasaan kami menyatu.


"Aku mencintaimu Pa, sangat ,sampai terasa sakit hati ini karena terlalu banyak mencintaimu" ucapku terisak.


" Aku juga , mencintaimu baby" Papa menciumi pucuk kepalaku.


Akhirnya perasaan ku terbalas , perjuangan ku selama ini tidak sia-sia.


Meskipun jalan dihadapan kami masih sangat panjang dan terjal ,selama kami melaluinya bersama-sama aku akan berjalan dengan senyuman ,sekalipun harus berjalan diatas duri asalkan tangan ini tidak pernah kau lepaskan, aku bersedia melalui nya.


Dan jalan cinta itu memang sangat terjal.


bersambung🙏❤️.

__ADS_1


__ADS_2