Pembantu Ku Kekasih Ku

Pembantu Ku Kekasih Ku
sisi lain Tania


__ADS_3

di kamar Kania kini tengah menenangkan Arya yang masih belum stabil nafas nya yang naik turun dan terlihat dari wajah nya yang memerah pertanda ia sangat marah dan semakin terlihat bahwa memang trauma nya kumat.


"tenang ya Ary, kamu tenangin diri kamu dulu jangan fikirin yang macam" tutur Kania menenangkan Arya sembari memeluknya


"aku nggak suka dia Kania aku benci dia!! usir dia dari sini aku nggak mau lihat dia lagi!!" Arya begitu emosi hingga nafas nya naik turun


"iya, mama sudah menyuruh nya pergi ko kamu tenang ya jangan kaya begini kamu sama aja nyakitin diri kamu sendiri, aku mohon Ary sadar jangan kaya gini" Kania sudah meneteskan air mata nya sungguh ia sangat tak tega melihat Arya yang seperti itu keadaan Arya yang seperti itu membuat hati nya merasa sakit sekali


Kania melepas pelukannya dan berdiri menuju nakas dan membuka laci meja yang isi nya terdapat obat penenang Arya, ya meski pun selama ini penyakitnya sudah tak kambuh namun Arya masih selalu menyetok obat penenang di laci meja nya. Kania pun memberikan obat kepada Arya untuk di minum dan Arya pun menerimanya lalu meminum nya setelah Arya meminum obat nya Kania pun kembali duduk di samping Arya dan menarik kepala Arya untuk tidur di pangkuannya


"tidurlah Ary, ke adaan akan baik-baik aja kamu nggak usah fikirin yang aneh-aneh ya....aku sayang sama kamu" kania mengecup kening Arya


dan tak butuh waktu lama Arya pun sudah terlelap dalam tidurnya. bertepatan pintu pun terbuka dari luar memperlihatkan ibu Ratna yang terlihat cemasl.


" gimana Arya Kania" tanya ibu Ratna yang menghampiri Kania yang masih memangku kepala Arya di pahanya


" udah tenang ko ma, tadi aku kasih obat penenangnya" jawab Kania


" syukurlah....mama takut Arya ngamuk tadi makanya mama langsung nyusul kalian" tutur ibu Ratna yang kini membelai kepala putranya itu

__ADS_1


" lalu Tania bagai mana ma" tanya Kania kemudian


" Tania sudah mama suruh pulang, anak itu benar- benar keras kepala seenak nya saja dia datang kembali setelah apa yang dia lakukan sama Arya" ibu Ratna terlihat sangat kesal


" ya udah ma..nggak usah di bahas yang penting Arya sekarang udah tenang" Kania meminta untuk tak membahas nya lagi karna tak ingin mama nya kefikiran masalah ini lagi


" ya sudah kalo gitu mama keluar ya...papa kaya nya udah pulang" pamit ibu Ratna lalu keluar dari kamar Arya


sedangkan Kania masih setia menemani Arya di kamarnya, Kania melihat jam sudah menunjukan pukul 8:15 Kania pun memindahkan kepala Arya pada bantal setelah itu ia keluar dan menuju kamarnya untuk mandi.


sampai di kamarnya Kania pun bergegas mandi tak butuh waktu lama ia sudah selesai dengan ritual mandinya, Kania pun langsung menuju ruang ganti untuk berganti baju. Kania memakai piama berlengan pendek dan celana pendek berwarna pink setelah selesai ia pun langsung menuju meja rias untuk hanya sekedar menyisir rambut dan memakai krim malam lalu terakhir body lotion. setelah ritual dandan nya selesai Kania pun menuju kamar Arya lagi


di kamar Arya Kania kini tengah melepas sepatu dan kaus kaki Arya karna tadi belum sepat ia lepas, setelah itu Kania melepas jaket Arya agar tidur nya lebih nyaman, Kania pun menuju ruang ganti untuk mencari kaos milik Arya ia hendak mengganti kan baju Arya yang seharian telah di pakai setelah mendapatkan apa yg ia cari Kania pun langsung menuju kasur tempat Arya tidur lalu ia pun langsung melepas baju Arya dan menggantikannya dengan Kaos biasa. setelah selesai Kania langsung menyelimuti tubuh Arya sampai sebatas dada.


♤♤♤♤♤♤


di tempat lain Tania kini berada di sebuah club malam ia merasa sangat kesal dengan perlakuan Arya dan ibu Ratna padanya tadi.


"kurang ajar...bisa-bisa nya itu si Arya semena-mena sama gue bahkan gue sampe ekting nangis-nangis pun dia nggak peludi....awas aja loe Arya gue bakal bikin loe bertekuk lutut lagi sama gue karna gue tau gimana cinta nya elo dulu sama gue sampe loe mohon-mohon sama gue buat gak ninggalin elo, dulu iya gue juga cinta banget sama loe dan gue nggak tega bohongin loe. dan samapai saat ini pun gue masih ingat sama lo Ary gue tahu gue dulu ninggalin loe sama cowok lain yang udah bokap gue jodohin sama gue tapi itu karna gue terpaksa lagian kan lumayan duit nya juga banyak itu juga nggak bertahan lama setelah gue di tunangin sama si brengsek Arnold itu cuma berjalan setahun setelah itu gue putus pertunangan kita karna gara-gara si brengsek itu gue harus kehilangan keperawanan gue" Tania terus berbicara sendiri sembari menenggak minumannya

__ADS_1


"pokok nya gue nggak akan lepasin loe Ary, dan Tante Ratna juga bisa-bisa nya usir gue gitu aja...awas aja tunggu pembalasan gue, gue bakal bikin keluarga Adijaya bertekuk lutut lagi sama gue....dan untuk cewek kampungan itu gue nggak percaya tu cewek pacar nya Arya secara tu cewek kampungan banget stailnya aja macam babu, gue harus selidiki dia beneran cewek Arya atau bukan kalo emang dia adalah cewek nya Arya berarti gue harus singkirin dia dulu" Tania tersenyum licik mendapat kan ide untuk mengingkirkan Kania


tak berselang lama datang seorang pria menghampiri Tania, pria itu berwajah blasteran bule indo dengan tubuh tinggi tegap, hidung mancung dan wajah yang tampan.


"Tania kenapa kamu di sini" tanya Ronald nama pria itu


"ngapain sih loe ngikutin gue terus sampe sini" tutur Tania ketus


"aku kan di suruh papa kamu buat jaga kamu, jadi aku harus ikutin kamu terus" ucap Ronald


"iya iya...terus mau apa kamu di sini " tanya Tania yang akhirnya luluh.


"aku mau temenin kamu lah di sini" jawab nya


"ya udah kita ke hotel malam ini aku butuh kamu malam ini" ucap Kania tanpa canggung atau pun malu


"tentu saja, aku sangat suka permainan mu dan aku tak akan menolak nya" jawab Arnold dengan senang hati laki-laki mana yang tak mau jika di ajak wanita seperti itu mungkin hanya beberapa saja yang menolak.


akhirnya mereka pun menuju ke hotel, sepanjang perjalanan Tania sudah tak bisa untuk diam tangannya bergrilya ke mana-mana. hingga mereka sampai di hotel Tania pun langsung melampiaskan nafsu nya bersama Arnold.

__ADS_1


ya Tania tidak bisa berlama-lama marah jika bersama Arnold karna kini Arnold adalah pemuasnya setelah kejadian dulu ia di lecehkan mantan tunangannya ia menjadi selalu ketagihan tetapi setelah kejadian pelecehan itu Tania langsung memutuskan pwrtunangannya dan pergi namun setelah berbulan-bulan lamanya Tania malah menjadi sangat liar ia selalu merasakan tubuhnya bergetar di kala sendiri di kamar dan setelah ia priksakan ke dokter ternyata ia memiliki hiper ****.


hingga ia bertemu dengan Arnold di sebuah club malam juga dan malam itu Tania mabuk berat Arnold yang memebawa nya ke hotel, dan di malam itu lah Tania melampiaskan nafsu nya pada Arnold hingga saat ini Arnold lah yang memuaskannya


__ADS_2