Papa Vampirku Kekasihku

Papa Vampirku Kekasihku
Si biang kerok


__ADS_3

"Apa? Apa yang ingin kau ketahui?" Rasa penasaran Kayla membuncah.


"Bagaimana jika kita membicarakannya sambil memberimu makan , sepertinya cacing dalam perutmu sedang berparade" canda Sammy ,karena sedari tadi perut Kayla terus saja berbunyi.


Yah, Kayla hanya sarapan sepotong sandwich yang disiapkan Alex pagi tadi ,dan sekarang sudah terlampau jauh terlewat untuk makan siang.


Kayla mengecek waktu di jam tangannya, pukul 16:30 ,"Astaga, Aku sudah pergi terlalu lama, Juan dan Sarah pasti akan gila karena mencari ku. Maaf Tuan Vampir, sepertinya kita akan membahas mengenai imbalan mu lain kali saja, aku akan menemui mu sebelum pesta itu, okey, sekarang aku harus pergi!" Tanpa menunggu jawaban dari Sammy Kayla langsung bangkit dan berlari keluar, sedetik kemudian Kayla berbalik lagi kearah Sammy yang juga sudah berdiri ingin mengikutinya.


"Berikan alamat tempat pestanya, dan juga alamat rumahmu di sana, mungkin aku akan mampir saat senggang" Kayla menyodorkan tangannya


Sammy tersenyum kemudian menuliskan apa yang diinginkan gadis kecilnya itu. Melihat Kayla yang langsung menyambar kertas itu dari tangannya kemudian kembali berlari keluar dari kediamannya.


Sammy hanya bisa mengamati punggung Kayla yang mulai menjauh ,dengan berat hati, ia ingin menghabiskan lebih banyak waktu untuk bersama dengannya. Sammy ingin mencium aroma vanilli lembut dari tubuh kekasihnya itu, dirinya ingin merasakan kehangatan hanya dengan melihat wajahnya dan mendengar suara gadis kecilnya lagi.


Tetapi Sammy sadar, Kayla-nya sudah berubah, gadis yang kini sudah tidak terlihat oleh pandangan matanya itu, bukan lagi gadis kecilnya yang manja dan penakut, bukan lagi gadis kecil yang selalu merengek meminta uang pada pamannya, Robin , bukan pula gadis yang selau mengatakan bahwa 'Papa yang terbaik, dihatiku. Selamanya' . Sammy merindukan saat-saat kebersamaan mereka sebagai kekasih yang begitu singkat.


Lima belas tahun, wajahnya sekarang terlihat lebih dewasa, dan sifatnya yang arogan dan sombong membuatnya semakin menggemaskan, menutupi ketakutannya dengan lidahnya yang tajam, oh... Gadis kecilku kini sudah benar-benar dewasa. Batin Sammy


Sammy hanya bisa membayangkan apa saja yang dialami Kayla, sehingga membuatnya berubah menjadi seperti sekarang. Menjadi seorang Hunters bukanlah perkara mudah , Sammy tahu apa yang harus dilalui seseorang untuk bisa sampai diposisi tersebut. Satu persatu penyesalan ,lagi dan lagi menerjang dirinya bagaikan hantaman ombak yang menggempur batu karang, penyesalan karena tidak bisa selalu berada di samping Kayla dan melindungi sang kekasih, seperti yang selalu ia janjikan.


Sekarang Sammy juga harus menjelaskan situasi yang dialaminya kepada Yama , semoga saja Oracle itu tidak akan memenggal kepalanya karena sudah bertemu dengan Kayla, sebelum misinya selesai. Semoga.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Apa kau sudah gila? Dari mana saja kau seharian? Pak Hendri sudah dua kali datang kemari , Apa kau tidak tahu jika semua orang akan terkena masalah jika sesuatu terjadi padamu lagi," dada Sarah naik turun ,mengatur nafasnya karena emosi, " Kemarahan Lord Alex akibat insiden Freya belum mereda , dan sekarang kau ingin menambah masalah lagi," teriak Sarah kesal.

__ADS_1


Seharian ini dirinya dan Juan seperti sedang olahraga jantung, takut-takut jika sampai Rajanya secara tiba-tiba muncul disana. Sebelumya mereka hanya tertidur sejenak, dan terbangun sudah berada ditengah kekacauan akibat ulah rekan satu timnya ini. Oh...Si-alnya mereka. Kenapa rekan satu timnya adalah kekasih Raja Were.


"Sorry, " jawab Kayla malas, selalu drama yang sama , " Aku yang akan menjelaskannya nanti jika Alex marah, sudah jangan ribut, aku sedang lapar. Apa tidak ada sesuatu yang bisa dimakan?" yang jadi biang masalah justru santai-santai saja.


"Pak Hendri tidak memberitahukan mengenai hal ini pada Lord Alex, sepertinya dia tidak ingin Lord Alex khawatir untuk hal seperti ini lagi," Sarah kembali merebahkan tubuhnya diatas sofa ruang tamu, dia ingin segera pergi dari situasi ini, Sarah kesal karena Kayla hanya menggantung perasaan Lord-nya, sementara sang raja terkadang terlalu overprotektif terhadap Kayla, yang cenderung sulit diatur.


"Wah, pak Hendri ternyata semakin pintar,aku akan berterimakasih padanya nanti," sahut Kayla dari dapur, dirinya sedang mengobrak-abrik pantry mencari sesuatu untuk dimakannya.


Juan mengikuti Kayla ke dapur, sebelum si biang kerok itu meledakkan dapur mereka. Kayla benar-benar pembuat onar sejati.


Mereka berdua keluar dari dapur dengan tiga mangkuk mie instan, membawanya ke ruang makan, meletakkannya di tas meja kayu berbentuk bulat itu.


Kayla menjelaskan kan mengenai informasi yang didapatkannya hari ini dengan mulut yang tidak berhenti mengunyah,dirinya kelaparan.


Sarah dan Juan berdecak kagum dengan semua informasi yang dibawa oleh si biang kerok kali ini, ternyata tidak sia-sia Kayla keluyuran hari ini, informasinya sangat mendetail.


"Hebat sekali Kay, dari mana kau mendapatkan informasi sebanyak ini? " seruputan terakhir Juan mengakhiri makan malamnya.


Kayla nampak ragu-ragu untuk mengatakan mengenai Sammy kepada kedua rekannya itu, pasalnya klan serigala benar-benar tidak menyukai vampir, kenyataan bahwa kemarin Kayla ditolong oleh Vampir saja membuat semua orang kesal ,apalagi sekarang , mereka harus menerima bekerja sama dengan penghisap darah yang mereka benci, Kayla tidak yakin mereka bisa menerima semua itu.


"Vampir yang menyelamatkanku waktu itu yang memberikan informasi ini padaku" gumam Kayla lirih nyaris tidak terdengar. Namun mustahil seorang Werewolf tidak mendengarnya, bagi Sarah dan Juan gumaman Kayla sudah seperti teriakan tepat ditelinganya, belum lagi penyebutan kata Vampir yang paling mereka benci.


"Apa?" Sarah menggebrak meja membuat mangkuk mie mereka tumpah, " Apa kau sudah gila? Berani sekali kau bekerjasama dengan seorang Vampir. Apa kau ingin berkhianat seperti Freya" teriak Sarah penuh emosi, dirinya sangat membenci Vampir, alasannya karena dulu orang tuanya terbunuh oleh salah satu dari mereka.


Kayla hanya menatap mienya yang tumpah, ia belum selesai makan dan perutnya juga belum kenyang, "Oh, menyebalkan sekali ! Kau tidak perlu ikut dalam misi kali ini, pulanglah ! Lanjutkan impianmu menjadi model. Aku muak diperlakukan seperti bayi oleh kalian. Hei buka pemikiran kalian! Tidak semua Vampir itu jahat, sama halnya dengan, tidak semua Werewolf itu baik, jangan menilai seseorang hanya dari apa mereka, jika aku harus mendengarkan omong kosong ini terus menerus ,lebih baik aku melakukan misi ini sendirian. Kalian tidak perlu ikut campur! " Ucap kayla dingin, ia tidak berteriak, hanya berucap datar namun penuh dengan penekanan, hal ini selalu bisa membuat lawan bicaranya terintimidasi. Terakhir sebelum berlalu pergi, dengan satu tangan Kayla membalikkan meja makan tersebut, membuat semua pecahan mangkuk dan gelas berserakan dengan bunyi gaduh.

__ADS_1


"Kay tunggu! Jangan marah ! Kami minta maaf!" Juan menahan tangan Kayla yang sudah hampir beranjak keluar dari rumah itu lagi, Kayla berucap dengan dingin,itu lebih mengerikan daripada saat Kayla membentak ataupun berteriak pada mereka, kali ini Kayla benar-benar marah. Juan tidak pernah tahu kalau Kayla begitu peduli dengan mahkluk penghisap darah terkutuk itu. Hanya karena diselamatkan sekali saja bisa membuat Kayla begitu membela Vampir itu. Juan tidak boleh membiarkan Kayla melakukan misi ini sendirian.


Sementara Sarah hanya terdiam ditempatnya berdiri menatap meja yang sudah terbalik. Kayla marah, dan ini salahnya. Sarah merasa bersalah karena sudah memancing kemarahan Kayla.


"Kay maafkan kami! Jangan pergi sendirian okey?" Juan kembali memohon.


Akhirnya Kayla menghela nafas , berusaha mengontrol emosinya, " Baiklah, lepaskan tanganku! " Kayla menarik lengannya dari cengkraman Juan.


Yah, biarpun Juan dan Sarah adalah sahabat Kayla, tetapi mereka tidak seratus persen tulus, terkadang mereka juga merasa terbebani karena tanggung jawab yang Alex bebankan di pundak mereka, selain sebagai rekan satu tim Kayla , mereka juga harus menjaga keselamatan Kayla, karena nyawa mereka juga tergantung pada nafas rekannya itu. Bukan berarti , mereka tidak menyukai Kayla, tidak ! Mereka sangat menyukai Kayla meski karakternya yang terkadang sulit diatur dan cenderung meledak-ledak, tapi Kayla sangat loyal kepada mereka, tidak hanya sekali dua kali Sarah dan Juan berhutang nyawa pada Kayla. Andai saja persahabatan mereka tanpa ada embel-embel dari tugas Alex, maka semuanya akan terasa lebih menyenangkan.


"Biar aku buatkan makanan untuk mu lagi, duduklah" Juan berusaha menenangkan hati Kayla.


" Tidak perlu ,aku akan pergi menemui Akira saja, aku merindukannya. Ini..." Kayla menyodorkan alamat pesta yang akan diselenggarakan Minggu depan ,


" Kalian bisa mencari undangan agar kalian bisa datang kesini, Dominic akan berada disana, kita akan menjalankan rencana kita disana, untuk anggota komplotan yang masih tersisa kalian bisa menjual informasinya kepada Hunters yang lain, Aku sedang tidak mood untuk berburu. Kabari aku jika ada sesuatu yang penting, kita akan bertemu sehari sebelum pesta untuk membahas ulang detail rencananya. Ingat ! Pastikan untuk mendapat harga yang sepadan dengan kepala mereka!" Kayla berlalu pergi meninggalkan mereka.


Begitulah Kayla ,sifatnya yang arogan dan suka memerintah bukan rahasia lagi diantara para Hunters, tapi semua itu sepadan dengan kemampuan dan hasil yang ia dapatkan, selama sepuluh tahun lebih ini ia selalu menjadi Hunters dengan tingkat keberhasilan seratus persen.


Kayla memegang handle pintu kamarnya ,menutup mata sejenak dan mengucapkan mantra untuk keluar dari Underworld, Kemudian ia mendorong pintu itu hingga terbuka ,dan melangkahkan kakinya menuju tempat yang dituju. Rumah Akira.


Begitu pintu itu terbuka cukup satu langkah ia sudah berada di depan sebuah rumah sederhana di dunia manusia, tidak terlalu besar tapi indah dan nyaman.


"Akira? " panggil Kayla seraya menekan bel pintu ,karena hari sudah sangat larut, Akira pasti sudah tidur.


Setelah beberapa kali menekan bel dan menggedor pintu akhirnya wajah lelah dan kantuk Akira menggantikan pintu itu.

__ADS_1


" Astaga Kay , aku hidup di dunia manusia yang butuh tidur di malam hari" gerutu Akira mempersilahkan saudarinya itu untuk masuk.


Bersambung 😀🙏


__ADS_2