
mereka pun sampai di rumah utama Kania keluar dari mobil terlehih dahulu lalu masuk ke dalam sedangkan Arya menyusul Kania di belakang nya
Kania berjalan menuju lift dengan menundukan kepalanya.
ibu Ratna yang melihat Kania bersikap aneh tampak heran karna tak biasanya Kania bersikap seperti itu, sampai lah Arya masuk dan melihat ibunya tengah duduk di sofa ruang keluarga Arya menghampiri ibunya lalu duduk di sofa
" Arya...jelaskan sama mama ada apa dengan Kania kenapa ia pulang dengan menundukan wajah yang nya dan terlihat lesu " tanya ibu Ratna
" apa kalian berantem, apa Kania melihat kamu bermesraan dengan perempuaj lain" ibu Ratna membrondong Arya dengan banyak pertanyaan karna sedari tadi Arya tak menjawab
"mama apaan sih kalo ngomong asal aja, mana mungkin Arya begitu ma Arya cuma cinta Kania nggak ada yang lain" ucap Arya sedikit kesal dengan ibunya itu bisa-bisa nya ia di tuduh yang macam-macam
"ya terus Kania kenapa pulang-pulang begitu" tanya ibu Ratna dengan kesal
"tadi di jalan saat macet ada yang meneror Kania ma" jawab Arya pada akhirnya
"meneror bagai mana maksud kamu" tanya ibu Ratna tak mengerti
"ini " Arya menyerahkan secarik kertas yang berlumur noda merah
ibu Ratna pun membuka kertas itu lalu membacanya
" apa-apaan ini, siapa yang berani meneror menantu mama" terlihat ibu Ratna marah
" itu lah ma yang aku fikirkan, selama ini Kania tak memiliki musuh jadi bagai mana mungkin ada orang jahat yang menerornya" tutur Arya merasa kepala nya pusing
" lekas kamu suruh anak buah papa untuk menyelidikinya mama gak mau Kania sampai kenapa kenapa" perintah ibu Ratna pada putra nya itu
"tenang ma aku sudah menghubungi Roy untuk menyelidiki ini semua" jawab Arya menenangkan ibu nya
"bagus lah kalau begitu, cepat sekarag temani Kania kasihan dia"
" iya ma"
namun saat Arya berdiri ia mendengar suara teriakan Kania dari kamarnya
"Aaaaaaaaaa tolongggg" teriak Kania yang membuat Arya pun langsung berlari menuju lift yang di susul ibu Ratna
sesampai nya di lantai atas Arya pun keluar dari lift lalu berlari menuju Kamarnya ia langsung mendorong pintu kamar dengan kasar dan melihat Kania tengah berjongkok sembari memutup telinga dan wajahnya ia sembunyikan di balik lututnya
__ADS_1
Arya yang melihat itu pun lantas langsung berlari dan menghampiri Kania dan memeluknya dengan erat.
"kenapa sayang, ada apa " tanya Arya pada Kania sembari mengelus punggung nya
hingga datanglah ibu Ratna pun menghampiri
"kenapa Arya ada apa" tanya ibu Ratna yang merasa khawatir
lantas ibu Ratna pun melihat sekitar kamar yang berantakan
"kenapa kamar ini bisa sampai seberantakan ini, padahal sejak tadi mama tidak mendengar suara orang melempar barang" heran nya
Arya pun menggendong Kania ke atas kasur dengan posisi bersandar Arya mengelus rambut Kania yang terlihat berantakan dan wajahnya yang pucat pasi
"tenang sayang, ada apa sebenarnya beri tahu aku" tutur Arya membujuk Kania
"aku takut Ar ada orang asing masuk ke kamar ini tadi dan dia mengancam akan membunuh ku" jawab Kania dengan suara bergetar karna menangis ketakutan
"hah orang asing" ibu Ratna merasa kaget karna rumah utama mereka di jaga dengan ketat jadi tak mungkin ada orang asing yang masuk
Arya lantas langsung berlari menuju balkon kamrnya untuk melihat siapakah penyusup yang masuk ke rumahnya. Arya tampak melihat ke setiap sudut rumahnya dan mata nya pun memicing setelah ia melihat ada orang berlari ke arah mobil yang terparkir di ujung jalan samping halaman belakang. Arya langsung menelfon bodyguard yang ada di rumah nya untuk menghadang mobil itu
"kurang ajar kau bermain-main dengan ku baik lah akan ku terima dan sampai di mana permainan mu itu" guman Arya
"bagai mana Arya apa ada orang" tanya ibu Ratna yang menghampiri Arya
"aku tadi melihat orang berlari ke ujung jalan situ ma, dan orang itu sudah pergi melajukan mobilnya, tapi aku tadi sudah menyuruh bodyguard yang ada di rumah untuk mengejar mobil itu" jawab Arya merasa geram dengan ulah orang itu
"semoga saja mereka dapat menangkap pelaku itu" tuur ibu Ratna
"bagai mans Kania ma apa dia sudah tenang" tanya Arya
"sudah dia sudah tidur" jawab ibu Ratna
"hah....syukurlah" ucap Arya merasa lega
"ya sudah mama keluar dulu ya" ucap ibu Ratna yang di angguki Arya
lalu Arya pun masuk ke kamarnya lagi dan menghampiri Kania lalu ia pun berbaring dan memluk Kania seolah memberikan perlindungan pada Kania
__ADS_1
********
flash back pof Kania
Kania masuk ke dalam rumah dengsn menubdukan wajah nya hingga ia tak mengetahui ke ibu mertua nya yang sedang duduk di sofa ruang keluarga tengah memperhatikan dirinya
Kania terus saja berjalan dan masuk ke dalam lift sesampainya ia di lantai atas Kania pun berjalan dengan sayu menuju kamar nya lalu Kania pun menutup pintu kamar
Kania menuju tempat tidur dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur tanpa ia sadari sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan dirinya
Kania pun bangun dari pembaringannya lalu menuju kamar mandi hanya untuk cuci muka namun saat ia sampai di kamar mandi dan membasuh wajah nya saat ia menatap ke arah cermin Kania begitu terkejut ada orang asing berada di belakang nya dengan menampakan wajah seram
dengan reflek Kania pun membalikan badannya melihat seseorang berada di belakang nya dengan membawa senjata tajam membuat Kania ketakutan
"si si siapa kamu" tanya Kania dengan bergetar
" tinggalkan Arya" ucap orang itu
" apa urusan mu meminta ku meninggalkan Arya " tanya Kania
"tak usah banyak pertanyaan tinggalkan saja Arya" tutur orang berwajah seram itu
" kalau aku tidak mau" tanya Kania dengan gemetaran
" kalau kau tidak mau maka hidup mu akan hancur, dan aku akan membunuh mu" ancam orang itu dengan menodongkan senjata tajam ke arahnya
"tidak aku tidak akan meninggalkan Arya, pergi kamu dari sini pergi" Kania melempari orang itu dengan apa saja yang dapat ia raih dan perlahan orang itu pun menjauh berjalan mundur
Kania pun keluar dari kamar mandi mencari benda apa saja yang dapat ia gunakan untuk membela diri nya
"pergi kamu dari sini, pergi" ucap Kania sembari melempar apa saja yang dapat ia raih
dari mulai babtal sofa, bantal tidur dan fas bunga dan benda- benda lainnya
hingga Kania melempar vas bungan ke arah lelaki itu yang tepat mengenai kepalanya membuat lelaki itu marah terhadap Kania
"Kau...dasar wanita sialan ku bunuh kau" lelaki itu pun berjalan menghampiri Kania dengan menodongkan senjata tajam membuat Kania ketakutan lalu jongkok menutup telinga nya dengan tangan dan menenggelamkan wajah nya di bali lutu milik nya sembari berteriak
"Aaaaaaaaaaa tolongggggg" teriakan Kania
__ADS_1
flash back of