
pagi hari nya Kania sudah siap dengan seragam sekolah nya, ia pun keluar dari kamar nya Kania sekilas melihat ke kamar Arya tetapi tak berniat untuk membangunkannya ia lantas berjalan menuju lift dan masuk ke dalam lift. sesampai nya di lantai satu Kania pun keluar dari lift dan menghampiri bi ina dan bi nani
"Bi...." panggil Kania
" iya Nia kenapa" tanya Bi Nani yang memang memanggil Kania hanya menyebut nama saja jika tak ada orang rumah
"aku berangkat dulu ya" ijin Kania pada Bi Nani
"loh kamu nggak sarapan dulu, kan kamu udah masak" tanya Bi Ina kemudian
"nggak bi aku lagi nggak selera, ya sudah aku berangkat dulu ya bi" tutur Kania lalu pergi meninggalkan dapur dan menuju pintu utama
"tumben Kania nggak sama den Arya" tanya Bi Nani pada Bi Ina
" iyah tumben sekali, apa mereka marahan ya Bi" tanya Bi Ina pada Bi Nani
"ya mana Bibi tahu, sudah lah itu urusan mereka sana kamu lanjutin kerjaan mu" tutur Bi Nani kemudian
dan para pelayan itu pun membubarkan diri kembali ke pekerjaan masing-masing.
di kamar Arya masih memejamkan matanya padahal jam sudah menunjukan pukul 6:35 menit, Arya pun mengerjap-ngerjapkan matanya karna merasa silau dengan cahaya matahari yang masuk lewat celah-celah gorden pintu jendela kamar yang menuju ke balkon
Arya pun terbangun dan duduk bersandar di sandaran ranjang
"eghhhh....jam berapa ini" Arya pun melihat jam yang tertempel di dinding betapa kaget nya Arya karna ia bangun ke sianagan
"Astaga....gue bangun ke siangan, ish ngeselin banget si Kania kenapa nggak bangunin gue coba" gerutu Ary sendiri ia pun langsung lompat dari tempat tidur dan berlari menuju kamar mandi
selesai mandi Arya pun langsung memakai seragam nya dengan terburu-baru lalu keluar dari kamarnya untuk langsung berangkat ke sekolah karna sebentar lagi pagar sekolah akan di tutup
sesampai nya Arya di lantai bawah ia pun bertemu dengan Bi Nani
" loh den belum berangkat" tanya Bi Nani
"Bi Nani gimana sih kenapa nggak bangunin aku coba jadinya telat kan aku" gerutu Arya pada bi Nani
" lah...kira Bibi aden udah di bangunin sama non Kania soal nya dia udah berangkat dari tadi" ucap Bi Nani yang memang tak tahu
"****...anak itu bener- bener awas aja nanti" gerutu Arya lalu meninggalkan Bi Nani yang terbengong melihat majikannya
Arya pun langsung memakai hlm dan melajukan motornya karna kali ini Arya tak menggunakan mobilnya sudah tak ada waktu lagi jika ia membawa mobil sudah pasti jalanan sudah macet parah.
☆☆☆☆☆☆
Kania keluar dari rumah dan menunggu di depan pagar rumah untuk menunggu taksi yang sudah ia pesan, tak berapa lama taksi pun datang kania pun langsung masuk ke dalam taksi.
sesampai nya di sekolah Kania sudah melihat Rere yang sudah berdiri di depan pagar sekolah sedang menunggunya, Kania pun membayar pada sopir taksi dan turun dari taksi yang ia tumpangi
"hai Re..." panggil Kania dan berlari kecil ke arah Rere
"hai Re...loh kok loe naik taksi Arya mana" tanya Rere yang merasa heran
" masih tidur dia, " jawab Kania santai
"lah tunben loe nggak bangunin Arya, kalo dia telat gimana" ucap Rere khawatir
"udah biarin aja sih, ya udah kita masuk yuk" ajak Kania tanpa mempedulikan mau Arya telat atau tidak
__ADS_1
"elo ko jadi aneh gini sih Nia" tanya Rere sembari berjalan bergandengan dengan Kania
"aneh gimana, gue masih kaya biasa nya ko nggak ada yang aneh" jawab Kania yang fokus ke depan
"ya aneh aja, biasanya loe walaupun berantem terus sama Arya loe nggak pernah begini" tutur Rere yang merasa ada yang mengganjal mengapa Kania sikap nya menjadi berubah
"ya gue lagi males aja, gue masih kesel sama dia udah ah nggak usah bahas dia lagi" jawab Kania berbohong dan tak ingin lagi membahas itu karn sungguh sakit hati nya saat ini harus menjauhi Arya
"kenapa gue merasa sakit saat gue harus ngejauhin loe Arya, gue udah terlanjur nyaman sama loe. apa gue jatuh cinta sama loe tapi gue sadar diri gue ini siapa. gue harus buang jauh-jauh rasa ini gue nggak mau kalo rasa ini menuntut lebih dari lo Ary" gumam Kania dalam hati
Rere yang melihat Kania tiba-tiba melamun pun merasa memang benar ada yang tak beres karna tak seperti biasanya Kania murung seperti itu.Kania dan Rere pun duduk di bangku masing-masing dan tak lama bel sekolah pun berbunyi tetapi Arya masih belum sampai di sekolah, sebenarnya dalam hati Kania merasa khawatir dan merasa bersalah tak membangunkan Arya hingga membuatnya telat.
☆☆☆☆☆☆
Arya pun baru sampai di sekolah dan sial nya pintu pagar sudah tertutup rapat.
"****...pagar udah di tutup lagi, paksa dah gue panjat pager belakang
Arya pun mengendap-endap setelah di rasa aman ia pun langsun memanjat pagar dan berhasil turun lalu berjalan terburu- buru menuju kelasnya yang saat itu lorong sekolah sudah sangat sepi karna semua sudah masuk ke kelas
Arya pun sampai di depan pintu kelasnya dan terlihat ngos-ngosan karna berlari tadia, pintu kelas sudah tertutup tanda guru pasti sudah masuk kelas, Arya pun mengetuk pintu dan membuka pintu itu semua murid dan guru melihat ke arah pintu yang menampakan Arya berdiri di depan pintu.
"Arya mengapa jam segini kamu baru datang" tanya pak Frengki guru fisika
"maaf pak saya terjebak macet tadi" jawab Arya memberikan alasan
" baiklah untuk kali ini kamu boleh mengikuti pelajaran saya karna kamu sudah tak pernah terlanbat lagi, duduk di bangku mu" tutur pak Frengki
" baik, trimakasih pak" Arya pun menuju bangkunya dan duduk.
kania terlihat cuek saja di mata Arya tetapi Arya tak tahu dalam hati Kania merasa tak enak pada Arya
" itu kan yang loe minta kemarin, jadi mulai sekarang gue nggak akan bangunin loe lagi, dan gue akan pergi ke sekolah sendiri sekarang" jawab Kania santai padahal ia sedang menahan rasa sakit dengan apa yang ia ucapkan barusan
"kan itu kemarin, biasa nya kita berantem loe nggak pernah begini " tanya Arya yang merasa heran
"kali ini gue nggak kaya biasanya" jawab Kania yang tetap fokus ke depan memperhatikan pak Frengki menjelaskan
"loe kenapa sih" tanya Arya yang bingung
"udah jangan ngobrol terus tu liat ke depan" tutur Kania pada Arya dan perdebatan kecil mereka pun berakhir.
sampai jam pelajaran selesai Arya maupun Kania masih saling diam sampai pak Frengki keluar dari kelas mengakhiri pelajaran dan semua murid ke luar menuju ke tempat faforit masing-masing
"Nia kantin yuk gue laper" ajak Rere
"gue males, loe aja sana yang ke kantin gue titip air mineral ya" jawab Kania yang terlihat lesu
"elah, masa gue sendiri sih" tutur Rere mendesah karna ia malas jika di kantin sendiri tak ada teman
"loe sama gue aja" ajak baim
"oke deh, ayok" Rere langsung bersemangat dan menggandeng tanganBaim
"lah...tu bocah tadi lesu kenapa sekarang jadi semangat begitu" heran Kania
" eits kaya ada yang aneh nih, im loe kok gandeng-gandeng Rere" tanya Yoga yang ikut memperhatikan mereka berdua
__ADS_1
" hehehe.." cengir Baim
" wah parab kaya nya kita ke tinggalan info terbaru nih" imbuh Yoga
" Re bisa loe jelasin" tatal tajam Kania
" emmm..itu...anu..emmm" Rere gugup hendak menjawab apa
" gue sama Rere jadian" jawab yoga mewakili Rere yang gugup
"Whata...yang bener Re" Kania yang merasa terkejut
" iya Nia gue sama Baim pacaran" jawab Rere malu- malu
" wahh cepet juga ya loe" kini Arya ikutan nimbrung
"gue kira loe nggak bakal berani ngungkapin kaya dulu- dulu" tutur Yoga yang memang tahu dari dulu kalau Baim menyukai Rere begitu pun Arya
" ya dulukan gue nggak tahu kalo Rere juga suka sama gue" jawab Baim dengan merangkul Rere
"ya udah kita ke kantin dulu ya, ayuk yank" ucap baim pada teman nya dan mengajak Rere ke kantin
"wah gila....jiwa jomblo gue meronta- ronta coy" tutur Yoga heboh sendiri
" biasa aja kali" tutur Arya menoyor kepala Yoga
" sialan loe main toyor-toyor pala orang, ....eh elo kapan Arya nyusul si Baim, kan cewek nya udah ada kapan loe nembak dia" tutur Yoga pada Arya sembari matanya mengedip-ngedipkan ke arah Kania yang sedang menatap Yoga.
" loe kenapa Ga, ke lilipan ya" tanya Kania yang tak mengerti dengan kedipan-kedipan mats Yoga
"nggak, cuma kena angin lewat tadi" jawab Yoga asal karna Kania tak emngerti kode-kodean yang ia buat
"cewek apaan, gue deket cewek aja kagak, lagian gue masih nunggu Tania sampai kapan pun" jawab Arya masih mengharap ke datangan Tania tanpa di sadari ucapannya tadi telah menoreh luka di hati seseorang yang mendengarnya
"mau sampai kapan loe nunggu dia, mau sampe loe tua ya kali lo nunggu selama itu" cibir Yoga karna ke bodohan cinta sahabatnya itu hingga membuat nya buta akan wanita cantik di sebelah nya kini
" ya bila perlu, dan gue masih mencari keberadaan cinta pertama gue Ga" jawab Arya yang ke ceplosan karna tak sadar jika di situ masih ada Kania
" hahh serah loe dah" tutur Yoga
" ga kantik yok, gue yang traktir" ajak Arya
" ayok dah, Nia loe nggak ikut" tanya Yoga
" nggak kalian aja, gue lagi males" jawab Kania yang lesu
" ya udah kalo gitu" akhkrnya yoga dan arya pun keluar dari kelas
setelah kepergian Arya dan yoga tanpa terasa Kania pun meneteskan air mata nya
"*kenapa sakit banget ya Allah, gue harus ngejauhin orang yang udah begitu melekat di hati gue..hik hik hik" isak Kania dalam diam.
halo Reder semua makasih yang udah sedia mampir di karya saya yang masih kurang dari kata sempurna ini. terus dukung saya ya agar saya juga selalu semangat menyajikan cerita yang menarik.
__ADS_1
mohon maaf jika cerita nya kurang menarik karna ini pengalaman pertama menulis cerita percintaan anak ABG🙏*