
Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya telah tiba, Disebuah ballroom penginapan berbintang lima yang sudah disulap menjadi tempat pesta yang begitu mewah, lampu kristal besar menggantung di atas atap tempat itu yang berbentuk seperti kubah , dengan air mancur berada di tengah ruangan dengan dekorasi bak istana negeri dongeng.
Para tamu dari berbagai kalangan iblis dan manusia telah hadir, tentu saja semua iblis itu berkamuflase, sehingga tidak ada satu manusia pun yang mengetahui identitas mereka. Jangan salah, para iblis ini memiliki pengaruh yang kuat di dunia manusia,banyak dari mereka yang menjadi bisnisman, politikus, ada juga yang menjadi bos mafia, bahkan aktris dan idol. Seperti Sarah Shu, mantan rekan satu tim Kayla.
Sarah Shu diundang bukan sebagai Werewolf melainkan karena dirinya adalah seorang model yang sedang naik daun, dia datang bersama dengan Juan sebagai pasangannya, sepertinya mereka tetap menjalankan misinya sesuai rencana terbukti dengan tidak adanya anggota tambahan yang datang bersama mereka.
Atau mungkin mereka datang secara terpisah.
Pikir Kayla yang mengamati kedatangan Juan dan Sarah dari tempatnya berdiri di samping Sammy, Kayla memang datang lebih awal jika dibandingkan dengan Juan dan Sarah.
Kayla nampak anggun mengenakan dress panjang berwarna hitam yang terlihat kontras dengan kulit putihnya yang menggoda mimpi setiap vampir untuk menggigitnya, gaun pesta yang memiliki belahan panjang memperlihatkan kaki jenjangnya hingga setengah paha mulus Kayla, sementara bagian bahu terbuka dengan gaya Mesir, rambut Kayla digelung tinggi, membiarkan beberapa helainya jatuh disekitar wajahnya, menambah keanggunan dan keelokan paras cantik nan indah itu.
Sammy tidak sedikitpun berpaling dari sisi kekasihnya, terus menyelipkan tangan kayla di lengannya, ketika ia harus menyapa beberapa orang. Sammy tidak boleh lengah terlalu banyak iblis disini. meskipun semua tamu digeledah sebelum memasuki ruangan, tidak ada yang boleh membawa senjata ke acara resmi dunia iblis,akan tetapi semua keamanan itu tidak menjamin mereka akan baik-baik saja, banyak iblis yang bisa melukai dan menyerang dengan tangan kosong, bahkan mantra yang mereka gunakan jauh lebih mengerikan daripada senjata api.
Sammy terus mengawasi setiap tamu yang datang, pemilik acara, yang merupakan pasangan Fairy tampak sibuk menyapa para tamu yang baru memasuki ruangan, ini adalah acara pertunangan dari kedua Fairy tersebut. Jika di dunia manusia, keduanya adalah pemilik perusahaan kosmetik yang sangat digandrungi oleh para wanita.
"Dia datang," bisik Sammy di telinga Kayla.
Kayla dengan santai menengok kearah pintu masuk, benar saja, matanya menangkap gambaran pria berkepala plontos dengan tubuh kekar seperti pengguna steroid, atlet angkat besi pasti menangis melihat betapa besar otot yang dimiliki Dominic, dan yang membuat Kayla lebih terkejut adalah wanita yang digandeng oleh Dominic, Kayla sangat hafal dengan tubuh berperawakan langsing itu, toh, Kayla pernah dengan sengaja melemparkan koper ke kepala wanita itu, ya, dia adalah Freya.
__ADS_1
Bukankah Sammy sudah membereskannya kemarin?.
Freya tampak tersenyum lebar menyapa beberapa tamu, Kayla bisa melihat semuanya dari tempatnya berdiri, semua anggota Dominic yang masih tersisa, sebelum berangkat Sammy juga telah mengatakan padanya bahwa kemungkinan Dominic juga membawa beberapa orangnya sebagai perlindungan tambahan, karena semenjak banyak anak buahnya yang mati, Dominic menjadi semakin waspada, sekarang tantangan terbesar yang harus Kayla lakukan adalah memancing Dominic menjauh dari keramaian agar mereka bisa menangkap dan menyerahkannya kepada Oracle Yama, mengakhiri misi ke 1000 Sammy. Kayla menjalankan misi ini untuk Sammy, bukan untuk tim nya, secara otomatis kini ia harus berebut target dengan Juan dan Sarah.
Setelah satu persatu acara inti selesai, semua orang masih dengan suka cita menikmati berbagai hiburan pesta, sebagian ada yang berdansa di iringi dengan musik yang mengalun indah dari orkestra , ada pula yang sekedar bersenda gurau sambil menikmati berbagai hidangan.
Kayla mengambil kesempatan untuk mendekati Dominic dan Freya, menurut Sammy, saat ini Freya tidak akan mengingat wajahnya karena kemarin Sammy telah memberikan ramuan sihir kepada Freya, sejenis ramuan pencuci otak, yang membuat peminumnya hanya akan mengetahui apa yang dikatakan oleh orang yang memantrainya, Sammy sengaja meminta ramuan itu kepada Mage ( ahli sihir) yang bisa dipercaya , membuat freya hanya mengingat apa yang dikatakan oleh Sammy. Klan vampir biasanya juga menggunakan trik semacam ini untuk menghisap darah manusia, melalui tatapan matanya para vampir biasanya menghipnotis para korbannya agar melupakan semua yang dilihat dan dirasakannya setelah vampir selesai makan, membuat para manusia tidak akan menyadari bahwa mereka baru saja bertemu dengan seorang vampir bahkan sampai diminum darahnya, tehnik hipnotis semacam ini sayangnya tidak terlalu ampuh jika digunakan kepada mereka yang memiliki darah iblis, membuat Sammy harus meminta bantuan kepada Mage untuk menambah kekuatan hipnotisnya.
Kayla dengan anggun mendekat ke arah Dominic, membiarkan pria itu melahapnya dengan tatapan. Terlihat Freya sangat tidak senang dengan kehadiran Kayla.
"Halo cantik? Aku belum pernah melihatmu sebelumnya?" sapa Dominic.
"Sayang sekali, bagaimana jika berdansa denganku, aku akan merasa sangat terhormat apabila kau bersedia berdansa denganku," Dominic mengulurkan tangannya yang di sambut hangat oleh Kayla.
Kayla dan Dominic berada di lantai dansa, musik romantis Ballad yang dimainkan membuat keduanya berdansa dengan tubuh yang saling menempel. Kedua tangan Kayla menggantung di leher Dominic sementara tangan pria itu memegang pinggang Kayla dengan erat, keduanya meliuk mengikuti irama musik.
Kayla dengan sengaja mengeluarkan lenguhan, suaranya sangat mirip dengan des*Han kenikmatan, memancing Dominic, berharap pria itu memakan umpannya.
"Suaramu manis sekali sayang," Dominic mulai terpancing. Dia mengeratkan pelukannya di tubuh Kayla, membuat Kayla merasakan sesuatu yang mengeras dibawah sana.
__ADS_1
"Benarkah," suara indah menggoda kembali keluar dari bibir Kayla, bahkan dengan sengaja Kayla menghembuskan nafasnya didekat telinga Dominic, membuat pria itu menutup mata merasakan gelitik hasrat yang mulai menyeruak.
"Apakah rasamu semanis suaramu? Aku sudah tidak sabar untuk mencicipinya," suara maskulin Dominic semakin diselimuti hasrat.
"Lalu apalagi yang kau tunggu tuan, mari kita nikmati semuanya," Kayla semakin menggoda.
"Aku sudah memesankan kamar untuk kita, ayo jangan buang-buang waktu lagi, aku ingin lihat seberapa hebat kemampuanmu,"
Dengan cepat Dominic menarik tangan Kayla meninggalkan Aula pesta, menuju kamar hotel yang ada disana.
Keduanya menaiki lift menuju lantai atas, bahkan di dalam lift Dominic dengan liar mulai berusaha mencium Kayla.
"Sabar tuan, tunggu sampai kita hanya berdua saja dikamar, dan semuanya milikmu," cegah Kayla dengan suara manja. Dia tidak sudi dicium oleh Dominic tetapi juga tidak bisa menolak dan membuat Dominic curiga dengan rencananya.
Dominic sudah hampir menarik lepas tangan Kayla saat mereka keluar dari lift melewati lorong hotel untuk sampai di kamar yang dimaksudkan.
Dominic memasukkan kunci kamar tersebut, segera setelah mereka melewati pintu, tangan besar Dominic menjambak rambut Kayla dan menyeretnya menuju ranjang, membuat Kayla menjerit kesakitan.
"Bersiaplah *******!" Dominic tersenyum penuh kemenangan.
__ADS_1
Bersambung 😀🙏😀