
Pria itu tersenyum dan kayla membalasnya dengan senyuman yang sama manisnya. Mata pria itu sangat indah, berwarna coklat keemasan seperti sampanye,namun sayangnya pria itu bukan manusia melainkan iblis berhati busuk.
" Selamat malam Nona cantik?Aku belum pernah melihatmu disini. Bolehkah aku duduk?" tanya pria tampan berjenggot tipis yang baru saja tersenyum padanya.
Sebagai jawaban Kayla hanya memiringkan sedikit kepalaku sebagai tanda persetujuan, kemudian ia mengambil kursi disebelah Kayla.
Oh, pria yang sopan! andai saja dia tidak bertaring.
"Boleh aku membelikan mu minum?" tanyanya lagi dengan sopan.
"Tentu saja" senyuman mengembang di bibir Kayla yang berpoleskan lipstik berwarna merah menyala, sementara rambut panjangnya digelung keatas menampakkan leher jenjang yang begitu menggoda .
" Bartender? " Pria itu mengangkat tangan memberi isyarat pada seorang wanita yang menjadi bartender disana, untuk mengisi gelas Kayla yang kosong, "Perkenalkan namaku Anthony ,dan kau?" tanyanya sopan.
"Angel," Kayla menerima uluran tangan Anthony yang menggantung diudara. Memperkenalkan nama yang selalu digunakannya ketika dalam misi penyamaran.
Kayla menyilangkan kakinya, membuat gaun malamnya yang pendek semakin tertarik keatas, memainkan gelas minumannya dan membawanya kemulut secara perlahan, kemudian meneguknya dengan menggoda. Kayla mengamati dari sudut matanya, vampir yang mengaku bernama Anthony, tengah menelan air liur mengamati setiap gerakannya, laki-laki itu terus memperhatikan caranya minumnya yang menggoda,pandangannya turun menatap leher jenjang miliknya, dan terus kebawah melihat belahan dadanya yang dengan jelas dipamerkan oleh gaun berwarna hitam yang begitu ketat dan terbuka.
Ya,Anthony adalah pria yang diceritakan oleh Freya, salah satu antek-antek komplotan yang memperjualbelikan manusia, para Hunters selalu melakukan transaksi informasi antara tim satu dengan tim lainnya, Kayla dan tim-nya harus membeli dengan harga yang cukup mahal untuk mengetahui informasi tentang si Anthony ini.
Sebaiknya, harga kepalamu cukup mahal tuan vampir, karena kau sudah menguras uang jajanku selama sebulan untuk informasi tentang dirimu , batin Kayla dengan geram.
Misi kali ini terlalu banyak menguras kantongnya, kemarin saja dia harus mengganti rugi perabotan yang rusak dan sekarang, ini, ia benci saat uangnya berkurang.
"Angel, nama yang indah, seindah pemiliknya," rayu Anthony.
Yang benar saja, kalau wajahku seindah yang kau ucapkan ,mata mu tidak akan terus tertuju pada belahan dadaku ,dasar vampir me'sum .
"Kau juga menawan An-tho-ny" bisik Kayla dengan suara yang manja yang pasti bisa membuat pria manapun membayangkan ranjang terdekat.
Dan benar saja , Kayla masih sempat melihat mata Anthony mulai berubah kemerahan dan sedikit taring yang mulai memanjang sebelum Anthony berhasil menguasai hasratnya.
__ADS_1
"Kau sendirian?" ucap Anthony
"Sebenarnya aku datang dengan pacarku , tapi sepertinya aku kurang menarik baginya, dia sudah meninggalkanku disini cukup lama, mungkin sekarang dia sedang bersenang-senang dengan wanita lain" jawab Kayla dengan nada sedikit kesal tapi juga sesantai mungkin.
"Oh, tidak mungkin, tidak seharusnya dia meninggalkan wanita cantik sendirian" ucap Anthony,
"Apa kau sering kemari?" tanyanya lagi
"Ini yang pertama, pacarku bilang kalau ini Club malam khusus, dia bilang disini tempat yang bebas,seperti banyak orang yang memakai kostum aneh disini, lihat ! Bukankah kita tidak akan menemukan orang-orang berpenampilan aneh seperti mereka di tempat lain?" Kayla menunjuk segerombolan Gargoyle, seolah ia belum pernah melihat mereka sebelumnya, berpura-pura sebagai manusia biasa.
"Ah, iya . " Anthony mengangguk, sepertinya ia yakin kalau wanita yang ada dihadapannya ini hanya manusia biasa.
Itulah alasan kenapa Kayla mendapatkan julukan Serigala berbulu domba diantara para Hunter, karena Kayla sama sekali tidak memiliki aura iblis seperti halnya para Were ataupun mahkluk abadi lainnya, itu membuat dirinya bisa dengan mudah mendekati mangsanya tanpa dicurigai.
Mereka berbincang-bincang dengan santai seolah sudah saling mengenal sejak lama, Anthony terus memuji kecantikan Kayla dan mengutarakan bualan khas seorang playboy.
Tak berapa lama Juan muncul di belakang Kayla dan langsung mengecup pipinya, " Hai sayang, apa kau sudah lama menunggu?" Ini hanyalah sebuah sandiwara saja, kalau Juan sungguh-sungguh berani mencium Kayla tanpa izin, dapat dipastikan Alex akan memenggal kepalanya, belum lagi Kayla pasti akan mengirimnya ke kutub selatan.
"Dia pacarmu? Aku tidak percaya gadis secantik dirimu, bisa datang bersama dengan orang rendahan seperti dia" cibir Anthony, menatap Juan dengan pandangan merendahkan.
"Heh... Jaga mulutmu, sebelum ada orang lain mengajarimu cara menjaganya" Juan mengeram marah, tangannya terulur memegang kerah Vampir itu.
"Lepaskan! Jangan berkelahi disini! Kau mau apa?" Kayla berpura-pura melerai keduanya , mendorong tubuh Juan menjauh dari tubuh Anthony.
" Diam kau ! Dasar Wanita ja.lang penggoda" bentak Juan, mendorong Kayla dengan keras hingga tubuh Kayla tersungkur dilantai.
"Awh.... Astaga kau sungguh kasar, " maki Kayla keras.
Anthony membantu Kayla untuk berdiri, "Kau baik-baik saja Angel?" tanyanya dengan suara yang terdengar sangat khawatir
"Iya aku baik-baik saja.Terima kasih" jawab Kayla
__ADS_1
"Hei bung , sebaiknya kau mencari lawan yang sepadan" Anthony mendekatkan tubuhnya ke arah Juan, bersiap untuk baku hantam dengan Cur yang ada dihadapannya, "Cur rendahan seperti dirimu tidak pantas menghadapi ku, lebih baik pergi dari sini sebelum ku remukkan juniormu dibawah sana sampai tidak bisa berkicau lagi" bisik Anthony .
"Dasar penghisap darah bang.sat. Mati saja kau!"Kepalan tangan Juan terangkat ke udara bersiap menghantam wajah sombong Anthony.
Ting...Ting...Ting ... Suara dentingan gelas menghentikan pukulan Juan. Bartender mengetuk gelasku yang terlupakan, "Jangan disini Tuan-tuan ! Atau kalian akan diusir oleh penjaga. Kalian sudah tahu peraturan disini, jadi ..." Bartender memperingatkan dengan santai.
Sontak keduanya saling mendorong tubuh masing-masing menjauh satu sama lain, amarah keduanya belum mereda, tetapi mereka tetap mundur.
"Dia adalah wanitaku dan itu adalah kursiku, jadi menyingkirlah dari sini" geram Juan
"Maaf." Dengan sikap berpura-pura marah yang sempurna, Kayla berdiri menghadap Juan "Aku tidak tahu wanita seperti apa yang biasanya kau kencani,tapi, aku bukanlah tipe wanita yang hanya dianggap sebagai barang tidak berharga, jadi aku katakan padamu. Aku bukan wanitamu, hubungan kita sudah berakhir malam ini juga, jadi jika kau tidak keberatan menyingkirlah dari hadapanku" Kayla mengatakannya dengan ketus.
"Hahaha... Dengar? wanita ini sudah tidak menginginkanmu, jadi segera enyahlah dari sini" Anthony semakin menyeringai.
"Tidak perlu basa-basi lagi,mari kita selesaikan ini selayaknya seorang pria, keluar dan bertarung lah denganku" tantang Juan.
"Heh, tidak ! Aku tidak akan meninggalkan wanita cantik ini hanya untuk meladeni Cur rendahan seperti dirimu , aku akan meladeni mu lain kali ,sekarang enyahlah! Peraturannya mengatakan hanya yang diinginkan yang boleh tinggal." Anthony kembali menyeringai.
"Aku akan mengingatmu penghisap darah.!" Juan berlalu pergi setelah mengatakan ancaman tersebut.
Kayla meraih tasnya dan melemparkan sejumlah uang keatas meja hendak berlalu dari sana.
Anthony menghentikan Kayla dengan menahan tangannya " Angel, jangan pergi! duduklah dan minumlah bersamaku ,sebagai ucapan permintaan maaf ku karena sudah mengacaukan kencanmu"
"Baiklah, satu minuman saja ,toh aku berhutang itu padamu ,karena kau sudah membantuku menyingkirkan laki-laki menyebalkan itu" jawab Kayla dengan enggan.
Anthony mendorong Kayla untuk memesan minuman keras, Kayla pun menyetujuinya,toh dirinya juga tidak pernah mabuk, setelah berapa lama ,Anthony menawarkan diri untuk mengantar Kayla pulang ketika Kayla berdalih dirinya tidak tahu daerah ini. karena sebelumnya datang kemari dengan Juan.Akhirnya Anthony membawa kayla kerumahnya yang tidak jauh dari Bar tersebut.
Dalam perjalanan keluar, Kayla berjalan sempoyongan khas orang mabuk, dengan sigap Anthony membantu memapah tubuhnya, namun Kayla ingin sekali meninju lelaki si.alan itu saat tangannya mulai bergerilya menggerayangi tubuh Kayla. Tak berapa lama mereka sampai di depan sebuah rumah yang lumayan besar, Anthony membukakan pintu untuk mereka, dan segera setelah mereka masuk, Kayla merasakan tubuhnya di dorong hingga terjerembab ke lantai marmer yang dingin.
Bersambung 🙏😘
__ADS_1