
\#*Ketika orang yang kita sayangi terluka, maka disaat itulah kita tahu arti dari penderitaan* yang sesungguhnya.\#
Sammy tertegun, suara tembakan itu belum memudar sepenuhnya, tubuhnya terasa kaku seketika, dia menyaksikan dengan kedua bola matanya, disaat tubuh sang kekasih roboh akibat terjangan tiga peluru perak yang menembus punggung Kayla . Kakinya secara alami berlari menangkap tubuh yang sudah hampir menyentuh lantai marmer itu. Cairan kental berwarna merah merembes membasahi gaun Kayla, hingga menggenang di atas lantai tempatnya ambruk.
Sammy melihat manusia yang berdiri di belakang tempat sebelumnya tertutup oleh tubuh Kayla, ruangan itu, dimana para sandera manusia ditahan. Tidak ada yang menyangka bahwa salah satu dari ke empat manusia yang ada disana, bukanlah seorang sandera, melainkan anggota komplotan dari para vampir juga Were bi.adap itu. Dengan tubuh gemetar, pria bertubuh pendek itu memegang pistol yang baru saja digunakannya untuk menembak Kayla. Tanpa basa-basi,Sammy langsung mengambil pistol dari genggaman tangan Kayla,kemudian meletuskannya ke kepala pria tersebut, mengakhiri hidupnya yang menyedihkan.
Kayla mengerang kesakitan merasakan peluru perak yang bersarang ditubuhnya menguras seluruh tenaganya, dua tertanam di perutnya dan yang satu, merupakan yang paling berbahaya tertanam di jantungnya, cukup dalam untuk membuatnya kehilangan kekuatan juga kesadarannya, dia tidak tewas seketika hanya karena, ada darah setengah Werewolf ditubuhnya, jika dia hanya manusia biasa dapat dipastikan dirinya pasti sudah berada di kantong jenazah. Dan ,ia juga bersyukur, manusia si.alan itu adalah penembak yang buruk ,jika ada dua peluru yang tertanam di jantungnya dan menimbulkan robekan yang cukup dalam maka tidak peduli meskipun dirinya memiliki darah Were ditubuhnya,itu tidak akan membantu. Perak merupakan kelemahan terbesar bagi sebagian besar kaum iblis ,salah satunya kaum Werewolf.
Pandangan mata Kayla mulai kabur, dia hanya bisa mendengar gumaman-gumaman lirih dari pria yang kini memeluk tubuhnya yang terbaring di lantai, dada bidang Sammy menawarkan kehangatann yang di rindukanmya, kini kayla merasakan telinganya berdengung hebat, perlahan-lahan kegelapan mulai menelannya.
"Bertahanlah Kay sayang! Aku disini, bertahanlah !" Dengan sigap Sammy menyayat pergelangan tangannya menggunakan taring, seketika darahnya mulai mengalir deras karena itu bukanlah sayatan kecil. Sammy menekan pergelangan tangannya ke bibir Kayla, memaksa sang kekasih untuk menelan darah itu, namun Sammy sadar , darahnya justru meluber keluar dari mulut Kayla yang sama sekali tidak merespon darah dari pergelangan tangannya yang mulai tertutup bekas lukanya. (Keterangan: Darah Vampir bisa menyembuhkan luka, bahkan luka yang sangat parah, dan dalam beberapa kasus, meminum darah vampir dengan jumlah tertentu bisa menambah usia manusia dan membuat awet muda).
Sammy kembali menyayat pergelangan tangannya lagi, dan terus memaksa Kayla untuk menelan darahnya, dia memijat leher Kayla ,berusaha agar darahnya bisa masuk ke tubuh kekasihnya yang dapat ia rasakan semakin dingin dalam dekapannya. Sammy melakukannya terus menerus, sambil terus bergumam lembut menyemangati Kayla untuk bertahan, sementara pandangan matanya juga mulai kabur oleh airmata. Ketika sayatan keempat Sammy mulai merasakan isapan di kulitnya, dia tersenyum puas.
>>>>>>>>>>
__ADS_1
Kayla tersadar di sebuah ruangan asing, kepalanya terasa berat dan tubuhnya juga masih begitu lemah, dia memperhatikan sekelilingnya, ruangan yang cukup mewah dengan desain interior klasik, bahkan ranjang yang ia tempati sekarang berukuran king size.
Dia mencoba bangun dari tempat tidurnya dan mulai berjalan menuju balkon,ia ingin memastikan dimana dirinya saat ini. Dia berjalan perlahan ,bahkan hampir tidak menimbulkan suara, langkahnya terhenti saat dirinya melihat pantulan tubuhnya di cermin besar yang ada di lemari pakaian, matanya membulat terkejut, kedua tangannya terangkat menutupi mulutnya yang sudah hampir berteriak.
Bukan hanya dirinya sudah berganti pakaian, namun pakaian yang ia kenakan membuatnya ingin memaki siapapun yang mengenakannya di tubuhnya. Pakaian yang merupakan sebuah dress berwarna baby pink sebatas lutut dengan renda di sekelilingnya, juga pita besar di bagian belakang pinggangnya , membuat Kayla ingin muntah melihat penampilannya yang seperti boneka Barbie. Namun semakin Kayla mengamati bayangannya di cermin, semakin ia merasakan perasaan aneh yang sulit ia jelaskan , ia merasakan perasaan akrab dengan bayangan dirinya di cermin,padahal selama ini dirinya tidak pernah berpenampilan seperti ini.
Kayla melangkah mendekati cermin besar itu, tangannya terulur untuk menyentuh bayangan dirinya yang terlihat bukan seperti dirinya yang ia kenal dan ketahui.
"Siapa kau?" bisik nya
Sammy dengan perlahan membuka kenop pintu kamar dimana sang kekasih hati tengah tertidur. Hari ini ia merasakan arti penderitaan yang sesungguhnya, ketika dirinya mengamati sendiri ,wanita yang paling ia cintai hampir meregang nyawa di dalam dekapannya,rasanya seperti ada yang menggoreskan perak cair ke seluruh pembuluh darahnya, rasanya seperti terbakar dan sesak tak terkira.
Netra Sammy mendapati ranjang tempat tidur sudah kosong, pandangannya langsung menangkap sosok yang ia cari tengah berlutut dengan kedua tangan yang memegangi ke dua sisi kepalanya di depan cermin. Dengan cepat Sammy menghampiri Kayla dan turut berlutut di hadapan gadis itu, ia melihat buliran bening terjatuh membasahi pipi wanita tercintanya.
"Kau baik-baik saja? Katakan padaku bagian mana yang sakit? Bicaralah! Jangan menakutiku!" Sammy memegang kedua bahu Kayla dan terkadang sedikit mengguncangnya, karena Kayla tidak memberikan jawaban.
__ADS_1
Dengan sigap Sammy mengangkat tubuh Kayla dari lantai, kemudian membaringkannya kembali ke tempat tidur. Namun pandangan mata Kayla masih terlihat kosong.
Sammy menyodorkan segelas air minum yang berada di nakas,dan membantu Kayla untuk meminumnya.
"Kau baik-baik saja? Bagaimana perasaanmu sekarang?" Tanyanya cemas.
Terdengar Kayla menghela nafasnya, matanya yang indah terpejam, dia sedang berusaha mengontrol emosinya, meskipun pria yang saat ini berada dihadapannya telah menolong dan menyelamatkan nyawanya, namun Kayla tidak bisa menunjukkan bahwa dirinya lemah.
"Aku baik-baik saja Tuan, terimakasih banyak atas pertolongan anda" ucap Kayla dengan sopan
" syukurlah kalau demikian" Sammy menghela nafas lega. "Aku akan membawakan mu makanan, tunggulah sebentar,kau butuh energi agar kau cepat pulih" senyuman mengembang dibibir sang vampir, setelah sekian lama akhirnya dia bisa berada di dekat cinta sejatinya.
" Tunggu sebentar, aku ingin mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berputar di kepalaku sejak pertama kali aku melihatmu... Siapa sebenarnya dirimu? Dan kenapa kau menolongku? Apa kita pernah saling mengenal?" Kayla bertanya dengan tegas.
Bersambung 😀🙏
__ADS_1