Papa Vampirku Kekasihku

Papa Vampirku Kekasihku
SERIGALA BERBULU DOMBA


__ADS_3

Kayla menatap Anthony dengan mata penuh ketakutan saat Anthony mulai menampakan wujud aslinya, mata Anthony yang sebelumnya berwarna coklat keemasan sekarang sudah berganti seperti rubi, dua taring yang begitu tajam mulai mencuat di sela mulut itu.


"Ahk... Mahkluk apa kau sebenarnya, pergi ! Menjauh dariku" Kayla berteriak histeris, dan merangkak menjauh dengan ketakutan, seolah dirinya belum pernah melihat Vampir sebelumnya.


Oh, aku semakin ahli dalam hal ini, kurasa sebentar lagi aku bisa menjadi aktris, Kayla tertawa dalam hati.


"Perempuan ja.lang, saatnya untuk menerima takdirmu menjadi budakku" Anthony menyeringai


"Ampuni aku" Kayla mulai menangis .


Kayla mengulur waktu, Juan dan Freya sedang mengikutinya dari jarak aman. Sementara itu Kayla mulai fokus untuk merasakan kondisi sekelilingnya, sejauh yang dapat ia rasakan, setidaknya ada sebanyak empat manusia yang ditahan disini,Kayla bisa mencium darah segar dengan Indra penciumannya yang tajam. Ada lagi seorang Vampir dan satu Werewolf, hanya itu yang dapat ia rasakan sekarang ini, selebihnya, Kayla juga belum tahu.


"Dave, Kevin kemarilah ! kita mendapatkan mainan baru!" Seru Anthony memanggil dua temannya.


Tak berapa lama muncul dua lelaki bertubuh kekar dengan hanya mengenakan celana pendek saja sementara bagian atas tubuhnya dipenuhi dengan bercak darah. Yang satu lelaki bernama Dave dengan rambut mohawk yang dari auranya merupakan seorang Vampir, dan yang lainnya bernama Kevin, memiliki mata berwarna biru dan merupakan seorang Were Pureblood.


" Wah...Cantik dan indah, membuat ku semakin tak sabar untuk mencicipinya," ujar Dave si Vampir.


"Darimana kau mendapatkannya?" Kevin, si pria Were memicing dengan curiga, mengamati Kayla yang masih meringkuk di lantai dengan mata ketakutan.


" Memangnya penting dari mana aku mendapatkannya, yang penting dia akan menghasilkan banyak uang saat kita menjualnya" jawab Anthony bersemangat


"Dia terlalu cantik untuk ukuran manusia, aku khawatir mungkinkah dia Serigala berbulu domba yang sering dikatakan oleh para Werewolf" pria Were itu berjalan menghampiri Kayla dan mencengkeram dagu Kayla, mengamati wajah Kayla yang tampak lemah dengan seksama.

__ADS_1


"Benarkah? " Anthony turut mengamati Kayla dengan lebih cermat, ia juga takut kalau-kalau dirinya telah membawa malaikat maut untuk dirinya sendiri.


"Tembak saja dia !" Usul Kevin tanpa belas kasihan sama sekali.


"Jangan! Kumohon jangan sakiti aku! " Kayla mengiba.


Kemana Juan dan Freya? Kenapa mereka lama sekali, bisa-bisa kepalaku sudah berlubang sebelum mereka datang. Dasar ke.parat, rutuk kayla dalam hati.


"Bagaimana kalau dia mati saat kita tembak, tuan Sergey tidak akan mau membayar untuk mayat bukan" Anthony mengutarakan keberatannya.


Tuan Sergey? Hmmm... menarik


"Tembak saja kakinya, dia tidak akan mati hanya dengan satu tembakan" Kevin kembali membeo.


Anthony terlihat membuka laci sebuah meja yang tak jauh dari tempatnya berdiri, tangannya menarik sebuah pistol dari sana, segera dia mengarahkan moncong senjata api tersebut ke arah kaki kayla yang masih terduduk dilantai marmer.


Dooorrr....


Dua hal terjadi bersamaan dengan suara pistol yang menggema di ruangan temaram itu. pertama Kayla berguling menghindari tembakan dari pria yang sudah membuatnya geram sedari tadi, menjatuhkan Dave si Vampir dengan menggunakan sepatu boots berhak tinggi yang dipakainya, yang ternyata terbuat dari perak, menusuk jantung Dave, hingga Vampir itu tewas dengan mata yang membelalak kerena rasa terkejut.


hah,kau pasti tidak akan menyangka akan terbunuh oleh sebuah sepatu.


Yang kedua. Disaat bersamaan dengan itu, engsel pintu depan terlepas, memperlihatkan sesosok pria tampan mengenakan mantel berwarna coklat gelap menerobos masuk, membuat Anthony dan juga Kevin kalang kabut, tembakan diletuskan ke segala arah tak beraturan antara menembak Kayla dan pria yang baru saja masuk dalam pertempuran.

__ADS_1


Pria itu berhasil merobohkan Kevin dalam sekejap mata, dan seketika memenggal kepala Werewolf Pureblood itu, tanpa membiarkan Kevin memberikan perlawanan yang berarti. Sementara Kayla masih saling baku hantam dengan Anthony, dengan postur tubuh Anthony yang jauh lebih besar darinya,membuat Kayla sedikit kewalahan. Anthony melayangkan tendangan kearah perut Kayla, dengan sigap Kayla menghindar, menggulingkan tubuhnya ke samping membuat tendangan Anthony hanya mengenai udara kosong, disaat bersamaan Kayla mengambil pistol yang berisikan peluru perak yang tersembunyi didalam sepatu boots dengan desain khusus itu.


Kayla menembakkan peluru perak itu tepat di kening lebar Anthony, tepat diantara kedua matanya, membuat vampir itu langsung lumpuh sesaat, Kayla tidak membuang-buang waktu, dirinya langsung menghambur ke depan, merobohkan Anthony dengan bobot tubuhnya, menjatuhkan Anthony hingga vampir itu terlentang di lantai dengan dirinya bertengger diatasnya, Kayla kembali mengambil senjata dari dalam sepatu yang satunya, kali ini sebuah pisau 🗡️ yang terbuat dari perak, Kayla menusukkan pisau tersebut ke dada Anthony, tepat diatas jantungnya. Cukup dalam untuk membuat vampir manapun bekerja sama, satu pelintiran dari tangan Kayla maka nyawa Anthony akan melayang.


"Nah, Anthony , sekarang ayo kita bicara!" ucap Kayla memegang erat pisau yang tertancap di dada Anthony, kemudian dengan tangan yang lain ia mengarahkan pistolnya ke arah pria yang sepertinya telah membantu dirinya dalam pertempuran kali ini, tapi Kayla tidak ingin mempercayai pria asing yang baru ia temui sekali.


Pria itu mengangkat kedua tangannya sebagai tanda perdamaian, membuat Kayla sedikit lega setidaknya dia bisa menunggu Juan sebelum melakukan serangan untuk pria tersebut. Karena dia sudah mulai lelah, nafasnya terdengar pendek-pendek akibat pertempurannya dengan dua vampir barusan.


Si.al , kemana Juan pergi, kepalaku hampir terlepas dari leherku, dan dia belum juga datang, awas saja aku akan mengambil gaji lebih banyak darinya untuk misi kali ini. dan dia harus mentraktir ku wine dan sampanye. Kayla mengumpat dalam hati.


Mata Anthony yang semula berwarna merah menyala saat pertarungan, kini mulai memudar kembali ke warna kuning keemasan, saat rasa sakit akibat tusukan pisau di jantungnya, membuat dirinya tidak bisa melawan lagi.


"Serigala berbulu domba" suaranya lirih menahan sakit.


"Yup, kau benar, seharusnya jangan pernah meremehkan seorang wanita, kau tidak tahu ya wanita cantik itu sangat berbahaya, bahkan kecantikan bisa saja membunuhmu" Kayla menyeringai.


Anthony menolehkan pandangannya ke arah pria yang masih berdiri mematung dengan tangan yang masih terangkat ke udara,karena todongan pistol Kayla sama sekali tidak bergeser, tetap membidik jantung si pria tersebut. "Tolong aku kawan ! Kita dari kaum yang sama" pinta Anthony.


"Kau tidak akan suka jika aku membantumu, dan orang-orang seperti dirimu membuatku malu mengakui diriku sendiri sebagai Vampir" suaranya serak dan dalam, menggoda telinga Kayla , lagi-lagi menimbulkan gelenyar aneh di hati dan tubuh Kayla.


Mata Anthony sontak membulat sempurna, ketika dia menyadari identitas dari pria tersebut, bahkan ketakutan yang ditunjukkan oleh matanya jauh lebih besar dari pada saat dirinya mendapat tusukan dari Kayla, " Hunters? Sammy Sagara," ucap Anthony penuh dengan keterkejutan. Anthony kembali menatap Kayla dengan tatapan penuh permohonan "Bunuh aku ! Kumohon!" Suaranya menyiratkan keputusasaan.


Bersambung 😀🙏

__ADS_1


__ADS_2