
pagi harinya Arya merasakan mual yang teramat sangat ia pun lari ke kamar mandi untuk memuntah kan isi perutnya yang belum terisi apa- apa sama sekali
Kania yang masih tertidur pun seketika terkejut dan bangun ia pun lantas menghampiri suaminya itu dan memijat-mijat tengkuk suaminya
"kamu kenapa lagi sih mas, baru kemarin sore kita pindah ke sini tapi kenapa tiba-tiba jadi gini" ucap Kania merasa khawatir dengan suaminya
"nggak apa-apa sayang mungkin aku masuk angin aja " jawab Arya dengan terengah-engah
"kita ke rumah sakit ya aku takut kamu kenapa-kenapa" ucap Kania khawatir ia memapah suaminya itu menuju tempat tidur dan membantu membaringkannya
"aku nggak apa-apa kok kamu jangan cemas" jawab Arya kemudian memejamkan matanya lagi dan tertidur
Kania yang melihat itu merasa kasihan dengan ke adaan suaminya, karna sudah pukul 6 Kania pun lantas turun ke bawah untuk membuatkan Arya sup agar nanti ketika bangun Arya bisa langsung makan dan akan membuat tubuh nya hangat
karna di rumah ini Arya dan Kania belum menerima jasa pembantu maka untuk mengerjakan semua Kania lakukan sendiri karna itu kemauan dari dirinya sendiri tetapi jika nanti mulai merasa lelah barulah Kania menyetujui permintaan suaminya itu untuk menerima jasa pembantu.
Kania dengan cekatan membuat sup dan memasak nasi serta lauk. setelah selesai ia pun langsung membersihkan semuanya.
karna sudah selesai Kania pun naik ke atas menuju kamarnya untuk mandi dan melihat suaminya apa kah sudah bangun atau belum.
sesampainya di kamar ia melihat suaminya itu masih tertidur lelap, Kania pun langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sudah lengket oleh keringat.
tak berapa lama saat Kania masuk kamar mandi Arya pun terbangun ia tampak pucat dan matanya sangat sayu.
"sayang...." panggil Arya lemah namun yang ia cari tak ada di samping nya
namun saat ia mendengar air bergemericik di kamar mandi barulah ia tahu bahwa istrinya sedang berada di kamar mandi.
"duh kepala ku pusing banget" keluh Arya memegang kepalanya
•
•
pintu kamar mandi pun terbuka terlihat Kania baru keluar dari kamar mandi dengan memakai handuk di kepala nya dan tubuhnya hanya di balut handuk ia pun berjalan menuju ruang ganti dan memakai pakaiannya
__ADS_1
Arya yang melihat istrinya hanya menggunakan handuk membuatnya tegang namun apa lah daya kali ini ia harus istirahat dulu dari rutinitas itu karna tubuhnya yang lemah.
Kania keluar dari ruang ganti dan menghampiri Arya yang tengah duduk
"apa masih mual mas" tanya Kania sembari memegang perut suaminya
"tidak hanya lemas saja" jawab Arya lemah
Kania pun mengambil obat gosok untuk di balurkan ke perut suaminya itu agar merasa hangat. dengah telaten Kania menggosong bagian perut suaminya itu
"jangan terlalu bawah sayang" ucap Arya menahan lengan Kania
"kenapa mas" tanya Kania bingung
"yang di bawah sedang berjuang untuk tidur jangan di buat semakin tegang" bisik Arya di telinga Kania membuat Kania bergidik geli
"ih kamu ini udah sakit masih aja fikirannya jerumus ke sana" ucap Kania malah memijat perut Arya kencang
"aw aw...sakit yang...hahaha ya mau gimana lagi nama nya juga hasrat" Arya terlihat meringis sakit saat Kania memijat perutnya kencang namun saat itu juga ia tertawa
" terserah ah, aku ke bawah dulu mau ambil makan buat kamu" ucap Kania lalu berdiri hendak keluar
"sejak kapan kamu doyan susu coklat" Kania menengok melihat Arya ia merasa heran bukan kah suaminya itu tak menyukai susu coklat
"entah lah aku lagi pengen saja, tolong buatkan ya pakai es pasti enak seger" ucap Arya sembari membayangkan susu coklat dingin yang melalui tenggorokannya
"ya udah deh kamu ini aneh-aneh aja kaya orang ngidam" ucap Kania lalu ia pergi meninggalkan Arya di kamar
Kania menghangatkan sup nya kembali sembari membuatkan es susu coklat pesanan Arya, Kania tersenyum sendiri ketika berada di dapur melihat tingkah suaminya itu yang menurutnya agak aneh pagi ini.
susu yang sangat tak di sukai Arya pun kini malah menjadi permintaannya untuk di buatkan.
setelah selesai Kania pun membawa makanan dan segelas susu coklat ke kamar nya.
"mas ini pesanan mu" ucap Kania setelah sampai di kamar dan menaruh nampan di meja nakas karna suaminya itu belum turun dari tempat tidur
__ADS_1
Kania menyerahkan segelas es susu kepada Arya, dengan senang hati Arya menerimanya dan meminum susu itu hingga tandas tanpa sisa membuat kania melongo sendiri. bagaimana bisa semudah itu Arya meminum susu yang bahkan sangat ia hindari
"enak mas" tanya Kania merasa heran
"enak, seger banget di tenggorokan nanti aku mau lagi ya" pinta Arya dengan manja sembari memberikan gelas itu
"kamu kenapa sih mas kok jadi aneh gini" Kania merasa ada yang salah dari suaminya itu
"aneh gimana emang nya aku gak boleh ya manja sama istri ku sendiri..hu hu hu" tiba-tiba Arya menangis tanpa alasan yang jelas
"loh loh kok malah nangis mas, udah ya iya boleh kok jangan nangis gitu dong" Kania merasa bersalah dengan suaminya itu namun juga ia merasa bingung kenapa suaminya jadi manja dan cengeng seperti itu
"bener ya boleh" Arya pun menghapus air mata nya yang berada di kelopak mata lalu memeluk istri tercintanya
"iyq boleh, sekarang mas makan dulu ya mumpung masih hangat" ucap Kania melepaskan pelukannya dan mengambil mangkuk sup untuk di makan Arya
"ini makan dulu, apa mas mau pakai nasi" tawar Kania
"nggak mau ini aja" jawab Arya lalu memakan sup itu dengan lahap
setelah selesai makan Arya meminta Kania untuk tetap menemaninya di kamar tak boleh kemana-mana bahkan harus memeluk nya saat tidur
"mas emang sudah memberi tahu asisten mas si Aryo di kantor kalau mas tidak berangkat ke kantor hari ini" tanya Kania sembari mengelus kepala Arya dan menyisir-nyisir rambutnya menggunakan jari-jari tnagan
"sudah tadi waktu sayang ke dapur"jawab Arya yang tangannya tak mau diam memainkan sesuatu yang ia sukai di tubuh Kania
"ya sudah kalau sudah bilang, takutnya nanti dia kebingungan karna mas tak ada di kantor"ucap Kania masih nenyisir-nyisir rambut Arya dengan jemarinya
"mas apa aku hubungi mama papa memberitahukan kalau mas sedang sakit" tanya Kania
"nggak usah lagian besok juga pasti udah sembuh ko asalkan di manja terus begini sama sayang" ucap Arya menatap istrinya itu dan mencium bibirnya sekilas
"hais lagi sakit juga tangan gak mau diam bibir main nyosor aja" gerutu Kania
"haha kamu lucu deh, ya kan yang sakit perut ku bukan tangan atau bibir ku sayang" Arya tertawa melihat istrinya yang cemberut
__ADS_1
"serah deh" Kania menyerah dan pasrah saja suaminya itu mau ngapain juga
karna Kania merasa suaminya kini lebih sensitif jadi ia lebih memilih pasrah saja toh Arya suamianya.