Papa Vampirku Kekasihku

Papa Vampirku Kekasihku
CINTA AKANKAH KEMBALI PULANG??


__ADS_3

Entah perasaan apa yang saat ini menyeruak dihati Kayla, ketika ia mendengar wanita cantik dihadapannya ini mengatakan bahwa dirinya adalah milik tuan Sammy. Yang jelas Kayla tidak menyukai kenyataan tersebut dan ditambah fakta mengenai kecantikan yang terpampang jelas dihadapannya itu.


"Milik Tuan Sammy," ulang Kayla dengan sarkas.


"Ya, namaku Jennie, Tuan Sammy yang memberikan nama ini untukku" tutur Jennie dengan bangganya.


"Dan kau siapa?" sekarang giliran Jennie yang bertanya pada Kayla , walaupun sebenarnya dia juga sudah tahu nama Kayla, dan betapa pentingnya gadis itu untuk tuan Sammy, namun Jennie tetap berpura-pura tidak mengetahui hal tersebut.


"Akh... Anggap saja aku angin yang sekedar lewat, jangan pedulikan kehadiranku, " Kayla berniat untuk berlalu pergi dari sana, namun dia dikejutkan oleh suara nyaring dari ruang makan yang berada dilantai bawah.


"Kau...? Hei Kau...?" Teriak Robin dengan terkejut, kemudian berjalan dengan tergesa menghampiri Kayla seraya terus mengacungkan jari telunjuknya kearah Kayla. Ketika dirinya sampai dihadapan Kayla,mata Robin terbelalak dengan ekspresi wajah yang terlalu berlebihan.


"Kau...? Bukankah kau gadis yang waktu itu? Bagaimana kau bisa berada disini?" Robin bertanya dengan heran


" Temanmu yang membawaku kesini Paman. Ngomong-ngomong tentang vampir itu, dimana dia? Setelah mengantarkan sarapanku pagi ini aku belum melihatnya lagi?" Kayla bertanya, pandangannya beredar kesekeliling, mencari kehadiran Sammy.


"Kenapa dia membawamu kesini? Dia bukan tipe orang yang membawa orang sembarangan kerumah. Ada hubungan apa antara kau dan pak tua itu? Apa kau kekasihnya?" Robin memberondong Kayla dengan pertanyaan.


Yahhh...Walaupun ingatan keduanya sudah dihapuskan, dan mereka tidak bisa mengenali satu sama lain, namun sepertinya Kayla selalu bisa membuat Robin kesusahan, seperti Tom and Jerry, perkelahian diantara keduanya tidak ada habisnya.


"Hei... Hati-hati dengan ucapan mu itu Paman, siapa yang ingin menjadi kekasih penghisap darah seperti kalian, bisa-bisa darahku kalian sedot sampai kering, dasar," maki Kayla


Robin menyunggar rambutnya frustasi, semakin banyak teka-teki mengenai gadis ini, baru beberapa hari lalu ia mengetahui bahwa gadis ini ternyata bukan sekedar manusia biasa, melainkan Hunters dari klan Werewolf, dan sekarang gadis ini tiba-tiba saja sudah berada dirumah.


" Jadi siapa kau? Dan apa yang kau inginkan dengan mendekati Sammy? Apa kau mata-mata dari klan Werewolf?" Mata Robin memicing curiga.


"Huh, yang benar saja, untuk apa aku mendekati temanmu itu, kalau kau ingin mengetahuinya tanyakan saja kepada temanmu itu, kenapa dia membawaku kesini," tukas Kayla kesal

__ADS_1


Robin sudah membuka mulutnya untuk mendebat ucapan Kayla, namun terhenti ketika Sammy secara ajaib muncul begitu saja.


"Ada apa? Kenapa kau sudah bangun dari tidurmu? Seharusnya kau beristirahat, agar cepat pulih!"ucap Sammy penuh kekhawatiran, menatap wajah cantik Kayla.


Robin sampai melongo menyaksikannya, dia tidak tahu kalau Sammy bisa selembut itu memperlakukan seseorang. Jelas gadis ini bukan orang biasa, batin Robin


"Aku baik-baik saja, tidak perlu memperlakukanku berlebihan, toh aku bukan yang pertama" cibir Kayla seraya menatap Jennie dengan tatapan cemburu.


Membuat Sammy tersenyum dalam hati, walaupun Kayla tidak mengingat dirinya, setidaknya Kayla masih memiliki perasaan cemburu untuknya, yang berarti masih ada sedikit cinta dihati gadis itu, dan dia akan berjuang untuk mendapatkan kembali kekasihnya itu.


"Tunggu dulu, jawab pertanyaan ku terlebih dahulu!" tangan Robin terulur mencengkeram lengan Kayla saat gadis itu hendak berlalu pergi.


"Singkirkan tanganmu dari tubuhku ,kalau kau masih menginginkannya" geram Kayla.


"Jawab dulu pertanyaan ku!" tegas Robin tak mau kalah.


"Temanmu yang satu ini, kemarin sudah menyelamatkan nyawaku, jadi aku sangat berterima kasih, tapi aku tidak pernah meminta untuk dibawa kemari, jika paman ingin tahu alasannya kenapa aku ada disini, tanyakan hal itu kepada sahabat mu itu! " Kayla menunjuk ke arah Sammy. "Sudah puas? Sekarang jika tidak keberatan tolong biarkan Aku pergi, karena rekan satu tim ku pasti sedang mencari ku saat ini" Kayla mengapitkan kedua tangannya, memohon dengan setengah hati.


Sammy segera melerai keduanya, rasanya benar-benar seperti kembali ke masa lalu, melihat Kayla dan Robin bertengkar dihadapannya.


"Sudahlah Robin, biarkan dia pergi!" kata Sammy tenang namun juga penuh penekanan.


" Urusan kita belum selesai wanita!" ancam Robin.


"Akan ku tunggu kelelawar tua karatan," Kayla menyeringai.


Kayla sudah menginjak anak tangga teratas, saat ia berbalik dan menusuk Sammy dengan tatapan tajam, "Tuan, sebaiknya anda jangan terlalu baik kepada semua wanita yang anda temui, kasihan sekali jika sampai ada gadis bodoh yang salah mengartikan kebaikan anda!" ucap Kayla datar, kemudian berlalu pergi dari rumah besar itu.

__ADS_1


Ada dua penjaga yang membukakan pintu gerbang untuknya saat akan keluar dari sana. Kayla memandang jalanan yang masih dipenuhi dengan lalu lalang para iblis di Underworld, meskipun tidak seramai saat malam hari , karena banyak jenis iblis yang lebih senang untuk bergelung ditempat apapun yang mereka sebut sebagai rumah pada saat sang mentari tengah terik seperti saat ini.


Kayla berjalan dengan sesekali menghentakkan kakinya karena kesal.


"Hahhh... si.alan! Kenapa di dunia iblis ini tidak ada taxi, aku tahu banyak diantara kalian yang bisa terbang dan menghilang, jadi kalian tidak membutuhkannya, tapi apa kalian tidak memikirkan orang-orang seperti diriku ini. Kyaaaa.... Menyebalkan!" Kayla berteriak di tengah jalanan seperti orang gila, membuat beberapa iblis yang menyaksikannya menatap Kayla dengan heran, bahkan ada sebagian dari mereka yang sengaja berjalan menjauh untuk menghindarinya. Terserah, Kayla tidak peduli.


Sebenarnya Kayla sedang kesal pada dirinya sendiri, entah apa yang terjadi pada dirinya, perasaan aneh saat berada didekat Sammy membuatnya marah pada dirinya sendiri, terlebih lagi saat Sammy membiarkan wanita lain untuk tinggal dirumahnya, tetapi justru membiarkannya pergi, tidak berusaha menahannya, hal itu membuatnya semakin jengkel dan marah secara tidak masuk akal.


"Aku kan juga masih terluka, tenagaku juga belum pulih semua, setidaknya seharusnya dia menawarkan diri untuk mengantarkanku pulang, ishh... Dasar!" Gerutu Kayla disepanjang jalan, terus saja bergumam lirih .


Setelah berjalan sekitar 30 menit, akhirnya Kayla sampai dirumahnya. Dengan gontai Kayla membuka pintu depan, " Aku pulang" ucapnya lesu.


Kayla langsung jatuh kedalam dekapan Alex begitu ia membuka pintu, Raja Were itu memeluknya sangat erat. Akhh.... Aku lupa tentang hal ini, Alex pasti sangat panik, kuharap Juan belum kehilangan kepalanya. Awas saja kalau dia berani mati terlebih dulu, aku belum selesai dengannya, dia boleh mati setelah aku sudah memberinya pelajaran karena meninggalkanku entah kemana kemarin. batin Kayla yang masih berada dalam pelukan Alex.


"Kau membuatku sangat ketakutan, aku belum pernah merasakan rasa takut seperti ini sebelumnya, kau kemana saja Kay?" Alex berbicara lirih, menenggelamkan wajahnya dalam helaian rambut Kayla, menghirup aroma vanilli bercampur karamel yang begitu manis dari tubuh Kayla.


"Aku baik-baik saja Lex. Aku hanya mendapat sedikit masalah kemarin, aku terluka jadi harus istirahat di suatu tempat untuk memulihkan diri," ucap Kayla berusaha memberi jarak antara tubuh mereka.


" Kau terluka? Dimana? Bagian mana yang terluka ? Apa masih sakit? Biar ku periksa! Akan ku perintahkan Dokter untuk memeriksa keadaan mu sekarang!" Alex sangat khawatir. Langsung saja dia menyuruh salah satu anak buahnya untuk membawa dokter kesana.


"Lex, aku tidak apa-apa sekarang, lukaku sudah pulih," Kayla meyakinkan Alex dengan lembut, jika dirinya berkata dengan keras, itu hanya akan membuat Alex semakin keras kepala.


"Benarkah?" pandangan mata Alex menyusuri setiap jengkal tubuh Kayla dari ujung kaki sampai ujung kepala. Dan kembali meraih tubuh Kayla kembali kedalam pelukannya, Alex terkejut saat tangan Kayla terulur untuk membalas pelukannya, tangan Kayla mengusap lembut punggung Alex, membuat hati Alex bagai musim semi.


"Hmmm... Aku baik-baik saja, terimakasih untuk semuanya Lex, kau selalu menyayangiku " ucap Kayla tulus, dirinya sudah berjanji untuk membuka hatinya untuk pria ini, jadi dia ingin mulai belajar untuk mencintai Alex.


"Selalu dan akan selalu seperti itu," jawab Alex penuh keyakinan.

__ADS_1


Bersambung🙏❤️


__ADS_2