
Mereka berkata jika aku menjadi orang yang baik maka Tuhan tidak akan menghukum ku
Mereka juga berkata dalam hidup ini selalu ada karma.
Baik dan buruk, memberi dan menerima, menanam dan menuai .
Jika kita baik maka takdir akan memberikan kebaikan kepada kita, dan begitu pula sebaliknya. Hari ini kita memberi, maka dikemudian hari kita akan menerima, Putaran hidup hari ini kita menanam, dan Tuhan akan membiarkan kita menuai hasilnya esok hari. Oleh karena itu aku berjuang untuk menjalani semua ini, bertahan dengan kesepian ini dengan harapan Tuhan akan membawa takdir ini untuk kembali bertemu denganmu di kemudian hari.
Jangan takut, setiap langkah yang kuambil, hanya dirimu satu-satunya tujuan terakhirku, tidak peduli seberapa jauh harus ku langkahkan kakiku, tidak masalah sesulit apapun jalan untuk bersama denganmu, tidak masalah jika saat ini aku belum bisa melihatmu dan mendengar suara tawamu, asalkan, di manapun kau berada, kau selalu bahagia dan baik-baik saja, aku juga akan baik-baik saja.
Aku memiliki waktu disepanjang keabadian ku untuk mencintaimu. Aku pasti datang.
>>>>>>>>
Suara musik yang memekakkan telinga beriringan dengan sorak sorai teriakan pengunjung yang bergemuruh, tubuh para lelaki dan wanita dari segala jenis mahkluk bergesekan dilantai dansa yang penuh sesak, padahal hari sudah menjelang fajar tetapi tempat ini masih dipenuhi dengan segala kesenangan duniawi.
Kayla duduk di depan meja bartender, menatap tajam laki-laki tampan yang baru saja menyapanya, laki-laki itu tersenyum ramah dengan tipikal pria playboy.
"Oh...Kau rupanya juga berada disini Paman," jawab Kayla ketus
"Aku menyebutnya sebagai takdir, mungkin kita berjodoh" jawab Robin dengan senyuman.
"Aku tidak percaya dengan takdir"acuh Kayla ,kembali menatap gelas minuman miliknya.
"Benarkah? Namaku Robin, dan kau? " Robin mengulurkan tangannya
Belum sempat Kayla menjabat tangan Robin yang terulur, terdengar suara tepuk tangan diiringi segerombolan pria bertubuh besar menghampiri mereka, wajah mereka tampak begitu garang,dan dari auranya, mereka adalah Vampir.
"Wah...Wah..Wah... Bukankah ini Robin, Casanova paling terkenal di dunia Vampir?" pria yang berdiri paling depan berkata penuh dengan ejekan.
__ADS_1
Robin dan Kayla menoleh bersamaan, mengamati para pengganggu itu, Kayla sama sekali tidak tertarik dengan pertunjukkan adu otot yang mungkin sebentar lagi akan terjadi.
"Maaf kawan tapi aku tidak mengenalmu, terimakasih sudah menyapa, tapi saat ini aku sedang sangat sibuk, jadi jika kau tidak keberatan, sapa aku lagi lain kali" Robin berkata dengan santai, sambil mengedipkan mata kearah Kayla.
"Dasar bocah si*lan, baru Minggu lalu kau membawa kekasihku pergi dari hadapanku,sekarang kau bilang tidak mengenalku? Akan ku buat kau membayar semuanya hari ini" pria berbadan besar itu menarik kerah Robin, membuat Robin mau tidak mau harus berdiri dari kursinya.
"Woooo... tenang kawan! Apakah kekasihmu mencampakanmu untuk bersamaku? Aku bahkan tidak ingat siapa kekasihmu" jawab Robin santai.
Kayla yang masih duduk di bangkunya mengamati segerombolan pria itu,setidaknya ada sepuluh orang, Kayla hanya tersenyum menyeringai,membayangkan pria tampan yang bernama Robin itu pasti akan babak belur,Kayla memilih memutar kursinya memunggungi mereka, memilih untuk tidak terlibat.
"Benar-benar brandal kecil tidak berguna" pria itu menatap Kayla yang duduk membelakangi mereka.
"Apa dia kekasih barumu?"pria itu bertanya lagi ,yang hanya ditanggapi dengan seringaian Robin yang semakin lebar.
"Sepertinya begitu " Robin melepaskan cengkraman lelaki itu di kerahnya,kemudian dengan kekuatannya mendorong pria berbadan besar itu hingga tersungkur menimpa rekan-rekannya yang berdiri dibelakangnya.
"Ayo,kita kabur" Robin meraih lengan Kayla, mengabaikan mata Kayla yang membulat karena terkejut, dan menyeretnya berlari menerobos para pengunjung dilantai dansa,membawa mereka keluar dari tempat menyenangkan tersebut.
Tampak di ufuk timur cahaya kemerahan menyilaukan pandangan, derap langkah kaki mereka menghentak batu bata yang tersusun rapi disepanjang jalan tersebut. Robin menggandeng tangan Kayla dengan kuat,memaksa gadis itu untuk terus mengikuti dirinya, mengabaikan protes dari mulut Kayla yang terus mengumpatnya, sementara dibelakang mereka para vampir itu terus mengejar keduanya.
Robin berencana untuk kembali ke rumah Sammy dan meminta bantuan , karena jumlah mereka terlalu banyak, tinggal beberapa gang lagi dan mereka akan sampai. Namun sialnya bagi Robin dan Kayla , ternyata para pengejarnya sudah berpencar, dan diantaranya kini tengah memblokir jalan yang berada didepan mereka Robin berusaha mencari jalan lain ,tapi sayang, para vampir itu sudah menghadang semua jalur , merekapun terkepung.
"Apa sudah cukup ,bermainnya ?" Pria yang merupakan ketua geng kecil itu bicara dengan senyum kemenangan.
" Belum, seharusnya kau biarkan aku berlari sebentar lagi, itu akan lebih menyenangkan" jawab Robin
" Mulai hari ini kau tidak akan bisa berkeliaran seenak jidat mu sendiri. Tangkap mereka! " Si ketua memberi perintah , sontak semua Vampir itu mulai mendekat mempersempit jarak diantara mereka.
Sesaat sebelum pertempuran terjadi, mereka semua dikejutkan saat Kayla memukul Robin dengan keras membuat pria tampan itu tersungkur, kemudian Kayla memelintir lengan Robin ke belakang punggung, menahan pria itu untuk tetap berbaring tengkurap di atas jalanan berbatu bata merah itu.
__ADS_1
"Aku tidak mengenalnya, jadi silahkan kalian bawa dia, aku sama sekali tidak ingin terlibat" Kayla berucap datar tanpa ekspresi
"Astaga , kau curang sekali menyerang ku saat aku lengah, ternyata kau suka permainan kasar ya, aku akan sangat senang menghabiskan satu atau dua malam bersama mu" cerocos Robin , pria gila itu apa tidak bisa menyadari keadaan bahaya disekelilingnya.
"Diam!" Kayla menghantamkan kepala Robin dengan cukup keras.
" Hahaha .... Ini yang ku sebut sebagai karma , kau lihat ? Kau membuat para wanita mengkhianati kekasihnya untuk bersamamu, sekarang kau dikhianati oleh salah satu dari mereka,hahaha... Bagaimana rasanya dikhianati Robin?" ejek si ketua.
"Yah, aku suka berada di posisi ini sebenarnya, gadis ini se*i sekali membuatku sungguh ingin memilikinya," jawab Robin yang diikuti oleh satu hantaman keras lagi dari Kayla.
Sebenarnya Robin hanya mengulur waktu, dia sudah menggunakan telepati untuk meminta bantuan dari Sammy, sebentar lagi sahabatnya itu pasti akan datang, dan Sammy saja sudah cukup untuk menyingkirkan hama seperti mereka .
"Bawa dia ! Dan biarkan aku pergi" ucap Kayla menyerahkan Robin kepada salah satu anggota gerombolan itu.
"Baiklah ,aku akan membebaskan mu sebagai ucapan terimakasih, dan jika kau butuh teman kencan kau boleh menghubungiku" si Ketua mulai membeo.
Kayla mulai beranjak meninggalkan mereka, dari sudut matanya ia bisa melihat Robin yang mulai didorong kesana dan kemari oleh para pria berbadan besar itu.
Ada rasa yang mengganjal dihatinya, perasaan bersalah karena meninggalkan pria itu. Ini tidak benar dirinya sama sekali tidak mengenal pria bernama Robin itu, ia tidak bisa mengambil resiko terlibat masalah apalagi misinya belum selesai .
"Abaikan Kayla! Jangan terlibat ! Abaikan! Abaikan! Pasti ada orang lain yang akan menolongnya. Ya, dia hanya orang asing" Kayla bergumam dan berjalan menjauh dari mereka, meskipun demikian hatinya tetap dipenuhi rasa bersalah, ini terasa seperti meninggalkan Juan atau Sarah. Tidak,bahkan rasanya lebih buruk.
Kayla sudah berjalan cukup jauh dengan terus bergumam, meyakinkan dirinya sendiri bahwa tindakannya sudah benar.
"****.... Kenapa harus aku yang mengalami hal ini" Dengan cepat Kayla berbalik dan berlari kembali menghampiri tempat dimana ia telah meninggalkan Robin.
Langkah kaki Kayla terhenti saat dirinya melihat para pria berbadan besar itu dirobohkan oleh seseorang pria yang berdiri membelakanginya, sosok itu terlihat sangat familiar, meskipun Kayla tidak bisa dengan jelas melihatnya.
Sedetik kemudian pria itu berbalik, Kayla merasakan detak jantungnya berdegup kencang, nafasnya tercekat,seperti ada sesuatu yang menyumpal dadanya, hingga terasa begitu sesak, seketika itu juga air matanya mulai turun membasahi pipinya.
__ADS_1
siapa...??
Bersambung 🙏❤️