Papa Vampirku Kekasihku

Papa Vampirku Kekasihku
The End.


__ADS_3

Satu hari lagi terlewati dengan sempurna, pagi ini saat aku membuka mata, aku masih berada di pelukanmu. Ini adalah sebuah anugerah yang harus aku syukuri dan aku nikmati setiap detiknya. Kau adalah satu-satunya, penyelamatku, cinta pertamaku, dan terakhir untukku.


Kesempurnaan yang akan aku jadikan sebuah kenangan terindah dalam hidupku, aku tidak tahu jika kita akan hidup bersama untuk selamanya. Namun, satu hal yang aku tahu jika disisa hidupku ini aku akan melewati setiap detik bersama denganmu.


Tidak peduli jika waktu berhenti di masa tersulit dalam hidupku, selama itu denganmu aku akan melewatinya dengan senyuman.


***


"Selamat pagi sayang" ucap Sammy lembut, memberikan kecupan di kening Kayla yang masih terlelap.


"Hmmm...," gumaman pelan dari Kayla yang semakin masuk kedalam dekapan dada bidang vampirnya.


Setelah melewati malam yang panas dan penuh gairah, Kayla enggan untuk sekedar beranjak dari atas tempat tidur. Ia semakin mengeratkan pelukannya di pinggang Sammy dan menyembunyikan wajahnya di dalam dekapan kekasihnya.


"Berhentilah menggeliat dan bergerak di bawah sana, atau aku tidak akan bisa menahannya lagi," Sammy tergelak.


"Aku sangat menyukai aroma tubuhmu."


"Apa kau ingin mengadakan resepsi pernikahan?" tanya Sammy tiba-tiba, mengelus lembut kepala Kayla.


Kayla mendongak menatap wajah Sammy dengan alisnya yang mengernyit, " Untuk apa?" tanyanya bingung.


"Kenapa? Apa kau tidak mau menikah denganku?" Sammy balik bertanya.


"Tapi kita sudah menikah bukan?" kini Kayla bertumpu pada sikunya membuat kulit polos mereka bergesekan, Sammy mendesis pelan merasakan sentuhan kulit mereka.


"Iya, dalam dunia Vampir kita memang sudah menikah, tapi aku tahu jika pernikahan kita tidak seperti pernikahan impian yang kau idamkan," tutur Sammy.


"Emmm ..., entahlah, kurasa itu tidak perlu, yang terpenting aku bisa selalu bersama denganmu itu sudah cukup. Aku tidak perlu bertukar cincin ataupun pemberkatan pernikahan atau janji-janji di depan pendeta, aku juga tidak perlu secarik kertas hanya untuk menunjukkan bahwa aku milikmu. Bagiku setiap perbuatan yang kita lakukan untuk saling mencintai lebih berharga daripada itu semua. Kita akan tetap menjadi pasangan sampai abad berikutnya dan itu sudah lebih dari yang aku impikan. Jadi, jangan membahas pernikahan lagi, karena hubungan kita jauh melebihi semua itu," ucap Kayla bersungguh-sungguh.


Senyum sumringah mengembang di bibir Sammy, jawaban dari Kayla membuat hatinya secerah mentari pagi di musim panas . Semua pengorbanannya tidaklah sia-sia, kini semua momen yang akan ia lewati bersama Kayla adalah kebahagian untuknya.


"Terimakasih sayang, aku berjanji di sepanjang keabadian, aku hanya akan mencintai dirimu satu-satunya. Kebahagiaanmu adalah tujuan hidupku."


Bibir keduanya menyatu, ciuman yang dalam menjadi saksi cinta mereka. Demi para Dewa, kebahagiaan mereka saat ini sangatlah sempurna.

__ADS_1


"Aku juga mencintaimu," dessah Kayla.


"Akan aku buktikan seberapa besar aku lebih mencintaimu," dan Sammy kembali melancarkan aksinya yang panas dan liar, yang akan membuat mereka berdua berkeringat dan puas.


***


Dedaunan kini mulai menguning menandakan musim panas yang menyenangkan akan segera berakhir, angin bertiup lebih kencang menyambut musim gugur yang segera tiba. Robin kembali dengan menenteng berbagai macam oleh-oleh dari perjalanannya. Kulit pucatnya tidak menjadi kecoklatan meskipun ia menghabiskan sepanjang musim panas untuk berjemur di pantai Hawai.


"Kay, Paman kesayanganmu ini pulang dengan membawa kejutan spesial untukmu," ucap Robin yang baru saja tiba di pintu utama.


Kayla menyambut kedatangan Robin dengan antusias, "Paman, jangan aneh-aneh. Apa kau membawa wine yang bagus," bisiknya.


"Robin...," peringatan tajam dari Sammy yang melihat keduanya saling berbisik.


"Sayangnya kali ini aku tidak membawakan mu wine, tapi lebih berharga dari pada itu."


Dengan semangat Robin melambai ke arah mobil yang terparkir di halaman, memberi isyarat kepada siapapun yang ada di dalamnya untuk segera turun. Sepatu high heels berwarna putih diiringi kaki jenjang seorang wanita terlihat keluar dari balik pintu mobil Porsche milik Robin, tubuh langsing Akira menyembul kemudian. Wajah yang terlihat begitu mirip dengan Kayla itu berjalan menghampiri mereka.


Dengan sigap Sammy mengambil posisi di depan Kayla, melindungi wanitanya dari Akira. Ia masih ingat bagaimana Akira mengamuk dan melampiaskan semua amarahnya kepada Kayla saat kematian Alex, saat itu Kayla melarangnya untuk ikut campur, namun kali ini ia tidak akan diam saja jika sampai Akira berani melakukan hal yang sama kepada kekasihnya, tidak peduli jika mereka adalah saudara kembar, Sammy hanya tidak bisa mentolerir kekerasan kepada Kayla lagi.


"Aku bisa mengatasi ini," lirih Kayla, menggeser tubuh Sammy, agar ia bisa secara langsung menghadapi saudarinya itu.


"Mari kita bicara di dalam saja," ajak Robin.


Suasana di ruang tengah terasa sangat canggung. Sammy dan Robin memilih untuk diam, membiarkan kedua saudara itu untuk menyelesaikan masalah mereka. 5menit, 10 menit, 15 menit, tidak ada satupun dari keduanya yang memulai pembicaraan, mereka hanya saling duduk berhadapan tanpa ada yang berniat untuk mengatakan sesuatu.


"Astaga, kalian benar-benar menyebalkan. Katakan sesuatu, jangan hanya diam saja," kesal Robin yang mulai mengacak rambutnya frustasi, " Katakan saja Akira ! Apa lagi yang kau tunggu? Serangan Alien?" tambahnya semakin kesal.


"Diamlah ! Aku masih menyiapkan diri," teriak Akira pada Robin, tatapan matanya melembut kala bertemu dengan netra Kayla, "Kay, maafkan aku, tidak seharusnya aku menyalahkanmu atas kematian Alex, aku benar-benar minta maaf," ucap Akira tulus.


Kayla merengkuh tubuh saudarinya dalam pelukan, "Aku juga minta maaf, dan terimakasih kau sudah bersedia mengerti. Aku menyayangimu Akira."


"Aku juga menyayangimu," tangis haru keluar dari keduanya.


Lama mereka saling berpelukan saling melepas rindu, seburuk apapun masalah di antara mereka, hubungan darah keduanya tidak akan begitu saja terputus dengan mudah, istilah jika 'darah lebih kental dari pada air ' memang benar adanya.

__ADS_1


"Bagaimana kalian bisa bertemu dan datang kemari bersamaan?" tanya Kayla.


Robin menggenggam tangan Akira dan mengangkatnya ke udara, " Kami sudah resmi menjalin hubungan," tutur Robin bangga.


"Benarkah?" keterkejutan memenuhi suara Kayla.


"Iya, kami bertemu di Hawai dan memutuskan untuk menjalaninya bersama, banyak waktu yang sudah terlewat di antara kami, tapi kami yakin, semuanya akan berakhir dengan indah," jelas Akira dengan wajah berbinar.


"Selamat untuk kalian, apa aku harus memanggilmu Bibi mulai sekarang," goda Kayla yang di ikuti tawa mereka semua.


"Selamat untuk kalian. Beristirahatlah, kalian pasti lelah," saran Sammy yang diikuti anggukan dari mereka.


Kebahagiaan menyebar di seluruh mansion , bagaimana tidak, kini seluruh penghuni mansion Sagara telah kembali pada tempatnya. Kebahagiaan semacam ini harus mereka lewati dengan penuh. syukur.


Kayla bersandar di bahu Sammy seraya menikmati popcorn dan segelas besar coklat panas, mereka sedang memutar film malam ini.


"Apa kau ingat?" tanya Sammy tiba-tiba.


"Apa?"


"Dulu kau pernah menanyakan tentang hal-hal seperti itu," Sammy menunjuk gambar aktor Hollywood yang sedang memerankan sosok vampir di layar televisi.


Kayla tertawa singkat mengingat kejadian saat itu, " Kau benar, aku dulu sangat penasaran dengan kehidupan vampir," jawabnya.


"Dan sekarang?"


"Tidak lagi, karena Papa Vampirku adalah Kekasihku."


"Aku mencintai mu," Sammy memberikan ciuman yang panjang dan dalam,menikmati setiap inci bibir ranum kekasihnya.


"Aku lebih mencintaimu Papa."


The end.❤️❤️❤️


Hai readers, karya ini tamat sampai sini aja ya, tujuan awalnya memang untuk menyatukan dua tokoh utama kita, Kayla dan Sammy. Kalau untuk karakter lainnya , seperti misal, Robin dan Akira bagaimana bisa jadi pasangan? atau kehidupan Kayla dan Sammy kedepannya bagaimana? itu tidak akan dilanjutkan dalam seri kali ini, mungkin akan ada seri berikutnya.

__ADS_1


Terimakasih banyak atas dukungannya terhadap karya remahan author yang terkadang ngalor ngidul nggak jelas, juga penulisan yang masih begitu berantakan dan amburadul, tanpa dukungan kalian author tidak akan bisa menamatkan karya pertama ini. Sekali lagi terimakasih banyak, semoga kalian semua selalu diberi kesehatan dan dimurahkan rezekinya, Aamiin.


I love you all🥰🥰🥰.


__ADS_2