
Kayla masih termangu menatap kertas berisi alamat Akira di meja makan, ketika pintu depan terbuka, memperlihatkan wajah lesu Juan dan Sarah. Seperti dugaannya, mereka dibuat bergadang dan kesusahan karena kasus pengkhianatan Freya. Kayla bisa membayangkan amukan Stevan dan betapa frustasinya semua anggota tim yang harus menata semuanya dari awal lagi. Ck ck ck kasian sekali.
Juan mengangkat tangannya menyapa sebelum akhirnya tubuh itu ambruk di sofa dan tak berapa lama terdengar suara dengkuran halus darinya. Sementara Sarah menghampirinya di meja makan meletakkan kepalanya di atas meja dengan mata terpejam, mereka terlihat sangat kelelahan.
"Apa kalian baik-baik saja?" Kayla bertanya, mengetuk meja di hadapannya.
"Hmm..." Jawaban singkat dari Sarah.
"Hah, kasian sekali kalian. Baiklah kalian istirahatlah, aku akan mencari informasi tentang Tuan Dominic terlebih dahulu, nanti kita bisa mendiskusikan langkah selanjutnya bersama, " ujar Kayla yang hendak berlalu dari sana. Namun sejurus kemudian Juan dan Sarah bangkit dengan cepat menghentikan langkah Kayla.
"Jangan coba-coba pergi tanpa kami! Tuan Alex sudah memberikan peringatan tegas tentang hal itu, awas! Jangan membawa masalah untukku ! Aku meninggalkan tawaran sebagai model produk kosmetik terbaru untuk berada disini, jadi jangan macam-macam!" Ancam Sarah tegas, dirinya kesal karena Alex memaksanya untuk kembali dalam tim, sementara ada tawaran yang begitu menggiurkan disisi lain.
" Haish... Seharusnya kau menolak misi ini saja, kenapa kau sekarang marah padaku? Merepotkan sekali" gerutu Kayla kesal.
"Memangnya ada yang berani menolak perintah Lord Alex, hah?" Jawab Sarah.
"Ok..Ok, sekarang katakan padaku apa yang bisa aku lakukan? Aku tidak ingin terjebak didalam rumah seharian, katakan padaku!"
"Entahlah, Misi kali ini lebih rumit dari yang kita pikirkan, bukan hanya keterlibatan para Vampir tapi semua data informasi yang ada di Tim ternyata tidak akurat, banyak diantaranya yang sudah dimanipulasi oleh Freya. Wanita ja.lang itu, Aku akan menjambak rambutnya saat aku bertemu dengannya," geram Sarah.
"Kalian istirahatlah dulu! Aku mau mandi, jangan khawatir, aku tidak akan mencari masalah," ucap Kayla, berlalu menuju kamar mandi yang terletak di dalam kamarnya.
>>>>>>>
Selang beberapa waktu Kayla sudah keluar dengan bajunya yang biasa, sebuah kaos berlengan panjang yang melekat sempurna ditubuh Kayla, yang terlihat menggoda disetiap lekuk yang ditonjolkan oleh kaos berwarna hitam dan berbahan elastis itu, dengan celana panjang dengan warna senada. Kayla meraih mantel yang berada di gantungan, menutupi tubuh hingga ke lututnya, menyelipkan beberapa senjata disana. [Jangan pernah keluar rumah tanpa senjata] merupakan moto yang selalu dianut oleh Kayla agar tetap bertahan hidup di dunia para iblis, dimana membunuh merupakan hal yang wajar seperti halnya makan tiga kali sehari.
Terlihat Sarah dan Juan sedang tertidur pulas di sofa dengan saling berpelukan, membuat Kayla menggeleng pelan, yah keduanya mempunyai hubungan yang rumit, tidak berkencan tetapi saling membutuhkan, begitulah.
Dengan perlahan Kayla membuka pintu dan menyelinap keluar tanpa diketahui oleh mereka,
__ADS_1
Hahh... Akhirnya, tidak mungkin aku mau terkurung di dalam rumah seharian. Kalian istirahatlah, sekarang giliran ku yang mencari informasi, gumam hatinya ketika dia berjalan membelah jalanan di Underworld, menuju rumah sang Vampir.
Tak butuh waktu lama bagi Kayla untuk sampai di depan pagar besi yang mengelilingi rumah besar bergaya klasik itu, cahaya matahari membuat rumah ini terlihat lebih indah.
Setelah menyampaikan niatnya agar bisa bertemu dengan sang pemilik rumah kepada penjaga gerbang, Kayla dibiarkan menunggu disana, sementara si penjaga gerbang berlalu ke dalam rumah untuk menyampaikan kedatangannya kepada sang Vampir. Kayla bisa saja menerobos masuk, tetapi belum tentu dia bisa keluar dari sana dalam keadaan hidup. [Masuk sarang Vampir tanpa izin berarti siap untuk mati] ini adalah peraturan yang tidak tertulis, tetapi diketahui oleh seluruh ras iblis, dan Kayla tidak ingin terburu-buru untuk bertemu malaikat maut.
Setelah mendapatkan izin untuk masuk, penjaga itu mengantarkan Kayla memasuki pintu kayu dengan ukiran disekelilingnya, dirinya kembali memasuki rumah Vampir yang dua hari lalu menyelamatkan dirinya.
Kini dirinya tengah duduk manis bersama Sang Hunter, Sammy sagara. tatapan mata lembut dari Sammy selalu membuat jantung kayla berlompatan, Kayla merasa kembali menjadi remaja yang bertemu dengan cinta pertamanya, bahkan wajahnya entah karena apa mulai terasa panas dan dirinya menjadi salah tingkah sendiri.
Pandangan mata Kayla kini terarah kepada wanita berambut merah yang selalu berdiri dibelakang Sammy, membuat Kayla kesal hanya dengan melihatnya. Apa Kayla sedang merasakan cemburu?
"Ehemm..." Kayla berdeham untuk memecah keheningan diantara mereka, " Bisakah kau memberikan sedikit privasi untuk kami, Nona Jeane " imbuh Kayla
"Silahkan bicara dengan leluasa Nona Kayla, tak perlu sungkan dengan kehadiran saya," balas Jeane sengit.
Kayla mengerucutkan bibirnya kesal, " Ck, menyebalkan"gumamnya lirih
"Pergilah!" usir Sammy pada Jeane.
"Tapi tuan..."
"Jangan membuat ku mengulanginya lagi" tegas Sammy, membuat Jeane sangat kesal.
Sebelum pergi Jeane memberikan tatapan tajam dipenuhi dengan kebencian kepada Kayla , jika pandangannya itu merupakan sebuah pisau Kayla pasti sudah berdarah-darah saat ini. Sementara Kayla hanya memberikan senyuman tanpa dosa seolah berkata 'apa salahku' .
"Apa tujuanmu datang kemari?" Sammy memulai percakapan diantara mereka
"Jujur saja, tidak perlu bertele-tele. Sebenarnya aku ingin melakukan pertukaran informasi dengan anda Tuan Sammy Sagara. Berikan aku semua informasi yang kau ketahui tentang Dominic, dan aku akan memberikan informasi lain yang kau inginkan sebagai imbalan. Bagaimana?" Ucapnya berterus terang.
__ADS_1
"Dan jika tidak ada informasi yang menarik yang kuinginkan bagaimana?" Sammy menyeringai licik.
"Tidak mungkin, tidak ada yang kau inginkan, pasti ada sesuatu yang ingin kau ketahui, aku berjanji akan berusaha mencari informasi apapun yang kau inginkan." Kayla mencoba peruntungannya.
Sammy tampak berpikir, sebenarnya Kayla tidak perlu melakukan ini semua, Sammy pasti akan dengan senang hati mengatakan informasi apapun yang ingin diketahui sang kekasih hati, tapi siapa juga yang akan melewatkan kesempatan semacam ini. Seringaian Sammy semakin lebar.
"Baiklah, aku setuju" Sammy mengulurkan tangannya dan disambut dengan antusias oleh Kayla.
"Okey, mari bekerjasama" Senyuman manis mengembang dibibir ranum Kayla, membuat hati Sammy ingin sekali merasakan manisnya sekali lagi.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Apa kau gila!" Maki Robin pada Cecilia yang sedang berdiri dihadapannya. Laporan yang dibawakan oleh sekretarisnya itu membuat darahnya mendidih.
"Bagaimana perusahaan kita bisa kehilangan kesempatan untuk bekerja sama dengan model itu,bukankah bulan lalu kau sudah bisa memastikan bahwa semuanya akan berjalan sesuai dengan rencana? Lantas bagaimana kau menjelaskan semua kekacauan ini?" Teriak Robin melemparkan kertas laporan itu kearah Cecilia hingga terhambur ke lantai.
"Maaf tuan, menurut informasi yang saya terima, model itu ternyata sudah membuat kontrak dengan perusahaan lain," wajah Cecilia tampak penuh ketakutan.
"Dan kau mengatakan bahwa dia bisa melakukan pemotretan untuk produk terbaru kita, sebelum memastikannya? Begitu?" Bentak Robin lagi membuat Cecilia semakin melonjak kaget.
"Saya hanya mengkonfirmasi dengan Asistennya saja Tuan, Asistennya mengatakan bahwa Sarah Shu bisa melakukan pemotretan ini bulan lalu, ini juga diluar keinginan Asistennya," jelas Cecilia.
" Lalu ini keinginan siapa? Apa ini keinginanku? Pemotretannya tinggal satu Minggu lagi. Bagaimana kau bisa memilih seorang model tanpa ada tanda tangan kontrak dengan pihak managementnya? " kesal Robin.
"Ini merupakan peluncuran produk kosmetik pertama yang akan diluncurkan oleh anak perusahaan kita,kau bilang kau bisa menanganinya! Kau mengatakan bahwa Sarah Shu adalah model pendatang baru yang sedang populer belakangan ini, membuatku yakin dengan semua rencana ini, sekarang bereskan kekacauan ini ! Aku tidak ingin acara peluncuran produk 'Angeline' (nama produk kosmetik terbaru dari perusahaan Sagara) sampai diundur. Apa kau mengerti?" Tegasnya lagi.
"Baik Tuan" Cecilia hanya bisa mengangguk, kemudian menundukkan kepalanya dan berlalu dari ruangan itu.
"Sialan" umpat Robin kesal
__ADS_1
*Perusahaan mana yang berani bersaing denganku? Akan ku pastikan kalian jatuh tersungkur ke tanah.
Bersambung 🙏*