
Robin sang Casanova,setiap malam kembali ke Apartemennya bersama dengan para wanita,setiap malam selalu saja berganti-ganti pasangan,terkadang dia membawa lebih dari satu wanita untuk menghiburnya diatas ranjang,seolah dia ingin melupakan perasaannya dengan mengencani banyak wanita.entah untuk sekedar melampiaskan hasratnya atau sekedar melupakan rasa sakitnya.
Apalagi setelah dia mengetahui tentang perihal Ikatan abadi antara Sammy dan Kayla,dia menjadi lebih frustasi.
Sebenarnya dari dulu dia sudah tahu dengan pasti bahwa hal ini pasti akan terjadi ,tapi dia tidak tahu jika rasanya akan sesakit ini,dia ingin mengucapkan selamat pada Kayla namun disaat bersamaan juga ingin mengutuknya, dan yang bisa dia lakukan sekarang hanyalah bersenang-senang dengan para wanita yang bahkan tidak dia ketahui namanya.
Akira yang melihat kelakuan Robin seperti itu membuatnya jengah,dia ingin sekali rasanya membenturkan kepala Vampir bodoh itu ke dinding agar dia kembali sadar, Robin memang tidak pernah menyulitkannya , Robin justru terkesan mengabaikan dirinya, terkadang dia akan marah apabila Akira memaksa bertanya lebih jauh,atau sekedar ingin mengajaknya berbicara ,dia seperti membenci kehadiran akira,namun juga tidak berniat mengusirnya,terkadang perbuatan dan ucapan Robin juga sering bertolak belakang,semua itu membuat Akira pusing sendiri.
Contohnya saja malam ini, ketika Robin dengan gembira membawa tiga orang wanita masuk ke dalam apartemen,dan berpapasan dengan Akira di ruang tamu.
Akira mengernyitkan hidungnya mencium aroma alkohol yang kuat dari tubuh mereka,Robin hanya tertawa dan tidak hentinya menggerayangi tubuh para wanita itu seraya berjalan menuju kamarnya. pemandangan ini membuat Akira jijik.
" Hei vampir? " teriak Akira menghentikan langkah Robin dan ketiga wanitanya yang sedang asyik berjalan ke arah kamar.
"Apa?" Robin menoleh,senyuman yang menawan itu tidak pernah lepas dari bibirnya yang seksi itu, pantas saja deretan wanitanya sama panjangnya seperti kereta api, dengan kesal Akira harus mengakui bahwa pria ini punya daya tarik seorang Casanova.
"Suruh mereka pergi ! Aku jijik melihat tingkah kalian yang seperti binatang" tegas Akira muak.
" Heh ... Memang siapa dirimu? Kau tidak berhak mengatur hidupku! Jika kau jijik melihatnya lebih baik kau angkat kaki saja dari apartemenku." ucap Robin santai.
Para wanita yang dibawa oleh Robin pun tertawa, dan memandang rendah pada akira.
" Tuan Robin adalah pemilik apartemen ini,jadi kenapa gadis seperti dirimu berani mengatur keinginannya seharusnya kau lebih tahu diri, kau bukanlah tipe tuan Robin."Ucap gadis dengan dress berwarna merah,gadis itu mendekat kearah Akira dan menepuk bahu Akira , mencemoohnya.
Akira sungguh geram dengan gadis ini,ingin rasanya dia menjejalkan kepala gadis bodoh ini kedalam kloset terdekat.
Dengan sigap Akira menangkap tangan gadis tersebut dan memutarnya ke punggung , memelintirnya.Gadis itu menjerit kesakitan,namun Akira justru semakin kuat menarik tangan gadis bodoh itu.
*Ap*a kau tidak tahu betapa berbahayanya memprovokasi seorang Werewolf. batin Akira.
" Cukup! Lepaskan dia!" Perintah Robin, wajahnya mulai menampakkan keseriusan disana.
Dengan kesal Akira melepaskan gadis itu , para wanita gila itu mulai merengek pada Robin agar mengusir Akira dari sana, Akira hanya bisa mendengus kesal, lagi-lagi apakah dirinya akan diusir.
"Lihatlah tuan ,dia benar-benar tidak tahu aturan,berani sekali dia berbuat kasar pada kami" ucap gadis dengan dress warna hitam yang sangat pendek,dress itu bahkan tidak menutupi seluruh bokongnya yang terlalu besar itu.
"Iya benar ,dasar gadis kasar tidak punya tata Krama." gadis dengan dress berwarna putih ikut membeo .
"Lihatlah Tuan tangan ku sakit sekali ,anda harus memberikan pelajaran padanya,agar dia tahu posisinya." Kini giliran si merah yang tangannya hampir dibuat patah oleh Akira merengek dan menunjukkan tangannya pada Robin.
__ADS_1
Akira sudah sangat geram dengan para wanita murahan ini,emosinya sudah sampai diubun-ubun , sebentar lagi ketiga wanita bodoh ini akan tahu akibat dari memancing emosi seorang Were.
"Akan ku cabik-cabik tubuh murahan kalian" teriak Akira,dia sudah menghambur maju hendak mengoyak satu persatu para wanita Robin ini. namun langkahnya
terhenti saat dengan tiba-tiba Robin mendorong dua wanita yang sedari tadi bergelayut di lengannya itu menjauh .
"Kalian semua berisik sekali,keluar kalian semua dari apartemenku!" Robin berkata dengan dingin.
"Sekarang!" bentaknya dengan nada yang semakin tinggi.
Seketika ketiga wanita itu langsung tunggang langgang kabur dari sana. Begitupun dengan Akira, dia juga sudah bermaksud pergi dari sana ketika dengan tiba-tiba Robin memeluknya dari belakang.
Akira membelalak lebar, dirinya sangat terkejut dengan sikap Robin yang lagi-lagi berubah padanya. Bagi Akira sikap Robin ini sudah seperti membalikkan halaman sebuah buku ,cepat sekali berubah. Terkadang dia begitu baik,terkadang dia mengabaikannya bahkan marah padanya tanpa alasan,sampai Akira berpikir mungkin Robin mengalami gangguan kejiwaan paska patah hati.
"Jangan pergi" ucap Robin lirih. "Sebentar saja,biarkan seperti ini sebentar saja" pinta Robin seraya mempererat pelukannya ditubuh Akira.
Sementara Akira hanya bisa berdiri mematung ,namun Akira dapat merasakan kepedihan juga rasa sakit dari suara berat Robin, Vampir yang satu ini sedang patah hati.
Jadi Akira memutuskan untuk membiarkan Robin memeluknya sebentar, mungkin ini akan membuat mampir bodoh ini tenang. Dan sejujurnya Akira sama sekali tidak keberatan dengan sikap Robin yang seperti ini,justru ada perasaan senang yang aneh muncul dihatinya.
Tiga menit berlalu, lima menit, sepuluh menit, Robin masih belum berniat melepaskannya. Akira berusaha melepaskan lengan kokoh Robin yang melilit pinggangnya .
Akira tidak menghiraukan permintaan Robin dan tetap melepaskan diri dari pelukannya , Akira membalikkan tubuhnya ,netra indahnya menatap lembut wajah Robin yang terlihat berkabut, Vampir konyol ini begitu jarang tersenyum dengan tulus akhir-akhir ini.Entah dari mana datangnya pikiran gila ini ,namun Akira tidak kuasa untuk menghentikannya.
"Maka biarkan aku melakukan ini....." ucap Akira tiba-tiba.
Akira berjinjit memegang rahang keras Robin menuntunnya untuk mendaratkan ciuman dibibir sang Vampir, satu ciuman singkat tidak bisa terhindarkan.
Robin cukup terkejut dengan ciuman yang diberikan oleh Akira, dia mendapati wajah Akira yang memerah menahan malu. Sesaat sebelum Akira berpaling menjauh, Robin menarik pinggang Akira mendekat, sehingga tubuh mereka sekarang saling menempel,sementara tangan yang lain menahan tengkuk Akira dan membawa gadis itu kedalam ciuman panas dengan bibirnya lagi .
Dengan lihainya Robin mencium Akira , dia benar-benar tahu kapan saat dia harus memperdalam ciumannya, lidah Robin mulai menyusup diantara celah bibir ranum milik Akira , mengeksplorasi setiap sudut bibir itu,dia mengerang menikmati sensasi manis bibir Akira. benar-benar seorang Casanova sejati .
Akira juga tidak kalah liar dalam membalas ciuman dari Robin ,lidahnya ikut menari mengimbangi ciuman panas dari Robin ,kedua tangannya bergelayut di leher sang vampir.
Dengan perlahan Robin mendorong tubuh Akira sampai berbaring disofa yang tak jauh dari mereka, tanpa memutuskan ciumannya, dia mulai menindih tubuh mungil itu dengan tubuh kekar miliknya. Akira mendesah ketika tangan Robin dengan ahli membuka satu persatu kancing kemeja Akira, tangan sang Casanova dengan cekatan mulai beraksi disana, membuat Akira mengerang nikmat didalam mulut Robin yang masih dengan liar menciumnya.
Kini Robin mulai membubuhi rahang Akira dengan kecupan, menggesekkan taringnya disepanjang leher putih Akira ,******* Akira bagaikan musik ditelinga Robin,membuatnya semakin bersemangat untuk memuaskan hasrat miliknya.
"Ah..." Akira mendesah tak karuan ketika ,Robin menusukkan taringnya di lehernya dan mulai menghisap darahnya.sementara tangan Robin seperti memiliki kendali sendiri dan terus menyusuri lekuk indah tubuh Akira, dan berhenti dibeberapa titik untuk bermain disana,yang membuat Akira semakin menggila.
__ADS_1
Akira terengah-engah mengimbangi permainan Robin yang begitu dahsyat,peluh membasahi dahinya Karana hasrat yang begitu membara,astaga Robin bahkan belum menanggalkan pakaiannya,tapi sudah bisa membuat Akira mencapai puncak orgasme level tinggi. ternyata rumor yang mengatakan kemampuan para vampir diatas ranjang adalah yang terbaik memang benar adanya.
"Aku mencintaimu Kay...." ucap Robin yang masih menghujani kecupan di tubuh Akira.
Bagaikan dihempaskan dari langit,hatinya hancur.
Kay..... ???? *J*adi dia melakukan semua ini padaku, karena menganggap ku sebagai kayla.
Sakit..... hanya itu gambaran dari perasaan Akira saat ini,dia hanya dijadikan pelampiasan oleh Vampir busuk ini.
Akira mendorong tubuh Robin menjauh dari dirinya.
plakkk........ Satu tamparan keras mendarat di wajah sempurna Robin, menyadarkan Vampir itu dari ilusinya.
"Aku Akira! Bukan Kayla, kenapa kau begitu kejam padaku,apa kesalahanku padamu?"Bulir air mata mulai mengalir menuruni pipi akira.
"Akira, maafkan aku ?Aku tidak bermaksud untuk.....
"Cukup,sudah cukup! Ku harap di kehidupan yang akan datang aku yang dipertemukan lebih dulu denganmu bukan Kayla,agar aku juga bisa kau cintai seperti dirinya." Akira bangkit berdiri kemudian berlari menuju kamarnya,mengabaikan panggilan dari Robin.
Akira membiarkan air mengguyur tubuhnya melarutkan tangisannya, dan mengeraskan kembali hatinya. dia hanya bisa terduduk bersimpuh dibawah pancuran air sembari meratapi kebodohannya sendiri yang telah terbuai oleh Vampir busuk itu .
>>>>>>>>>>>>
Sammy saat ini tengah kebingungan,dengan cepat dia memanggil seluruh anak buahnya untuk menyisir setiap sudut Underworld, untuk mencari kekasihnya yang menghilang begitu saja pagi ini.
flashback.
Mereka masih menghabiskan bulan madu di Underworld,dan Kayla sangat senang berada disini ,sudah satu Minggu lebih mereka disini,menghabiskan waktu yang indah bersama-sama,dan pagi ini mereka memutuskan untuk kembali.
Setelah melalui malam yang panas dan menggairahkan ,Sammy dengan mata yang masih terpejam meraba tempat tidur disampingnya,tempat dimana seharusnya kekasih tercintanya masih meringkuk tertidur,namun betapa terkejutnya dia ketika mendapati bahwa tempat itu saat ini sudah kosong, segera dia bangun dari tidurnya.
Sammy melihat sekelilingnya,pakaian Kayla masih berserakan di lantai akibat pergumulannya semalam, hanya kemeja miliknya yang tidak ada disana. Sammy berusaha untuk berpikir positif,dia mulai mencari gadis kecilnya di kamar mandi,namun nihil ,Kayla tidak ada disana. dirinya mulai panik.
Segera Sammy keluar dari kamarnya memanggil penjaga rumah juga beberapa pelayan disana guna menanyakan keberadaan Kayla ,namun sayangnya tidak ada yang melihat Kayla keluar dari rumah atau bahkan keluar dari kamar,itu membuat Sammy frustasi, dengan segera dia memerintahkan seluruh anak buahnya untuk melakukan pencarian untuk menemukan kekasihnya.
" Temukan dia ! Cari dia di seluruh Underworld, kalian harus menemukannya!" Perintah Sammy kepada seluruh anak buahnya.
*K*au dimana sayang? Kau harus baik-baik saja. Sammy berdoa dalam hati.
__ADS_1
bersambung.😄🥰