
hujan rintik-rintik di pagi hari membuat siapa saja akan merasa malas untuk bangun begitu pula yang di rasakan Arya ia bermalas- malasan masih bergumul dengan selimut miliknya, beruntung hari ini adalah hari minggu jadi Kania tidak akan ke kamarnya untuk memnangunkan jika hari ini adalah hari sekolah sudah di pastikan Kania bakalan mengganggu tidur nya.
sementara itu Kania sudah terbangun sedari subuh tadi setelah selesai melaksanakan sholat subuh kini ia tengah berada di dapur seperti biasa membantu memasak.
" wahh harum banget bau nya" ucap Berlian ketika sampai di dapur
" eh kak Lian sudah bangun" Kania menengok ke arah Berlian tetapi masih tetap fokus dengan masakannya
" masak apa Kan" tanya Berlian
" ini masak cah kangkung, sama tumis kerang dan seafood saus tiram kak" jawab Kania tersenyum ke arah Berlian sembari memasukkan masakannya ke dalam mangkuk saji
" wahh enak banget tu kaya nya, itu makanan ke sukaan Arya semua loh" Berlian sengaja berbicara seperti itu pada Kania untuk memastikan bagai mana reaksi Kania
" benar kah kak, kok aku belum pernah ya liat bi ina sama bi Nani masak ini kalau memang makanan ke sukaan Arya" tanya Kania heran
" ya soal nya Arya memang sudah lama nggak makan makanan itu sejak 2 tahun lalu" jawab Kania
" oh begitu, kenapa kak" tanya Kania penasaran
" itu...nanti juga kamu bakal tahu sendiri kenapa" jawab Berlian tak ingin menjawab biar lah Kania akan tahu dari arya langsung
"oh begitu" jawab Kania lesu tetapi masih dengan sibuk menyajikan makanan di atas meja
" sudah selesai, kania ke atas dulu ya kak mau mandi sekalian bangunin Arya yang bangkong" tutur Kania sambil tersenyum
" ok, kakak tunggu di meja makan ya" ucap Berlian
Kania hanya menjawab dengan anggukan dan berlalu meninggalkan dapur menuju kamar nya, setelah sampai di kamar Kania langsung menuju kamar mandi tak butuh waktu lama untuk kania membersihkan diri ia pun sudsh keluar dari kamar mandi lalu menuju ruang ganti untuk memakai pakaiannya
Kania menggunakan pakaian santai dengan kaos berwarna putih agak longgar yang di padukan celana pendek sedikit di atas lutut, kania pun keluar dari ruang ganti menuju meja rias untuk menyisir rambut nya kemudian ia mengikat menggulung rambut nya ke atas, memakai krim di wajah dan bedak tipis seperti biasa nya, lalu tak lupa menggunakan lip balm pada bibir nya, tak lupa juga ia menggunakan body lotion pada tangan dan kaki.
setelah selesai Kania pun keluar dari kamar mandi dan kemudian menuju kamar Arya untuk membangunkan Arya tentunya, kania pun langsung masuk begitu saja ke dalam kamar Arya seperti biasa nya namun ketika ia sudah sampai di dalam kamar Arya, Kania sudah tak mendapati Arya di tempat tidurnya lagi
" tumben udah bangun" gumam Kania tetapi ia tak ambil pusing Kania lantas membereskan kamar Arya
mulai dari kasur tempat Arya tidur yang di tinggalkan sang empunya berantakan begitu saja, baju yang di letakan di atas sofa begitu saja, dan Kania pun membuka gorden jendela kamar Arya yang memang masih tertutup.
__ADS_1
tanpa di sadari Arya baru keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk saja yang melilit di pinggang nya karna itu memang kebiasaan nya. saat Kania membalikan badan nya ia tak sengaja menabrak tubuh Arya yang bertelanjang dada itu
" aw,, ini kenapa jadi ada patung di sini sih perasaan tadi nggak ada deh" tutur Kania sembari mengelus hidung nya. Kania belum menyadari bahwa yang ia tabrak adalah Arya karna ia belum melihat wajah Arya
"sembarangan loe bilang gue patung"ucap Arya kemudian
"kok patung bisa ngomong ya" fikir Kania lantas ia pun mendongakan wajah nya betapa kaget nya Kania bahwa yang ia tabrak adalah Arya
Arya pun memicingkan matanya dan menunduk tepat di depan wajah Kania
"eh Arya gue kira patung....hehehe" Kania menggaruk- garuk kepala nya yang tak gatal karna merasa tak enak
"makanya punya badan jangan pendek-pendek jadi wajah orang yang loe tabrak aja nggak tahu" ledek Arya
"apa sih gue tu tinggi nya udah standar, loe nya aja yamg terlalu jangkung" sungut Kania tak terima
"masa sih, kalo pendek ya pendek aja " jawab Arya
"i......" Kania tak melanjutkan lagi ucapannya setelah menyadari bahwa Arya hanya menggunakan handuk saja
" yee...gue kan habis mandi wajarlah kalo cuma pame handuk" jawab Arya santai lalu berjalan ke ruang ganti
"tapi kenapa nggak pake baju di kamar mandi aja Arya, kan gue di sini" tutur Kania masih dengan menutup wajahnya
"emang gue tahu kalo loe di sini kan gue tadi di kamar mandi" jawab Arya santai
"kan loe udah tahu kalo tiap pagi gue bakal bangunin loe ke sini terua beresin kamar loe" Kania mengoceh masih dengan mata yang di tutupi tangan nya
"mau sampe kapan mata loe tutup" tanya Arya yang sudah berada di hadapan Kania
Kania pun membuka sedikit tangannya dan mengintip, setelah melihat Arya sudah memakai baju Kania pun membuka tangannya dari wajah
"ya udah ayok makan, kak Berlian udah nunggu di bawah tante sama om juga pasti udah nunggu" tutur Kania lalu hendak melangkah duluan tetapi tangannya di cekal oleh Arya hingga Kania berhenti dan Arya pun menarik Kania sampai ke dalam pelukannya
"*duh Arya kenapa sih, dada gue jedag jedug kan jadi nya diskoan sendiri nggak ajak-ajak" tutur Kania dalam hati
"kenapa nyaman banget saat gue peluk loe Kania, gue seperti merasakan sosok itu kembali hati gue nyaman banget sama loe" ucap Arya dalam hatinya*
__ADS_1
"loe kenapa Ary" tanya Kania
"biarkan begini dulu Kan" ucap Arya masih memeluk Kania dengan memejamkan mata nya
Kania pun hanya menurut dan dian tanpa banyak gerak. beberapa saat kemudian Arya pun melepas pelukannya
"ya udah ayok perut gue udah laper...heee" cengir Arya
"ih dasar, ya udah Ayok gue masakin menu spesial buat loe " jawab Kania
lalu mereka pun keluar dari kamar Arya dan masuk ke dalam lift untuk menuju ke lantai bawah setelah lift terbuka kania dan Arya pun langsung menuju meja makan
"ini nih yang di tunggu-tunggu baru nongol udah laper tahu" gerutu Berlian pada ke dua adik nya itu
"maaf telat tadi beresin kamar nya Arya dulu kak" jawab Kania merasa tak enak
"ya kalo laper kenapa nggak makan duluan aja loe" tutur Arya lalu duduk di bangku nya begitu pun dengan Kania yang duduk di sebelah Arya
"ye, gue kan kakak yang baik jadi nungguin adek-adek nya dulu lah" Berlian memuji diri nya sendiri
"dasar kepedean" cibir Arya
"sudah-sudah kalian ini jangan berdebat" ibu Ratna menengahi keributan keduanya
kini kania tengah mengambilkan makanan untuk Arya sayur beserta lauk pauk nya, dan Kania pun langsung memberikannya kepada Arya
"nih cobain masakan gue" Kania memberikan pada Arya
"ini loe yang masak" tanya Arya
"iya lah, emang siapa lagi" jawab Kania
Arya pun terdiam beberapa saat"makanan ini yang jadi makanan favorit gue dulu bersama dia, tapi semenjak dia ngilang sebelum gue kenal Tania gue udah nggak pernah makan ini lagi karna hati gue merasakan sakit ketika dia hilang gitu aja hingga Tania hadir di hidup gue dan selama dua tahun itu gue nggak pernah lagi mau makan makanan ini karna itu akan mengingatkan gue sama dia, tapi kenapa kini Kania masak masakan ini" ucap Arya dalam hati
dan kemudian Arya pun mencicipi sedikit makanan itu dan saat masuk ke dalam mulut nya Arya sungguh di buat kaget karna rasa nya sungguh sama dengan masakan seseorang yang selalu memasakan masakan itu untuk nya
"kenapa rasanya benar-benar sama dengan masakan dia, siapa sebenarnya Kania ini" Arya melihat ke arah kania yang tengah memakan makanan nya dengan lahap sembari tersenyum ke arah nya.
__ADS_1