
Ciuman diantara keduanya semakin memanas.
Kayla membalas ciuman Sammy tak mau kalah , tangannya membelai rahang maskulin Sammy, sementara tangan yang lain menyusupkan jemarinya dalam helaian rambut sang Vampir.
"Aku merindukanmu," gumam Kayla di sela ciuman mereka.
Sammy beralih menciumi leher selembut satin itu, sesekali menyesapnya, yang membuat bekas merah tertinggal disana. Kerinduan diantara mereka sudah tidak terbendung lagi.
"Aku menginginkanmu baby," suara maskulin Sammy terdengar berat.
Suara rintik hujan sepertinya semakin deras diluar sana, membawa udara yang semakin dingin bersamaan dengan waktu yang mulai beranjak petang. Namun, semakin lama dua insan yang sedang melepas dahaga rindu itu justru semakin memanas, entah sudah berapa lama mereka saling memuaskan satu sama lain.
Sammy dengan lembut mengucapkan kata-kata indah di sela-sela aktivitas mereka yang panas.
Lama mereka saling berbagi kasih hingga masing-masing dari mereka mencapai puncak kenikmatan bersama.
Dengan penuh kelembutan Sammy mengusap punggung Kayla , merasakan kebahagiaan yang tiada tara.
"Kau menakjubkan baby," Sammy berucap lembut, mendaratkan ciuman di kening Kayla.
"Hmmm" Kayla malu untuk sekedar menatap wajah tampan Sammy.
"Turunlah ! Jika kau terus disana, aku tidak akan bisa menahan diri," Sammy terkekeh , membiarkan Kayla turun dari atas tubuhnya, tetapi tetap menahan tubuh gadis itu untuk tetap berbaring di sampingnya, tangan kekarnya masih dengan kuat merengkuh tubuh mungil itu dalam dekapannya.
Sementara Kayla dengan bodohnya masih tetap menyembunyikan wajahnya di dalam dekapan Vampirnya. Setelah ia begitu liar dan agresif kini ia merasa malu, hah. Cih, ini sudah seperti menutup kandang setelah kuda didalamnya terlepas.
"Terimakasih" ucap Sammy tulus , mencium puncak kepala Kayla dengan lembut, "Hei, lihat aku!"
Karena Kayla masih saja belum mau mendongak, Sammy membalikkan tubuhnya hingga ia berada di atas tubuh Kayla yang sontak terkejut dengan perlakuan Sammy.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan?" akhirnya Kayla mengeluarkan suaranya, bola matanya melebar terkejut.
" Karena kau tidak mau memandang wajahku, sekarang apa kita lanjutkan lagi, mungkin tambah dua atau tiga ronde lagi? " Goda Sammy.
Yang justru mendapat pukulan ringan di dadanya, namun Kayla juga tidak menolaknya.
Pada akhirnya mereka menghabiskan sepanjang sore penuh dengan kehangatan dan hasrat yang membara.
Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama untuk melakukan aktivitas mandi bersama, mereka turun kelantai bawah untuk menikmati santap malam. Sebenarnya Sammy ingin membawa makanannya saja ke dalam kamar , toh hanya Kayla saja yang makan, akan tetapi Kayla ingin bertemu dengan paman Robin, sekarang setelah ia kembali mendapatkan ingatannya, ia sadar kenapa ia dulu tidak bisa meninggalkan Robin untuk dikeroyok oleh para preman itu, ini adalah alasannya, semuanya kini masuk akal bagi Kayla, tentang ketertarikannya dengan rumah ini ataupun tentang vampir, dan juga tentang mimpi-mimpinya.
Sammy lah vampir yang ada dalam mimpinya selama ini.
Tampak Jeane sudah duduk di meja makan bersama dengan Robin , seperti biasa pamannya itu selalu menyukai makanan manusia.
Pandangan mata mereka terangkat ke arah Kayla,ketika gadis itu menuruni tangga.
Jeanne meremas sendok nya dengan kuat hingga sendok yang tak berdosa itu patah menjadi dua bagian, melihat Sammy dengan mesra menggandeng tangan Kayla menuju meja makan membuat hatinya terbakar rasa cemburu.
Sementara Robin hanya mengernyit bingung, merasa aneh dengan senyum ramah Kayla , "Ada apa dengannya?" Robin mengajukan pertanyaan ini pada Sammy, yang masih asik memandangi wajah Kayla. Sammy hanya mengangkat bahu tidak mau menjawab.
"Paman, aku merindukanmu juga selama ini," Kayla mengucapkannya dengan ceria, membuat Robin melongo tidak percaya.
Dimana gadis angkuh dan sombong dengan lidah tajam dan muka sadis itu, kenapa sekarang dia seimut anak kucing, Batin Robin.
"Sejak datang kemari tadi siang kau terus menghabiskan waktu bersama Sammy, dan sekarang apa kau sedang menggodaku Serigala? Hah,aku tidak percaya, bagaimana bisa aku membawamu kemari. Murahan ! " Robin mendengus kesal. Mungkin dia sudah tidak mengingat kayla, namun dihatinya tetap ada rasa cemburu saat melihat dia dekat dengan lelaki lain, sekalipun itu Sammy.
"Robin, jaga ucapan mu! Aku tidak ingin mendengar ada kata-kata buruk tentangnya lagi, aku tidak akan menoleransinya," jawaban tegas dari Sammy membuat Robin dan juga Jeane semakin marah dan kesal.
Dengan tenang Sammy mengisi piring Kayla dengan berbagai macam makanan, bahkan dengan telaten menyuapi kekasihnya itu, mengabaikan dua orang yang ada di hadapan mereka yang terlihat semakin kesal.
__ADS_1
"Aku sudah selesai, permisi," Jeanne sudah tidak tahan lagi dan memilih untuk pergi meninggalkan meja makan.
******* dari mana yang berani mengambil tuan Sammy ku, aku akan memberimu pelajaran.
Robin bangkit dari kursinya dengan bersungut-sungut, berlalu menuju kamarnya dan membanting pintu dengan keras, entah ia pergi ke kamarnya atau kembali ke dunia manusia.
Sammy tidak peduli dengan semua drama yang ada dihadapannya, dia masih dengan asik menyendok kan makanan ke mulut Kayla, sesekali menyeka ujung bibir itu dengan ujung jarinya.
" Kau lihat, paman tidak mengingatku sama sekali," ucap Kayla lesu, menahan sendok yang disodorkan Sammy, nafsu makannya sudah hilang.
"Tidak apa-apa, dia hanya belum mengingatmu, bersabarlah ! Aku akan selalu ada untuk mu ," Sammy kembali mengusap pipi Kayla dengan lembut.
Terdengar suara alarm dari arah saku Kayla, segera Kayla mengambilnya, itu adalah alarm pengingat bagi Kayla ketika sudah waktunya untuk meminum obat.
"Sebentar," Kayla kembali berlari menaiki tangga menuju kamar Sammy, dimana ia meletakkan obat itu di dalam saku mantelnya.
Sammy mengikuti langkah Kayla , ia masuk kamar ketika melihat Kayla sedang meminum obat, segera ia menghampiri kekasihnya itu.
" Kau sakit?" Heran Sammy, dari kecil Kayla yang memiliki darah setengah Werewolf memang tidak pernah sakit.
"Tidak apa-apa, ini bukan apa-apa" jawab Kayla setelah meneguk air diatas nakas.
"Katakan padaku obat apa ini !" pinta Sammy, membawa Kayla duduk ditepi ranjang.
"Ini obat untuk mengontrol emosiku, aku sudah mengkonsumsinya sejak kita berpisah, kata psikiater aku mengalami depresi, aku sering menangis tanpa sebab dan menjerit dalam tidur, Alex melakukan banyak hal untuk membuatku tetap waras" akhirnya kayla menceritakan semuanya, "Sepertinya sekarang aku tahu aku mengalami depresi karena terlalu merindukanmu," pungkas Kayla dengan senyuman.
Sammy merengkuh tubuh Kayla dalam pelukannya, hatinya tersayat mendengar penderitaan yang harus dialami Kayla, "Maaf, maaf kan aku ! Aku begitu tidak berguna, maaf!" Sammy tampak meneteskan air mata.
" Semua sudah baik-baik saja sekarang," Kayla menepuk bahu sang vampir, memberi penghiburan, "Tapi , aku tetap harus menemui Alex, untuk mengatakan semuanya, aku tidak bisa menggantung hubungan rumit diantara kami, lebih lama lagi, biar bagaimanapun dia memperlakukanku dengan sangat baik selama ini."
__ADS_1
"Baiklah , aku akan menemanimu menemui Raja Werewolf."
Bersambung 🙏😘