
"Tunggu pak Hendri ! Hentikan mobilnya sekarang !" ucap Kayla tiba-tiba.
"Ada apa Nona?" Hendri bertanya setelah menepikan mobilnya, berhenti di bawah sebuah pohon di pinggir jalanan yang sepi.
Kayla merogoh saku jaketnya, menunjukkan sebuah kertas dengan coretan alamat disana,
" Dimana tempat ini?" Kayla menyodorkan kertas itu pada Hendri yang diterima dengan patuh oleh pria itu.
" Ini, yang pertama ada di kota, jauh dari sini, tapi tidak terlalu jauh dari perusahaan, dan yang satu lagi ada di dekat sini, sepertinya kita baru saja melewati nama jalan yang sama Nona. Memang ada apa Nona?" Hendri menjelaskan dengan singkat .
Kayla kembali terdiam, alamat tersebut merupakan alamat yang dituliskan oleh Sammy untuknya tatkala terakhir mereka bertemu, pertama alamat pesta yang akan mereka hadiri untuk menangkap Dominic, yang kedua adalah alamat kediaman Sammy.
Kayla hanya ingin mengunjungi tempat itu, rasanya pikirannya seperti tertarik oleh sesuatu.
"Nona? Apa kita bisa jalan lagi?" Karena tak kunjung mendapatkan jawaban, Hendri kembali mengajukan pertanyaan. Kayla memang hanya akan bicara saat dia ingin bicara.
"Sebentar !" Kayla masih memejamkan mata berpikir, mengetuk-ngetuk dahinya dengan jari telunjuknya.
"Bawa aku ke alamat yang kedua,yang ada di dekat sini" Putus Kayla kemudian.
"Tapi, kemungkinan kita bisa melewati sarang Vampir Nona" Hendri tampak keberatan.
"Sudahlah, lakukan saja! Bawa aku kesana sekarang! Biar aku yang mengurus para vampir itu nantinya" ucap Kayla tegas.
"Tapi ..."
" Jalan sekarang !atau menyingkir dari hadapanku!" kesabaran Kayla sangat terbatas.
Hendri hanya bisa pasrah dan mengikuti keinginan Kayla si biang masalah ini. Perlahan Hendri memutar mobilnya kembali melewati jalanan yang baru saja mereka lewati, mencari alamat yang diinginkan kekasih Raja Werewolf tersebut.
Hendri begitu terkejut ketika ia menyadari alamat yang Kayla inginkan adalah sarang Vampir yang mereka hindari barusan. Hendri menghentikan mobilnya tak jauh dari pintu gerbang mansion tersebut.
"Nona bunuh saja aku, aku tidak mungkin membiarkan Anda masuk ke sarang Vampir. Lord Alex akan memenggal kepalaku," wajah memelas Hendri tercetak jelas.
"Tenang saja, jika kita berdua tetap diam, Alex juga tidak akan tahu, bod*h" Kayla mengabaikan ucapan Hendri.
Dengan rasa penasaran yang menggebu kayla keluar dari mobil dan berjalan mendekati pintu gerbang tersebut, diikuti Hendri dibelakangnya. Tak henti-hentinya Cur itu menyatakan kekhawatirannya.
Begitu sampai di pintu gerbang dengan pagar besi yang begitu tinggi , Kayla dan Hendri disambut oleh dua orang Vampir yang bertugas sebagai penjaga.
"Cur , tidak diizinkan mendekati sarang Vampir, lebih baik pergi sekarang, sebelum terlambat!" Ancam salam satu penjaga tanpa membuka pintu gerbang untuk mereka.
__ADS_1
"Permisi Tuan, saya kemari atas undangan dari Tuan Sammy Sagara, dia yang menyuruhku untuk mengunjungi kediamannya jika kebetulan lewat, jadi bisakah kalian memberitahukan hal ini kepadanya, kalian bisa katakan kalau Mikhayla Angeline datang mengunjunginya," ucap Kayla seimut mungkin, Kayla memang ahli dalam hal ini.
"Tuan Sammy yang mengundang anda?" keduanya tampak terkejut, "Sayang sekali Nona, tuan Sammy sudah bertahun-tahun lamanya tidak pernah lagi mengunjungi mansion ini, mungkin anda salah orang," jelas salah satu dari mereka, bersikap lebih ramah, karena menganggap Kayla hanya manusia biasa.
" Benarkah? Tapi aku baru saja mendapatkan alamat ini dua hari yang lalu, dari tuan Sammy secara langsung ketika di Underworld" ucap Kayla lagi, dia ingin sekali masuk ke mansion ini, entah karena apa, seperti ada yang menariknya kesana.
Kedua penjaga itu saling pandang, seperti memberi kode, kemudian saling mengangguk kecil ," Baiklah, kalian tunggu disana dahulu, aku akan menanyakan hal ini kepada tuan kami ,apa kalian diizinkan untuk masuk atau tidak" jelas penjaga itu.
Si penjaga tampak pergi meninggalkan rekannya untuk mengawasi Kayla dan Hendri sementara dia meminta izin kepada siapapun tuan yang dia maksud.
Selang tak berapa lama, penjaga itu kembali menghampiri mereka.
"Hanya gadis ini yang diizinkan untuk masuk, sementara kau tidak, Cur!" ucap penjaga itu tegas.
Handri sudah mengeram marah, aura serigala mulai keluar darinya, sebagai seorang Cur, wajar jika dia kurang bisa mengendalikan emosinya.
"Lupakan saja Nona, ayo kita pergi dari sini !" Geramnya menahan emosi.
"Tidak pak Hendri, aku ingin masuk sendiri, ada sesuatu yang ingin aku ketahui, jadi kumohon kau pergilah dari sini, tunggu aku di rumah Alex, aku akan kesana nanti" Kayla menghentikan Hendri yang sudah ingin menarik dirinya untuk meninggalkan sarang Vampir ini.
"Apa Nona ingin aku mati di tangan Lord Alex?" Hendri semakin frustasi.
" Aku mohon pak?" Kayla memelas.
Selepas kepergian Hendri, Kayla ditemani seorang penjaga memasuki mansion yang berukuran sangat besar itu.
Kilasan bayangan masa lalunya kembali berseliweran di kepala Kayla. Semakin lama semakin jelas,seiring semakin jauh ia memasuki mansion tersebut, kini dalam bayangan itu mulai terlihat samar-samar wajah pria yang selalu bersamanya.
Dengan sekuat tenaga ia menahan agar tubuhnya tidak ambruk karena rasa sakit yang teramat sangat seperti sedang mengiris otaknya.
Penjaga itu membukakan pintu utama dan mempersilahkan Kayla untuk masuk kedalam mansion yang terlihat sangat familiar bagi Kayla .
Dengan langkah pasti Kayla memasuki mansion tersebut, bertekad bulat untuk memecahkan semua teka-teki tentang dirinya, berusaha, untuk mengurai benang kusut dalam kepalanya.
"Nona Hunter? " Suara yang sangat familiar menyambutnya.
Kayla melihat wajah tampan Robin si Casanova tersenyum lebar menyambutnya. membuat kakinya berhenti melangkah seketika.
...Berhenti disana anak nakal ! Dasar bocah . Kembalikan ATM Paman!...
Pemandangan Robin yang sedang duduk di sofa ruang tamu, dengan senyuman mengembang di bibirnya, membuat ingatan masa lalu tentang Robin,paman kesayangan Kayla juga turut menambah kusutnya memory Kayla .
__ADS_1
Seperti orang bodoh, Kayla hanya berdiri mematung disana, pandangannya mengelilingi ruangan tersebut. Netra nya menatap setiap pigura kosong yang tergantung di setiap sudut ruangan itu. Kayla dengan jelas bisa melihat bayangan bahwa semua pigura tersebut berisikan fotonya kala itu, membuat beberapa tetes air mata lolos menuruni pipinya.
Robin dengan sigap langsung berdiri, dan membawa Kayla yang tampak syok itu untuk duduk di sofa, dengan lembut Robin mendudukkan tamunya.
Selama ini hanya aku satu-satunya orang yang diizinkan oleh Sammy keluar masuk mansion ini, gadis ini pasti memiliki arti khusus, sehingga Sammy membiarkan dan bahkan menyuruhnya untuk datang kemari, pikir Robin.
Saat dirinya mendapatkan laporan dari penjaga bahwa ada Cur dan seorang gadis manusia bernama mikayla meminta izin, untuk memasuki mansion atas undangan dari Sammy, Robin benar-benar terkejut . Karena semenjak Sammy kembali menjadi seorang Hunters para Oracle, Sammy dengan tegas melarang ada sedikitpun perubahan di mansion ini, bahkan mereka tidak pernah menerima tamu lagi. Siapapun.
Lantas alasan apa yang membuat Sammy menyerahkan alamat kediamannya pada gadis asing.
"Kau baik-baik saja Nona Kayla" Robin terdengar khawatir melihat Kayla yang tampak syok
"Hmm, Aku baik-baik saja Paman," lagi-lagi tanpa sadar panggilan itu meluncur begitu saja dari bibir ranum Kayla.
"Akan aku siapkan minuman untukmu" Robin sendiri merasa aneh, ketika dirinya tidak merasa keberatan saat gadis itu memanggilnya paman. Bahkan sekarang dia pergi sendiri ke dapur dan membuatkan minuman untuk Kayla. Seingatnya selain untuk Sammy dia tidak pernah sudi untuk membuatkan minuman untuk orang lain. Membuat dirinya bingung sendiri dengan tingkahnya yang tidak seperti biasa.
Sementara Robin sedang membuat minuman di dapur, Kayla justru berjalan ke sembarang arah, akan tetapi setiap langkah kakinya seolah-olah dia merasa sudah sangat hafal dengan rumah ini, semua perabot, semua letak jendela, semua hiasan ,semua lukisan tampak tidak asing bagi Kayla.
Langkah kaki Kayla membawanya ke hadapan sebuah pintu besar berwarna putih dengan ukiran indah di seluruh permukaannya. Dilengkapi dengan kunci digital di gagangnya yang berwarna senada.
Tangan Kayla tanpa ragu menekan angka disana, memasukkan tanggal ulangtahunnya sebagai sandi, dan benar saja pintu itu langsung terbuka. Kayla tanpa ragu melangkahkan kakinya memasuki ruangan yang dimasa lalu merupakan kamar tidurnya.
Ruangan dengan nuansa putih dan merah muda dengan banyak pernak pernik lucu khas kamar seorang gadis menyambut pandangan sendu Kayla. Kaki itu terus melangkah semakin jauh, menapaki setiap sudut kamar itu. Kini Kayla tengah berdiri di samping tempat tidur, dia melihat ada sebuah pigura kosong diatas nakas, tanpa bisa dicegah tangannya terulur guna mengangkat pigura tersebut. Ia bisa melihat bayangan, pigura tersebut berisikan fotonya bersama dengan sammy dengan sangat jelas.
Tanpa sadar tangannya mulai gemetar, ia mendekap pigura itu di dadanya agar tidak terjatuh, kakinya mulai terasa lemas tatkala seluruh ingatannya kembali menerjang dirinya bagai badai yang memporak-porandakan seluruh isi kepalanya,Kayla jatuh merosot di samping ranjang ,dengan air mata yang berurai, ia mengingat semuanya.
Sammy,aku milik Sammy. Bagaimana mungkin aku tidak bisa mengenalinya saat aku melihatnya, apa yang sudah kulakukan? Apa yang sudah kulakukan? Bagaimana mungkin aku bisa melupakannya selama ini? Astaga... Batin Kayla menjerit frustasi.
Kini dirinya hanya bisa menangis terisak-isak mengingat semua memori yang selama lima belas tahun ini telah ia lupakan karena kutukan Oracle Vela. Kini semua beban dihatinya seperti terangkat, kini ia tahu, kenapa selama ini ia tidak bisa bahagia, kini dia mengerti arti dari semua mimpi-mimpinya. Inilah kepingan puzzle yang hilang dari ingatannya. Sammy nya, Papa vampirnya, kekasihnya, kini ia bisa mengingat semuanya. Membuat Kayla tiada hentinya mengalirkan air mata seraya memeluk pigura kosong itu.
"Huaa..Aku merindukanmu, hua...Aku merindukanmu," ucap Kayla terus menerus di sela tangisannya.
Robin mencari Kayla dari ruang tamu ke penjuru mansion,karena tak menemukan gadis itu disana saat ia kembali dengan segelas minuman. Saat ia mendengar suara tangis, dengan tergesa ia berlari menuju sumber suara tersebut. Dan betapa terkejutnya ia mendapati Kayla yang sedang terduduk menangis di samping tempat tidur dengan pigura diperlukannya.
Bagaimana gadis ini bisa masuk ruangan ini? Hanya aku dan Sammy yang mengetahui sandi ruangan ini. Pikir Robin keheranan.
Robin segera menghampiri Kayla yang masih terisak-isak, gadis itu mengangkat pandangannya dan menatap dirinya dengan tatapan yang sulit diartikan. Pandangan mata itu berbeda dari saat pertama mereka bertemu, pandangan matanya berbeda dari saat ia baru memasuki mansion ini, Robin merasa kalau gadis yang sedang terduduk dilantai ini berbeda dari Kayla yang ia ketahui, seorang Hunters klan serigala. Saat ini Robin hanya melihat Kayla seperti seorang gadis biasa yang terlihat begitu menyedihkan.
Kayla yang menyadari kehadiran Robin perlahan mulai bangkit dengan tubuh yang masih bergetar hebat, Kayla menghampiri Robin, memegang tangan besar pamannya itu dengan erat.
"Dimana dia? Dimana Sammy Paman? Bawa aku pada Sammy ! Bawa aku padanya ! Kumohon!" Kepala gadis itu tertunduk, dengan air mata yang tiada hentinya mengalir.
__ADS_1
Bersambung 🙏🙏