
maaf cover ganti lagi karna kemarin pengajuan kontrak dan mengharuskan untuk ganti cover lain jadi saya ganti.
*
*
*
"jadi loe beneran Rara " ucap Arya kegirangan dan langsung memeluk Kania karna memang Kania duduk di samping Arya
"uhuk...uhuk...Ary gue nggak bisa nafas loe kekencengan" keluh Kania
"eh..sory...sory gue saking seneng nya" tutur Arya lalu melepas pelukannya
"terus kenapa loe nggak inget sama Arya" tanya Baim menyelidik
"gue nggak tahu, karna waktu gue di rawat di singapur bertepatan dengan meninggalnya nyokap gue yang membuat gue makin terpukul dan membuat radang di otak gue makin parah sampe gue beberapa kali pingsan. waktu itu dokter menyaran kan bokap gue agar membuat gue lebih tenang lagi suapaya penyembuhan gue tidak terhambat .sampai akhirnya gue harus banyak konsumsi obat-obatan untuk menunjang kesembuhan gue dan setelah itu ntah kenapa ingatan gue semakin berkurang jadi gue cuma inget masa kecil gue doang sama nyokap gue dan bokap sisa nya gue nggak tau bahkan orang-orang yang ada di ingatan gue pun gue nggak kenal, sampai akhirnya bokap gue menenangkan gue kalo itu nggak papa karna gue masih masa penyembuhan meski harus lupa sebagian ingatan gue" jawab Kania yang sudah meneteskan air mata ketika mengingat bahwa di saat ia sakit sudah tak bisa melihat ibunya meski di sela-sela air matanya ia masih tersenyum
"apakah alasan mboNah berenti dari kerjaannya itu semua karna loe sakit Ra, karna waktu itu loe sering ngeluh sakit kepala sampai loe bener-bener nggak kuat dan loe minta gue selalu temenin loe tidur di kamar untuk mengusap kepala loe dan loe begitu tenangnya tidur di pangkuan gue dulu dalam sekejap pun loe langsung terlelap " tutur Arya menerawang kembali kenangan indah bersama Kania yang adalah Rara kecil nya
"hah...masa iya gue begitu?" kania menatap ke arah Arya tak yakin dengan ucapan Arya
"iya Ra...loe dulu manja banget tau sama Arya sampe kalo loe kumat manja nya mau berangkat sekolah pun Arya musti nyusul ke kamar loe sambil gendong loe sampe ke mobil" tutur Yoga
" betul tu kata yoga" Baim menimpali membenarkan ucapan yoga
__ADS_1
" tapi gue sama sekali nggak inget apa-apa, sebenernya gue juga sedih karna gue nggak ingat masa lalu gue" Kania menundukan wajah nya dan menitikan air mata
"suttt....Kania gue yakin loe bakal ingat semua karna gue yang bakal bikin ingatan loe pulih kembali" Arya menarik bahu Kania dan menghadapkan ke arah nya dan meyakinkan Kania
"tapi gue nggak yakin gue bakal inget semua Ary, dan kalo gue nggak bisa inget loe..gue takut loe bakal kecewa sama gue" tutur Kania menatap Arya
"kalo loe masih tetep nggak inget siapa gue, kita tinggal bikin aja cerita baru" tutur Arya tersenyum lalu memeluk Kania
"echm...echm serasa dunia milik berdua nih...duh banyak nyamuk" sindir Yoga karna sedari tadi mereka seolah-olah tak ada di pandangan Arya dan Kania
"elo aja kali nyamuk nya, gue kan ada yank mbeb Rere" Baim malah makin memanasi Yoga dengan memeluk bahu Rere
"suek loe pada tega bener ama jomblo kaya gue,!!....Langit bisa kah kau turun kan seorang bidadari untuk ku agar aku tak menjadi nyamuk di sini" tutur Yoga mendramatis sembari mengangkat tangan nya ke atas
"******...!! loe kira gue apaan masa cowok cakep begini pacaran sama modelan begitu" gerutu yoga kesal dengan Baim
"hus jangan gitu, tar naksir beneran loh" ledek Rere menambah kekesalan Yoga
"suek loe pada cowok ama cewek nya sama aja kelakuannya, udah ah bay gue duluan bentar lagi jam masuk kelas" Yoga pun langsung berdiri dan meninggalkan ke empat temannya itu
"ciah ngambek dia...hahahah" Arya tertawa lepas melihat tingkah sahabat nya itu yang kesal Kania hanya tersenyum sembari geleng-geleng kepala atas kelakuan mereka.
setelah membayar makanan mereka pun meninggalkan kantin menuju kelas karna bel pertanda jam istirahat usai sudah berbunyi.
☆☆☆☆☆☆☆
__ADS_1
kini Arya dan Kania sudah di rumah tetapi ada yang berbeda jika biasa nya hanya mereka berdua saja tetapi kini sudah ada ke tiga sahabat nya juga di rumah Arya mereka kini tengah duduk bersantai di taman belakang dekat kolam renang
cerita nya mereka kini sedang barbeqiuan tetapi yang sibuk memanggang daging dan jagung hanya Kania dan Rere sedangkan para cowok asik berenang.
"Re gimana hubungan loe sama bokap loe" tanya Kania karna memang ia sudah tahu semua ketika Rere memberi tahukan persoalannya dengan sang ayah
"ya begitulah, bokap gue masih nggak mau terima gue jadi sampe sekarang gue masih tinggal di apartemen baim" jawab Rere sedikit lesu
"sabar ya Re semoga aja bokap loe bisa terima loe lagi, dan apakah bokap loe tahu tentang hubungan loe sama Baim" tanya Kania pada Rere
"bokap gue belum tahu dan jangan sampe bokap gue tahu karna gue nggak mau Baim di peras sama bokap gue, loe tahu sendiri kan bokap gue gimana kegilaannya dia sama judi dan minuman keras gue nggak mau Baim jadi merasa terbebani karna bokap gue" tutur Rere sembari menatap ke arah Baim yang sedang terlihat kesal dengan Arya dan Yoga
"iya juga sih, ya udahlah nggak usah di bahas lagi gue nggak mau loe sedih lagi karna masalah itu" ucap Knaia dan merangkul bahu Rere
"ya udah ini udah mateng gue ambil piring dulu ya" Rere pun mengambil piring setelah Kania mengangguk
dan mereka berdua pun sibuk menata makanan pada piring dan tak lama pula jus untuk mereka ber lima pun datang yang di bawa oleh bi Nani
"woy para cowok makanan udah mateng nih" teriak Kania memanggil ke tiga cowok yang masih asik berenang sembari bercanda ria itu
"ok. letsgo gais" yoga pun langsung berlari terlebih dahulu
"kampret loe, giliran makan aja cepet" gerutu Baim melihat yoga yang main tinggal
akhirnya Arya dan Baim pun menghampiri Kania dan Rere lalu duduk di dan mengambil makanan yang di berikan Kania mereka pun makan bersama sembari bercanda ria, sesekali Arya menyuapi kania begitu pun Kania meski mereka belum resmi menjadi sepasang kekasih tetapi mereka terlihat mesra mengalahkan yang berpacaran sesungguhnya.
__ADS_1