Pembantu Ku Kekasih Ku

Pembantu Ku Kekasih Ku
harapan


__ADS_3

kini Arya sudah bangun dari tidurnya seperti kemarin-kemarin Kania masih tak terlihat membangunkannya sudah seminggu Kania mendiamkannya, Arya yang masih merasa gengsi jika menegur Kania terlebih dahulu hingga sampai seminggu pun akhirnya tak tahan, Arya langsung bangkit dari tidur nya dan menuju kamar mandi kali ini ia mandi hanya cukup 10 menit karna ingin menemui Kania.


Arya sudah rapi dengan seragamnya lalu ia ke luar dari kamarnya dan menuju kamar Kania namun saat ia memasuki kamar itu kania sudah tak ada di kamar, Arya yakin pasti Kania sudah ke sekolah terlebih dahulu seperti biasa nua demi menghindari dia.


saar Arya hendak keluar dari kamar dari sudut mata nya sekilas ia melihat sesuatu yang menarik perhatiannya. Arya pun menghampiri meja nakas samping tempat tidur Kania, Arya melihat album foto berada di atas meja lantas Arya pun mengambil album itu dan duduk di tepian ranjang tidur Kania


"ini album foto apaan ya?" tanya Arya pada diri sendiri lantas Arya pun membuka album foto itu satu persatu secara perlahan sampai lah ia menemukan satu foto yang familiar ia lihat


"ini bukannya mbok Nah ya, mama nya Rere" gumam Arya


"kok Kania ada foto nya mbok Nah, tapi ini mbok Nah lagi gendong anak kecil ! yah ini foto mbok Nah dengan Rara" gumam Arya lagi dan ia masih saja membolak balik album foto itu


sampai Arya menemukan foto keluarga yang Arya sangat mengenalnya, yah foto itu adalah foto mbok Nah dan pak bowo beserta foto putri satu-satu nya yang sangat di kenal Arya ya itu Rara, Arya terus saja membalik-balikan album itu hingga ia menemukan dua foto menampakan perempuan yang sama hanya saja ada perbedaan di tanda lahir nya saja.


"Kania loe sebenarnya siapa sih, kalo emang Rara harus nya loe kenal gue tapi kenapa loe nggak kenal gue" tuturnya


Arya masih asik membolak balikan lembar demi lembar foto yang ada di album Kania, sampai di set terakhir Arya tercengang melihat foto yang menampakkan foto masa SMP dan masa SMA, dan foto masa kecil dua insan berbeda kelamin itu


di foto masa kecil namampak gadis kecil tengah tertawa riang sedang duduk di ayunan dan nampak di belakangnya nampak anak lelaki yang seusia wanita itu tengah mengayunkan ayunan yang di dudukinya, tentu saja Arya tahu bahwa itu adalah foto nya dengan Rara


dan satu lagi foto SMP yang sama dua orang anak remaja yang berpelukan dengan sang wanita berdiri di depan lelaki itu dan lelaki itu memeluk sang wanita dari belakang keduanya tersenyum menampakkan ke bahagiaan dan itu adalah foto Arya bersama Rara


sedangkan foto terakhir foto masa SMA entah kelas berapa terdapat foto keluarga mbok Nah di sisi Kanan, dan pak bowo di sisi kiri sedangkan anak mereka berada di tengah-tengah di apit oleh kedua orang tuanya, yang pasti Arya sangat kenal wanita itu adalah Rara tetapi yang ia merasa aneh mengapa tanda lahirnya sudah tidak ada, dan pak Bowo Arya tak emngetahui selama ini jika pak Bowo adalah ayah dari Rara yang ia tahu pak Bowo adalah sopir pribadi papanya yang berada di luar negri.


Arya memang hanya mengenal mbok nah dan tak mengenal pak bowo karna pak Bowo dulu adalah supir yang menemani tuan Adijaya di Australia Arya sedari kecil memang di tinggalkan orang tua nya di jakarta sendiri bersama berlian dan mbok Nah yang menjaga, sampai Arya nenginjak sekolah menengah pertama baru sang mama berdiam di kota S sementara tuan Adijaya masih di Australia meskipun kadang bolak balik juga demi melepas kangen terhadap anak-anaknya


sampai lah kabar memilukan bahwa pak Bowo mengalami kecelakaan dan pada akhirnya setelah supir pribadi kepercayaan tuan adijaya meninggal tuan Adijaya pun pulang ke indonesia karna merasa terpukul orang yang begitu ia percaya dan sudah di anggap keluarga sendiri pergi untuk selamanya.


☆☆☆☆☆☆☆☆☆


Arya menitikan air mata nya melihat foto itu dan langsung ia masukan ke dalam tas album foto itu lalau ia segera keluar dari kamar Kania. ia pun keluar dari lift dan sedikit berlari karna terburu-buru kemudian langsung keluar dari rumah dan naik ke atas motornya lalu memakai helm dan segera melajukan motor keluar dari rumah nya


bahkan Arya mengabaikan panggilan bi Ina yang menanyakan kenapa terburu-buru karna memang jam masih setengah tujuh


Arya memikirkan semua yang menyangkut Kania jika memang Kania adalah Rara nya selama ini lantas mengapa Kania tak mengingatnya sama seklai.

__ADS_1


sampai akhirnya Arya pun sampai di sekolah karna sudah terlambat Arya terpaksa memanjat pagar sekolah yang berada di belakang. Arya tak masuk kelas karn jam pelajaran sudah masuk setengah jam yang lalau jadi ia putus kan untuk menuju kantin dan memesan makanan karna tadi tak sempat sarapan saat di rumah.


☆☆☆☆


bel tanda jam istirahat pun telah berbunyi terlihat Arya masih berada di kantin karna ia yakin Kania dkk pasti akan ke kantin tentu nya juga yoga dan Baim.


dan betul saja kini Kania, Rere, Yoga dan Baim masuk ke dalam kantin


"nah tu si cunguk Arya, dasar tu bocah udah bolos malah enak-enakan di kantin kaga ngajak-ngajak" gerutu Yoga sembari menunjuk ke arah Arya seketika ketiga kawan nya pun melihat ke arah Arya, Kania yang menatap Arya langsung memalingkan wajah nya ke arah lain


" ayok yang kita duduk di sana bareng cunguk Arya" ajak Baim


" ya udah ayok Nia" ajak Rere kemudian pada Kania


"cari tempat duduk lain aja deh" tawar Kania


"elo mau duduk di mana emang nya, noh semua meja udah ada yang nempatin" tunjuk Yoga mengarah ke setiap bangku yang sudah terisi penuh oleh anak-anak kecuali meja yang di tempati Arya kini


" udah nggak apa-apa Nia, ayok kita ke sana emang nya loe mau kita kelaperan karna kehabisan jam istirahat" tutur Rere


"eh bocah kampret ngapa loe bolos, udah gitu enak-enakan di kantin lagi nggak ajak-ajak kita, " tutur Yoga sambil mendudukan pantat nya pada kursi panjang kantin dan di ikuti ketiga temannya


" gue tadi ada urusan makanya telat dateng" elak Arya


"urusan apaan" tanya Baim yang kini tengah menuangkan sambal dan saos pada bakso nya


"ada ini tentang Rara" jawab Arya dengan mata mengarah ke pada Kania


"loe udah ketemu Rara" tanya Baim menatap Arya begitu pun yoga sedangkan Rere menatap bingung


"Rara siapa yang kalian maksud" tanya Rere tak mengerti


"cinta pertama Arya dari kecil" jawab Yoga menjawab pertanyaan Rere


Rere mengernyitkan dahinya" cinta pertama Arya" Rere masih tak mengerti

__ADS_1


"iya jadi Arya sama Rara itu udah kenal sejak mereka masih orok karna nyokap nya Rara itu jadi pembokat di rumah si Arya sebagai pengasuh anak, nah kebetulan dy punya anak yang se umuran sama Arya, Rara juga temen main kita bertiga dulu" jawab Baim panjang lebar menjelaskan


"dan sekarang gue mau loe jelasin ini Kania" tutur Arya meletakkan album foto di meja


"ini kan album foto gue, loe dapet dari mana" tanya Kania yang merasa tak suka barang nya ada yang mengambil


"gue dapat di meja kamr lo waktu tadi mau berangkat dan niat mau ngajak loe bareng' jawab Arya jujur


"loe nggak bisa seenaknya aja dong bongkar-bongkar barang gue" sungut Kania merasa emosi dengan Arya yang tak meminta izin padanya terlebih dahulu


" ya sory loe jangan marah dulu, gue mau loe jelasin foto ini" tunjuk Arya pada satu foto keluarga


" huh..kenapa sih segitu penasarannya elo" sungut Kania


" gue mohon loe jelasin dia siapa nya elo" tutur Arya memohon sedangkan ketiga sahabat nya hanya diam menyaksikan dan masih dengan asik memakan baksonya.


"itu foto bokap sama nyokap gue, dan yang foto cewek itu gue" jawab Kania jujur


"tapi kenapa tanda lahir yang ada di foto ini nggak ada di leher loe" tanya Arya penasaran


" dulu saat gue kecelakaan karna gue di bully sama temen sekolan gue sampai gue garus di larikan ke rs hingga ada sesuatu masalah di jaringan otak gue hingga gue harus kembali di larikan ke rs di singapura, dan itu om Adi bokap loe yang bawa gue ke sana karna bokap gue mana mampu bayar rs gede buat ke sembuhan gue, sampai akhirnya om Adi menyarankan bokap gue agar tanda lahir di leher gue di hilangkan karna om Adi nggak mau gue ngalamin pembulian lagi hingga hampir merenggut nyawa gue" Kania menjelaskan kronologi yang sebenarnya pada Arya hingga tak terasa air mata menetes membasahi pipinya ia mengingat kembali sosok Ayah nya


"ja...jadi bener loe adalah Rara" tanya Arya terbata


"loe beneran Rara Nia" terlihat wajah berbinar Yoga karna mengetahui Fakta sebenarnya dan kembali nya sahabat kecil mereka


" ini beneran kan Yog, ary princess Rara itu Kania bocah mungil yang nemenin hari-hari kita dulu dengan tingkah konyol nya" tanya Baim merasa tak percaya


"maksud kalian apa sih" tanya Kania tak mengerti


" jadi beneran Nia loe itu cinta pertama Arya" tanya Rere pada Kania


" apaan sih loe ngaco deh" elak Kania


" Kania elo itu Rara ini nyokap loe mbok Nem kan orang yang udah ngasuh gue sama kak Berlian dari kecil, dan ini foto kita berdua Nia ini kamu sama aku" tutur Arya menunjukkan foto mereka yang sedang bermain ayunan

__ADS_1


" oh itu iya nyokap gue emang mbok Nem, dan foto itu gue nggak inget dan iya sih dia mirip elo sama foto-foto kecil loe yang di kasih liat nyokap loe ke gue"


__ADS_2