Pembantu Ku Kekasih Ku

Pembantu Ku Kekasih Ku
tertangkap


__ADS_3

hari telah berganti malam kini keluarga Wiguna berkumpul untuk makan malam dan kini Berlian pun ada di rumah utama, namun Kania dan Arya tak terlihat ada di meja makan


"ma Kania sama Arya mana ko mereka nggak ikut makan" tanya Berlian ia celingukan mencari keberadaan dua sejoli itu


"masih di kamarnya mungkin sebentar lagi turun" jawab ibu Ratna dengan menyuapkan nasi ke mulut nya


Berlian pun mangut-mangut tanda mengerti. tak berapa lama setelah Berlian memepertanyakan keberadaan Arya, terlihat Arya menghampiri ke meja makan


"haik kak loe sejak kapan di sini" tanya Arya ketika melihat Berlian tengah makan malam bersama ibu Ratna dan tuan Adijaya


"baru aja, kangen suasana rumah makanya gue ke sini" jawab Berlian dengan tersenyum


"Ar di mana Kania kenapa nggak ikut turun ikut makan bareng" tanya tuan Adijaya ketika ia tak melihat keberadaan Kania


"Kania ada di kamar pa ini Arya turun juga mau ngsmbilin Kania makan soal nya sejak tadi dia diam aja kelihatan ketakutan banget" jawab Arya yang masih berdiri di samping berlian


"ketakutan kenapa Ar, Kania kenapa" tanya Berlian yang belum tau permasalahan di rumah ini


"Kania dapat teror kak ntah dari siapa karna tawanan yang di tawan anak buah Gue sama sekali nggak mau ngomong siapa yang nyuruh mereka " jawab Arya lesu


"di teror gimana sih maksud loe Ar gue masih nggak faham" tanya Berlian yang tak faham


"mama papa tolong jelsin Kania kenapa" Berlian beralih menatap wajah kedua orang tuanya karna ia tak mau memaksa Arya untuk bicara karna terlihat wajahnya yang lesu


"begini nak sebenarnya sudah dari kemarin Kania mendapatkan teror dari awal masuk kuliah dan berlanjut di rumah dan tadi kata Arya di kampus pun Kania mendapatkan teror" jawab ibu Ratna pada Berlian


"ya ampun tega banget orang yang neror Kania adik ipar kesayangan ku" tutur Berlian


"iya kak gue juga masih bingung, ya udah kak gue ke atas dulu ya ma pa aku ke atas dulu ya kasian Kania sendirian" tutur Arya lalu membawa nampan berisi makanan lalu membawa nya ke kamar


"iya sayang lebih baik kamu temani Kania" tutur ibu Ratna


Berlian terlihat menganggukan kepalanya tampak ia berfikir sejenak selama ini Kania tak pernah ada musuk jadi siapa orang yang meneror Kania fikir Berlian


"ma pa teror nya semacam apa hingga membuat Kania ketakutan" tanya Berlian


ibu Ratna pun memberikan ponselnya pada Berlian untuk memperlihatkan ke jadian tadi di kampus dan kejadian kemarin





Arya telah sampai di kamar dan ia pun langsung menaruh nampan berisi roti selai coklat, susu dan buah di meja nakas. Arya lalu menghampiri istrinya yang tengah duduk bersandar di temlat tidur dengan tatapan kosong

__ADS_1


" sayang makan dulu yuk" ajak Arya dengan suara lembut


Kania menggelengkan kepala " aku nggak laper" jawab Kania


" tapi kamu harus makan sayang, aku suapi ya" bujuk Arya lalu ia mengambil roti berisi selai coklat itu lalu menyuapi Kania


" Aaa..buka mulutnya" bujuk Arya tetapi tetap saja Kania menutup mulut nya rapat


" ayolah sayang makan dulu ya" Arya masih terus membujuk hingga Kania pun mau memakan makanan yang di bawa Arya.





di tempat lain anak buah Arya sudah berhasil menemukan siapa dalang di balik yang meneror istri tuan muda nya itu.


tampak anak buah suruhan Arya pun menelfon untuk memebri tahu bos nya itu.


Arya yang mendapat telfon dari anak buahnya pun langsung berdiri dari duduknya


"mau kemana Ar" tanya Kania yang tiba-tiba terbangjn dari tisurnya setelah tadi habis sarapan Kania tertidur


"terus aku gimana aku takut sendirian" tutut Kania tak ingin di tinggal


"tenang sayang tidur lah karna aku sudah meminta beberapa bodyguard untuk berjaga" ucap Arya menenangkan


"baiklah, tapi cepat pulang ya aku takut" ucap Kania menyimpan wajah ketakutan


"iya sayang, aku berangkat dulu ya" Arya mengecup kening Kania dan ia bangkit dari duduknya lalu keluar dari kamar


" tolong kalian jaga kamar ini jangan sampai lengah" perintah Arya pada bodyguard yang berjaga


"baik tuan muda" jawab bodyguard itu


lalu Arya pun pergi meninggalkan bodyguard itu dan turun, sesampainya di lantai bawah terlihat suasana sudah sepi mungkin orang rumah sudah tidur. Arya langsung keluar rumah dan menaiki kendaraanya melaju kan kendaraannya.




sesampainya di tempat yang di tuju karna anak buahnya mengirimkan alamat dalang di balik ini semua jadi ia menemui mereka di tempat itu.


Arya pun turun dari mobilnya ia memicingkan alisnya karna menatap bngunan di hadapannya ini adalah sebuah apartemen seseorang di masa lalunya

__ADS_1


Arya mulai curiga jika yang melakukan itu adalah orang di masa lalu Arya, lalu ia pun bergegas masuk ke dalam untuk memastikannya


setelah ia menemukan anak buahnya betapa terkejutnya Arya ternyata benar dugaannya Tania lah yang melakukan ini semua


"Arya....Arya kamu datang pasti mau nyelamatin aku kan dari orang-orang ini tolong aku Arya" tutur Kania tak tahu malunya


"dasar wanita ******....kamu sengaja meneror istri ku ha" amarah Arya membludak hingga mengeluarkan kata-kata kasar


"apa maksud mu Arya aku nggak ngerti" ucap Tania pura-pura tak mengetahui apa-apa


"jangan kau berbohong Tania aku tahu kebusukan mu. seharusnya kamu sadae diri mengapa aku tak mau kembali pada mu bukannya kamu malah meneror istri ku" ucap Arya yang emosi nya sudah memuncak ia menggenggap tangannya menahan amarah


"aku ...aku nggak ngerti" Tania masih mencoba mengelak


"jawab dengan jujur Tania kalau tidak kau akan ku penjarakan" ancan Arya pada Tania.


"maafkan aku Arya aku teramat mencintai mu hingga aku kalut dan berbuat demikian maafkan aku" tutrur Tania pada akhirnya


"mudah sekali kau berbicara maaf setelah kamu buat istri ku ketakutan hingga ia harus mengurung diri di kamar Ha!!" ucap Arya merasa geram


"maafkan aku Arya" mohon Tania dengan berlinang air mata


"urus wanita ****** ini dan bawa dia ke penjara" perintah Arya pada anak buah nya


"baik tuan mua" jawa sang anak buah


Tania yang mendengar kata penjara lalu memohon pada Arya agae di bebaskan


"Arya aku mohon jangan penjarakan aku biar lah aku pergi dari sini tapi aku mohob jangan penjarakan aku" pinta Tania menawar


"apa aku bisa menjamin kau tidak berbuat demikian lagi" tanya Arya


"iya aku janji tisak akan mengulangi lagi" jawab Tania memohon


"baik lah ku beri waktu sampai esok pagi dan anak buah ku yang akan menjaga apartdmen mu sampai esok untuk meyakinkan" tutur Arya karn tK percaya


"baik lah aku terima" jawab Tania dengan menakup ka n kedua tangannya.


Arya pun lalu pergi meninggalka aparttemen itu.


**♤♤♤♤♤♤♤


hai teman-teman mungkin sebentar lagi cerita ini akan tamat ya, jadi mohon dukungannya agar saya bisa menampilkan karya-karya yang bagus setelah ini


terimakasih**

__ADS_1


__ADS_2