
di apartemen terlihat Tania masih tidur dengan menutupi sebagian ubuhnys dengan selimut tebal. sampai ia tak mengetahui kedatangan Arnold karna Arnold memang mengetahui pasword apartemen milik Tania. hingga ia bisa sesuka hatinya keluar masuk apartemen Tania.
" Tania..!! ternyata dia masih tidur" Arnold menghampiri Tania yang masih terlelap dalam tidur nya
" kamu cantik sekali Tania meski dalam ke adaan tidur, andai kamu tahu perasaan ku terhadap mu bagai mana apa kah kamu akan tetap bersama ku Tan? sejujurnya aku menyukai mu dari awal kita jumpa dulu dan kamu meminta ku untuk memuaskan nafsu mu, awal nya aku tak ingin melakukan itu namun kamu memaksa ku .awal nya ku fikir kamu masih gadis perawan namun saat kamu bercerita tentang masa lalu mu dan aku sudah menikmati tubuh mu aku faham bahwa kau memang gadis tapi bukan perawan....tapi aku mencintai mu dengan tulus Tania aku tak mengiginkan keperawanan mu tapi aku hanya butuh kamu ada di samping ku menemani hari-hari ku, sebenar nya aku tak ingin terus-terusan menjadi pemuas nafsu mu dengan hubungan yang tak jelas aku menginginkan kamu menjadi istri ku, masa depan ku."
"yah memang awal nya aku memanfaatkan ke adaan mu yang memiliki hiper ****, tetapi lambat laun aku merasa hambar jika hanya sebagai pemuas nafsu mu saja aku mengharapkan lebih dari ini....tetapi kemarin kamu bilang sama aku kamu mengingunkan mantan ke kasih mu dulu hanya untuk membalas sakit hati mu, aku mendukung mu tetapi hati ku sakit rasanya apakah setelah kamu mendapatkannya lalu kamu melupakan ku setelah berhasil, atau malah kalian akan salung mencintai lai" Arya berkata pada dirinya sendi sembari mengelus lembut pipi mulus Tania
tak berselang lama Tania mengerjap-ngerjapkan mata nya karna merasa ada yang menyentuh pipinya ia tengah berusaha untuk melihat siapa kah yang membelai pipinya.
"Arnold...!!" panggil Tania yang membuat Arnold tersadar dari lamunan nya
"eh..engg iya kenapa" jaawab Arnold gugp karena terkejut
" aku fikir tadi siapa kmu...." Tania bangun dafi tidur nya dan duduk di sandaran ranjang
"mau ngapain kamu ke sini" tanya Tania
"nggak aku cuma kangen aja sama kamu" jawab Arnold dengan tersenyum dan mengelus pucuk kepala Tania
"sejak kapan kamu pandai ngegombal Nold" Tania tertawa kecil seembari menggeleng-gelengkan kepalanya
"aku enggak gombal, tapi jujur dari hati aku" tutur Arnold dan mentoel hidung mancung Tania
"ish..kamu ini udah ah aku mau mandi" Tania sudah merasa malu wajah nya sudah memerah bak kepiting rebus karna ini kali pertamanya Arnold berkata begitu padanya.
Tania lalu bangkit dari duduk nya dan hendak menuju kamar mandi namun Arnold menarik tali baju tidur ya di kenakan Tania hingga terlepas dan menampakan lingeria yang di pakai Tania yang menerawang menampakan gunung kembar dan segitiga bermuda nya membuat Arnold harus menelan susah payah saliva nya
__ADS_1
"Arnold...kamu jangan mancing-mancing deh" tiba-tiba Tania mengeluarkan suara manjanya karna Tania mudah terpancing meski hanya di sentuh oleh Arnold
tanpa aba-aba Arnold pun lantas menarik tubuh Tania ke dalam dekapannya dan Arnold mulai mencumbui Tania ia menjelajah semua inti sensitif yang di miliki Tania
"akh...ah...Arnold.." *******-******* mulai memenuhi ruangan
"emh...emhh..aku masukin sekarang ya" tutur Arnold setelah ia melepaskan mulut nya dari segitiga bermuda milik Tania lalu ia membimbing kapal selam miliknya untuk masuk dan menjelajahi segitiga bermuda itu yang menjadi candu nya selama ini
dan pagi itu pun mereka menghabiskan waktu hanya untuk menyatukan kapal selam dan segitiga bermuda dan Arnold dengan rakus nya menghisap dan mengigit lembut gunung kembar di sana.
☆☆☆☆☆☆
di kediaman tuan Adijaya kini tengah berkumpul karna hari ini adalah hari wekend jadi tuan Adijaya tak bekerja dan kebetulan hari ini Berlian pun datang ke rumah utama, mereka tengah berkumpul di ruang ke luarga
Arya dan Kania baru turun dari kamar dan menghampiri mereka
" pagi mah...pah..eh kak Berlian loe di sini juga" sapa Arya dan merasa kaget karna sang kakak berada di rumah utama
"eits santai dong nggak usah ngegas gitu, kebetulN kalo loe juga di rumah karna ada yang mau gue omongin" ucap Arya serius
" beh...tumben loe serius begitu dasar bocah tengil paling juga ngomongin yang gak penting" Berlian merasa heran dan mekedek Arya
" aih...ngeselin banget si loe dasar kaka nggak ada ahlak" Arya melempar bantal sofa ke arah Berlian
" sudah-sudah kalian ini...kalo bertemu pasti begini sudah berantem terus" tuan Adijaya melerai perdebatan keduanya
"kamu mau ngomong apa Ary" tanya tuan Adijaya kemudian
__ADS_1
" aku ada niat untuk lamar Kania pa.." tutur Arya mengungkapkan maksud nya dan menatap ke arah Kania sedangkan yang di tatap terlihat menunduk
" benarkah, bagus itu jika kamu serius dengan Kania, kapan kamu akan melamar Kania" tanya Tuan Adijaya
"minggu depan minggu depan pa, dan bulan depan aku mau langsung menikahi nya" jawab Arya dengan yakin dan menggenggam jemari Kania
" apa itu tidak terlalu cepat Ary, kamu kan belum bekerja bagai mana kamu menghidupi istri mu"tanya Tuan Adijaya
" papa tenang aja aku udah siapin semuanya, dan setelah menikah nanti aku mau ajak Kania tinggal di apartemen ku" jawab Arya
" apartemen? sejak kapan kamu memiliki apartemen karna sejak dulu kamu tidak pernah mau jika papa belikan apartemen untuk mu" tanya tuan Adijaya heran pasalnya ia tak pernah sama sekali membelikan Apartemen untuk putranya itu karna Arya selalu menolak
" papa nanti juga tahu sendiri tanpa harus aku beri tahu" ucap Arya masih tak ingin memberi tahukan
" ya sudah terserah kamu saja, lebih cepat lebih baik jadi tidak akan ada yang berani mengganggu kalian lagi kan" tutur tuan Adijaya menyetujui
" makasih pa.." Arya terlihat bahagia dan memeluk Kania membuat Kania terlihat malu- malu
tiba-tiba Berlian melempar bantal sofa ke arah Arya " woy belum muhrim jangan peluk"
" sirik aja loe kak, iri ya karna nggak ada yang peluk buruan sana cari dari pada tar jadi perawan tua" ledek Arya
" woy...dasar adek kagak ada ahlak... awas aja loe nanti ya kalo gue bawa pacar gue loe bakalan gue bikin mingkem" gerutu Berlian kesal
" buktinya dulu dong kak jangan ngmong doang" Arya semakin meledek membuat Berlian semakin geram dan mengejar Arya yang sudah berlari ketika Berlian melempari nya bantal sofa
Kania yang melihat tingkah ke dua nya hanya tersenyum dan geleng- geleng kepala begitu pula dengan ibu Ratna dan tuan Adijaya.
__ADS_1
" kamu yang sabar Kania ngadepin kelakuannya Arya yang begitu" ucap ibu Ratna
" iya ma" jawab Kania dengan tersenyum.