
Apartemen mewah yang terletak tak jauh dari perusahaan milik Sammy kini akhirnya berpenghuni lagi,terakhir kali apartemen ini ditempati oleh Robin sekitar 15 tahun yang lalu,sebelum dirinya memutuskan untuk mengikuti kemanapun Kayla pergi, dulu Robin senang tinggal di apartemen ini karena dekat dengan perusahaan, karena meskipun Sammy lah yang mendirikan perusahaan Sagara,namun saat itu Sammy masih begitu sibuk sebagai seorang Hunter, jadi akhirnya Robin lah yang memegang kendali penuh atas perusahaan, sementara Sammy hanya mengawasinya dari balik bayangan,setelah Sammy memutuskan untuk berhenti menjadi Hunter,dia lebih sering pergi ke kantor , tapi itu tidak merubah apapun bahwa semua karyawan disini tahu bahwa Robin lah yang bertanggung jawab penuh di perusahaan Sagara ini , ini pertama kalinya Robin pemimpin klan vampir memasukkan wanita kedalam apartemen miliknya,bahkan Kayla juga belum pernah diajaknya kemari,setelah amukan yang dilakukan Akira, Robin untuk pertama kalinya dia harus menjauh dari gadis kecil yang begitu disayanginya, dia sangat merindukannya,meskipun wajah Akira begitu mirip dengan Kayla tapi bagi Robin mereka tetap berbeda.
>>>>>>>>>>>>
Robin keluar dari kamarnya menuju dapur untuk mengambil minuman kaleng di kulkas, sebagai seorang vampir Robin ini sangat menyukai makanan manusia,dia bahkan hanya minum darah saat dia sudah merasa sangat lapar saja , menurutnya makanan manusia itu seperti camilan,berbeda dari Sammy yang lebih suka meminum darah.
Mungkin karena terlalu memikirkan Kayla dia sampai lupa bahwa Akira ada di apartemen nya saat ini,sehingga dia dengan santai berjalan kesana kemari hanya dengan menggunakan celana pendeknya, bahkan dia tidak menyadari sepasang mata yang sedang menatap nya .
Akira yang sedang duduk bersantai sambil berselancar di dunia Maya,terkejut bukan main melihat Robin yang tiba-tiba muncul dari kamarnya hanya dengan menggunakan celana pendeknya,Akira hanya bisa menelan ludah saat memandangi tubuh atletis Robin.
apa orang ini sengaja memamerkan tubuhnya.
secara refleks Akira langsung melemparkan bantal yang ada di sebelahnya tepat mengenai Robin.
"sial.... siapa yang berani melemparkan bantal padaku?" Robin memutar tubuhnya , kemarahan nya berubah menjadi keterkejutan,dia baru ingat ada Akira di rumahnya.
"hei ...kau berani sekali melemparkan bantal padaku, kau ingin aku memotong tanganmu itu?ha?" Robin marah.
"cih... dasar orang mesum!" Akira mendengus.
"siapa yang kau panggil mesum? dasar gadis gila ini!"
" lalu apa namanya seorang laki-laki yang berkeliaran hanya dengan menggunakan celana pendek,sementara disekitarnya ada seorang wanita,bukankah itu mesum namanya?" pandangan Akira berhenti tepat di celana Robin yang berwarna pink , Robin mengikuti pandangan mata Akira dan....blush wajah Robin memerah menahan malu, tapi dia masih berusaha tenang. Robin membersihkan tenggorokan nya.
" memang kenapa?otakmu saja yang terlalu kotor memikirkan hal mesum saat melihat tubuhku yang indah ini" dengan tidak tahu malunya Robin memamerkan tubuhnya.
"astaga , mahkluk apa sebenarnya yang ada di hadapanku ini Tuhan... kenapa ada orang yang begitu tidak tahu malu!" ucap Akira kesal.
"sudahlah,aku akan menganggap ini sebagai sedekah ku hari ini kau tidak perlu berterimakasih,dan poin pentingnya adalah ...ini apartemen ku jadi terserah padaku jika aku ingin berpakaian seperti apa,paham gadis gila?" akhirnya dengan santai Robin berjalan kembali ke kamarnya.
" hah astaga... dasar vampir busuk itu sudah mencemari mataku yang suci ini masih beraninya dia bilang kalau dia bersedekah. dasar vampir busuk! teriak Akira pada Robin yang sudah menghilang di balik pintu kamarnya.
Sementara didalam kamar, Robin melihat lagi penampilannya didepan cermin besar dan mulai memegangi kepalanya.
" kau gila Robin ,kau sudah benar-benar gila, bagaimana kau bisa terlihat oleh seorang gadis hanya menggunakan dalaman,dan berwarna pink pula,, astaga mau diletakkan dimana mukaku ini" Robin menggerutu pelan.
sebenarnya celana pendek berwarna pink itu merupakan hadiah dari Kayla, dia tidak begitu peduli sebelumnya ,tapi kenapa dia merasa sangat malu saat dilihat oleh Akira dengan penampilannya yang seperti ini.
>>>>>>>>>>
__ADS_1
Terdengar suara ketukan di pintu kamar Robin.
"Apa?" teriak Robin dari dalam tahu bahwa itu adalah Akira,dia tidak mau membukanya,setelah insiden memalukan tadi pagi,dia memilih berdiam diri di kamar .
"hei vampir, aku lapar!" teriak Akira dari balik pintu.
"kau yang lapar kenapa aku yang repot ,buat makananmu sendiri jangan bilang kalau kau ingin makan masakan ku ,hah ...mimpi saja! " jawab Robin yang masih enggan bangun dari tempat tidurnya,cuma Kayla dan Sammy yang pernah memakan masakan Robin.
" kau gila ya tidak ada bahan makanan di rumahmu, apa yang bisa aku masak ?" Akira masih saja berteriak di depan pintu.
astaga merepotkan sekali" akhirnya dengan setengah hati Robin bangun dan membukakan pintu, untuk menghadapi apapun masalah yang dibawa gadis menyebalkan yang sekarang berdiri dihadapannya itu.
"apa?" tanya Robin.
"aku lapar dan tidak ada bahan makanan di dapur,sebagai seorang pria ,tega sekali kau membiarkan seorang wanita yang ada dirumah mu kelaparan." jawab Akira
" salah mu sendiri , kalau mulutmu itu masih ingin makan enak , seharusnya kau menjaganya dengan hati-hati, jangan sembarang bicara,bodoh!" ejek Robin,Kayla hanya bisa tertunduk diam.
melihat Akira yang tertunduk melas, mengingatkan Robin pada Kayla,biasanya Robin selalu memilihkan menu makanan yang akan dihidangkan untuk Kayla.
astaga baru beberapa hari tidak melihat gadis nakal itu aku sudah begitu merindukannya.pikir robin
pada akhirnya kebaikan hati Robin tidak tega melihat Akira yang kelaparan.
"kau mau makan pizza?" tanya Robin ,yang langsung dijawab dengan anggukan kepala oleh Akira ,gadis itu tersenyum lebar seperti nya menyukai ide Robin untuk memesan pizza.
"baiklah , kita pesan dulu."
>>>>>>>>>>>>>>
Disisi lain Kayla hanya mengaduk-aduk mangkuk sup yang ada dihadapannya,dia sama sekali tidak berselera makan,dia merindukan makan bersama Akira.
Beberapa hari ini Sammy juga jauh lebih sibuk dibandingkan hari-hari biasanya, tapi menurut Bu Rosi (pengasuh Kayla), Sammy tidak sedang sibuk dengan urusan kantor melainkan sedang sibuk meminta Robin untuk mengumpulkan semua anggota barisan milik mereka,,secara hukum vampir Robin berada dibawah kekuasaan Sammy, tapi beberapa tahun yang lalu Sammy sudah memberikan kebebasan kepada Robin untuk memimpin anggota barisannya sendiri. sehingga sekarang Robin menjadi pemimpin dari kelompok vampir yang sangat besar ,jumlah barisannya lebih dari 1000 orang, dan mereka tidak hanya terdiri dari vampir saja ,melainkan juga Ghoul dan bangsa Fei . setiap Fei yang pernah digigit oleh Robin selalu meminta agar dirinya dimasukkan menjadi bagian dari anggota barisan Robin,selain itu anggota barisan milik Sammy sekarang juga berada dibawah perintah Robin, karna Sammy merupakan seorang Hunter maka dia harus bersikap objektif dan tidak terpengaruh oleh politik antar barisan klan vampir ,sehingga Sammy menyerahkan semua anggota barisannya kepada Robin. Sammy sedang mempersiapkan peperangan dengan bangsa werewolf sepertinya.
Kembali ke Kayla dan sup nya yang mulai dingin. selain memikirkan tentang paman dan saudarinya ,gadis bodoh ini juga terus saja memikirkan mengenai ritual berpasangan yang pernah diceritakan oleh Sammy ,dia begitu penasaran.
aku harus bertanya pada siapa???
pandangan matanya berhenti pada Bu Rosi yang tengah berdiri bersama beberapa orang pelayan yang bertugas melayaninya makan malam.
__ADS_1
apa Bu rosi bisa membantuku ya?bukankah dia sudah lama bekerja di keluarga vampir,seharusnya dia lebih tahu mengenai vampir bukan? Kayla masih begitu larut dengan pikirannya
akhirnya Kayla meletakkan sendok nya dan memberanikan diri untuk menanyakan nya pada pengasuhnya yang begitu penyayang itu.
" selain Bu Rosi kalian semua boleh pergi ,aku ingin bicara berdua saja dengan Bu Rosi!" perintah Kayla meminta para pelayan meninggalkannya dengan Bu Rosi.
" apakah saya melakukan kesalahan nona muda?" tanya Bu Rosi sedikit gugup.
"tidak ada Bu,aku hanya ingin menanyakan beberapa hal kepadamu bu." jawab Kayla meminta Bu Rosi untuk duduk disebelah nya.
"apa yang ingin nona muda tanyakan?" Bu Rosi tampak begitu penasaran.
" Bu Rosi sudah lama mengikuti keluarga vampir bukan ?" tanya Kayla
"iya nona, sebelum tuan besar membawa saya untuk mengasuh nona 18 tahun yang lalu , saya sudah melayani keluarga tuan Charles lebih dari 20 tahun,saya bekerja dikediaman tuan Charles bersama dengan ibu saya waktu itu ." jelas ibu Rosi jujur.
" berarti Bu Rosi tahu mengenai ritual untuk menjadi pasangan vampir kan Bu?" tanya Kayla penuh harap.
" hmm, kalau mengenai hal itu,saya pernah mendengarnya dari teman saya yang juga seorang vampir nona."
" benarkah? bagaimana caranya ? katakan padaku!" Kayla sudah sangat bersemangat.
" begini nona, menurut teman saya, saat ingin membuat ikatan abadi dengan vampir ,maka mereka harus saling bertukar darah ."
" kalau itu aku sudah tahu, setelah itu apa?" Kayla mulai tak sabaran
" maksudnya saat mereka meminum darah satu sama lain mereka juga harus menyatukan tubuh mereka ,jadi jiwa dan tubuh serta hati dan pikiran mereka akan menyatu." jelas Bu Rosi panjang kali lebar.
" aduh jelaskan yang benar dong Bu ! jangan muter-muter,Kayla nggak ngerti tau !" Kayla merasa kesal karena tidak mengerti dengan penjelasan Bu rosi.
" begini nona, saat melakukannya mereka harus melakukan hubungan intim ,layaknya suami istri nona" jelas Bu Rosi memilih kata-kata yang sederhana agar nona mudanya yang naif ini mengerti .
" apa?" Kayla membungkam mulut nya menggunakan tangan.
pantas saja Sammy tidak mau membahasnya lagi, ah.. memikirkan nya saja sudah membuatku malu setengah mati, sekarang aku harus bagaimana??
Bersambung 😀🙏*
terimakasih banyak atas dukungannya
__ADS_1
happy reading 😘