
sampailah mereka di sebuah apartemen mewah Kania semakin bingung mengapa Arya membawa nya ke apartemen dan ini apartemen siapa fikir Kania
"turun" tutur Arya setelah membuka pintu mobil Kania
"loe nggapain ngajak gue ke sini" tanya Kania
"udah loe turun dan ikut gue" Arya menarik tangan kania keluar dari mobil
Kania pun terpaksa menurut dan mengikuti langkah Arya meski ada rasa penasaran dan takut, mengapa Arya malah membawa nya ke apartemen
ceklek
Arya membuka pntu apartemen" masuk" tutur Arya
Kania pun hanya menurut masuk ia melihat setiap sudut ruangan itu.
"loe duduk di sana gue ke dapur sebentar" Arya pun pergi meninggalkan Kania di ruang tamu
Kania hanya diam masih memperhatikan ruangan apartemen yang sangat luas dan mewah itu, ia pun duduk di sofa ruang tamu apartemen itu di apartemen itu terdapat dapur, ruang makan, dua kamar yang entah keduanya di pakai untuk kamar tidur atau di fungsikan untuk hal lain, terdapat bar mini juga yang langsung berhadapan dengan ruang makan. di saat Kania tengah asik menelisik setiap inci ruangan itu Arya pun muncul dari arah dapur membawa baskom yang berisi air dan handuk kecil, Arya pun duduk di samping Kania dan menaruh baskom berisi air di meja lalu Arya mencelupkan handuk kecil ke dalam baskom yang berisi air es.
"sini muka loe" tutur Arya dengan wajah yang datat
"mau apa loe" tanya Kania
"sini sih banyak tanya, diem aja loe nggak usah banyak omong" Arya pun memegang dagu Kania dan menghadapkan ke arah nya lalau Arya pun mengompres wajah Kania yang memar
"awwww,, sakit " ringis Kania
tetapi Arya tak peduli dengan rintihan Kania yang meringis karna ke sakitan ia tetap fokus mengompres wajah Kania dengan air es. setelah selesai mengompres pipi Kania Arya pun beranjak pergi meninggalkan Kania menuju sebuah Kamar entah dia mau ngapain Kania tak tahu.
tak lama Arya pun keluar dari kamar dan berjalan kembali ke arah Kania ia pun duduk lagi dan mengoleskab salep di pipi Kania, Kania pun hanya diam saja menerima perlakuan Arya
"loe kenapa ngonatin gue" tanya kania
"loe jangan geer dulu, gue ngobatin loe karna gue nggak mau mama sama papa tau wajah loe memar kaya gini, apa lagi kalo sampe kak berlian tahu bisa habis gue kena omel dia" jawab Arya dengan wajah datar
"sekarang loe jawab gue siapa yang tampar loe" tanya Arya menyelidik
"emm..it.ituu.." Kania tak mampu menjawab
"loe tinggal jawab aja susah banget sih" ucap Arya ketus
__ADS_1
"Fara" jawab Kania dan menundukan kepala nya
" loe ada masalah sama mereka sampe loe harus kena tampar dan bolos sekolah" selidik Arya
"gue enggak pernah punya masalah sama mereka, gue juga nggak pernah teguran sama mereka ko" jawab Kania membela diri
"lantas kenapa loe bisa di tampar sama Fara" tanya Arya lagi
"nggak papa, udah lupain aja lagian mungkin Fara salah faham aja dia fikir gue deketin gebetan nya" tutur Kania menjelaskan meski ia tak memberitahukan bahwa yang di ceritakannya itu adalah Arya sendiri
"oh gitu, makanya jadi cewek tuh jangan kecentilan gini kan akibat nya kena tampar" ucap Arya merendahkan Kania
" gue nggak merasa gue kecentilan tuh, karna emang gue nggak dketin dia lagian kalo ketemu juga nggak pernah akur" jawab Kania yang memang benar adanya bahwa mereka selalu bersama tapi tak pernah akur
"Arya ini apartemen siapa" tanya Kania kemudian pada Arya
" apartemen gue, sengaja gue beli buat calon istri gue nanti tadi nya gue bakal bawa Tania ke sini buat kasih liat ke dia" jawab Arya dan melirik ke arah Kania sekilas
"oh gitu, terus kenapa loe malah bawa gue ke sini" tanya Kania pada Arya
" itu...udahlah nggak usah di bahas sekarang kita pulang luka loe juga udah nggak terlalu keliatan" tutur Arya mengalihkan pembicaraan
☆☆☆☆☆☆☆☆
merekapun sampai di rumah Kania turun dari mobil begitupun dengan Arya.
"Assalamualikum" Kania mengucapkan salam
"Waalaikumsaalam" jawab ibu Ratna yang tengah duduk di ruang tv
" sudah pulang, " tanya ibu Ratna dan menyambut tangan Kania yang memberikan salaman pada nya dan mencium tangan ibu Ratna
" sudah tante" jawab Kania dengan tersenyum
"Arya nya mana Nia" tanya ibu Ratna
"itu...." belum selesai Kania menjawab Arya sudah menyahut terlebih dahulu
"anak mama yang paling tampan di sini ma" sahut Arya dan berjalan ke arah ibu ratna lalu menyalami sang mama
" kamu ini, ya sudah kalian ganti baju dulu habis itu sarapan ya" ucap ibu Ratna pada Arya dan Kania
__ADS_1
"iya tante" jawab Kania sedangkan Arya malah sudah terlebih dahulu masuk ke dalam lift untuk menuju kamarnya.
Kania pun naik ke lantai tiga menggunakan tangga karna Kania tak enak jika menggunakan lift juga meski ibu Ratna selalu menyuruh Kania lewat lift saja agar dia tak cape jika turun naik tangga tetapi Kania tetap merasa tak enak.
kini Kania sudah berada di kamarnya dan segera membersihkan diri.
sedangkan di kamar sebelah tentunya di kamar Arya kini Arya tengah duduk di atas ranjang dengan memangku laptop milik nya. kini Arya tengah mengerjakan sesuatu pekerjaan nya meskipun Arya masih sekolah ia sudah memiliki usaha sendiri tanpa sepengetahuan orang tuanya bahkan sahabatnya sendiri .Arya memiliki sebuah cafe yang sebentar lagi Arya akan mmenambah cabang cafe nya di kota B. selain itu Arya juga memiliki usaha di bidang fashion yang ia beri nama ASW Arya memproduksi fashion seperti baju, dan sepatu yang paling besar di kota itu. sedangkan cafe milik nya ia beri logo cafeASWcoffeshop
"hah....akhirnya selesai juga" Arya mengangkat tangan nya ke atas untuk meregangkan otot-ototnya yang kaku
"ah laper banget perut gue, makan dulu lah" Arya pun turun dari ranjang dan langsung menunj lift untuk turun ke lantai satu
sesampai nya Arya di lantai satu ia pun keluar dari lift dan langsung menuju ruang makan untuk memberikan asupan pada perut nya yang mulai meronta-ronta minta di isi, Arya pun duduk di kursi meja makan langsung mengambil makanan dan menaruh di piring nya
" Kania mana Arya" tanya ibu Ratna
"mana Arya tahu, di kamarnya kali" jawab Arya cuek dan lebih fokus kepada makanan nya
" kenapa tidak bareng kamu Ary, Kania kan belum makan" tutur ibu Ratna
"mana Arya tahu kalo kania belum makan, lagian biarin aja sih nanti juga kalo laper dia turun dan cari makan sendiri" jawab Arya santai
"ih dasar kamu ini, sekarang panggil Kania dulu" ibu Ratna menyuruh Arya
"ogah ah mah, tanggung nih Arya masih laper banget" tolak Arya
"kamu ini kebangetan ya" ibu Ratna mengambil piring Arya
" apaan sih ma,, balikin piring Arya" ucap Arya memelas karna piring makanannya di ambil
"panggil Kania dulu suruh dia makan juga kalo enggak ya kamu juga berenti makannya" ancam ibu Ratna
"mama ngeselin apa-apa bela pembantu itu terus" gerutu Arya dan berdiri dari duduk nya
tetapi ketika Arya hendak berjalan ke kamar Kania sudah muncul berjalan ke arah ruang tamu
"mau kemana Ary" tanya Kania
" ini gara- gara loe telat jadi makanan gue di tahan mama, udah cepetan makan gue udah laper banget " gerutu Arya
sedangkan Kania memicingkan alisnya tanda tak faham kenapa ia yang di salahkan, mereka pun akhirnya makan bersama dengan suasana hening tanpa suara hanya suara dentingan sendok yang beradu.
__ADS_1