Papa Vampirku Kekasihku

Papa Vampirku Kekasihku
Duel 2


__ADS_3

Pertarungan sengit antara kedua predator dunia iblis masih terus berlanjut, tubuh Alex menerkam Sammy hingga membuat vampir itu terjatuh dengan punggungnya, tampak Sammy menahan moncong Alex dengan kedua tangan kuatnya , menjauhkan taring tajam itu dari lehernya, sementara pedang Sammy terlepas tak jauh dari sana, geraman rendah dari sang serigala semakin menambah suasana yang semakin memanas diantara keduanya.


Dengan sekuat tenaga Sammy menendang tubuh besar Alex, membuat serigala besar itu terpental, segera pedang itu kembali berada di tangan Sammy, dengan sekali tusukan, memaksa Alex untuk kembali ke wujud manusia. Sammy mengakhiri Semuanya.


Perlahan tubuh serigala Alex berubah kembali, Sammy menahan pedang itu, menusuk Alex semakin dalam, sementara mulut Alex mulai memuntahkan cairan kental berwarna merah, Tubuh Alex roboh sesaat setelah Sammy menarik pedang tersebut dari tubuhnya.


Geraman kesakitan keluar dari mulut Alex yang sudah dalam bentuk manusia, tampak tubuh polos itu gemetar dan semakin terkulai hingga meringkuk di lantai ,terlihat sangat tidak berdaya.


Sammy berdiri menjulang di hadapan tubuh Alex yang bersimbah darah, tatapan matanya tidak menunjukkan tanda-tanda jika dia akan melepaskan Alex, Sammy sudah mengangkat pedangnya bersiap mengakhiri semuanya.


Hendri dan kedua pengawal yang lainnya terperajat menyaksikan rajanya telah dikalahkan. Dengan cepat Kayla mengambil kesempatan ini untuk menghentikan Sammy.


Jika bukan karena pelukan Kayla ditubuhnya, mungkin saat ini Sammy benar-benar sudah menebas kepala Alex. Kini pedang legendaris di tangan Sammy perlahan memudar dan menghilang dengan sendirinya, amarahnya sudah mulai mereda ketika tubuh Kayla menghambur dalam dekapannya, aroma manis dari tubuh wanita itu membuat kesadaran Sammy kembali lagi .


"Selesaikan sekarang Vampir ! Tidak ada yang lebih memalukan dari pada kekalahan , bunuh saja aku!" Alex berkata dengan suara bergetar, luka-luka ringan sudah mulai pulih dengan sendirinya.


"Tidak, kalian tidak ada yang boleh mati dengan cara seperti ini, jika kalian ingin mati, maka matilah ! Tapi jangan melibatkan aku diantara kalian , aku tidak ingin dihinggapi rasa bersalah di sisa hidupku nantinya," Kayla menangis terisak , mengutuk dan memaki sammy dan Alex secara bersamaan. Kayla sangat kesal kepada keduanya, karena sudah menempatkan Kayla dalam ketakutan yang sangat besar.


"Apa gunanya diriku kini? Aku tidak pantas untuk hidup lagi, akhiri saja sampai disini ! Kematian jauh lebih baik daripada harus menanggung malu karena kalah dari seorang penghisap darah sepertimu," Alex masih saja tertunduk, wajahnya penuh dengan emosi dan harga diri yang terluka. kini Alex tidak terlihat selayaknya seorang Raja Werewolf yang begitu dihormati , tetapi lebih sepeti anak anjing yang kehilangan arah dan tersesat di pinggir jalan.


"Kau seorang Raja Werewolf, tidak ada kehormatan yang lebih tinggi dari itu dalam kawanan Were. Jadi jangan putus asa hanya karena masalah ini, biar bagaimanapun aku sangat menghargai semua hal yang telah kau lakukan untuk Kayla, aku sungguh-sungguh berterimakasih kepadamu lord Alex, untuk kedepannya aku berharap kita bisa menjadi teman, dan melupakan dendam dimasa lalu," ucap Sammy tulus.


"Cih, omong kosong. Bawa wanita mu pergi dari sini! Mulai sekarang dia bukan lagi bagian dari bangsa Werewolf ," usir Alex


"Lex,?" panggil Kayla


"Pergi dari sini ! Jangan pernah lagi muncul dihadapan ku ! Jika kau tidak berniat untuk tetap tinggal maka jangan pernah kau datang. Aku muak denganmu!" tegas Alex memalingkan wajah dan tubuhnya, membelakangi Kayla yang dengan enggan dibawa pergi oleh Sammy.


Hanya itu yang bisa Alex lakukan untuk Kayla, mengusirnya adalah pilihan terbaik yang bisa dilakukan oleh Alex, ingin rasanya Alex merantai Kayla hanya untuk dirinya sendiri, akan tetapi, ia takut jika keserakahannya akan menyakiti Kayla lagi.


Merelakan adalah titik tertinggi dari sebuah rasa cinta.

__ADS_1


Dengan enggan Kayla meninggalkan kediaman Alex, semuanya menjadi semakin kacau saja, mereka kembali ke mansion Sammy saat malam semakin larut, di sepanjang perjalanan Kayla hanya terdiam, menatap kosong jalanan dihadapan mereka.


Setibanya di rumah, suara nyaring Robin menyambut kedatangan mereka.


"Astaga aku mendengar dari raja Vampir, hari ini kau mengeluarkan pedang itu, apa yang sebenernya terjadi?" Robin selalu terlalu histeris.


"Lain kali saja aku jelaskan," elak Sammy.


Luka luar akibat pertarungannya dengan Alex memang sudah pulih seketika, akan tetapi luka dalam yang dialaminya belum sepenuhnya kembali normal, dengan menahan sakit, Sammy menggandeng tangan Kayla menaiki tangga menuju kamar mereka.


"Hei, kalian tidak bisa meninggalkanku dengan rasa penasaran seperti ini, Apa yang sebenarnya terjadi? katakan padaku ! Hei pak tua ?" protes Robin yang sama sekali tidak mendapatkan sahutan dari keduanya.


"Kau baik-baik saja" tanya Sammy lembut begitu mereka sudah memasuki kamar.


Sammy membawa Kayla duduk di sofa, memegang tangan Kayla dengan lembut.


Kayla hanya mengangguk dan memberikan sedikit senyuman untuk Sammy, ia tahu bahwa tidak mungkin untuk bisa mempertahankan keduanya, entah itu Alex ataupun Sammy, dia tidak bisa untuk terlalu serakah dengan mengharapkan memiliki keduanya.


Sammy merengkuh tubuh mungil Kayla dalam dekapannya, ia tidak tahu harus bagaimana mengutarakan betapa bahagianya dirinya saat ini, karena sebentar lagi mereka akan bisa bersama tanpa ada rasa takut dengan orang-orang yang ingin memisahkan mereka.


"Aku baik-baik saja, tidak pernah sebaik ini," ucap Sammy penuh syukur, terus mendekap erat tubuh Kayla.


Kayla sedikit mendorong tubuh kekasih sekaligus pasangannya itu, memberi jarak antara mereka, " Sebaiknya, kau mandi ! banyak sekali darah yang masih melekat ditubuhnya," ucap Kayla sedikit mengernyitkan hidungnya.


Sammy mengamati tubuhnya dan mengangguk setuju, " Kau benar, aku kotor sekali. Mau mandi bersama," itu bukan permintaan, karena tanpa menunggu jawaban dari Kayla Sammy langsung mengangkat tubuh Kayla menuju kamar mandi.


Kini malam sudah hampir usai, tampak cahaya kemerahan di ufuk timur, sepertinya sang mentari berusaha menerobos keluar dari peraduannya, sementara itu Kayla berdiri menantang cahaya itu, dari balkonnya ia bisa melihat dengan jelas rancak sinar kemerahan di seberang sana. Terkadang Kayla berfikir apakah mungkin ada dunia dimana dirinya bisa menciptakan dan mengatur hidupnya sesuka hatinya, hidup bahagia bersama tanpa adanya konflik dan permusuhan.


Kayla menoleh ke belakang, melihat wajah sammy yang masih tertidur pulas setelah pertempuran dahsyat mereka semalam. Kayla kembali memusatkan perhatiannya pada cahaya yang begitu menghipnotis itu.


Sekarang apa yang harus kulakukan??

__ADS_1


Kayla berjalan mengambil ponselnya yang berada diatas nakas, mencari nama saudarinya kemudian melakukan panggilan telepon.


Dering pertama terdengar, Kayla kembali berjalan kearah balkon karena tak ingin mengganggu tidur Sammy.


[Halo, ada apa Kay? Tumben jam segini telepon?] Suara sumbang Akira dari seberang , terdengar masih mengantuk.


"Akira ? Apapun yang terjadi kita tetap saudara bukan? aku menyayangimu" jawab Kayla dengan lembut, tidak seperti dirinya yang biasanya.


[Hei, apa kau mabuk? Berapa banyak yang kau minum, sampai bisa mengatakan hal mengerikan seperti itu, hii, aku sampai merinding mendengarnya] Akira tergelak


[Sudah, jangan bicara aneh-aneh, sana tidur ! Pasti kau tidak tidur lagi kan semalam. Sana-sana tidur ! Aku mau melanjutkan mimpi indahku dulu, bye, " sambung Akira kemudian memutus panggilannya.


Dengan gontai Kayla kembali berjalan ke arah ranjang, ikut merebahkan tubuhnya di sebelah sang kekasih yang masih saja terlelap, sedetik kemudian Kayla terkejut saat tangan besar Sammy menarik nya dalam pelukan, membawa gadis itu dalam dekapan dada bidangnya.


"Jangan takut, kau selalu memiliki aku disini, aku berjanji akan selalu ada untukmu," ucap Sammy lembut dengan matanya yang masih terpejam. Mengecup lembut rambut Kayla dan menepuk punggung kekasihnya yang semakin meringkuk dalam pelukannya.


"Sekarang tidurlah! semua akan baik-baik saja."


Ternyata Sammy mendengar semua percakapan antara Kayla dan Akira, Sammy bisa mengerti kepedihan hati Kayla yang di buang dari kawanannya.


*Aku akan selalu ada untukmu.


Bersambung*.❤️


Hai readers, terimakasih banyak untuk semua yang masih mendukung karya remahan tepung ku ini, mohon dukungannya juga untuk karya-karya ku yang lainnya, silahkan tap profil aku ya kakak.


\=> Ada beberapa cerpen


\=>novel: Beauty Upgrade


\=>novel: Menikahi pengasuhku.

__ADS_1


yuks kepoin...🥰🥰


__ADS_2