
Kayla terpaku menatap trisula merah yang melayang ke arahnya ia bersiap merasakan hantaman darinya. Namun, dalam sepersekian detik dirinya justru berada dalam dekapan Alex.
Tubuh Alex tampak tersentak kala trisula sihir itu menembus punggungnya, tapi dia bersyukur setidaknya ia berhasil menjangkau Kayla saat detik terakhir, ia tidak akan sanggup jika Kayla yang harus tertusuk trisula milik Vella.
"Alex!" seru Kayla penuh rasa takut.
"Kau tidak apa-apa?" ucap Alex lirih menahan rasa sakit di punggungnya, sudut matanya mulai berair, menatap wajah Kayla lekat.
"Apa yang kau lakukan? Kau baik-baik saja?"
"Syukurlah...." Alex ambruk dalam pelukan Kayla.
"Alex..." teriak Kayla dengan air mata yang mulai mengalir.
Sementara trisula sihir yang sudah menjalankan tugasnya menghilang, menyisakan Alex yang sekarat tergolek lemah. Kayla membaringkan Alex di pangkuannya, ia bisa merasakan tubuh Alex mulai dingin, seiring dengan sumber kehidupannya yang mulai menghilang, Kayla menangis dan menjerit sejadi-jadinya.
"Tidak ! Tidak! Tidak! Kau tidak boleh mati seperti ini!" ucap Kayla sambil terisak.
"Dengarkan aku Kay! Ini keputusanku sendiri, tidak ada hubungannya denganmu," kata Alex lemah.
Dengan kata lain Alex mengatakan ' Jika aku mati ini bukanlah salahmu, jangan menyalahkan dirimu sendiri' . Kayla semakin kuat memeluk Alex dalam dekapannya, seolah itu bisa menghentikan malaikat maut dari tugasnya.
"Tidak ! Tidak ! Tidak ! Jangan tinggalkan aku seperti ini! Aku mohon! Aku harus bagaimana untuk membalas semua kebaikanmu selama ini jika kau mati. Aku harus bagaimana? " teriak Kayla penuh dengan keputusasaan diiringi isak tangis dan air mata.
"Akhirnya kau menangis untukku juga, tapi kau jelek saat menangis, uhuk...uhuk..." Alex semakin sulit untuk sekedar bicara,suaranya semakin lemah dan terputus-putus, "Mulai sekarang, kau harus hidup dengan bahagia, apapun yang terjadi kau adalah wanita yang sangat berharga bagiku, jangan membenci dirimu sendiri. Dengarkan aku, ini pilihanku," imbuhnya.
__ADS_1
"Tidak boleh ! Kau tidak boleh mati ! Sialan, pria bodoh, kau tidak boleh mati,aku tidak memberikanmu izin untuk mati. Kau adalah Raja Werewolf yang hebat, kau tidak layak mati hanya untuk melindungi ku, kau tidak boleh mati,tidak...tidak..." Kayla tidak tahu harus bagaimana lagi, ia hanya bisa memeluk tubuh Alex erat dengan jerit tangis yang memilukan.
"Aku mencintaimu," ucap Alex sebelum mata laksana emas cair itu tertutup untuk selamanya.
"Tidaaaak....!"
Akhir dari perjuangan seorang Alex sang raja Werewolf, dalam pelukan Kayla.
***
Detik dimana tubuh Alex tertusuk trisula, juga mengejutkan Sammy dan juga Vella. siapa yang menyangka jika Alex bisa bergerak secepat itu. Dengan amarah yang mendidih, Sammy berteriak keras menyerang ke arah Vella, menangkis satu persatu bola sihir yang dilemparkan Vella padanya, ia terus merengsek maju dengan langkah pasti, ia akan membunuh Siren itu dengan tangannya sendiri, kini mereka saling berhadapan, pedang Sammy dan trisula Vella saling beradu dan berbenturan, menimbulkan percikan. Stevan dan Sarah datang untuk membantu ,ketiganya menyerang dengan brutal, kini Stevan sudah berubah ke wujud serigalanya,memberikan beberapa cakaran ditubuh Vella, Sarah juga tak kalah gesit dalam membantu menyudutkan Vella yang sudah mulai kehabisan sihir.
Seluruh pasukan Vella kini telah berhasil dilumpuhkan, sang Siren itupun juga sudah terpojok. Sammy mengangkat pedangnya, merapalkan mantra pengunci dan penghisap jiwa iblis yang di wariskan oleh raja vampir terdahulu, pemilik asli pedang legendaris sebelum Sammy. Alunan mantra itu membuat api yang mengelilingi pedangnya semakin terang. Dengan kekuatan penuh Sammy berlari kearah Vella ,menerjang dan menusukkan pedangnya tepat di jantung sang Siren. Menghisap jiwa dan seluruh kekuatan Vella, sampai iblis itu meregang nyawa.
"Sampaikan rasa terimakasih ku pada Alex, dan kuharap kau beruntung jika Alex memilih membunuhmu untuk yang kedua kalinya di alam baka," bisik Sammy di telinga Vella yang perlahan mulai roboh. Sang Siren harus rela terbunuh oleh mahkluk yang selalu dianggapnya rendah.
"Selamatkan dia! Aku mohon, bawa dia kembali, dia tidak boleh mati seperti ini. Selamatkan dia!" teriak Kayla pada Sammy yang terduduk di hadapannya.
"Maaf." satu kata itu mewakili ketidakberdayaan Sammy.
Stevan , Hendri, Sarah, dan beberapa orang yang masih tersisa mulai mendekat. Raut kesedihan tercetak jelas di setiap wajah-wajah para Were. Mereka telah kehilangan sosok Raja yang sangat loyal seperti Alex. Seluruh ras Werewolf kini diselimuti duka.
"Kita harus membawanya pergi," ucap Hendri.
"Aku akan membawa Juan. Untuk kalian yang masih hidup, bawa teman-teman kita dengan hormat, kita akan memakamkan mereka dengan layak," perintah Stevan.
__ADS_1
Terlalu banyak nyawa yang hilang malam ini. Hendri mendekat ke arah Kayla hendak mengambil mayat Alex yang masih berada dalam pangkuan Kayla.
"Saya akan membawa Lord Alex nona!" ucap Hendri.
" Tidak, dia akan bangun sebentar lagi, panggilkan ambulans atau ahli sihir atau apapun, kalian tidak boleh memakamkannya, dia akan bangun," teriak Kayla, memeluk tubuh Alex semakin erat. Ia tidak tahu apa yang harus dilakukannya, yang ia ketahui, sekali ia melepaskan pelukannya di tubuh Alex maka ia akan kehilangan pria itu untuk selamanya.
"Kay, relakan sayang!" Sammy berusaha untuk melepaskan Kayla dari Alex.
"Tidak, lepaskan aku, kalian tidak boleh memakamkannya, dia akan bangun, aku tahu dia akan segera bangun. Alex ayo bangunlah atau mereka akan benar-benar menguburkan mu. Bangunlah Lex ! Hukum mereka ! Bangun Lex!" teriakan Kayla semakin menggila kala dengan paksa Sammy melepaskan dirinya dari Alex, agar Hendri bisa mengangkat tubuh Rajanya yang sudah tiada.
"Lapaskan aku Sam!" Kayla terus meronta dalam pelukan Sammy.
"Relakan Kay! Alex sudah pergi." ucap Sammy lembut, tetap menahan Kayla dalam dekapannya.
"Tidak! Dia tidak mati! Dia tidak mungkin mati!" sangkal Kayla.
"Dengarkan aku Kay! Lihat aku ! Alex adalah seorang raja yang hebat, dia gugur demi melindungi apa yang diyakininya benar. Jangan buat pengorbanannya sia-sia, sekarang kau harus kuat dan merelakannya !"kata Sammy tegas. Sammy menatap tajam mata Kayla, dengan kuat memegang kedua bahu Kayla agar wanita itu kembali pada kenyataan.
"Ini salahku..." Kayla mulai menangis dan terisak dalam pelukan Sammy.
Sementara Sammy hanya bisa menawarkan bahunya sebagai sandaran, ia juga tidak menyangka jika semuanya akan menjadi seperti ini. Dirinya akan berhutang budi pada Alex selamanya karena telah menyelamatkan Kayla.
Dengan luka dan kesedihan yang mendalam mereka semua meninggalkan tempat pertarungan yang bagaikan neraka malam ini. Langit di kejauhan mulai menampakan cahaya kemerahan, di ufuk timur. Sementara luka malam ini akan selalu membekas dalam hati .
Bersambung 🙏
__ADS_1
Hai readers, komen yuks biar author kenal kalian. silahkan tinggalkan pendapat kalian tentang cerita ini di kolom komentar! Terimakasih❤️❤️🥰