
Terkadang cinta memang suka mempermainkan hati seseorang, tidak peduli sekeras apa kita melawan, berusaha melupakan dan berpaling tetapi hati yang terlanjur terjerumus terlalu dalam terkadang lupa jalan untuk kembali.
>>>>>_<.
Tubuh Kayla terhempas ke ranjang yang luas, matanya membulat tatkala ia menyadari bahwa bukan hanya Dominic satu-satunya pria dalam kamar itu, setidaknya ada lima orang pria berbadan besar disana, mengelilinginya seperti para Serigala yang kelaparan sedang melihat domba segar dihadapannya. Kayla bergidik ngeri.
"Tahan!" Dominic menghentikan rekannya yang hendak menyentuh tubuh Kayla yang kini berada di atas ranjang berwarna maroon tersebut, "Kekasihnya pasti akan datang sebentar lagi, kalian ikat saja dia terlebih dahulu! Kita akan bersenang-senang setelah selesai dengan si Hunters," perintah Dominic dengan seringaian lebar, mengamati tubuh kayla secara menyeluruh.
Sontak para pria berbadan besar itu mendekat dengan tatapan liar, berusaha menangkapnya. Namun sayang bagi mereka, domba yang satu ini hanya terlihat lemah luarnya saja, didalam tubuh mungil ini jiwa liar seorang wanita Werewolf bersemayam.
Kayla dengan sigap menendang pangkal paha salah satu pria yang paling dekat , membuatnya mengerang menahan sakit. Segera Kayla berguling dari ranjang untuk menghindari pukulan yang diarahkan padanya oleh pria yang lain, membuat kepalan tangan itu mengenai udara kosong. Kayla mengambil ancang-ancang dan menendang dada salah satunya, sehingga membuat pria itu terhempas ke lantai. Namun, sayangnya Dominic secara brutal menjambak rambut Kayla dan mengunci tubuh mungil Kayla dengan tangan, menahan Kayla agar tidak brontak.
"Diam jal*Ng! Berhentilah memberontak atau Sammy kekasihmu itu akan mati di tanganku," teriak Dominic, sekuat tenaga berusaha menahan Kayla yang masih saja berusaha untuk melepaskan diri dari cengkeraman tubuh Dominic.
Deg...Rupanya rencana mereka sudah ketahuan oleh Dominic, dan sekarang justru mereka yang terjebak di sini, masuk dengan suka rela kedalam perangkap musuh, bod*h!
Menyadari hal itu membuat Kayla semakin kuat memberontak, menggigit tangan Dominic yang melingkar di lehernya dengan kuat, hingga mau tidak mau, membuat Dominic melepaskan cengkeramannya di tubuh Kayla.
__ADS_1
"Ah, kurang ajar, beraninya kau menggigitku," Dominic menyeka lengannya yang terdapat bekas gigi rapi Kayla.
Segera kelima pria yang lain menyerang Kayla bersamaan, dengan gesit Kayla menghindari pukulan demi pukulan yang diarahkan padanya, sesekali membalas menendang dan memukul mereka, Kayla harus segera memberitahukan hal ini kepada Sammy bahwa semua ini hanyalah sebuah jebakan, sebelum Dominic memanggil lebih banyak orangnya untuk menangkap mereka berdua, ia juga harus memperingatkan Juan dan juga Sarah. Meskipun bukan lagi Tim Hunters, tetapi ia tidak bisa meninggalkan Juan dan Sarah untuk terbunuh, biar bagaimanapun mereka adalah orang-orang yang Kayla sayangi dengan tulus.
Dominic adalah seorang vampir yang berusia ratusan tahun mungkin usianya hampir sama dengan Sammy atau mungkin juga lebih tua, semakin tua usia seorang vampir maka kekuatan yang mereka miliki juga semakin kuat, terbukti saat ini Kayla sangat sulit hanya untuk sekedar membalas serangan Dominic, ia hanya bisa bertahan dan menghindar agar serangan yang diarahkan padanya tidak mengenai organ vitalnya. Kaum Werewolf memang lebih mudah untuk dibunuh, karena Were memang memiliki daya hidup sama halnya seperti manusia, jika Werewolf terluka cukup parah hingga sulit untuk dipulihkan maka mereka akan mati, berbeda dengan vampir separah apapun lukanya mereka tidak akan mati kecuali ada perak yang menusuk jantung mereka cukup dalam atau kepala mereka dipenggal, bagi vampir kepala adalah satu-satunya bagian tubuh yang tak bisa tumbuh kembali, sementara anggota tubuh yang lain mereka bisa beregenerasi dengan cepat, tak peduli berapa kali pun mereka memotong tangan,kaki atau apapun di tubuh vampir selain kepala maka bagian tubuh itu bisa tumbuh kembali yang baru. Mengerikan bukan?
Dengan segenap energinya yang semakin lama semakin berkurang Kayla masih berusaha untuk menjatuhkan penyerang-penyerannya, kini dia telah tersudut, dan hampir kehabisan tenaga. Namun tiba-tiba saja seseorang menerobos dan membantu dirinya untuk menghadapi Dominic dan timnya. Sosok yang sangat dihafal oleh Kayla itu menyerang dengan brutal, membuat meraka jatuh bergelimpangan dan bahkan sebagian sudah kehilangan kepala meraka, kini tinggal ada Dominic dan satu orang yang sedang Kayla hadapi. Pria itu menoleh kearah Kayla dan tersenyum.
"Sepertinya aku tidak bisa dengan tenang melepaskan mu, baru saja kau meninggalkan perlindunganku, dana sekarang sudah terjebak dalam masalah lagi sweetie," suara berat Alex membuat Kayla hampir menangis.
Melihat Alex masih berusaha menolongnya setelah semua yang terjadi benar-benar membuat hatinya tersentuh, ia tahu inilah Alex nya, yang selalu akan melindunginya seperti seorang kakak yang tidak akan rela melihat adiknya terluka.
"Well...Well...Well... Haruskah aku merasa terhormat bisa menyapa Raja Werewolf secara langsung?" cibir Dominic.
Alex dan Kayla mengambil posisi saling membelakangi, punggung mereka saling beradu, melindungi satu sama lain. Sementara dihadapan mereka masih ada Dominic dan satu orang vampir lagi.
"Bukan kehormatan yang ku inginkan,tapi kau bisa bersujud dan mencium kakiku jika kau mau, aku akan mengizinkannya,agar kau bisa tenang nanti saat harus bertemu dengan malaikat maut," balas Alex.
__ADS_1
Terlihat Dominic meludah dengan kesal, "Akan ku kubur kalian bersamaan," ancam Dominic seketika menghambur menyerang Alex .
Pertarungan mereka pun terus berlanjut, sampai hal yang paling ditakuti dan merupakan bencana bagi bangsa iblis itu datang. Oracle.
Kali ini Vella, sang Siren dengan sihir yang begitu menakutkan itu hadir ditengah-tengah mereka, membuat Alex dan Kayla tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya, apalagi saat Dominic mulai tertawa dan berdiri di belakang Vella dengan seringai kemenangan melebar di bibirnya .
"Oracle?" seru Alex tidak percaya.
"Halo Serigala,kau masih tampan seperti biasa, sayang sekali mata indah itu sama-sama tidak bisa menilai kecantikan yang sesungguhnya," suara merdu Vella mengalun indah, sementara tatapan matanya menatap Kayla dengan penuh cemoohan.
"Untuk apa kau berada di sini?" tanya Alex , merncoba mengulur waktu, berharap para orangnya yang berada di lantai bawah bersama dengan Sammy, Sarah dan Juan, bisa segera mengendalikan keadaan dan memberikan sedikit bantuan untuk dirinya dan Kayla.
Sebelumnya Alex pikir , dirinya saja sudah cukup untuk menghadapi Dominic. Namun, sekarang tiba-tiba mahkluk mengerikan ini muncul, siapa yang bisa mengalahkan seorang Oracle, bahkan jika kekuatannya dan kekuatan Kayla digabung, juga belum tentu bisa mengalahkan Oracle yang satu ini.
"Aku datang untuk menjatuhkan hukuman mati kepada kalian semua, mahkluk rendahan," suara Vella mengalun memekakkan telinga.
Bersambung 🙏
__ADS_1
#Maaf slow update 🙏🙏🙏🙇♀️🙇♀️