
Sammy mengecup lembut kening kekasihnya yang masih terlelap di tempat tidur, kini ia sudah bersiap dengan rapi. Hari ini Sammy berencana untuk menemui Freya, si pengkhianat itu sudah pernah melihat wajah Kayla, jadi Sammy harus membungkam mulut freya terlebih dulu sebelum acara pesta besok. ia tak ingin Dominic curiga.
Kayla menahan tangan Sammy, ketika kekasihnya itu hendak beranjak pergi, "Kau mau kemana?" tanya Kayla dengan wajah bantalnya.
Sammy tersenyum melihat Kayla yang masih terpejam tapi begitu kuat mencengkeram tangannya, Sammy mengusap lembut kepala Kayla, sekali lagi mengecup keningnya, "Aku ada urusan sebentar, tidurlah lagi, aku akan kembali sebelum malam," ucap Sammy lembut.
"Kemana?" Kayla masih belum mau melepaskan tangan Sammy.
Sammy tampak ragu untuk menjawab, dia memalingkan pandangannya. Bukannya ingin merahasiakan hal tersebut dari Kayla, akan tetapi tidak ada gunanya membuat Kayla repot hanya untuk menutup mulut Freya.
Sementara Kayla yang tak kunjung mendapat jawaban, membuka kedua matanya, bola mata indah itu tampak masih mengantuk, " Sebenarnya kau mau kemana?" ulang Kayla.
"Aku ada urusan," elak Sammy
"Urusan apa?" Kayla terdiam sejenak kemudian matanya membulat mulut imutnya membentuk huruf "o" , "Apa kau sedang berusaha berselingkuh dariku? Apa kau menyembunyikan wanita lain di belakangku?" lanjut Kayla tidak masuk akal.
Sammy tergelak mendengar kekonyolan Kayla, "Bagaimana bisa aku berselingkuh darimu, baru kemarin aku mempertaruhkan nyawaku untuk bisa memenangkan mu dari raja Werewolf, apa menurutmu aku akan meninggalkan mu hanya untuk wanita lain?" Sammy dengan lembut membelai wajah Kayla.
"Jadi, kau mau kemana?" ulangnya lagi
"Huh, sebenarnya hari ini aku ada rencana untuk bertemu dengan Freya, aku tidak ingin dia mengenalimu saat berada di pesta besok, kurasa kita harus membungkam mulut freya terlebih dahulu," jujur Sammy.
"Freya? Aku melupakan tentang ******* yang satu itu," Kayla menepuk dahinya, bergegas bangun dari tempat tidur, " Tunggu aku akan ikut bersamamu," tanpa menunggu jawaban dari Sammy Kayla berlari menuju kamar mandi, membiarkan air dingin menghilangkan rasa kantuknya.
Dering ponsel Kayla yang berada di atas nakas menarik perhatian Sammy, alisnya mengernyit ketika ia membaca nama Juan disana, segera Sammy mengangkat panggilan tersebut, "Halo?"
"Dimana Kayla?" suara Juan diseberang panggilan terkesan dingin.
__ADS_1
"Dia masih mandi, ada perlu apa?" jawab Sammy
"Katakan padanya untuk menemui Stevan ditempat biasa, sekarang, ini penting!"
Sammy tidak lagi menjawab, ia langsung menutup panggilan tersebut. Bersamaan dengan itu Kayla sudah keluar dari kamar mandi, segera menarik pakaian dari lemari dan mengenakannya.
"Siapa yang menelepon?" Kayla bertanya sambil terus sibuk menyisir rambut panjangnya.
"Juan, dia memintamu untuk menemui Stevan sekarang, ditempat biasa , katanya ini penting," jelas Sammy.
"Sekarang?" Kayla terdiam sejenak, kemudian menguncir rambut panjangnya.
Setelah pertimbangan dan perdebatan, pada akhirnya Kayla pergi untuk menemui Stevan, pemimpin dari kelompok Hunters para Werewolf. Sementara Sammy menjalankan rencana awalnya untuk menemui Freya.
"Ada hal apa?" Kayla bertanya langsung ketika dirinya tiba di markas para Hunter.
"Silahkan duduk!" Stevan mempersilahkan Kayla untuk duduk, disana juga ada Sarah dan Juan dalam ruangan yang sama.
"Lord Alex sudah mengeluarkan titah resmi, mulai hari ini kau bukan lagi anggota kawanan Werewolf, jadi kau juga diberhentikan dari tim mulai dari sekarang," Stevan sepertinya juga tidak tega mengatakan hal ini, mengingat bagaimana perjuangan Kayla hingga sampai dititik ini, dan juga semua keberhasilan dalam menjalankan misi membuat Stevan semakin enggan untuk menjalankan perintah dari sang raja Werewolf.
Kayla terdiam, perasaannya saat ini sedang campur aduk, setelah semua yang dilakukannya, pada akhirnya dia tetap dibuang.
"Heh, dua kali aku dibuang, pertama saat bayi dan setelah semua yang ku capai tetap saja pada akhirnya kalian membuang ku," gumam kayla dengan cibiran, "Apa kalian juga setuju dengan hal ini," tanya Kayla lantang kepada ketiga orang yang sudah dianggap keluarga olehnya selama ini.
"Kami tidak bisa melawan perintah Lord Alex," suara lembut Sarah yang pertama kali memberikan jawaban
"Kenapa kau mengkhianati lord Alex Kay? " kini giliran Juan yang bertanya, dari suaranya ia tampak kecewa dengan keputusan Kayla.
__ADS_1
"Aku berhak menentukan siapa yang aku cintai, apa aku salah?" Kayla berteriak marah, kenapa semua orang menghakiminya tanpa tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Tapi apa kurangnya lord Alex untukmu? Seharusnya kau tidak meninggalkannya bersama vampir yang baru saja kau temui, seharusnya kau memilih mencintai lord Alex yang telah memberikanmu segalanya selama ini!" Juan juga ikut berteriak membela rajanya.
Kayla mengepalkan tangannya, berusaha mengontrol emosi yang sudah menyeruak merasuki pikirannya, dia harus bisa mengendalikan amarahnya, "Sudahlah, jika ini yang kalian inginkan maka aku akan melakukannya, aku akan keluar dari kawanan dan juga tim, tapi biarkan aku menyelesaikan misi terakhir ini," Kayla memilih untuk tidak berdebat.
"Tidak perlu, kini kau sudah menjadi orang asing, kau tidak akan lagi dilibatkan dalam misi, kau bisa pergi dan melakukan hal lain yang kau inginkan, yang jelas sudah ada orang lain yang akan menggantikan posisimu dalam tim," jelas Stevan tegas, pandangannya berpaling dari wajah Kayla, sepertinya kata-katanya berlainan dengan kata hatinya.
"Cih, benar-benar dibuang ternyata. Baik, jika memang harus seperti ini, maka aku yang menyerah. Semoga misi kalian berhasil, maaf jika selama ini aku sering menyusahkan kalian, aku permisi !" Kayla berdiri dari kursinya dan segera berlalu meninggalkan ruangan dan juga rekan satu timnya, ralat! Mantan rekan satu timnya.
Kayla kembali ke mansion Sammy dan di sambut oleh Jeane yang sepertinya sudah gatal untuk mencari masalah dengannya.
"Beban," Sindir Jeane.
Kayla melihat sekilas kearah sumber suara tersebut, terlihat Jeane sedang membaca majalah dengan secangkir kopi dihadapannya. Kayla memilih berlalu meninggalkan Jeane, ia tidak ingin menyulut perkelahian.
"Kau tahu orang yang hanya bisa menangis dan meminta perlindungan kesana kemari tidak lebih dari sebuah beban yang lama kelamaan akan membuat orang lain terluka," lanjut Jeane, sepertinya ia begitu ingin memancing emosi Kayla, tapi sepertinya hari ini Jeane kurang beruntung, pikiran Kayla sudah penuh dengan masalah dan perkelahian dengan Jeane adalah hal terakhir yang akan ia pikirkan.
Kayla mulai menaiki anak tangga satu-persatu, mengabaikan tatapan kesal dari Jeane.
"Hei, seharusnya kau segera kembali ke kawananmu ! Untuk apa kau tetap berada disini, sementara tuan Sammy akan segera bosan padamu dan membuang mu seperti sampah, jadi jika kau sadar diri lebih baik kau segera berkemas dan pergi !" peringatan tegas dari Jeane.
Mendengar kata kawanan disebutkan ,membuat darah Kayla mendidih, kawanan yang sudah ia lindungi dan sayangi seperti keluarga, dan kini justru berakhir dengan dirinya yang diusir dengan tidak hormat.
"Sepertinya memberikan satu atau dua tamparan di mulut mu bisa sedikit mengurangi stres," Kayla menyeringai.
Bersambung 😀 🙏❤️
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like, komen, rate dan tekan tanda ❤️ nya. Dukungan kalian sangat berarti untukku, terimakasih.
mampir juga di karya ku yang lain. tap profil aku ya 🙏🙏❤️