
Jika kalian pernah mendengar kata,
[Asalkan orang yang kucintai bahagia, maka aku juga akan bahagia, meskipun kebahagiaan itu tidak bersamaku.]
Semua itu tidak benar, pada kenyataannya,jika orang yang kita cintai lebih bahagia bersama dengan orang lain maka pertama kali yang kita rasakan adalah rasa sakit, tidak terima dan marah. Entah itu marah kepada keadaan atau kepada diri kita sendiri karena tidak bisa berada diposisinya, mungkin pada akhirnya kita akan berkata rela ,tapi apakah hati kita benar-benar ikhlas????.
Seperti ada kobaran api yang membakar seluruh tubuhnya, rasanya seperti ada belati perak yang menusuk jantung Sammy, dirinya merasakan kecemburuan yang nyaris membuatnya menarik Kayla dari pelukan Alex.
Meskipun Sammy tidak bisa mengungkapkan jati dirinya kepada Kayla , tetap saja ia tidak akan tega membiarkan Kayla, yang masih dalam kondisi terluka ,pulang sendirian. Belum lagi fakta bahwa masih ada orang-orang Dominic yang bisa saja mengancam keamanan kekasihnya itu. Sammy mengikuti setiap langkah Kayla dalam bayang-bayang, bukan rahasia lagi bagi kalangan iblis, mengenai kemampuan para vampir dalam membungkus dirinya dalam bayangan kegelapan, sehingga mustahil untuk diketahui keberadaannya oleh mahkluk lain, kemampuan ini juga menjadi salah satu yang membuat para iblis lainnya tidak ingin membuat masalah dengan para Vampir, mereka bisa saja membunuhmu tanpa bisa kau sadari kehadirannya. Apalagi Sammy adalah seorang Hunter dengan kemampuan yang sangat tinggi sehingga sangat sulit untuk mendeteksi keberadaan dirinya.
Sammy terus saja mengekor Kayla dalam diam, menikmati setiap detiknya, dirinya melahap Kayla dengan pandangan, hanya menatap wajah Kayla dari kejauhan saja sudah bisa membuat hati Sammy begitu bahagia, kerinduan yang ia pendam selama lima belas tahun terakhir, pada akhirnya bertemu dengan obatnya, serasa mendapat guyuran air hujan ditengah kemarau panjang, hatinya terasa teduh dan damai.
Ia menghela nafas lega, ketika Kayla sudah sampai di sebuah rumah sederhana yang berjarak sekitar tiga puluh menit berjalan dari kediamannya. Namun kelegaannya berganti dengan amarah tatkala dirinya melihat tubuh Kayla masuk kedalam dekapan seorang pria, Alex, ya benar, Sammy masih sangat hafal dengan postur tegap milik sang Raja Were itu, membuat dirinya harus menahan diri agar tidak langsung menghambur kesana dan menarik Kayla dari pelukan serigala buluk itu.
Secuil akal sehatnya menahannya, mengingatkannya untuk bersabar ,jika dirinya langsung menerobos kesana,Kayla pasti juga akan kebingungan, karena biar bagaimanapun, Kayla masih belum mengingat dirinya dan kenangan manis diantara mereka. Pada akhirnya Sammy memutuskan untuk tinggal sejenak di sebuah rumah makan yang terletak tepat diseberang rumah yang ditempati oleh Kayla. Dirinya mengambil tempat duduk di atap yang memang sudah didesain sedemikian rupa menjadi tempat bersantap yang nyaman, pandangan matanya tidak pernah teralihkan dari setiap gerakan yang ada dirumah itu, dia menajamkan Indra pendengarannya berusaha menyaring suara Kayla dan juga Alex diantara banyaknya hiruk-pikuk keramaian disana.
Semua yang ia dengar dan lihat membuatnya semakin gusar dan marah, rasa cemburunya sudah membuat darahnya mendidih, namun disaat bersamaan juga membuat hatinya hancur berkeping-keping. Sammy bisa melihat mereka berdua tidur di kamar yang sama.
Apakah lima belas tahun ini,sudah menghapus semua cintamu untukku sayang, lirih Sammy dalam hati.
Sammy mulai berjalan meninggalkan tempat itu guna kembali kerumah, membawa setiap kenangan manis diantara mereka, yang membuat dirinya larut dalam pikirannya yang sedang kalut.
Ini salahku, karena tidak bisa menjaga mu tetap di sampingku, aku tidak bisa melindungi mu, dan sekarang, Apakah aku juga harus merelakan mu bersama dengannya? Aku tahu lima belas tahun bukanlah waktu yang singkat, tapi aku tidak pernah barang sedetikpun melupakan tujuan dari semua penderitaan ku,selama lima belas tahun yang kujalani dengan penuh kerinduan mendalam hanya dengan satu harapan untuk bisa kembali ada kata kita dalam hidupku. Tidak bisakah kau melihat kerinduan dan rasa cintaku??? pikiran Sammy menyelam jauh ke dasar hatinya.
>>>>>>>>>>>>
__ADS_1
Kayla terbangun sendirian, tidak ada tanda-tanda Alex dikamar miliknya, dengan perlahan Kayla merenggangkan tubuhnya seraya bangkit dari tempat tidur, kemudian dirinya mulai beranjak menuju dapur untuk mengambil air minum dari kulkas, karena botol air minumnya yang ada diatas nakas ternyata sudah kosong.
Dirinya berjalan gontai menuju dapur, dengan mata yang masih terpejam, ini baru pukul sembilan pagi , dan bagi Kayla itu adalah waktu terpaginya untuk bangun.
Alex yang melihat itu semua segera menghampiri Kayla, memberikan gelas berisikan air putih kepada gadis itu, yang langsung ditenggak habis oleh Kayla.
"Aku sudah membuatkanmu sarapan , makanlah!" tutur Alex lembut.
Sementara Hendri yang menyaksikan Raja nya ,yang selalu terlihat lembut saat bersama dengan Kayla. Memang rajanya itu , saat ini tidak tampak seperti raja Were yang dikenal oleh semua orang, membuat Hendri hanya bisa tersenyum dan tertawa dalam hati, bukan dengan keras, bisa-bisa Alex memenggal kepalanya jika dia menertawakannya keras-keras.
Alex sudah terlihat begitu rapi dengan setelan jas kerja yang terlihat pas, melekat ditubuh atletis miliknya, tubuh yang selalu membuat para wanita memohon untuk menyentuhnya, tubuh sempurna yang selalu membuat para wanita meminta lebih, sayangnya selain hubungan one night stand, Alex tidak ingin menjalin hubungan serius hanya dengan satu wania saja.Jika bisa mendapatkan semua, untuk apa dia hanya bertahan dengan satu wanita, dirinya pasti akan bosan dengan hubungan semacam itu. Yap, tapi sekarang semua terlihat berbeda di dalam hati Alex.
"Kau sudah akan pergi?" tanya Kayla yang sedang mengunyah sandwich yang telah disiapkan oleh Alex sebelumnya
"Benarkah ?" kayla nampak begitu antusias mendengar hal itu, " Aku titip salam untuknya saja, katakan kalau setelah ini aku juga akan mengunjunginya." ujar Kayla santai .
"Baiklah, habiskan sarapan mu, aku akan menemanimu jika kau ingin kesana nantinya, sekarang aku akan pergi sebentar, kita akan segera bertemu lagi,"Alex berkata dengan penuh kelembutan seraya mengusap rambut kepala Kayla yang dibalas dengan acungan jempol dari Kayla.
" Jangan membuat masalah ! Juan dan sarah akan segera sampai di sini," peringatan tajam dari Alex.
"Sarah juga?"
"Iya ,aku sendiri yang memintanya untuk kembali, menggantikan Freya," jelas Alex.
"Meminta atau memerintah?" cibir Kayla
__ADS_1
"Sama saja" sangkal alex
Kayla hanya mendengus menanggapi sifat bossy dari sang raja Were ,karena biar bagaimanapun memang dialah rajanya, wajar jika dia asal perintah.
"Oh lex, berikan saja alamat Akira padaku! Aku nanti bisa menemuinya sendiri" pinta Kayla dengan santai
"Jika ingin menemui Akira , nanti aku akan menemanimu, bukankah tadi sudah kukatakan?" ulang Alex lagi
" Kenapa?" heran Kayla
"Tidak apa-apa, aku hanya ingin menemanimu saja" jawab Alex sedikit gugup karena mendapat tatapan menelisik dari Kayla .
"Pak Hendri , tuliskan alamat Akira untukku! " Perintah Kayla kepada Hendri, bukan Kayla jika penurut.
Sementara yang diperintah , menatap sang raja dengan pasrah, pandangan mata Hendri mengisyaratkan, 'Oh tidak lagi' . Hendri sangat yakin dirinya akan menjadi pelampiasan kemarahan Rajanya.
" Pak Hendri ? Apa kau tidak mendengarku? Cepat tuliskan! " ulang Kayla dengan nada sedikit keras.
Setelah mendapat satu anggukan kecil dari Rajanya, Hendri mulai menuliskan beberapa coretan di sebuah kertas,kemudian dengan hati-hati mulai menyerahkannya pada Kayla yang sudah mulai marah padanya.
Sementara Alex hanya menghela nafas berat, dirinya memang tidak pernah menang jika melawan gadis ini. Alex pada akhirnya meninggalkan kediaman Kayla pagi itu.
"Memangnya ada apa disana , kenapa Alex sangat tidak suka jika aku harus pergi kesana?" gumamnya lirih seraya melihat alamat yang di berikan oleh Hendri ditangannya.
BERSAMBUNG 😀🙏
__ADS_1