
Aku merasakan pelukan hangat dari seseorang yang sangat kurindukan , dekapan pria ini begitu nyaman,suaranya yang berat dan dalam menenangkan diriku dari segala rasa takut dan kesedihanku,aroma Cendana dari tubuhnya yang selalu terpatri dalam Indra penciumanku, iya...benar, pria ini yang aku butuhkan.ciuman hangat dari bibirnya di bibirku begitu manis membuat hatiku bergetar, sentuhan tangannya dikulitku terasa begitu familiar, benar,dia adalah milikku. Aku menjerit meronta saat tiba-tiba bayangan tangan-tangan hitam itu menarik tubuhku menjauh darinya, mahkluk itu tanpa belas kasihan terus saja menyeret tubuhku , bayangan pria dihadapanku mulai menghilang tertutup oleh kabut dengan putus asa aku terus meneriakkan namanya
" Aku akan pulang padamu kumohon tunggulah diriku."
Aku bisa mendengar diriku mengatakan semua itu pada sosok pria yang kini hanya berupa bayangan tertutup kabut tebal.
" Tidaaakkkk......" aku meneriakkannya berkali-kali,tapi lambat laun mahkluk yang menarikku itu mengguncang tubuhku dengan suara yang terdengar sangat familiar di telinga ku.
" Kay,bangun Kay, sadarlah ini aku Alex,Kayla ? kau bisa mendengar ku" Alex terus saja menepuk-nepuk pipi Kayla,berusaha membangunkan gadis itu dari mimpi buruknya.
Kayla terbangun dengan nafas yang memburu , wajah ayunya dipenuhi dengan penderitaan, buliran bening airmata terus menuruni pipinya,ingatan akan mimpi buruknya barusan membuat tubuh mungilnya gemetar.
Alex memeluk tubuh Kayla dengan lembut berusaha menenangkan gadis yang masih terisak didalam pelukannya.
" Sttt... tenanglah ,semua baik-baik saja,aku ada disini, jangan menangis lagi" bisik Alex seraya terus menepuk lembut punggung Kayla.
" Rasanya begitu sesak, sakit sekali , siapa sebenarnya pria dalam mimpiku itu ,kenapa aku selalu memimpikannya? perasaan ini menyakitiku Lex,rasanya seperti tercekik" Kayla meluapkan emosinya.
"Tenanglah,itu hanyalah sebuah mimpi,kau lihat semuanya akan kembali normal saat kau membuka mata,okey?" Alex memegang lembut kedua pipi Kayla, membelai wajah gadis yang membuatnya tergila-gila.
"Kembalilah tidur,aku akan menjagamu disini" Alex mendorong lembut bahu Kayla agar gadis itu kembali berbaring,dengan sabar Alex menyelimuti Kayla.
"Tidurlah!Besok akan ku perintahkan dokter Mia untuk kemari." perintah Alex dengan senyuman,tangan nya dengan lembut mengusap rambut hitam Kayla.
Terdengar deru nafas Kayla perlahan mulai teratur,wajah ayunya juga perlahan terlihat lebih tenang.Setelah Alex yakin bahwa Kayla sudah tertidur dengan pelan, Alex melepaskan genggaman tangannya dan mengecup lembut kening sang putri tidur itu.
"Mimpi indah cintaku" ucap Alex lirih sebelum dirinya berlalu pergi meninggalkan kamar Kayla.
Sesampainya di luar kamar Kayla Alex mengusap kasar wajahnya,dirinya merasa frustasi dengan keadaan yang dialami Kayla.Sudah lebih dari tiga tahun Kayla mengalami gangguan kejiwaan seperti ini,Kayla hidup seperti zombie,jarang sekali tersenyum,dan sangat sulit untuk didekati,Kayla sering sekali bermimpi buruk hingga membuatnya berteriak dan menangis dalam tidurnya.
Meskipun Alex sudah mencarikan berbagai macam pengobatan. Mulai dari dokter, psikolog, hipnoterapis , sampai ahli sihir sekalipun sudah Alex perbuat,namun tetap saja gangguan mental yang dialami pujaan hatinya tidak menampakkan tanda-tanda yang lebih baik, ini pertama kali dalam hidupnya, seorang Alex harus dibuat pusing oleh wanita,biasanya semua wanitanya akan bertekuk lutut di bawah kakinya untuk sekedar menyenangkan hatinya,iya, Alex adalah seorang raja,memang seharusnya semua orang berotasi untuk kebahagiaannya, hanya Kayla yang sangat sulit untuk dia taklukkan,Kayla ini sudah seperti tembok raksasa yang sulit untuk dirobohkan.
__ADS_1
Meskipun semakin lama Kayla mulai terbiasa dengan kehadiran Alex,tapi hatinya tidak pernah sedikitpun menerima alex. Seolah hati Kayla sudah terisi penuh oleh hal lain .
>>>>>>>>>
Kayla tengah duduk dihadapan wanita cantik yang saat ini sedang memeriksa dirinya, lagi...Depresi yang dideritanya semakin buruk akhir-akhir ini membuat Dokter Mia ini harus bolak-balik untuk mengecek keadaannya,namun Kayla tidak yakin ada obat untuk menyembuhkan rasa sakit dihatinya yang semakin lama semakin membuatnya menderita.
"Bagaimana perasaanmu sekarang Kay?" ucap Dokter Mia lembut, dirinya adalah satu-satunya dokter yang belum menyerah menghadapi penyakit Kayla,selama ini sudah banyak dokter yang menyerah ,bukan karena apa-apa,hanya saja terkadang Alex tidak sabar dengan perkembangan dari psikis Kayla yang sama sekali tidak menunjukkan hasil yang positif,tapi dokter Mia seperti nya lebih baik daripada yang lain karena Kayla mau berbicara dengannya ,sementara dengan dokter yang lain, Kayla bahkan jarang sekali mau menemui para dokter itu,yah...bisa dibilang dokter Mia adalah yang paling sabar untuk bertahan.
"Apa kau buta ,lihatlah dia sama sekali tidak baik-baik saja,kau masih bertanya ? " Alex membentak dokter Mia,sementara sang dokter hanya tersenyum menampakkan lesung pipi,dokter Mia sudah biasa menghadapi amukan Alex.
" Tuan Alex,sebaiknya anda menunggu diluar saja,anda mengganggu pekerjaan saya." ucap Mia santai, oho, dokter ini berani memerintah sang raja werewolf.
Alex tidak mau keluar tetap berada disamping Kayla yang duduk dengan pandangan kosong. depresinya benar-benar memburuk.
" Kay ? jangan takut kau bisa mengatakan semua yang sekarang kau rasakan kepadaku, kita berteman bukan?" Mia memegang tangan Kayla yang diikuti pelototan mata Alex,tapi dokter Mia mengabaikannya.
" Kita teman." jawab Kayla lirih
" Aku merindukannya" lirih Kayla
"Siapa?" pancing Mia lagi, pertanyaan ini selalu dia tanyakan dan mereka semua juga tahu jawaban apa yang selalu mereka dapatkan.
" Aku tidak tahu,aku hanya merindukannya" lagi-lagi jawaban yang sama.
Terlihat Mia menarik nafas panjang,masih dalam keadaan yang sama,Kayla masih terjerat didalam mimpi buruknya. Mia merasa kasihan pada gadis dihadapannya,tiga tahun bukan waktu yang singkat untuk menahan penderitaan ini,Mia selalu berusaha mencarikan solusi untuk depresi yang dialami pasiennya yang satu ini.
"Tuan Alex,Apa benar Kayla tidak pernah mengalami amnesia atau kejadian yang membuat mentalnya trauma sebelumnya? " tanya Mia pada Alex.
"Harus berapa kali kukatakan padamu,dia tidak pernah mengalami hal-hal semacam itu." jawab Alex kesal.
"Tapi ini tidak masuk akal bagaimana seseorang bisa mengalami trauma tanpa alasan"Mia tampak berpikir.
__ADS_1
"Siapa dia? Kenapa aku merindukannya? Bagaimana bisa terasa begitu menyakitkan ? Apa aku benar-benar sudah kehilangan kewarasanku? Mia katakan padaku ,apakah aku masih waras?" Kayla bertanya pada Mia,dia merasa sudah tidak bisa membedakan mana kenyataan dan mana yang hanya mimpi.
" Tenanglah Kay,kau tidak gila,mentalmu hanya sedang dalam kondisi yang tidak baik .Jika kau gila kau tidak akan bisa lulus dari universitas dengan nilai yang begitu baik, kau juga tidak mungkin masih secantik ini jika kau gila" jawab Mia berusaha meyakinkan Kayla,agar mentalnya tidak lebih down .
"Kau benar,aku lulus dengan usahaku sendiri,nilaiku sangat bagus,aku juga cantik ,aku pasti tidak gila.Aku sekarang sudah baik-baik saja,kau benar-benar seorang dokter yang baik Mia" Kayla menghembuskan nafasnya .
Mia dan Alex hanya bisa menatap wajah ayu Kayla dengan tatapan sendu,merasa kasihan dengan gadis ini, suasana hati Kayla memang terkadang seperti rollercoaster ,cepat sekali berubah.
"Kay,dengarkan aku" Mia menahan tangan Kayla yang sudah hampir beranjak dari tempat duduknya.
"Aku bilang, sekarang aku baik-baik saja,kau boleh pergi Mia" kesal Kayla,suasana hatinya sudah berubah lagi.
"Duduklah! dengarkan aku sebentar saja,oke? " pinta Mia.
" Apa?cepatlah aku sedang sibuk." jawab Kayla ketus
Pada kenyataannya,Kayla tidak pernah melakukan apapun setelah kuliahnya usai,sementara Akira mulai membantu pekerjaan Alex di perusahaan ,Kayla hanya berdiam diri dirumah .Dia tidak tertarik dengan pekerjaan,dan itu semua memperburuk depresinya,karena semakin tidak ada yang dia kerjakan maka dia semakin jauh dari dunia nyata,membuat Kayla terpuruk dalam dunia mimpi yang membuatnya semakin menderita.
"Kay,cobalah melakukan sesuatu yang membuatmu bahagia,lakukan sesuatu yang kau sukai,kau bisa shopping, traveling,atau apapun yang bisa mengalihkan pikiran mu dari mimpi buruk mu,jangan hanya mengurung diri di kamar,itu akan memperburuk kondisi mentalmu.Coba raih uluran tangan orang-orang yang ada disekitar mu ,lihatlah sekelilingmu dengan hati ,maka kau akan menemukan banyak sekali orang yang peduli padamu,jadi cobalah untuk bahagia. Aku yakin ,siapapun orang di dalam mimpimu itu pasti juga akan senang jika kau menjalani hidupmu dengan baik dan bahagia,jadi cobalah berdamai dengan dirimu sendiri, berjanjilah untuk membuat hidup mu lebih bahagia itu demi dirimu sendiri ,Kuyakin dia juga menginginkannya." Mia menunjuk dada Kayla tepat dimana jantungnya berdetak.
Kayla memegang dadanya dan memejamkan mata .
(iya aku janji, apapun yang terjadi nantinya aku akan selalu hidup dengan baik dan bahagia,dan tidak akan melakukan hal-hal bodoh yang bisa melukai diriku sendiri,ni sumpah Pramuka.)
Kayla mengerjapkan matanya,tangannya secara refleks memegang kepalanya, saat tiba-tiba saja sebuah potongan bayangan dirinya mengucapkan janji kepada seseorang melintas dipikirannya ,telinganya mulai berdengung.
"Kay,kau baik-baik saja"Alex begitu khawatir melihat kondisi Kayla yang memegang kepalanya dengan raut wajah kesakitan.
"Kay kau baik-baik saja?"Mia ikut panik.
" Diamlah ,ini semua karena dirimu,bodoh kau tidak berguna ,jika sesuatu terjadi padanya,maka bersiaplah untuk bertemu dengan malaikat maut." ancam Alex mendorong tubuh Mia ,dan dengan satu gerakan,mengangkat tubuh Kayla ,membawanya ke kamar.
__ADS_1
Bersambung...🙏