
" Kayla kemari lah..!" Panggil Paman dari lantai satu
"Astaga ...Yang benar saja? Kayla saja membuatku pusing setengah mati dan sekarang ada dua Kayla , Tuhan benar-benar sedang mengujiku"
Aku bisa mendengar ucapan Paman ketika aku menuruni tangga ,aku bisa melihat punggung Paman ku didepan pintu ,dan ada seorang wanita dihadapannya ,aku pun mendekati mereka ,dan seketika aku tercekat, mata ku membulat, rasa terkejut ku berubah menjadi kebahagiaan.
"Akira ......" Seruku berlari memeluknya bahkan sampai mendorong Paman yang berdiri menghalangi jalanku, tampak ekspresi terkejut di wajah saudariku ,sepertinya dia tidak menduga akan mendapat sambutan yang begitu hangat dariku,atau mungkin dia terkejut dengan kemiripan kami, entahlah.
"Akhirnya aku bisa bertemu dengan mu , aku senang
sekali "
>>>>>>
Saat ini kami sedang duduk di ruang keluarga, aku menggenggam tangan Akira yang duduk di sebelahku, dihadapan kami Sammy sedang menatap tajam pada saudariku itu, sementara tak jauh dari kami duduk , Paman Robin sedang berdiri menyandarkan keningnya di tembok dan sesekali membenturkannya disana .
hehe... kurasa dia sedang membayangkan masalah yang akan menimpanya...
"Bagaimana cara mu bisa sampai ke rumah kami?" Sammy memicingkan matanya
"Memangnya kenapa? Dia kan saudariku ! SAU-DA-RI-KU!" aku yang menjawabnya ,sedangkan Akira tampak tertunduk sedikit takut tangan yang ku genggam itu berkeringat.
"Sayang biarkan dia yang menjawab,diam lah sebentar" Sammy menghela nafas. " Jawab aku , siapa yang mengutus mu kemari? Apa itu Alex?"
Aku terkejut dengan pertanyaan Sammy , tapi kemudian aku berfikir,benar juga tidak mungkin Akira bisa sampai dirumah kami sendiri. Aku mengalihkan pandanganku dari Sammy dan menatap langsung Akira yang masih tertunduk
" Tidak apa Akira, jawablah! kami tidak akan menyakiti mu meskipun kau dikirim oleh Alex ,kau tetap saudariku ,dan percaya atau tidak aku sangat ingin bertemu dengan mu" ucapku lembut.
Akhirnya Akira mengangkat kepalanya dia melihat kami bergantian " Tidak... Tuan Alex tidak memintaku kemari ,dia menjemput ku dari Negara Xx dan membawaku ke kediamannya tapi saat dia bercerita tentang saudari kembar ku , aku bersikeras agar dia mengantar ku menemui Kayla, tapi katanya dia tidak bisa mengantarku secara langsung, jadi dia hanya memberi tahuku alamat rumah ini, begitulah" jelas Akira pada akhirnya.
"Aku senang kau ada disini ."Ucapku untuk yang kesekian kalinya.
" Baiklah , anggaplah aku mempercayaimu , asalkan kau tidak bermaksud menyakiti Kayla aku bisa menerima dirimu disini , nikmati waktu kalian! Aku permisi." Sammy berlalu kembali ke lantai atas .
"Anggaplah rumah sendiri, dan jangan membuat masalah untukku, itu yang terpenting." Peringatan langsung dari Paman Robin yang sedari tadi hanya diam .
__ADS_1
Akhirnya hanya tinggal kami berdua di ruang keluarga ,Akira hanya diam saja itu membuat suasana menjadi canggung diantara kami ,aku melepaskan genggaman tangan ku.
"Emm... Jangan terlalu tertekan dengan ucapan mereka , sebenarnya mereka benar-benar orang baik, hanya terkadang overprotektif terhadapku, tenang saja karena disini rumahku ,maka ini juga adalah rumahmu."ucapku tersenyum lebar ,itu membuat Akira juga tersenyum.
Wajah kami begitu mirip, hanya saja Akira memiliki warna coklat terang pada bola matanya sementara milikku lebih gelap, rambutnya juga lebih pendek dan sedikit bergelombang ,sementara rambut ku lurus menjuntai sampai pingganng ku, selebihnya sama persis rasanya seperti sedang bercermin ketika melihatnya.
"Kau pasti lelah ,ikutlah ke kamarku ,kau bisa beristirahat disana ,dan kita bisa mengobrol lebih banyak lagi." Aku mulai menggandeng tangannya menaiki tangga menuju kamarku.
*Ter*nyata Akira gadis yang pendiam, berbeda denganku , sepertinya Paman Robin akan lebih menyukai dia daripada aku yang cerewet ini.
>>>>
"Mandilah terlebih dahulu,aku akan meminta Ibu Rosi untuk menyiapkan makan malam, kau pasti belum makan , setelah itu kita bisa beristirahat bersama"
"Ibu Rosi?" tanya Akira bingung.
"Itu kepala pelayan, sekaligus pengasuhku dari bayi, dia sudah seperti ibu bagiku" jelasku dengan senyuman.
"Apa kau tidak mengenal Ibu kandung kita?" Akira bertanya dengan sedikit ragu.
"Apa kau tidak ingin bertemu dengannya?"
"Bohong jika aku mengatakan tidak, tapi aku lebih menyayangi Sammy dan juga Paman Robin ,jadi aku akan menemui Ibu dan para Were ketika Sammy dan Paman mengizinkannya." jelasku selembut mungkin agar Akira tidak tersinggung.
"Baiklah, kurasa aku akan mandi sekarang." jawab Akira lantas berlalu menghilang dibalik pintu kamar mandi.
Akira keluar dari kamar mandi masih dengan handuk yang melilit tubuhnya ,dia tampak bingung .
" Maaf, karena Tuan Alex membawaku dengan terburu-buru ,aku tidak sempat membawa pakaianku dari rumah" ucapnya lirih.
"Bodohnya aku.. Maaf Akira aku sampai lupa tentang hal itu, kau bisa menggunakan pakaianku dulu ,besok aku akan membawamu membeli beberapa pakaian ,aku benar-benar lupa untuk menyiapkan nya ,apa kau keberatan memakai pakaianku ,atau aku harus meminta Paman Robin untuk membeli pakaian baru sekarang ya?" cerocosku tiada henti ,aku sudah hampir berlari keluar untuk meminta pada Paman, ketika aku mendengar suara tawa milik Akira akupun berhenti dan melihatnya ,dia tampak menyeka ujung matanya karna tertawa terbahak melihat kekonyolan ku.
"Aku akan meminjam pakaianmu saja Kay , kurasa ukuran kita sama,Haha" candanya , akupun ikut tertawa.
Akhirnya aku membuka pintu ruangan yang berada di sebelah Akira berdiri ,disana lah semua pakaian ku berada ,dari baju ,sepatu , tas ,perhiasan dll. Butuh satu ruangan besar untuk menyimpannya , Sammy dan Paman benar-benar memanjakan ku.
__ADS_1
"Pilihlah yang kau sukai adikku" kata ku memutuskan menjadi kakak, seumur hidup aku selalu dianggap anak kecil dirumah ini pasti menyenangkan sesekali menjadi kakak,hehe.
Akira melongo melihat deretan baju yang tersusun rapi disana ,seperti masuk sebuah toko ,mungkin begitulah yang terlihat.
"Ini semua milikmu?" tanyanya, menunjuk dengan gerakan yang begitu heboh.
" Iya, apa tidak sesuai dengan selera mu ? " Aku begitu khawatir jika Akira tidak menyukainya.
"Astaga,bagaimana satu orang bisa memiliki pakaian sebanyak ini? Bagaimana kau mengenakan semuanya ?" Akira masih saja menatap tidak percaya pakaian-pakaian yang ada dihadapannya.
"Pilihlah yang kau sukai ,aku akan menunggumu diluar" Aku tidak menanggapi ketakjuban Akira karena bagiku pakaian itu hanyalah pelampiasan ku saat aku merasa kesepian ,aku akan menghabiskan waktuku untuk berbelanja,dan sejujurnya masih banyak dari pakaian yang ada disana bahkan belum pernah kupakai.
Aku menunggu Akira sembari menyalakan televisi ,dan duduk disofa ,memang semua yang ada dirumah ini sangat mewah ,itulah kehidupan yang aku jalani . Aku hidup dengan berbagai fasilitas kelas satu ,namun tetap saja ada yang terasa kosong, entah apa yang kurang, aku sendiri juga tidak tahu.
Tak lama kemudian Akira muncul dengan menggunakan kaos berwarna putih dan rok berenda dengan warna baby blue yang terlihat lucu ,dia sangat imut ,rambut bagian atas ditarik kebelakang dengan menggunakan jepit berwarna emas sementara bagian bawahnya tergerai menyelimuti bahu nya, cantik.
*R*asanya seperti sedang memuji diri sendiri,hehe.
"Makanlah dulu ,aku tidak tahu apa yang kau sukai."😁ucapku memintanya untuk bergabung dan duduk di sofa bersamaku
"Jadi kau membawa semuanya" 😑jawab Akira menatap nampan besar yang ada di atas meja , ada salad, buah ,sayur , daging , sandwich,pasta dan juga segelas besar jus jeruk.
"Maaf ,aku hanya ingin kau merasa nyaman disini "😔Ucapku tulus, ini pertama kalinya aku menyambut tamu ,sebelumnya aku tidak pernah melakukan ini , karena Sammy tidak pernah mengizinkanku untuk membawa teman ke rumah, aku juga tidak tahu apakah yang kulakukan ini sudah benar atau belum.
"Terimakasih banyak untuk semua Kay,aku sungguh menghargainya" ☺️
Kamipun mulai makan bersama malam itu , rasanya menyenangkan memiliki teman untuk bercerita banyak hal.
>>>>>
Disisi lain Sammy nampak kesal di kamarnya.
" Dasar,dia langsung melupakanku begitu saudarinya datang, lihat hukuman apa yang akan kuberikan untukmu gadis kecilku yang nakal."😤
bersambung😀
__ADS_1