
Salahku sendiri, kenapa berdiri di belakangmu. Sehingga membuat dirimu tidak bisa melihat kehadiranku. Aku sadar suatu saat kau akan kembali kepadanya,tapi apalah daya, hatiku tidak mau mendengarkan.
***^~^.
Sammy menyerang dengan membabi buta, dia mengutuk diri sendiri karena kecerobohannya, bukan hanya membuatnya masuk dalam perangkap musuh. Namun, bagian terburuk adalah dia membawa Kayla terperangkap bersamanya. Sammy mengerang kuat, menebas orang-orang Dominic yang jumlahnya memenuhi seluruh ballroom, gerakannya bagaikan tarian, menebas ke segala arah, mayat bergelimpangan dimana-mana. Satu-satunya hal yang dipikirkan olehnya adalah untuk segera berada di sisi Kayla, ia tidak tahu bagaimana keadaan kekasihnya saat ini.
Beberapa saat yang lalu, ia mendapatkan bantuan dari para Were, yang datang bersama Raja mereka, Alex.
Tidak dipungkiri ada rasa kesal saat ia melihat Alex melesat menuju lantai atas, Sammy bisa menduga kemana kiranya Alex pergi. Namun, ia juga merasa sedikit lega, setidaknya Alex akan melindungi Kayla.
Jumlah orang yang dibawa Alex berkisar sepuluh orang, termasuk Stevan, pemimpin Hunter. Kalah jauh jika dibandingkan dengan pasukan Dominic yang memiliki kisaran lima puluh orang. Meskipun kemampuan mereka luar biasa, tetapi menghadapi jumlah yang jauh dari kata imbang, membuat mereka sangat kewalahan.
Suara tawa yang memekakkan telinga membuat semua orang terkejut, menutup telinga masing-masing. Setelahnya sosok Vella muncul dengan keanggunan dan aura seorang Siren, membuat semua orang bergidik ngeri. Sammy menyadari sihir yang melingkupi tubuh Oracle tersebut lebih pekat dari sebelumnya, dan memiliki hawa dingin khas black magic. Black magic dilarang untuk digunakan.
Amarah mendidih dalam jiwa Sammy kala matanya menangkap gambaran kekasihnya menggantung di udara, dengan sebuah gelembung sihir mengelilingi tubuh Kayla. Kondisi Alex tak jauh berbeda, ia juga berada di dalam gelembung serupa dengan Kayla. Para Werewolf melolong panjang penuh amarah menyaksikan sang Raja dalam kondisi yang demikian.
"Kay..." lirih Sammy.
"Jatuhkan senjata kalian! Jika kalian masih ingin melihat dua orang tidak berguna ini hidup," seru Vella angkuh.
"Jika kalian berani menjatuhkan senjata kalian, maka kalian bukan kawanan ku lagi. Bangsa Were tidak membutuhkan orang-orang lemah dan pengecut," teriakan Alex menghentikan anak buahnya yang hendak melepas senjata mereka.
"Diam Anjing!" Vella menambahkan sihirnya ke arah tubuh Alex,membuat sang raja Were mengerang kesakitan.
__ADS_1
"Serang dengan kekuatan penuh!" perintah Alex dengan berapi-api meskipun ia merasakan rasa sakit yang luar biasa di tubuhnya.
Sontak semua Were mengikuti perintah sang Raja, kembali mengarahkan senjata mereka dan melawan dengan brutal, bahkan sebagian dari mereka sudah bertransformasi menjadi serigala besar yang ganas.
Sammy mengambil kesempatan ini dan kembali menyerang lawannya,kali ini serangan Sammy lebih tenang namun tidak kalah mematikan. Ia terus menebas dan menebas. Pedang legendaris bangsa vampir hari ini akan sangat kenyang, pedang misterius milik Sammy dengan api berwarna biru yang mengelilinginya merupakan pedang penghisap jiwa, sekali iblis tertusuk pedang tersebut seluruh jiwanya akan tersedot habis oleh pedang tersebut, yang membuat pedang itu semakin kuat.
Langkah Sammy membawanya semakin dekat ke arah Vella, kini hanya ada Dominic dan stau orang berkepala plontos yang menghalangi dari membantai Oracle yang memisahkannya dari Kayla selama lima belas tahun .
Vella yang menyadari jika ancamannya tidak dihiraukan oleh para musuhnya menjadi sangat murka, apalagi melihat orang-orang Dominic yang mengikutinya dibantai dengan brutal oleh para werewolf, dan juga Sammy. Melihat Hunters sekelas Sammy memegang pedang yang teramat sangat ditakuti di dunia iblis semakin membuat Vella gusar, kembali ia berteriak, " Jika kalian tidak menyerah sekarang maka aku akan benar-benar membunuh mereka, " ancamnya sekali lagi.
Namun, kali ini Kayla yang menjadi targetnya. Vella membacakan mantra, dan seketika gelembung yang mengelilingi Kayla bersinar dengan cahaya merah. Terlihat Kayla yang ambruk seraya memegangi lehernya, saat gadis itu merasakan perasaan tercekik yang membuatnya kesulitan untuk bernafas, Kayla mulai terbatuk, dengan kekuatan yang tersisa ia memukul gelembung sihir yang seakan menghimpitnya, pukulan itu semakin lama menjadi semakin lemah.
"Hentikan ! Kau wanita gila. Aku akan menyuruh pasukan ku berhenti, lepaskan Kayla!" teriak Alex dengan murka . Tidak masalah jika dirinya yang disakiti, tapi dia tidak bisa melihat Kayla menderita.
" Bersiaplah untuk mati Iblis sialan!" seru Sammy, menebas lengan Vella hingga putus, darah segar menyembur dari sana diiringi teriakan sang Siren yang memekakkan telinga.
Sihir Vella menghilang sesaat, melepaskan Alex dan juga Kayla dari kurungan gelembung sihir wanita iblis itu. Segera Alex menghampiri Kayla, memastikan keadaan Kayla yang terlihat masih terbatuk dan berusaha mengatur nafasnya.
"Kau baik-baik saja?" tanya Alex , yang dijawab dengan anggukan kecil oleh Kayla, " Aku akan mengeluarkan mu dari sini," ucap Alex .
"Tidak, kita kalahkan dulu dia, dan keluar bersama-sama dengan semua orang kita," tukas Kayla tegas.
"Oh ayolah, kenapa kau sulit sekali diatur?" gusar Alex.
__ADS_1
"Kurasa itu salah satu daya tarik ku," jawab Kayla dengan senyuman.
"Dan aku mencintainya," senyuman mengembang di bibir Alex.
Keduanya lantas bergabung dalam pertarungan, membantu Sammy menyerang Vella, meskipun tiga lawan satu, tetapi untuk mengalahkan Oracle seperti Vella dibutuhkan lebih dari sekedar jumlah. Mereka hanya bisa mengandalkan keberuntungan.
Vella yang mulai terdesak, menggunakan sihirnya. Tubuh Vella melayang beberapa meter dari permukaan lantai marmer, mengangkat tangannya yang tersisa, bibirnya bergerak membacakan mantra yang terdengar seperti nyanyian, membuat semua orang terhipnotis, lagu para Siren sungguh mengerikan, ia akan menggiring mu untuk jatuh dalam ilusi yang membuatmu tertidur selamanya.
Banyak dari mereka yang mulai menjatuhkan senjata, berusaha menutup pendengaran mereka sebisa mungkin. Namun,dengan kekuatan sihir sekelas Vella, hanya dengan menutup telinga saja tidaklah cukup. Satu persatu mereka mulai tumbang dengan hidung,mulut dan telinga yang berdarah. Suara Vella telah menghancurkan organ dalam mereka.
Sammy menggunakan pedangnya untuk memasang perisai sihir untuk melindungi dirinya, Kayla dan Alex, tapi ini tidak akan bertahan lama. Terlihat Juan yang mulai ambruk dengan hidung berdarah, Juan tewas. Kayla menjerit histeris, keluar dari perlindungan perisai Sammy untuk menghampiri tubuh lemah Juan.
"Tidak..." teriakan Kayla, bersamaan dengan langkahnya keluar dari perisai.
"Kay jangan!" Sammy dan Alex mengatakannya secara bersamaan. Namun terlambat tubuh Kayla sudah keluar dari jangkauan perisai.
Sammy dapat melihat Vella tersenyum puas penuh kemenangan, kini di di tangannya muncul sebuah trisula sihir berwarna merah menyala seperti api. Segera setelah Kayla terlepas dari perlindungan perisai sihir pedang Sammy , Vella melemparkan trisula tersebut tepat kearah Kayla. Ternyata Kayla adalah incaran Vella yang sesungguhnya. Karena Vella tahu jika Kayla mati maka kedua pria ini akan terpuruk dan menderita bagai di neraka.
"Kay awas ......!" teriakan Sammy membuat Kayla menoleh, ia melihat trisula sihir itu melayang ke arahnya. Namun kakinya membeku dan tidak bisa digerakkan. Ia adalah target yang telah terkunci oleh sihir sang Siren.
Bersambung.🥰🥰🥰
Maaf slow update 🙏🙏
__ADS_1
Terimakasih yang masih bersedia untuk membaca karya butiran debu author remahan ini. Semoga selalu diberi kesehatan . Tinggalkan komentar kalian dibawah ya, supaya kita bisa saling kenal? Terimakasih 🙏🙏❤️