Papa Vampirku Kekasihku

Papa Vampirku Kekasihku
Kembar ???


__ADS_3

Akira menuangkan dua cangkir kopi panas untuk Mereka berdua, meminumnya beberapa seruputan untuk menghilangkan kantuknya, karena tengah malam harus dibangunkan oleh saudarinya yang tidak tahu aturan ini .


"Kenapa Kau berkunjung selarut ini. Bukankah Kau ada misi di Underworld? Apakah misimu sudah selesai," Akira bertanya, kembali meneguk kopi miliknya, mengamati saudarinya yang juga melakukan hal yang sama.


"Belum, Aku hanya ingin bertemu denganmu, Aku ingin menceritakan sesuatu padamu" jawab Kayla santai, wajahnya tertunduk menatap cangkir kopi yang berada di hadapannya.


Pada awalnya Kayla ingin membicarakan hal ini kepada Mia, Psikiater sekaligus sahabatnya, tetapi Mia saat ini sedang ada pasien lain, dan Kayla tidak ingin mengganggu pekerjaan sahabatnya itu, apalagi sekarang usia Mia yang semakin menua juga membuat sahabatnya itu tidak segesit dulu. Mia memang seorang manusia biasa dan sudah lima belas tahun berlalu sejak Kayla bertemu dengannya yang saat itu baru menginjak usia tiga puluhan.


"Apa? Katakanlah!" Akira meletakkan cangkir kopinya dimeja, menimbulkan dentingan pelan saat gelas keramik itu menyentuh meja kaca. Akira mulai tampak lebih serius mendengarkan apapun yang akan diucapkan oleh Kayla


"Sebenarnya, akhir-akhir ini Aku mulai sering memimpikan tentang seorang pria asing yang baru kutemui beberapa kali, di dalam mimpiku, Aku mengatakan padanya jika aku mencintainya, Apakah itu masuk akal? Aku baru bertemu dengannya tiga kali saja, yah walaupun dia pernah menyelamatkan nyawaku, tapi , entah kenapa Aku merasa seperti sudah sangat lama mengenalnya. Apa menurutmu itu mungkin?" Jelasnya kemudian


Kayla akhirnya mengatakan tentang mimpinya. Yah, semenjak bertemu dengan Sammy ,Kayla selalu memimpikan pria tersebut. Membuat dirinya bingung dengan perasaannya, seperti ada yang menarik dirinya untuk selalu mendekat padanya, seakan-akan dirinya sudah menunggu momen ini begitu lama, Kayla merasa depresinya mulai kambuh lagi.


"Jangan katakan padaku kalau kau jatuh cinta pada pandangan pertama pada orang asing! Apa kau berencana berselingkuh dari Lord Alex? Jangan pernah berani mencampakan Lord Alex demi pria lain ! Kau sendiri yang lebih tahu, Apa saja yang sudah dilakukannya untukmu. Apa hatimu terbuat dari batu, lord Alex adalah satu-satunya orang yang mampu bertahan di sisimu, bahkan di saat-saat terburuk mu, Dia merupakan orang yang selalu mendampingi mu, menjagamu dan memberikanmu begitu banyak cinta. Dan sekarang kau justru memimpikan laki-laki yang baru saja kau temui. Apa kau gila?" Marah Akira.


Ternyata benar apa yang dipikirkannya, keputusan untuk bercerita kepada Akira, bukanlah hal yang benar, sekarang bukannya mendapatkan jawaban,


yang ada dia semakin dibuat pusing dengan Akira, yang notabene adalah penggemar terberat Alex, bagi Akira Alex adalah nomer satu.


Haisshh.... Aku merindukan Mia saja.


"Selingkuh? Yang benar saja, Aku dan Alex bukan sepasang kekasih, bagaimana ada kata-kata selingkuh diantara kami," dengan kesal Kayla mengambil sebotol Wiski di dalam saku mantelnya, menenggak minuman keras itu hingga tinggal setengah, rasa panas dari cairan bening itu mencairkan otak Kayla yang buntu.


Lupakan tentang kopi, ini lebih membantu.


"Ck ck ck... Lihatlah dirimu, semua uang hasil kerja kerasmu mempertaruhkan nyawa hanya kau habiskan untuk membeli minuman keras yang tidak pernah bisa membuatmu mabuk. Untungnya Kau setengah Were, Jika dirimu manusia biasa ,pasti pecandu seperti dirimu sudah tewas karena korosif," omel Akira melihat saudarinya yang selalu hobi menghamburkan uang untuk hal-hal yang tidak berguna.


"Haisshh... Benar-benar menyebalkan, sudahlah,aku ingin tidur saja,dimana kamarmu?" Kayla berdiri dari kursinya dengan kesal.


"Aku belum selesai bicara. Selain lord Alex tidak akan ada lelaki yang mau dan mampu untuk mencukupi gaya hidupmu yang terlalu sering berfoya-foya ini, pikirkan saja berapa banyak uang yang harus kau habiskan untuk membeli semua wine, dan minuman beralkohol lainnya dalam waktu satu bulan, belum lagi semua pakaian yang kau kenakan. Kau sama sekali tidak tahu caranya berhemat Kay, Kau selalu saja menyukai barang-barang dengan harga selangit. Aku heran bagaimana mungkin kita bisa adalah saudara kembar, sementara Aku bisa berpikir ratusan bahkan ribuan kali hanya untuk membeli sebuah baju dengan harga setengah dari milikmu," Akira menggeleng tak mengerti.


Wajah mereka memang sangat mirip, bagai pinang dibelah dua, jika tidak mengenal mereka dengan baik, akan sulit untuk membedakan keduanya. namun sifat keras kepala dan arogansi antara keduanya membuat mereka sering sekali berbenturan pendapat. Dan juga perbedaan gaya hidup dan pola pikir keduanya juga sangat berbeda, Akira yang cenderung berhati-hati, selektif, mandiri dan hemat sampai bisa dibilang pelit. Berbanding terbalik dengan saudarinya Kayla yang selalu senang berfoya-foya, dan menempatkan uang untuk kesenangan.

__ADS_1


Tapi di dalam hati Mereka berdua sama-sama saling menyayangi, namun sudut pandang yang berbeda antara keduanya membuat mereka sering berdebat untuk hal-hal sepele.


Ketika hendak menimpali ucapan saudarinya, tiba telepon rumah berdering, dengan cepat Akira mengangkatnya. Memberi isyarat kepada Kayla agar gadis itu tetap diam ditempat, rupanya bagi Akira perdebatan diantara mereka belum selesai , Kayla merebahkan tubuhnya di sofa, menyalakan televisi dan menggonta-ganti channel TV dengan acuh, karena dia sama sekali tidak tertarik dengan apapun yang ditayangkan.


"Hallo? siapa?" Akira menjawab panggilan dari orang diseberang


[Akira ? Apa Kayla bersamamu sekarang?] Terdengar suara berat Alex diujung sana.


"Yah. Apa kau ingin bicara dengannya?" Akira tahu jika itu adalah Alex, dia sedikit kesal karena selalu hanya ada Kayla di hati Alex.


[Tidak perlu, Aku akan segera kesana.] Panggilan terputus.


Akira berdiri mematung, memejamkan mata untuk meredakan emosinya.


Selalu saja Kayla.


" Lord Alex akan kesini" ucap Akira dengan kesal.


" Hei, bukankah akan lebih baik jika Kau mengutarakan isi hatimu pada Alex, Aku yakin kalian bisa saling mencintai" Kayla mengatakan nya dengan tulus, alangkah baiknya jika Akira dan Alex bersatu, dan dirinya tidak perlu terjebak diantara keduanya .


"Jangan omong kosong, baginya wanita di dunia ini hanya ada Kau saja" Akira mendengus jengkel.


"Hah, sudahlah berdebat denganmu tidak ada habisnya, Aku mau tidur saja. Dimana kamarnya? Aku mau yang paling besar!" Kayla berlalu pergi meninggalkan TV yang masih menyala.


"Hei, matikan dulu TV nya ! Kau kira biaya listrik murah? Kau mau kemana? Itu kamarku! Tidurlah di kamar tamu! " Akira dibuat pusing dengan sikap saudarinya.


Setelah melalui berdebatan , Kayla harus rela mengalah saat melihat saudarinya sudah hampir menangis ketika dirinya dengan paksa merebut kamarnya, Ia tahu jika itu hanya sandiwara, tetapi hal itu selalu berhasil meluluhkan hati Kayla yang seperti batu karang .


Menjelang fajar, Kayla terlelap ditempat tidur yang berada di kamar tamu, menghabiskan Wiski nya sampai tetas terakhir,dan tertidur dengan masih memeluk botol minuman kesayangannya itu.


"Kay Aku mau berangkat kerja dulu, kau bisa memesan makanan lewat layanan pesan antar. Aku sudah kesiangan jadi tidak sempat memasak, atau ada ramen dan roti tawar di dapur, Kau bisa sarapan dengan itu. Lupakan saja ! Lebih baik pesan makanan saja,aku tidak mau dapurku terbakar karena ulah


mu. Ok? Aku pergi dulu," pamit Akira yang sibuk membenahi setelan kerjanya

__ADS_1


"Hmmm" yang di pamiti tidak peduli.


Terdengar derap kaki Akira yang mulai menjauh. Kayla hanya tersenyum kecil dan tetap memejamkan mata , kembali ke dunia mimpinya.


Kayla mencium aroma yang menggugah selera dari arah dapur, membuatnya dengan berat hati membuka mata. Jam dinding menunjukkan pukul 11.30 siang, Kayla merasa mendapatkan istirahat yang cukup tadi malam. Dengan langkah gontai, dirinya menuju dapur, mencari sumber aroma yang membuat perutnya berbunyi .


Tampak Alex yang sedang berdiri di depan kompor, dengan ahli menggoyangkan wajan ditangannya.


"Apa yang Kau lakukan disini Lex?" Tanya Kayla mendekati Alex yang masih sibuk dengan masakannya.


"Aku tahu kau pasti belum bangun, jadi aku membuatkan sarapan atau mungkin makan siang untukmu agar kau segera bangun" Alex berucap seraya menyajikan satu porsi spaghetti di hadapan Kayla, kemudian mengambil lagi satu porsi untuk dirinya sendiri. Menuangkan dua gelas wine untuk mereka. Alex sengaja membawa beberapa botol anggur koleksinya yang harganya sangat fantastis, untuk sekedar menyenangkan sang pujaan hati.


Kayla mengernyitkan alisnya, melihat hidangan yang disajikan Alex.


Spaghetti dan wine? Tidak buruk.


Tangan Kayla terulur untuk mengangkat botol anggur itu dan melihat tahun yang tertera disana,


"Wow... Apa kau mencoba merayuku dengan ini? Atau mungkin kau sedang berakting untuk menjadi suami idaman?" goda Kayla.


"Tentu saja, Aku selalu menjadi suami idaman setiap wanita" timpal Alex datar.


" Cukup mengesankan," puji Kayla


"Terimakasih, Sebagai balasannya,Apa Kau bersedia menemaniku menghabiskan sisa hari ini? Aku berjanji kau tidak akan menyesal membunuh waktu bersamaku," pinta Alex dengan penuh harap.


Yang pertama kali terlintas dipikiran Kayla adalah penolakan, akan tetapi sedetik kemudian Kayla mulai memikirkan perkataan Akira semalam, bahwa hanya ada dirinya di hati Alex.


"Ok... Sesuai keinginan mu. Akan ku pastikan seluruh kartu kredit mu akan menangis dan menjerit " Kayla menyeringai.


"Semua milikku adalah milikmu."


Bersambung 🙏😘

__ADS_1


__ADS_2