Papa Vampirku Kekasihku

Papa Vampirku Kekasihku
CINTA ROBIN


__ADS_3

Hawa dingin menyelimuti kedatangan Sammy, wajah malaikatnya sekarang bak sang raja iblis yang siap menghancurkan dunia, bahkan hanya dengan berada disekitarnya saja rasanya sudah seperti berada di Medan listrik, kekuatan dari kemarahan Sammy terasa menusuk-nusuk di udara.


Robin memanggil kedua pengawal yang mengikuti Kayla siang tadi , keduanya datang dengan tergopoh-gopoh , guratan ketakutan menyelimuti wajah mereka.


P**lak...plak....plak**... Pukulan bertubi-tubi mendarat di wajah kedua pengawal yang malang itu.


"Bodoh...Tidak berguna... " Robin masih terus memukul kedua pengawal yang bernasib malang itu.


Sammy yang tengah duduk disofa melihat Robin yang masih dengan sekuat tenaga menampari bawahannya.Sammy sama sekali tidak berkeinginan untuk menghentikan kemurkaan Robin, dia sendiri harus menahan emosinya agar tidak langsung menebas kepala kedua pengawalnya itu, dia tidak ingin melakukan sesuatu yang nantinya mungkin akan dia sesali karna emosi sesaat. Bagaimana Sammy tidak emosi ,mata-mata yang dia tugaskan untuk slalu mengawasi Kayla memberikan informasi bahwa Alex, anjing busuk itu menemui Kayla bahkan berani menyentuh kekasihnya, membayangkannya saja membuat darah Sammy mendidih sampai ke ubun-ubun.


Sammy sudah memastikan bahwa Kayla saat ini tengah mandi, dan dia tahu kalau gadis kecilnya itu selalu menghabiskan banyak waktu untuk berendam, maka dari itu dia membiarkan Robin menghukum kedua pengawal itu , dia tidak mungkin menghukum pengawalnya didepan Kayla, bisa-bisa gadis itu langsung berteriak histeris.


Namun tanpa disangka-sangka, Kayla berlari menghambur ke pelukan Robin mencegah Paman kesayangan nya yang masih memukul dan menendang kedua pengawal yang sudah bersimbah darah itu.


" Hentikan. !! Apa yang Paman lakukan? Mereka bisa terbunuh, kumohon berhenti" Kayla benar-benar histeris ,dia terus saja berteriak dan menangis.


Robin sangat terkejut dengan kedatangan Kayla ,bukan hanya Kayla yang terus menangis dan berteriak namun Kayla juga menghambur ke dalam pelukannya hanya menggunakan handuk yang melilit tubuhnya, hampir separuh tubuh indah itu terekspos, Robin hanya bisa berdiri mematung tangan yang hendak dia layangkan untuk memukul pengawal tadi masih menggantung di udara.


Sammy yang melihat kekasihnya hanya menggunakan handuk ditubuhnya semakin murka, dia langsung berdiri dan melepaskan Jas kerjanya dan menutupi tubuh kekasihnya itu.


"Tutup mata kalian ! Siapapun yang berani melihat kekasihku saat ini, aku akan langsung mencongkel kedua matanya." Sammy berteriak ,emosi yang berusaha ditahannya sedari tadi meledak sudah ,saat ini dia juga tergoda untuk mencekik gadis kecilnya ini.


Semua yang ada di ruangan itu langsung menutup mata dan menundukkan kepala mereka, termasuk para pelayan wanita, bahkan Robin pun langsung menutup matanya , bukan takut karena ancaman Sammy, melainkan dia takut pada keteguhan hatinya yang mulai goyah.


Sammy langsung mengangkat tubuh kekasihnya dan membawanya kembali ke kamar. sebenarnya alasan Kayla berlari keluar hanya dengan menggunakan handuk adalah ,ketika dia hendak memasukkan tubuhnya kedalam bathtub ,Kayla teringat bahwa dia membeli produk sabun terbaru hari ini dan lupa membawanya ke kamar mandi jadi dia memutuskan untuk mengambil sabun itu yang sudah berada di kamarnya bersama barang-barang belanjaan yang lain, saat itulah dia mendengar kegaduhan di lantai bawah, jadi tanpa pikir panjang Kayla langsung berlari keluar tanpa memikirkan konsekuensi yang akan ia terima, dan sekarang dia sedang dalam masalah besar.


" Apa kau sudah gila, berlarian tanpa pakaian" Sammy mulai berteriak frustasi dihadapan Kayla begitu memasuki kamar .


" Maaf, tapi kalau aku tidak segera menghentikannya, kemungkinan Paman Robin bisa membunuh kedua pengawal tadi," Kayla membuat alasan.


"Jadi kau berlarian tanpa pakaian,karna takut Robin menjadi pembunuh, seharusnya langsung ku penggal saja orang-orang tidak berguna itu," Sammy masih murka


" Jangan seperti itu, itu semua bukan salah mereka" Kayla berusaha menenangkan kekasihnya yang sudah memasuki kemarahan level iblis ini.


" Lalu salah siapa? Katakan salah siapa?" Sammy mengatakan dengan nada yang semakin tinggi ,membuat Kayla ter lonjak kaget.


"Huaaa.... kenapa kau membentak ku, apa kau begitu membenciku , kau sudah tidak mencintaiku lagi ya....huaa.." Kayla mulai menangis dengan keras.


Melihat Kayla yang menangis dengan kencang membuat Sammy merasa bersalah, dia membawa gadis kecilnya kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Maaf, sudah jangan nangis lagi, aku minta maaf ya sayang?" akhirnya selalu begini , Sammy harus mengalah pada gadis kecilnya ini.


" Lepaskan, aku membencimu, huaaa..." Kayla berusaha mendorong tubuh Sammy , namun Sammy justru semakin mengeratkan pelukannya.


" Tapi aku mencintaimu, maaf ! " Sammy mencium puncak kepala Kayla, berusaha menenangkan kekasih kecilnya yang masih merajuk.


" Aku membencimu." Kayla masih saja merajuk, tapi tidak sampai mendorong Sammy menjauh , dia justru menenggelamkan wajahnya di dada bidang Sammy.


" Tidak apa-apa , kau boleh membenciku , biarkan cukup aku saja yang mencintaimu, aku akan memberikan cinta yang sangat banyak sampai-sampai kau tak akan kuat menerimanya." goda Sammy , dia tahu gadis kecilnya sudah tidak marah lagi.


" Dasar gombal." Kayla memukul dada Sammy .


Sammy justru tertawa, memberikan satu ciuman dalam di bibir Kayla.


" Kau sudah selesai mandi?" tanya Sammy ,tangannya mengelus lembut punggung Kayla.


"Tentu saja belum, aku bahkan belum memulainya." kata Kayla kesal, karena aktivitas mandinya terganggu.


"Mau aku bantu?" Sammy mulai menggoda


" Tidak mau , lebih baik kau pergi saja!" Kayla mendorong tubuh Sammy yang tengah tertawa itu keluar dari kamarnya dengan wajah yang merah padam karena ucapan Sammy.


" Tidak perlu ,aku bisa sendiri, terimakasih." Kayla menutup pintu kamarnya tepat dihadapan Sammy, Kayla masih mendengar tawa Sammy.


Apa-apaan ini, dia sekarang senang sekali menggodaku. batin Kayla .


>>>>>>>>>>


Disisi lain Robin yang tersadar dari rasa terkejutnya, berjalan tak menentu kearah mansion belakang , menuju danau, dia duduk termenung disana , pandangannya menerawang jauh.


Robin tidak ingin mengakui hatinya terguncang karena kayla. Dia masih saja berusaha menyangkal perasaannya, bukan karena Kayla milik Sammy, tetapi karena kebahagiaan Kayla berada disisi Sammy. Seandainya Kayla tidak bahagia, maka Robin tidak akan peduli bila harus merebutnya dari raja iblis sekalipun, tapi Kayla hanya menganggapnya sebagai Paman , dia harus menyerah bahkan sebelum memulainya.


Ternyata tak jauh dari tempat Robin, Akira berdiri dibawah naungan pohon mengamati pria yang tengah bimbang itu, Akira memutuskan untuk menghampirinya, perlahan-lahan dia duduk disebelah Robin.


"Pergilah ! Aku tidak ingin diganggu saat ini." ucap Robin .


Akira berdeham, tidak peduli bahwa dirinya dianggap sebagai pengganggu, terserahlah begitu pikir Akira,dia tetap disana, mengeluarkan ponsel dari saku sweater rajut miliknya, karna hari sudah mulai gelap ,udara menjadi semakin dingin saat musim-musim seperti ini. Akira memutar sebuah lagu ,mengeraskan volumenya dan meletakkannya ditengah-tengah,antara dirinya dan Robin yang masih saja menatap kosong kearah danau.


🎼Jikalau kau cinta by.Judika

__ADS_1


*jikalau kau cinta🎶


benar-benar cinta 🎶


jangan katakan kamu tidak cinta🎶


jikalau kau sayang🎶


benar-benar sayang🎶


tak hanya kata atau rasa🎶


kau harus tunjukkan🎶


jangan sampai,hingga waktu perpisahan tiba🎶


dan semua yang tersisa hanyalah air mata 🎶


hanya air mata.🎶


mungkin saja ,cinta kan menghilang selamanya🎶


dan yang tersisa hanyalah air mata🎶


hanya air mata cinta....🎶🎶🎶


kemanapun kau acuh ,cinta tak pernah rapuh🎶


berpaling pun tak mampu, hilangkan cinta🎶


percayalah....🎶🎶🎶*


"Lagu ini cocok untuk dirimu" ucap Akira tiba-tiba.


Robin hanya mendengus dan menyeringai....


bersambung 🙏😀


->bayangin jadi Robin ,cinta yang harus diakhiri bahkan sebelum dimulai 🥺

__ADS_1


__ADS_2