Papa Vampirku Kekasihku

Papa Vampirku Kekasihku
Kembali pulang 2


__ADS_3

Mungkin benar, bahwa cinta selalu menemukan jalannya untuk kembali pulang, meskipun harus mengambil jalan yang berliku dan curam, namun cinta selalu tahu di mana ia harus kembali, karena dia tahu di sanalah ada hati yang selalu menunggu.


>>>>>>>>>^_^


Kemampuan setiap iblis berbeda-beda, ada yang dengan mudah dapat memasuki Underworld bahkan dengan membawa seseorang ataupun beberapa orang. Ada juga iblis yang masih belum mahir melakukannya, dan justru berakhir di tempat yang asing bagi mereka. Itu adalah hal yang biasa terjadi.


Suara hujan mulai terdengar diluar mansion tersebut, salah satu cara langit untuk menyentuh bumi, melalui tetesan air itu membelai rerumputan dan rindangnya dedaunan.


Pada akhirnya Robin membawa Kayla menuju Underworld, mereka sampai di depan gerbang kediaman Sammy dalam sekejap mata, sama halnya di dunia manusia, kini langit Underworld juga mulai meneteskan air nya, seolah mengerti penderitaan akan kerinduan itu. Hembusan angin menyambut kedatangan mereka.


Hebatnya iblis berkemampuan tinggi seperti Robin ini, ia bisa langsung sampai di tempat yang diinginkannya di Underworld hanya dalam satu kali ucapan mantra, sementara Kayla terkadang bisa melenceng jauh dari tujuannya, untung saja masih di Underworld, jangan sampai mantra ini justru membuat Kayla tersasar di dimensi lain. Tidak sedikit yang mengalaminya.


"Buka gerbangnya!" perintah Kayla dengan wajah sembab, kepada penjaga gerbang di sana yang masih tidak bergerak.


Setelah mendapatkan anggukan kecil dari Robin penjaga itu pun membuka gerbangnya dengan patuh


Segera setelah itu Kayla langsung berlari menghambur ke dalam rumah tersebut, dengan keras Kayla mendorong pintu rumah hingga menimbulkan suara gaduh.


"Sammy...Sammy...!" Teriak Kayla sudah seperti orang gila.


Jeane yang kala itu berada di ruang tamu langsung menghentikan langkah Kayla yang hendak menaiki tanqqgga menuju kamar di lantai atas, dengan kuat Jeane mencengkram lengan Kayla


"Berhenti Nona Kayla anda tidak bisa membuat kegaduhan di sini" ucapnya menahan Kayla


"Lepas! Jika kau masih menghalangiku aku akan membunuhmu jal*Ng" geram kayla


Namun Jeane tidak mengindahkan ucapan Kayla, dia justru menarik Kayla lebih kuat, hendak menyeret nya keluar dari sana. Robin yang melihat kejadian tersebut mendekat untuk melerai keduanya, namun sebelum sempat ia mencapainya, Kayla sudah membanting Jeane dengan kuat, membuat gadis itu terpelanting ke lantai marmer.


Terdengar geram kesakitan dari bibir Jeane, sementara itu Kayla langsung berlari menaiki tangga menuju kamar Sammy , ia sangat ingin bertemu dengan sang kekasih. Membuat air matanya tiada hentinya mengalir.

__ADS_1


Saat tiba di depan pintu kayu indah itu, Jeane kembali menghentikan Kayla, menarik rambut Kayla dengan kuat, membuat Kayla menjerit keras. Dengan sigap Kayla mulai membalas perbuatan Jeane, sehingga terjadilah saling Jambak antara keduanya. Hehhh... memang wanita selalu seperti itu saat berkelahi, entah itu manusia, setengah manusia atau bahkan iblis sekalipun, saling jambak adalah adegan yang tidak akan tertinggal.


Sammy yang mendengar kegaduhan itu , membuka pintu kamarnya dengan masih menggunakan handuknya saja, bulir air masih menghiasi tubuh dan juga rambutnya, menunjukkan bahwa pria itu baru keluar dari kamar mandi, entah sudah selesai atau belum.


"Apa yang terjadi?" Sammy tampak terkejut, mendapati dua gadis yang saling jambak didepan kamarnya, "Jeane ! Lepaskan !" Sammy menarik Kayla dari perkelahian antara keduanya.


"Tapi Tuan..." belum sempat ucapan itu selesai , semua orang terbelalak ketika Kayla memeluk tubuh Sammy dihadapan semua orang.


"Aku merindukan mu, aku merindukan mu, aku merindukanmu" tangis Kayla pecah dalam pelukan Sammy.


Sammy memberi isyarat kepada Jeane dan juga Robin untuk menjauh pergi, sementara dia terus menepuk punggung Kayla dengan lembut, berusaha menenangkan gadis yang masih terisak dan merancau diperlukannya itu.


Sammy masih belum mengerti dengan apa yang terjadi, tapi dia juga tidak keberatan mendapat pelukan erat dari Kayla .


Setelah beberapa saat, tangis Kayla mulai sedikit lebih tenang, meski masih terdengar isak tangis, dari wajah yang masih tersembunyi di dada bidang Sammy tersebut.


Kayla masih tertunduk berurai air mata, ia melupakan kemungkinan bahwa Sammy juga tidak mengingat dirinya, sebelumnya ia tidak berfikir sampai kesana, yang dia tahu ia harus bertemu dengan kekasihnya begitu ingatan itu kembali, kenangan mimpi buruknya selama ini membuat Kayla sangat khawatir dan ketakutan, ia takut kehilangan Sammy sekali lagi. Sehingga dia tampa pikir panjang langsung menerobos masuk sarang Vampir dan membuat keributan semacam ini. Sekarang apa yang harus ia katakan,jika ternyata Sammy tidak mengenalinya.


Sammy menjatuhkan dirinya di samping Kayla, memandang gadis yang masih tertunduk itu, perlahan ia mengangkat dagu Kayla membuat gadis itu mengangkat pandangannya kearah Sammy. Wajah sembab Kayla membuat Sammy gemas ingin sekali mencium bibir itu lagi,


"Ada apa Baby? Katakan padaku !Kenapa kau menangis seperti ini?" Ucap Sammy masih menatap lekat wajah Kayla.


"Apa kau mengingatku?" Ucap Kayla lirih, dipenuhi rasa sakit dan ketakutan, ia takut ,jika dirinya harus dilupakan.


Apa kau mengingatku? Pertanyaan macam apa itu? Jika kau tahu seberapa jauh kau tertanam di setiap aliran darahku, sampai terasa begitu sakit, untuk sekedar mengingat mu. Pikir Sammy getir.


Sammy tampak terdiam,berpikir.


Apa ingatannya sudah kembali?

__ADS_1


"Kita baru bertemu beberapa hari yang lalu, tentu saja aku mengingatmu baby ku sayang," Sammy mencubit gemas hidung Kayla yang memerah karena terlalu banyak menangis, ia berusaha bersikap santai di depan Kayla, karena ia takut untuk sekedar berharap Kayla mengingat dirinya. Apalagi mengingat kedekatan antara Kayla dan Alex kala itu, membuat kepercayaan diri Sammy menciut.


"Aku mengingat semuanya" pancing Kayla lirih. Ia ingin memastikan jika Sammy masih mengingatnya.


Sammy hanya terdiam, ekspresi wajahnya tidak berubah. Membuat Kayla semakin tidak percaya diri.


"Apa kau mengingatku?" Kini giliran Sammy yang memastikan.


Kayla mengangguk , " Semuanya, Papa," jawab Kayla dengan mata berkaca-kaca.


Sammy langsung merengkuh tubuh Kayla kedalam dekapannya, mendengar panggilan 'papa' dari bibir Kayla, membuat hati Sammy dipenuhi dengan kebahagiaan. Semua penantian dan pengorbanan yang telah ia lakukan tidaklah sia-sia.


"Terimakasih, terimakasih banyak sayang, karena sudah mengingatku. Terimakasih sudah kembali padaku"ucap Sammy penuh syukur.


Tangis Kayla kembali melebur bersama dengan rindu yang selama ini telah menyiksa dirinya. Kayla meluapkan semua perasaannya dalam dekapan hangat Sammy.


Lama mereka berpelukan satu sama lain, Sammy tak henti-hentinya menghujani pucuk kepala Kayla dengan kecupan.


Sammy sedikit menjauhkan tubuh mereka , ia ingin melihat wajah gadis kecilnya itu, senyuman bahagia terlukis jelas di wajah tampan Sammy.


Melihat muka Kayla yang sembab karena terlalu banyak menangis, Sammy mengusap jejak air mata itu dengan ujung jarinya, dengan lembut membelai wajah Kayla, dia masih tidak yakin jika ini adalah kenyataan.


Kayla menatap netra Sammy lekat, ingatan akan terakhir kali mereka bersama di atas ranjang ini masih membekas di dalam ingatannya, juga rasa sakit saat ia harus kehilangan seluruh ingatannya tentang Sammy yang selalu menjadi mimpi buruknya setiap malam. Rasa sakit yang membuatnya harus meminum obat-obatan agar dirinya tetap waras.


Sekarang Kayla merasa seluruh beban dihatinya terangkat.


Sammy perlahan mendekatkan wajahnya, menahan tengkuk Kayla dan dengan lembut mulai menyatukan bibir mereka, Sammy menyesap dan merasai setiap sudut bibir Kayla dengan lembut, ia menciumnya dengan perlahan menikmati setiap detik yang berlalu, menumpahkan seluruh kerinduannya disana, agar Kayla bisa merasakan betapa menderitanya ia selama ini tanpa Kayla .


Bersambung 🙏❤️❤️❤️🙏

__ADS_1


__ADS_2