
sesampainya mereka di sekolah, Arya langsung turun dari mobil dan berjalan ke kelas terlebih dahulu meninggalkan Kania ia sama sekali tak mempedulikan Kania baginya Kania hanya lah anak dari supir papa nya yang meninggal karna kecelakaan saat hendak menjemput sang papa.
sementara Kania baru keluar dari mobil Arya dan berjalan menuju kelas seperti biasa banyak pasang mata yang memperhatikannya tetapi Kania memilih cuek saja karna sudah biasa dengan tatapan dan omongan-omongan yang tak sedap.
" tu cewek sebenarnya siapanya si Arya sih kok selalu bareng tapi Arya nya malah lebih dulu masuk ke kelas" tanya siswa A kepada siswa B
"gue juga enggak tahu, tapi gue pernah denger sih omongan Arya dkk kalo Kania itu pembantu di rumah nya" jawab siswa B
"dih cuma pembantu doang ternyata" cibir siswa A
begitulah ucapan-ucapan dengan berbagai cibiran tentang dirinya, Kania terus berjalan melewati setiap lorong sekolah untuk menuju kelasnya yang berada di lantai 3. sampai di lorong yang sepi Kania tiba-tiba di tarik seseorang yang membuat ia kaget
"eh...apa-apaan sih ini" Kania berusaha memberontak melepas cengkraman tangan itu
"diam loe" ujar seseorang yang merupakan seorang perempuan
"loe mau apa sih, lepasin gue" Kania masih memberontak
sampai lah mereka di ruang rooftop perempuan itu menghempaskan Kania di lantai.
"aww..." pekik Kania
"heh cewek gatel, gue selama ini sabar ya sama loe tapi kali ini gue udah gak bisa tahan lagi karna elo selalu deket-deket Arya" perempuan itu berjongkok dan mencengkram dagu Kania
"hajar aja Fara, cewek kaya dia gak usah di kasih hati" tutur sahabat dari perempuan itu yang bernama Fara
"bener tu apa kata Sasa, kasih pelajaran aja tu anak jangan di kasih ampun" tutur Sisil ikut mengompori
"maksud kalian apa sih...."
"heh...Arya itu gebetan gue dari lama, dan gue gak terima elo deket-deket sama Arya faham loe" Fara mencengkeram dagu Kania sangat keras
"awww..lepasin gue ini sakit" keluh Kania
"itu belum seberapa, kalo elo berani deket-deket Arya lagi gue bakal bikin wajah loe yang cantik dan mulus ini tak berbentuk lagi' ancam Fara
"gue enggak pernah deketin Arya, lepasin gue"
"heh emang mata gue buta apa, tiap hari elo berangkat dan pulang bareng Arya"
" tapi gue nggak pernah deketin dia"
" dasar cewek gak tau malu....PLAKK" Fara menampar pipi Kania dengan sangat keras
__ADS_1
" sekali lagi loe deket-deket dia gue bakal kasih peritungan lebih dari ini" tutur Fara sembari sedikit menendang kaki Kania lalu pergi meninggalkan Kania sendiri di sana dengan isak tangis nya
"Ya tuhan salah gue apa..hik hik hik, gue enggak pernah merasa punya salah sama mereka" Kania menekuk lutut nya dan menundukan kepala menyembunyikan wajah nya dengan linangan air mata penampilannya sudah sangat kacau sekarang.
☆☆☆☆☆
sementara di kelas Rere mulai gelisah karna karna sahabat nya Kania belum juga terlihat ia pun akhirnya memberanikan diri untuk bertanya pada Arya
" Arya...hari ini Kania masuk sekolah enggak" tanya Rere dengan wajah khawatir
" masuk, kenapa" tanya Arya dengan memicingkan sebelah alisnya meski dengan wajah datar tanpa ekspresi
" dia berangkat bareng elo nggak" tanya Rere
" iya bareng gue, "jawab Arya singkat
" tapi kok dia belum datang-datang juga Ar, apalagi ini sebentar lagi jam masuk sekolah loh enggak biasa nya Kania kaya gini" Rere semakin panik
" paling juga ke kantin, apa ke perpus nggak usah lebay deh jadi orang" ucap Arya acuh
" Ar kok elo santai banget tu anak ngilang, emang elo enggak bareng dia apa waktu ke kelas" tanya Baim
" enggak gue duluan tadi ke sini, lagian ngapain juga gue bareng dia ke kelas " jawab Arya santai
"apa sih loe,! elo semua terlalu berlebihan paling juga tu anak ke perpus dulu tau sendiri kan dia suka baca buku meski pun gue cuek sama dia gue tahu kegemaran dia apa, jadi nggak usah lebay jadi orang"
" tapi Arya Kania gue telfonin nggak di angkat, gue chat juga nggak di baca" tutur Rere masih merasa Khawatir
"ya nama nya di perpus mana boleh berisik apa lagi pegang hp, udah ah males gue bahas-bahas dia" Arya pun pergi meninggalkan mereka bertiga menuju meja nya karna bel sekolah sudah berbunyi guru pun masuk ke dalam kelas
tetapi Kania tak kunjung masuk ke dalam kelas Rere yang terus mengkhawatirkan Kania hingga membuat konsentrasi belajarnya buyar
"Kania elo di mana, nggak biasanya loe ngilang kaya gini" ucap dalam hati Rere
sementara di bangku Arya dia juga merasa heran karna sampai jam masuk sekolah bahkan hampir jam belajar habis Kania tak kunjung datang.
"tu anak ke mana kok tumben banget nggak masuk, wah jangan-jangan bolos dia, makin hari makin ngelunjak aja tu pembantu di rumah di jadiin keluarga, bahkan papa sama mama pun sayang banget sama tu cewek, sekarang pun kak Berlian ikut-ikutan lagi perhatian banget sama dia timbang gue. ngeselin banget awas aja kalo beneran tu anak bolos" gerutu Arya dalam hati dengan kesal.
bel jam istirahat pun sudah berbunyi semua para murid pun berhamburan keluar kelas setelah guru yang mengajar keluar
Rere pun menghampiri Arya" Arya tolong bantu cari Kania kan tadi loe bilang dia berangkat sekolah bareng loe"
"loe cari aja sendiri gue males" jawab Arya ketus
__ADS_1
"Ary lebih baik loe cari Kania deh, loe nggak mau kan orang rumah pada murka sama loe gara- gara Kania ilang" ucap Yoga
" bener tu Ary, dari pada nanti kak Berlian marah besar sama loe secara Kania sekarang kan udah di anggap adik kesayangannya kak Berlian" kini Baim ikut menyahut
" huh...ok ok, gue bakal bantu cari" pasrah Arya karna tak ingin kena amuk sang kakak
dan akhirnya mereka pun keluar dari kelas untuk mencari Kania, mereka berpencar untuk mencari keberadaan kania semua tempat tak luput dari pencarian, setiap kelas, kantin, lapangan sekolah, gudang, perpustakaan, dan taman belakang sekolah tapi tetap tak kunjung menemukan Kania
Kini Arya menuju rooftop karna sudah merasa kelelahan begitu ia masuk seperti mendengar suara isak tangis dari seseorang hingga Arya pun menatap dan menyapu setiap sudut ruangan rooftop sampai ia melihat sebuah sofa yang membelakangi dirinya, Arya pun perlahan berjalan menuju sofa itu sampai ia menemukan sosok yang sedang terisak
Arya pun memicing kan matanya karna melihat seorang wanita tengah menundukan kepala nya pada lutut sembari terisak, Arya pun memberanikan diri menyentuh bahu wanita itu yang membuat wanita itu kaget dan melihat ke arah Arya
"Arya...." gumam Kania hampir tak terdengar
"Kania...loe ngapain di sini, elo sengaja bolos ya" tuduh Arya
"enggak Arya gue nggak niat buat bolos" Kania menundukan wajah nya
"loe kenapa nangis di sini, dan kenapa penampilan loe berantakan begini" tanya Arya yang merasa heran dengan penampilan Kania kini yang super berantakan tidak seperti waktu berangkat tadi yang begitu rapi dan cantik
"gue enggak apa-apa, gue ke kelas dulu ya" Kania berdiri dan hendak beranjak dari sana tetapi Arya menahan nya dengan memegang pergelangan tangan Kania
"gue tahu elo bohong kan, elo....." ucapan Arya terhenti ketika ia melihat pipi Kania yang memar seperti orang yang habis di tampar
"pipi loe kenapa, elo habis di tampar siapa hah...kasih tahu gue" Arya terlihat emosi karna ia tak suka jika ada wanita yang di sakiti
"ini tadi gue kepentok pintu toilet" jawab Kania berbohong
Arya yang tak percaya pun menarik Kania duduk di sofa dan Arya pun memegang dagu Kania agar lebih jelas melihat pipi Kania yang memar
"elo bohong sama gue, itu bukan ke pentok lasti elo di tampar orang kan siapa yang buat loe begini"
Kania tak dapat menjawab lagi karna semua yang di katakan Arya benar ada nya ia hanya mampu diam saja
"****...oke kalo loe belum bisa jawab gue sekarang loe ikut gue" Arya menarik lengan Kania dan meninggalkan rooftop
"loe mau bawa gue ke mana Ary" tanya Kania mengikuti langkah Arya karna tangan nya yang di tarik Arya
"enggak usah banyak tanya" ucap Arya yang membuat Kania langsung diam tak berani bertanya lagi
sesampainya di parkiran" masuk" perintah Arya setelah membuka pintu mobil dan Kania pun hanya menurut masuk ke dalam mobil
"aishhh gue lupa sama mereka yang masih nyari kania" Arya pun mengirimkan Chat pada mereka agar tak mencari Kania lagi.
__ADS_1