Papa Vampirku Kekasihku

Papa Vampirku Kekasihku
Puing kenangan


__ADS_3

Kayla masih asik menikmati jalanan di Kota besar yang penuh dengan segala macam aktivitas manusia fana, mengejar sesuap nasi.


Dirinya dengan nyaman duduk di kursi belakang mobil milik Alex, dengan Hendri sebagai supirnya. Pagi-pagi buta Alex sudah berpamitan dengan penuh drama khas pasangan baru yang masih hangat-hangatnya.


Meninggalkan Hendri untuk menjadi bayangan Kayla selama Alex tidak ada disisi Kayla.


Alex mengatakan pada Kayla bahwa dirinya harus pergi untuk menyelesaikan sengketa yang semakin meluas di Roma, kerajaan terbesar bangsa Werewolf memang berada di sana. Ada beberapa orang yang mulai mempertanyakan kinerja dan kelayakan Alex sebagai seorang raja, dikarenakan Alex terlalu sibuk dengan urusan perusahaan dan juga urusan pribadinya,sehingga ada kelompok yang menyebarkan rumor bahwa Alex sudah mengabaikan kawanannya.


Padahal Alex selalu menempatkan kepentingan kawanan diatas segalanya, mari kita lihat saja apa yang akan dilakukan Alex kepada para Were tidak tahu diri ini, karena sudah membuat masalah dengannya, apalagi saat ini Alex adalah seorang pria yang sedang menikmati waktu berharga bersama dengan kekasihnya. Semoga Tuhan menyelamatkan siapapun orang yang memprovokasi Raja Were.


Kayla menurunkan kaca samping mobilnya, menghiraukan udara panas khas kota besar, dengan santai ia menikmati setiap sudut kota itu.


Mobil tengah berhenti di sebuah lampu merah ,tatkala netra Kayla tanpa sengaja melihat bangunan sekolah yang dulunya merupakan tempatnya menimba ilmu selama tiga tahun di bangku SMA. Membuat perasaannya terasa aneh.


"Pak Hendri? Apa yang disana itu merupakan sebuah sekolah?" tanya Kayla


"Oh yang itu, Benar nona. Sekolah tersebut merupakan salah satu sekolah paling favorit di kota ini, Apa anda ingin melihat-lihat terlebih dahulu sebelum pergi ke tempat Nona Akira?" jelas pak Hendri, menunjuk bangunan besar yang dipenuhi wajah-wajah para remaja yang asyik bercengkrama.


"Tidak perlu, kita langsung ke tempat Akira saja, Setelah ini aku masih harus ke Underworld," jawab Kayla datar. Hari ini tujuan mereka adalah menyusul Akira yang sedang melakukan survei lokasi dari pendirian pusat perbelanjaan yang terletak jauh dipinggiran kota yang sepi. Sepertinya Perusahaan mereka ingin membuat tempat itu lebih ramai dengan mendirikan sebuah mall besar disana.


Begitu lampu menyala hijau , Pak Hendri langsung menginjak pedal gas dan kembali melesat membelah jalanan.


Kayla sekali lagi merasakan getaran aneh saat dirinya melalui jalanan yang dulunya mengarah ke kediaman Sammy yang berada di pusat kota, rumah besar yang dulunya sempat ditempatinya bersama dengan Sammy dan Robin. Meskipun rumah itu tidak bisa dilihat dari jalan raya, tetapi ada gelitik aneh di hati Kayla karena kembali menjajaki jalanan yang dulunya sering ia lewati ketika harus pulang pergi ke sekolah.


Kayla memegang dadanya yang terasa sesak, mengelusnya perlahan, sesekali memukul dadanya untuk mencairkan gumpalan aneh yang menggelitik hatinya .


'Astaga Kay, bagaimana nilai mu bisa hancur seperti ini' lagi-lagi potongan ingatan masa lalu Kayla, secara tiba-tiba muncul di kepalanya.

__ADS_1


Membuat Kayla memegang kepalanya yang terasa sakit.


Di dalam ingatannya , dirinya sedang menggunakan seragam SMA, dan ada seseorang yang memukul kepalanya menggunakan kertas ujian.


Apa lagi ini?


"Anda baik-baik saja Nona Kayla?" Tanya Hendi yang menyadari ada yang aneh dengan kekasih Rajanya itu.


"Hmmm, Aku baik-baik saja, jalan lebih cepat saja, aku ingin segera bertemu Akira" kilah Kayla santai ,memijat kepalanya yang masih terasa sakit.


Satu persatu Kayla melewati tempat-tempat yang dulunya pernah ia kunjungi atau ia ketahui bersama dengan Sammy, potongan-potongan ingatan Kayla berseliweran di kepalanya tiada henti,bagai benang yang teramat kusut.


Gambaran kenangan akan dirinya Di sebuah danau dengan seseorang. Juga ketika dirinya berakhir di kantor polisi. Sayangnya semua itu hanyalah sebuah kilasan yang sulit diartikan, semakin sering muncul gambaran itu semakin sulit bagi Kayla untuk mengatur isi kepalanya.


Dengan sekuat tenaga ia menahan agar pak Hendri tidak menyadari ,rasa sakit yang ia rasakan saat ini. Butiran peluh juga mulai membasahi wajah Kayla. Dia tidak boleh membuat Hendri sampai menghubungi Alex, dirinya tidak bisa selalu bergantung pada Alex, sekalipun saat ini hubungan mereka sudah lebih baik.


Akira menghampiri mereka dan mengajak mereka untuk duduk di sebuah bangku yang ada di bawah pohon rindang disana.


Hendri dengan patuh hanya berdiri di samping mereka, sekalipun Kayla sudah memintanya untuk duduk, Cur yang sudah seperti bayangan Alex itu tetap kekeuh berdiri bagai tugu pahlawan.


"Ada apa Kay? Kenapa kau jauh-jauh datang kemari" Tanya Akira yang menyodorkan segelas kopi cup ke tangan saudarinya yang tampak pucat dengan tubuh gemetaran, " Apa kau sakit?" heran Akira , karena sebagai setengah Were mereka hampir tidak pernah terserang penyakit.


"Aku baik-baik saja. Tujuanku datang kemari , karena aku ingin mengatakan ini kepadamu secara langsung, dan aku juga ingin agar kau menjadi orang pertama yang mendengar hal ini dari mulutku sendiri," Kayla berusaha mengontrol emosinya.


"Katakan ! Apa itu?"


"Aku sudah menerima cinta Alex, dan sekarang kami sedang berusaha menjalin hubungan dengan lebih serius," kata Kayla berterus-terang, dia tidak ingin Akira tahu hal ini dari orang lain, karena Kayla tahu betapa besar cinta Akira untuk Raja Were itu.

__ADS_1


Akira nampak terdiam sesaat, memejamkan mata untuk meredakan rasa sakit di hatinya, ia sudah tahu, hal ini pasti terjadi, tetapi tetap saja terasa sakit. Setelah menghela nafas panjang Akira membuka mata dan menggenggam tangan saudarinya itu


"Kau melakukan hal yang benar Kay, aku senang mendengarnya. Alex pasti akan membahagiakan mu. Selamat," senyuman mengembang di bibir Akira


"Terimakasih, ku harap aku tidak akan menyesalinya" Kayla berucap lesu


Setelah berbincang sesaat dengan Akira, kini tiba saatnya Kayla berpamitan pada Akira. Dirinya bersama pak Hendri mulai mengendarai mobil mereka menembus jalanan yang sepi karena ini memang bukan jalan utama, jadi tidak terlalu banyak kendaraan yang lalu lalang.


Tak jauh didepan, Kayla bisa melihat sebuah mansion yang sangat besar dengan pepohonan rimbun mengelilinginya.


"Sial, kita harus memutar Nona Kayla" ucap Hendri mulai membelokkan kemudinya mencari jalan lain.


" Ada apa ?" Tanya Kayla heran, karena tidak ada kemacetan disana, kenapa mereka harus memutar?


"Sarang Vampir Nona, aku tidak ingin anda terlibat masalah," Jelas Hendri mendongak ke arah pepohonan tak jauh dari mobil mereka.


Kayla memperhatikan pagar besi tinggi dengan banyak pepohonan di dalamnya, serta bangunan yang begitu megah terletak ditengah-tengah nya, Kayla masih bisa melihat atap bangunan itu dari dalam mobil .


" Sarang Vampir?"


"Iya Nona, Lebih baik kita memutar" Hendri kembali membelah jalan , mencari jalur lain, menjauhkan mobil dari tempat itu.


Kayla masih menengok kebelakang,mengamati bangunan megah itu sampai tak terlihat sama sekali, dadanya kembali terasa begitu sesak.


...Aku pulang... gambaran dirinya pulang ke sebuah rumah mewah dan disambut oleh pelukan seseorang kembali terlintas di kepalanya.


Apa ini? kenapa semakin banyak gambaran aneh di kepalaku, rasanya seperti ada sarang laba-laba di dalam pikiranku. Semua teka-teki ini, aku yakin bukanlah sebuah kebetulan, pasti ada alasan, kenapa aku melihat semua ini dalam pikiranku. Batin Kayla , kepercayaannya akan semua yang dikatakan Alex mulai tergerai oleh semua kilasan bayangan masa lalu di kepalanya.

__ADS_1


__ADS_2